Tag Archive | hormon

“LAHIR NORMAL”, Apa dan Bagaimana? [P2]

lanjutan …………..

Tibalah kini saatnya P 2, yakni Passage atau Jalan.

Berhubung bahasan ini tentang proses persalinan, maka tentu saja “jalan: yang dimaksud adalah Jalan Lahir.

Ada 2 jenis jalan lahir yakni jalan lahir keras dan jalan lahir lunak.  Ini penjelasannya :

1. Jalan Lahir Keras

Sesuai dengan namanya, jalan lahir keras adalah tulang-tulang panggul.  Panggul seorang wanita mempunyai bentuk yang khas, istimewa.  Bentuk ini memungkinkan seorang bayi melewati rongganya. Seorang ilmuwan bernama Caldwell Molloy membagi bentuk panggul manusia menjadi 4, yaitu panggul ginekoid, panggul platipeloid, panggul android, dan panggul   anthropoid.  Panggul wanita normal adalah panggul ginekoid.  Rongga Panggul terbentuk  dari 3 pasang tulang yang bergandengan.  Bedakan juga antara pinggul (yang suka goyang ) dan panggul.  Kalau pinggul bisa tampak dari luar, dan lebarnya bisa diukur oleh seorang tukang jahit, maka panggul lebih berkonotasi ke tulang, dan luas tidaknya untuk keberlangsungan sebuah persalinan diukur oleh dokter.

Apakah orang yang gemuk lantas berpanggul luas dan orang kurus panggulnya sempit? Belum tentu! Karena ternyata luas panggul tidak terkait dengan gemuk kurusnya seseorang melainkan dengan ukuran tinggi badannya.  Dari hasil penelitian batas tinggi badan yang rawan berpanggul sempit adalah 145 cm! Meskipun begitu hal ini tidak mutlak.  Ada orang yang tingginya 143 cm namun mampu melahirkan bayi-bayi dengan berat normal, namun sebaliknya, ada juga orang dengan tinggi 170 cm tetapi ternyata kepala bayi tak muat lewat panggulnya. Mungkin saja si 170 cm ini panggulnya bertipe android, alias panggul laki-laki 🙂

Ada juga, panggulnya sempit namun bayinya juga kecil, sehingga muat dan lahir normal.  Namun ada juga panggul normal tapi bayinya kelewat besar, sehingga tak muat.  Nah, yang begini ini namanya disproporsi kepala panggul.  Allah pun sudah mempersiapkan jalan lahir keras ini dengan paripurna.  Menjelang kelahiran ada hormon yang berfungsi untuk melongarkan sendi-sendi dan jaringan ikat sehingga memudahkan proses persalinan

Bidang Stasion Nol

2. Jalan lahir lunak

Jalan lahir lunak terbentuk dari jaringan otot.  Mulai dari rahim, mulut rahim, sampai vagina…itulah jalan lahir lunak.  Apakah bentuk rahim normal? Adakah tumor yang menghalangi keluarnya bayi? Apakah mulut rahim dapat membuka sinkron dengan dorongan kontraksi dan tekanan kepala bayi? Demikian juga di vagina, adakah yang menghalangi keluarnya jabang bayi? Semua itu harus diobservasi dan dievaluasi. Mulut rahim sebagai pintu keluar memegang peranan penting.  Sel-sel di mulut rahim ini pada saat yang sudah ditentukan akan berespon terhadap hormon inisiasi persalinan sehingga mulut rahim akan menipis dan membuka.  Padahal, selama 9 bulan mulut rahim tersebut “terkunci” erat demi menahan sang jabang bayi agar tak meluncur keluar. Allahu Akbar !! (nin)

 

keterangan gambar : kepala bayi memasuki pintu panggul (gambar dari buku Ilmu Kebidanan, Prof. Sarwono)

Bersambung

 

Abortus, Mengapa Bisa Terjadi?

Ketika menyampaikan diagnosa “kurang enak” pada pasangan suami istri terkait dengan kehamilan yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi, maka reaksi pertama pada umumnya adalah “Kok bisa terjadi? Apa Penyebabnya?” “Apa ini gara-gara makanan atau karena saya naik motor?
Hanya sebagian kecil yang menanyakan “Lalu apa tindakan selanjutnya?”


Pertanyaan itu wajar belaka. Cuma menjawabnya yang sulit. Bukan apa-apa, hal-hal yang diduga dan didakwa sebagai penyebab sebuah kehamilan tidak berlanjut – hatta pada usia yang masih sangat muda – itu sangat banyak, dan kemungkinan juga tidak berdiri sendiri. Untuk membuktikannya harus dilakukan test satu persatu. Tentunya sangat memakan biaya, tenaga, dan waktu. Karena itu, yang dianjurkan untuk melakukan test adalah mereka yang mengalami ABORTUS HABITUALISlah yang menjalaninya. Abortus habitualis adalah keguguran sebanyak tiga kali berturut-turut.

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan maka bisa saja suatu hal yang dulu disangka sebagai penyebab abortus, ternyata tidak terbukti. Atau sebaliknya. Dan makanan atau aktivitas sehari-hari seperti naik tangga, naik motor, atau naik apa saja ternyata SAMA SEKALI TIDAK MENJADI PENYEBAB.

Berikut ini adalah penyebab-penyebab tersebut :

1. FAKTOR KROMOSOM. Lebih dari 80% abortus terjadi pada trimester ke-1, dan 50% nya disebabkan oleh kelainan kromosom, bisa dari pihak ibu maupun pihak ayah. Kelainan kromosom juga meningkat seiring dengan peningkatan usia ibu.
2. PERKEMBANGAN ABNORMAL, dari mudigah, janin dalam tahap awal.
3. INFEKSI, misalnya bakterial vaginosis, infeksi herpes simpleks, atau mikoplasma.
4. KELAINAN HORMON. Misalnya diabetes mellitus atau hipotiroid.
5. KEKURANGAN HORMON PROGESTERON.
6. Pemakaian obat dan faktor lingkungan, seperti MEROKOK atau menjadi PEROKOK PASIF, konsumsi ALKOHOL, konsumsi KAFEIN dalam jumlah besar.
7. Paparan RADIASI
8. PAJANAN ZAT BERBAHAYA seperti : Nitrogen Oksida, Arsenik,Timbal, Formaldehid, Benzena, Etilen Oksida.
Sebaliknya, medan elektromagnetik, atau gelombang ultrasonografi tidak terbukti meningkatkan risiko abortus.
9. Faktor IMUNOLOGIS
10. KELAINAN DARAH, terutama trombofilia dan sindroma antifosfolipid
11. TRAUMA pada daerah perut. Keguguran dipicu oleh kematian mudigah terlebih dahulu.
12. CACAT dan kelainan bentuk rahim
13. SERVIKS INKOMPETEN. Mulut rahim tidak menutup dengan sempurna sehingga buah kehamilan keluar. Biasanya terjadi pada trimester 2 dan janin kecil dilahirkan hidup. Terapinya adalah dengan melakukan pengikatan mulut rahim

Link terkait :

https://drprita1.wordpress.com/?s=abortus

gambar dari : http://www.temeculavaleyobgyn.com