Tag Archive | bayi

USG dan JENIS KELAMIN JANIN

Ingin tahu hal apa yang paling sering ditanyakan oleh pasutri saat datang ke dokter kandungan dan diperiksa USG? Tak lain dan tak bukan adalah jenis kelamin.  Ini buktinya……

Saat kehamilah baru saja terdiagnosa …..

“Alhamdulillah, ibu benar hamil usia 5 minggu.  Sudah tampak kantung kehamilan di dalam rahim, namun belum nampak janin di dalamnya”.

“Dokter, kami ingin anak laki-laki. Bagaimana caranya? Harus makan apa? 

2 bulan kemudian, di usia kehamilan 13 minggu…..

“Alhamdulillah, janin sehat dan aktif. Gerakan banyak meski belum dirasakan oleh ibu.  Denyut jantungnya 150 kali per menit”.

“Dokter, apakah sudah ketahuan jenis kelaminnya? Teman-teman sudah banyak yang menanyakan”.

Dan saat kehamilan mencapai 20 minggu…..

“Alhamdulillah, janinnya sehat.  Tumbuh kembangnya sesuai dengan usia kandungannya. Bla…bla…”.

(Tidak terlalu menyimak keterangan dokter) “Jenis kelaminnya apa, dok?

“In syaa Allah diperkirakan laki/perempuan, ibu”.

“Lho, kok belum pasti begitu, dok?”

Awal trimester 3 , 28 minggu….

“Dok, jenis kelamin bayi saya apa ya?”

“Lho bukannya sudah pernah saya infokan”.

“Bukannya bisa berubah  dok?”

Hampir lahir, 36 minggu

“Alhamdulillah….janin sehat, beratnya sudah 2600 gram. Ketuban masih cukup jumlahnya”.

“Dok, kelaminnya masih laki/perempuan? Belum ada kepastian?”

Hadeuuuuuhhhh…. cape juga ya 9 bulan Cuma mengurusi jenis kelamin?

Padahal jenis kelamin cuma dua. Kalau tidak laki-laki…ya perempuan. Memang mau dikasih Allah di luar yang dua itu?

 

Kapan jenis kelamin ditentukan?

Ayo buka lagi pelajaran biologi.  Kehamilan terjadi apabila terjadi pembuahan, yaitu pertemuan antara sel telur dan sel sperma di dalam saluran telur (tuba Fallopii).  Sel sperma membawa kromosom X dan Y, sedangkan sel telur membawa kromosom X saja.  Apabila yang membuahi sel telur adalah sperma dengan kromosom Y maka jadilah janin laki-laki.  Sedangkan apabila yang membuahi sel telur adalah sel sperma dengan kromosom X maka yang terjadi adalah janin dengan jenis kelamin perempuan.  Kesimpulannya, jenis kelamin sudah ditentukan sejak periode pembuahan.  Pada saat itu bahkan seorang wanita belum menyadari kehamilannya.

Lalu apa yang dilihat dari USG?

Alat ultrasonografi (USG) yang bekerja berdasarkan gelombang suara, dapat menggambarkan janin dalam bentuk fisik.  Maka jenis kelamin baru bisa dilihat dengan USG apabila bentuk alat kelamin sudah jelas.  Jelas bukan perbedaan antara JENIS kelamin dan ALAT/ORGAN kelamin? Pada umumnya, bentuk alat kelamin dapat dengan jelas diidentifikasi setelah usia kehamilan 20 minggu.  Pada beberapa kasus memang bisa dilihat bentuk alat kelamin pada usia kehamilan yang lebih muda, namun kebanyakan gambarannya belum jelas.

Janin laki-laki diindetifikasi dengan tampaknya gambaran skrotum (kantung zakar).  Terkadang tampak lengkap kantung zakar dan penisnya. Bahkan pada janin yang lebih besar bisa tampak buah zakar yang berada dalam kantung zakar.  Janin perempuan diidentifikasi dari gambaran 2 buah bibir kemaluan.  Secara anatomi, identifikasi kelamin laki-laki lebih mudah daripada kelamin perempuan.  Oleh karenanya, tingkat kesalahan identifikasi janin perempuan lebih besar daripada janin laki2.

 

janin-perempuan-dari

tampak bibir kemaluan sebagai interpretasi janin perempuan di usia 28 pekan

 

janin-laki-dari-wikipedia

gambaran skrotum dan penis menunjukkan janin laki2

Betulkah jenis kelamin bisa berubah?

Nah, seperti yang sudah dipaparkan di atas, berhubung identifikasi jenis kelamin janin lewat  USG adalah berdaasarkan bentuk alat kelamin, maka kesalahan persepsi/interpretasi sangat mungkin terjadi.  Kesalahan tersebut dipengaruhi juga oleh usia kehamilan, posisi janin, jumlah air ketuban, ketebalan dinding perut ibu, disamping  jam terbang operator dan juga kualitas mesin USG . Jadi kalau suatu saat dikatakan jenis kelamin tertentu dan beberapa waktu kemudian ternyata berbeda maka hal tersebut wajar saja.  Dikatakan bahwa kesalahan yang dapat ditoleransi adalah 5%.  Jadi sekali lagi, bukan jenis kelamin berubah, melainkan persepsi pemeriksalah yang berubah.

Lalu kapan jenis kelamin tersebut dapat dipastikan?

Kalau kepada saya diajukan pertanyaan tersebut maka dengan mudah saya jawab, “Pastinya kalau sudah lahir”. 

“Ya, iyalah, dok”.

Maksudnya begini, melihat sesuatu yang ada di dalam rahim dengan perantaraan alat, maka sebagai manusia kita tidak berani mendahului kepastian dari Allah SWT.  Meskipun ada juga kelainan bawaan yang dikaitkan dengan jenis kelamin janin.  Artinya, pendeteksian jenis kelamin janin itu dikaitkan dengan hal-hal medis yang terkait kesehatan bayi saat lahirnya nanti.  Bukan sekadar untuk referensi mencari nama atau warna baju bayi.  Apalagi kalau hanya untuk menjawab keingintahuan kakek nenek dan handai taulan.

Contoh, kalau janin terdeteksi laki-laki maka bisa dilihat apakah buah zakar (testis) sudah berada di dalam kantung zakar (skrotum) saat usia cukup bulan? Contoh lain,  Kelainan bawaan tertentu ternyata lebih banyak didapatkan pada janin laki-laki.

Bagaimana Bila Jenis Kelamin Ternyata Tidak Sesuai dengan Prediksi atau Harapan Ortu

“Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaanmu) ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu…(surat An Najm ayat 32)

Tidak ada pilihan lain kecuali menerima dengan ikhlas dan tawakkal. Allah lah yang paling mengetahui yang terbaik.   Jangan sampai terjadi salah pengasuhan pada bayi/anak dikarenakan ia berjenis kelamin tidak sesuai dengan harapan. Misalnya, karena orang tua mendambakan anak perempuan setelah 3 anak sebelumnya laki-laki semua, maka anak laki2 keempat sering dipakaikan rok bahkan jilbab kecil.  Demikian pula sebaliknya. Ingat, banyak sekali kasus-kasus LGBT yang berawal dari salah asuh di masa kecil.

Dalam menghadapi jenis kelamin yang tidak sesuai harapan ini hendaknya juga tidak ada saling menyalahkan di antara kedua orang tua.  Yang sering terjadi adalah suami menyalahkan istri karena tidak bisa memberikan anak dengan jenis kelamin tertentu.  Sedangkan kalau kita simak lagi penjelasan di awal tulisan, kromosom pembawa jenis kelamin ada di sperma.  Maka bisa disimpulkan bahwa yang menentukan jenis kelamin adalah pihak suami. Meskipun demikian ada penelitian yang menunjukkan bahwa suasana vagina memberikan andil untuk sperma berkromosom X atau Y yang bakal eksis dan dapat membuahi. (nin)

 

sumber gambar : wikipedia

 

 

Iklan

Berapa Idealnya Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil?

Kehamilan yang sembilan bulan lamanya itu terbagi menjadi 3 periode, dimana setiap periodenya dinamakan trimester.  Sehingga dari awal hamil sampai saat persalinan seorang bumil menjalani 3 trimester. Dalam tiap trimester tersebut nafsu makan seorang bumil berubah-ubah.  Dalam trimester 1, umumnya nafsu makan menurun.  Bahkan tak jarang disertai rasa mual dan muntah sampai beberapa kali sehari.  Sebagian ibu mengalami penurunan berat badan. Penurunan berat badan ini masih dianggap wajar asalkan tidak melebihi 5% dari berat badan awal.

Memasuki trimester 2, kondisi mulai membaik.  Mual dan muntah berkurang, sehingga nafsu makan mulai timbul.  Bahkan mulai pekan ke 20 nafsu makan justru meningkat pesat.  Berat badan pun melonjak tinggi.  Kondisi ini berlangsung sampai usia kehamilan 30 pekan.  Di usia hamil 8 bulan nafsu makan kembali normal.  Sebagian ibu mengeluh begah, yaitu rasa penuh di lambung dan cepat kenyang.  Tak perlu khawatir, karena ini disebabkan oleh desakan janin pada diafragma.  Di usia 36 pekan, rasa begah dan sesak agak berkurang disebabkan kepala bayi mulai memasuki pintu atas panggul.

bumil1 dari republika.co.id

Pertanyaannya, berapa idealnya kenaikan berat badan ibu hamil? Kalau dulu, kenaikan berat badan setiap bumil ditarget sama yaitu sekitar 12 kilogram.  Tapi sekarang ketentuan tersebut telah mengalami perubahan.  Kondisi setiap bumil berbeda, demikian pula berat badan awal pun berbeda.  Intinya, semakin tinggi berat badan awal, maka semakin sedikit diperlukan kenaikan berat badan selama hamil.  Nah, untuk menentukan berat badan awal itu masuk kategori normal, kurang, atau lebih, digunakan rumus Indeks Massa Tubuh (IMT).

Cara menghitung IMT  sebagai berikut :

Berat Badan sebelum hamil (kilogram) / Tinggi Badan (meter) kuadrat .  Silakan dihitung !

Berapa hasilnya?

Simak tabel berikut :

BB kurang  (BMI < 18,5)                      kenaikan ideal selama hamil 13 – 18 kg

BB normal (BMI 18,5 – 24,9)             kenaikan ideal selama hamil 11 – 16 kg

BB lebih     (BMI 25 – 29,9)                  kenaikan ideal selama hamil 7 – 11 kg

Obesitas     (BMI  > 30 )                        kenaikan ideal selama hamil < 9 kg

Catatan :  rumus ini bukan untuk kehamilan kembar

Nah, jadi tidak perlu naik setinggi-tingginya kan? Dan kenaikan berat badan sampai 20 an kilogram itu sudah tidak jamannya lagi.

Takut bayinya kecil?

Berat bayi baru lahir normal minimal adalah 2500 gram.  Berapa maksimalnya? Sebenarnya tidak ada batasan untuk maksimal, namun di atas 3500 gram sudah masuk kategori besar, dan tidak dianjurkan berat bayi baru lahir di atas 4000 gram.  Di bawah 2500 gram masuk kategori Bayi Berat Lahir Rendah, sedangkan di atas 4000 gram disebut makrosomia.  Bayi besar memang tampak lucu di mata kita, namun sebenarnya bayi demikian berisiko mengalami hipoglikemia.

Makrosomia

Bagaimana mengerem laju pertambahan berat badan? Sebetulnya gampang.  Cukup dengan mengurangi makanan manis dan berlemak.  Hindari makanan dan minuman yang manisnya berasal dari gula pasir atau gula merah.  Sirop? Teh manis? Kue berlapis krim? Kolak buat buka puasa? Es krim? Hmmmm….stop dulu ya.  Bagaimana menyiasati rasa lapar yang menyerang di malam hari? Makan saja buah-buahan yang berair banyak atau minum air putih.

Nah, sepekan lagi bulan Ramadhan tiba.  Gunakan kesempatan ini untuk berdiit, disamping meraih pahala sebanyak-banyaknya.

Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan!

 

Keterangan foto :

1. sumber http://www.republika.co.id

2. bayi makrosomia yang dilahirkan dengan operasi sesar, berat lahirnya 4800 gram

“LAHIR NORMAL”, Apa dan Bagaimana? [P2]

lanjutan …………..

Tibalah kini saatnya P 2, yakni Passage atau Jalan.

Berhubung bahasan ini tentang proses persalinan, maka tentu saja “jalan: yang dimaksud adalah Jalan Lahir.

Ada 2 jenis jalan lahir yakni jalan lahir keras dan jalan lahir lunak.  Ini penjelasannya :

1. Jalan Lahir Keras

Sesuai dengan namanya, jalan lahir keras adalah tulang-tulang panggul.  Panggul seorang wanita mempunyai bentuk yang khas, istimewa.  Bentuk ini memungkinkan seorang bayi melewati rongganya. Seorang ilmuwan bernama Caldwell Molloy membagi bentuk panggul manusia menjadi 4, yaitu panggul ginekoid, panggul platipeloid, panggul android, dan panggul   anthropoid.  Panggul wanita normal adalah panggul ginekoid.  Rongga Panggul terbentuk  dari 3 pasang tulang yang bergandengan.  Bedakan juga antara pinggul (yang suka goyang ) dan panggul.  Kalau pinggul bisa tampak dari luar, dan lebarnya bisa diukur oleh seorang tukang jahit, maka panggul lebih berkonotasi ke tulang, dan luas tidaknya untuk keberlangsungan sebuah persalinan diukur oleh dokter.

Apakah orang yang gemuk lantas berpanggul luas dan orang kurus panggulnya sempit? Belum tentu! Karena ternyata luas panggul tidak terkait dengan gemuk kurusnya seseorang melainkan dengan ukuran tinggi badannya.  Dari hasil penelitian batas tinggi badan yang rawan berpanggul sempit adalah 145 cm! Meskipun begitu hal ini tidak mutlak.  Ada orang yang tingginya 143 cm namun mampu melahirkan bayi-bayi dengan berat normal, namun sebaliknya, ada juga orang dengan tinggi 170 cm tetapi ternyata kepala bayi tak muat lewat panggulnya. Mungkin saja si 170 cm ini panggulnya bertipe android, alias panggul laki-laki 🙂

Ada juga, panggulnya sempit namun bayinya juga kecil, sehingga muat dan lahir normal.  Namun ada juga panggul normal tapi bayinya kelewat besar, sehingga tak muat.  Nah, yang begini ini namanya disproporsi kepala panggul.  Allah pun sudah mempersiapkan jalan lahir keras ini dengan paripurna.  Menjelang kelahiran ada hormon yang berfungsi untuk melongarkan sendi-sendi dan jaringan ikat sehingga memudahkan proses persalinan

Bidang Stasion Nol

2. Jalan lahir lunak

Jalan lahir lunak terbentuk dari jaringan otot.  Mulai dari rahim, mulut rahim, sampai vagina…itulah jalan lahir lunak.  Apakah bentuk rahim normal? Adakah tumor yang menghalangi keluarnya bayi? Apakah mulut rahim dapat membuka sinkron dengan dorongan kontraksi dan tekanan kepala bayi? Demikian juga di vagina, adakah yang menghalangi keluarnya jabang bayi? Semua itu harus diobservasi dan dievaluasi. Mulut rahim sebagai pintu keluar memegang peranan penting.  Sel-sel di mulut rahim ini pada saat yang sudah ditentukan akan berespon terhadap hormon inisiasi persalinan sehingga mulut rahim akan menipis dan membuka.  Padahal, selama 9 bulan mulut rahim tersebut “terkunci” erat demi menahan sang jabang bayi agar tak meluncur keluar. Allahu Akbar !! (nin)

 

keterangan gambar : kepala bayi memasuki pintu panggul (gambar dari buku Ilmu Kebidanan, Prof. Sarwono)

Bersambung

 

Tentang Kehidupan Anak (1)

[PORNOGRAFI ANAK] Tak perlu mengunggah foto anak-anak ke internet.  Foto anak-anak yang lucu menurut anda, bisa menjadi sangat menggairahkan di mata predator anak (Republika, 27 Maret 2012) 68% anak pernah mengakses media pornografi. 43% merasa jijik, dan 22% anak merasa biasa saja saat melihat materi pornografi. Tempat anak melihat materi pornografi, 40% di rumah/kamar pribadi, dan 12% di rumah teman. Alasan anak melihat media pornografi, 21% iseng, dan 19% penasaran (dari sumber yang sama).  Memang yang dijadikan contoh adalah foto anak yang terbuka. Misalnya anak 6 tahun cuma pakai handuk. Tapi konon tak tertutup kemungkinan foto sopan pun bisa dimanipulasi. Bahkan, akun yang disetting ‘for contact only’ kabarnya juga bisa ditembus. Intinya, kita harus cerdas dan hati2 dalam menyikapi kemajuan teknologi ini

Bayi tertawa 200 kali perhari, sementara orang dewasa hanya 15 kali per hari.

Para orang tua dihimbau untuk melakukan investasi kesehatan jiwa sejak dini kepada anak-anaknya. Caranya : diajari beradaptasi, tidak dimanja, dan tidak dituruti semua kemauannya (Menkes pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia).  Fyi, jumlah penderita gangguan jiwa di Jakarta adalah 14,1 % dari jumlah penduduk. Angka tersebut lebih tinggi dari angka nasional yang 11,6%.  Anak2 yang demikian umumnya tidak punya daya tahan terhadap stress. Meskipun, terjadinya gangguan jiwa bukan hanya karena dimanjakan. Dan tidak semua anak manja mengalami gangguan jiwa. Ada banyak faktor lain, termasuk genetik. Perilaku antisosial juga termasuk gangguan jiwa juga, sih. Misalnya, kenakalan, suka tawuran, mudah terjerumus ke narkoba, mencuri, dll.   Menurut penelitiannya dinkes “sumber stress org Jakarta adalah : stress di tempat kerja, kemacetan di jalan, persaingan, kegagalan, dan kurang kasih sayang ortu”. Itu semua adalah sumber stress yang umum sebenarnya. Cuma mungkin di Jakarta intensitasnya jauh lebih tinggi.

2 anak saya (SD dan SMP) berangkat sekolah dengan beban 4,5 kg di punggungnya. *protes pelajaran yg terlalu dipaksakan* *protes penerbit buku teks yg jor2an tebal dan harganya* Ditambah lagi bel masuk jam 06.30 (kebijakan Foke demi mengurangi macet, sementara ortunya yang kerja, jamnya malah disiangkan)…jadi jam 05.30 (di Jakarta masih gelap) anak-anak sudah pada keluar di jalan-jalan.  @mawaddah1985 : dulu pas SMP gak boleh bawa loose leaf buu.. bukunya harus satu per satu
belum lagi pas SMA, dibedain buku catatan, PR, latihan dan harus disampul coklat…
belum lagi buku paket, LKS
1 pelajaran 3 buku tulis… 1 buku paket, 1 LKS…
1 hari 3-5 pelajaran… 1 hari bawa berapa beban tuh,.. hihi@iahsunshine : kasian ya dok… belum lagi pelajarannya yang makin berat… saya sering juga temui anak-anak SD yang bawa tas troly…  @itsmearni : ya ampun beban anak sekarang
beban fisik dan psikologis

fisik : bawa buku tebel2 dan berat
psikologis : pelajarannya makin berat

hiks @subhanallahu : dibuat e-book aja semuanya Dok, entar bawa Ipad atau sejenisnya aja 🙂

Tidak ada kaitan ilmiah antara warna dengan jenis kelamin anak [perempuan – pink; laki2 – biru]. Itu semua cuma untuk keuntungan bisnis.  69% balita yg memilih warna terang (merah/merah muda/biru) sebagai warna favoritnya, mengidentifikasinya sbg warna yg membangun rasa senang. Sisanya, 31%, memilih warna nuansa gelap (coklat, hitam, abu2), mengidentifikasikan dgn rasa sedih, depresi, dan murung. Sementara itu, MERAH adalah warna yg pertama dikenali bayi, setelah dia mampu membedakan hitam (gelap) dna putih (terang), pada usia 6 pekan – 2 bulan. Sedangkan KUNING merupakan warna yang paling terang untuk mata manusia, sehingga mudah dikenali balita. Anak yg tidur di kamar bernuansa warna HIJAU lembut, akan lebih nyenyak tidurnya. (Dept of child development, California State University, 2009, dikutip oleh Ayahbunda April 2012) @yudimuslim : baik dok!
sejak baca tulisan ini, saya terus mengenalkan warna2 primer ke anak. begitupun saya terus berkomunikasi secara sederhana dengan anak. Alhamdulillah ada sebuah perubahan yang baik.  @Diancambai : saya udah berusaha gak terlalu ketat urusan warna mbak. tp kl billa dpt hadiah atau kado dr sodara2, selaluuuu nuansa pink.. sy jg bete beli baju di mal, selalu rata2 nuansa pink utk cewe. walhasil si billa suka pink… ugh…. 😦 @myshant : tapi begitu bayi laki dipake’in warna pink, orang2 sekitar rame komen , “cowok kok dikasih warna pink”
pengen nampolin satu-satu …hihihihihi . @simplyindah :sama seperti mainan ya dok, ga harus juga kalo cowo main mobil dan cewe main boneka. Tapi dah terlanjur di masyarakat luas, kalo pink ya kesanya kecewe-cewean (padahal cewe sekarang lebih seneng ungu) nah kalo warna2 gelap lebih ke arah cowo

ASI, Pemikiran dan Fakta-Fakta (1) Kumpulan QN

  • Mengapa para ibu di era terkini (termasuk para muslimahnya) , saat baru melahirkan bayinya, yang terpikir adalah : “susu formula merk apa, ya yang terbaik untuk kuberikan kepada bayiku?”  Rupanya gempuran iklan dan promosi membuat ‘lupa’ terhadap fasilitas eksklusif dari Allah SWT, yaitu ASI (uneg-uneg berdasarkan pengalaman) @Jasmine : gak nyadar ,kalau susu terbaik ada pada dirinya………..korban iklan ………….kasihan ya.. ;@ Intan 0812: aku gak gt kok dr….. gak kepikiran
    itu mah ibu2 yang mau gampang aja kali ; @Dinithea: aku gak kok 🙂 malah hunting cari dokter yg mau inisiasi dini ; @ lembarkertas : masak sih Mbak? Aku nggak gitu kok. Ibu yang nggak tahu manfaat ASI aja kalee… emang berapa persen responden yang bilang seperti itu? (pengin tahu mode on) :); @wulan : kalo sampelnya para MPers hipotesis saya 90% pro-ASI. pintar2 dan kritis2. orang2 yg sadar teknologi biasanya sadar pengetahuan juga.
    lain lg klo sampelnya d RS swasta yg kurang kuat program ASInya dan terinfiltrasi merk susu bayi tertentu =(
  • (BERITA GEMBIRA BUAT FANS ASI EKSKLUSIF! )  Ternyata, sejak bulan November 2009 telah disahkan UU no 36 thn 2009 ttg kesehatan khususnya ttg ASI. Intinya menyatakan bahwa semua pihak diminta untuk mendukung pemberian ASI secara eksklusif kpd bayi baru lahir hingga usia 6 bulan. Selanjutnya dari pasal 200 UU tsb tertulis konsekwensi bila tdk mendukung ASI yg ditetapkan pada pasal 135 akan di beri sanksi hukuman 1 tahun kurungan atau denda 100jt ( utk perorangan). Bila institusi atau rumah sakit akan dikenakan 3 x lipatnya.
    Dikutip dari majalah IDAI bln april 2010 halaman 44 (copas dari MISS)
  • “Dalam dunia perhewanan: anak kucing menyusu kepada induk kucing, anak kelinci menyusu kepada induk kelinci, demikian juga anak macan menyusu kepada induk macan. Cuma anak manusia yang tidak selalu minum susu manusia.  Kalau ibunya tidak mau kasih ASI, jadinya minum susu sapi.  Kalah dong sama anak hewan?”  (pertanyaan retoris dr. Utami Roesli, SpA, MBA, pakar ASI dan IMD saat presentasi di PIT POGI 18) Komentar : @ Diahluvummi : beuhhhh
    dalem…:D
    klo ASInyah kaga’ keluar, gmana dr?
    hmm, pake ibu susu?
    trus, yang lebih bagus…susu sapi atau susu kedelai? @Jaraway : siipplahhh.. jangan mau anak kita jadi anak sapi..ehehehehe..
    asi eksklusif seperti apa yang disunnahkan rosulullaah saw.. 2 tahun..=); @Intan : itu mah alesannya ibu2 yang ga mau kasih asi… secara alami keluar kok.. hanya saja harus dirangsang.. dan untuk beberapa orang perlu diatur makanannya… ya kan dok? @Saya : definisi ‘kaga keluar’ itu perlu diluruskan. Sering disangka, bahwa segera setelah bayi lahir, ASI langsung mengucur deras dan bayi akan menyedot dengan lahap. Padahal kenyataannya, ASI baru akan keluar dengan deras kalau ada rangsang hisap dari bayi. Sering disangka bahwa bayi baru lahir itu dalam kondisi kehausan sehingga harus dapat kucuran ASI yang deras padahal sebenarnya bayi sudah membawa cadangan cairan dan zat gula yang cukup untuk 24 jam pertama kehidupannya. Sehingga sering disimpulkan bahwa ASI yang keluar baru setetes atau baru keluar setelah beberapa jam bayi lahir, sudah langsung disebut KAGA KELUAR, dan akhirnya bayi diberi susu sapi. Tentang susu kedelai…ini dipakai pada bayi yang mengalami intoleransi (alergi) laktosa (protein susu hewani). Ibu susu…seperti yang dijalankan pada masa Rasulullah adalah salah satu alternatif bayi tetap dapat ASI, meski bukan dari ibunya sendiri. Hayo…siapa mau jadi ibu susu??? ; @Diancambai : setuju mbak… yang penting kemauan para ibunya.
    Namun ada kalanya ada sebagian ibu yang mungkin mengalami trauma pasca melahirkan ataupun hal psikologis lainnya yang erat dengan hormon penunjang air susu, sehingga ketika ia stress air susunya menurun produksinya. lama-lama hilang.
    Dian pikir, kita juga tidak boleh menjudge para ibu yang sebenarnya ingin menyusui, namun kondisi tak memungkinkan.contohnya yang kena sydrome pasca melahirkan, ataupun akibat buru-buru kb [ibu saya hanya menyusui adek saya 2 bulan, karena KB tau-tau asi nya berhenti, padahal dengan saya beliau sampai 1 tahun dan dengan adek saya yang bungsu 2.5 tahun].

    Kadang-kadang komentar sinis juga tak boleh kita lontarkan pada ibu-ibu yang mungkin juga tak mau anak-anaknya diberi susu sapi ya kan mbak pritta ya ? hehehe

    *sekedar wacana, karena dian punya sahabat yang merasa sedih sekali dikomentari tak mau kasih asi, padahal secara psikologis dia lagi trauma… ^_^ ; @ saya : betul,mbak Dian…ini introspeksi juga buat para dokter, bidan, termasuk petugas KB. Karena seharusnya mereka semua memberikan dorongan kepada para ibu yang ‘baby blues’ atau yang kemampuan memberikan ASI nya masih di level awal. he..he..he…soalnya iklan sufor itu sedemikian bombastis lho. Demikian juga para provider KB seharusnya memberikan informasi tentang jenis2 kontrasepsi yang dikhususkan buat ibu menyusui supaya ASInya tidak berhenti. Masih banyak ya Pe Er kita….! ; @ iraprajuritkecil : Alhamdulillah, udah lewat fase gigit2 pd… Biar bengkak, meriang, tetep ASI. Sekalipun udah coba merah, dibeliin training cup dan botol , hamzah gak mau. Mending minumdi gelas. Tapi akhirnya brenti gigitin, dan kembali meng-ASI dengan damai. Ajaib emang kekuatan pikiran tuh. Oh yang lebih oke, suami saya bu… Dia yang marahin suster waktu hamzah baru lahir gara2 dikasih sufor. Sekarang, dia yg banguntengah malam kalo istrinya kecapekan nyusuin… Dia pijitin, dia juga yang timang2 bayi kalo gak tidur2…. The best breastfeeding father deh; @hilyahfamily : Bu dokter, saya IRT yang bukan berbasis ilmu kedokteran, sangat berminat jadi kaunselor laktasi. Bagaimana caranya?
    Saya agak miris melihat kawan dan adik2 yang mudah sekali beralih ke sufor karena alasan kerja atau kuliah. Alhamdulillah saya punya 5 anak dan semuanya full asi tanpa sufor.

  • STOP!!  Iklan susu formula untuk anak di bawah usia 1 tahun, di tahun 2011. Demikian janji ibu Menkes di pertemuan Strategic Alliance for Achieving MDG’s di Unpad, 22 Oktober 2010.  Untuk itu akan diterbitkan sebuah PP yang akan mengatur pembatasan iklan tersebut. Hal ini dilatarbelakangi oleh kenyataan, hanya sekitar 22% ibu bersalin yang memberikan ASI Eksklusif untuk bayinya.  (Kompas 23/10/210)

10 LANGKAH (UNTUK KEBERHASILAN) INISIASI MENYUSU DINI

  1. Anjurkan suami atau keluarga mendampingi saat persalinan.
  2. Hindari penggunaan obat kimiawi dalam proses persalinan.
  3. Segera keringkan bayi tanpa menghilangkan lapisan lemak putih (vernix caseosa)
  4. Dalam keadaan ibu dan bayi tidak memakai baju, tengkurapkan bayi di dada atau perut ibu agar terjadi sentuhan kulit ibu dan kulit bayi dan kemudian selimuti keduanya agar tidak kedinginan.
  5. Ajarkan ibu memberikan sentuhan kepada bayi untuk merangsang bayi mendekati puting.
  6. Biarkan bayi bergerak sendiri mencari puting susu ibunya.
  7. Biarkan kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibu selama minimal 1 jam walaupun proses menyusu telah terjadi. Bila belum terjadi proses menyusu hingga 1 jam, biarkan bayi di dada ibu sampai proses menyusu selesai.
  8. Tunda tindakan lain seperti menimbang, mengukur, dan memberikan suntikan vitamin K sampai proses menyusu pertama selesai.
  9. Proses menyusu dini dan kontak kulit ibu dan bayi harus diupayakan meskipun ibu melahirkan dengan cara operasi atau tindakan
  10. Berikan ASI saja tanpa minuman atau cairan lain kecuali ada indikasi medis yang jelas.