Ljubljana, Si Mungil yang Cantik (1)

Kalau bukan karena keikutsertaan pada perhelatan FIMS16 yang merupakan kongres tahunan dari Federation of Sport Medicine di kota Ljubljana mungkin sampai sekarang saya juga tidak tahu dimana letak kota ini.  Keikutsertaan itu pun karena ada tugas yang diemban oleh suami tercinta untuk membacakan papernya di kongres tersebut.  Makin besar keingintahuan tentang kota yang katanya kecil dan sepi ini.

posisi-slovenia

Slovenia

Slovenia adalah sebuah negeri kecil di Eropa Tengah, berbatasan dengan Italia di sebelah barat, Hungaria dan Austria di sebelah utara, Kroasia di sebelah timur, dan laut Adriatik di sebelah selatan.  Negeri seluas 20.273 kilometer persegi ini berpenduduk sekitar 2,1 juta orang, yang mayoritas beretnis Slovenia (83%), etnis Bosnia dan Kroasia (dahulu tergabung dalam Yugoslavia) sebanyak 5,3%, dan sisanya Italia, Hungaria dll.  Sebelum tahun 1990 Slovenia merupakan negara bagian dari Yugoslavia, dan baru pada 25 Juni 1991 resmi mendeklarasikan diri sebagai negara merdeka dengan ibukotanya Ljubljana.  Slovenia menjadi anggota Uni Eropa sejak Mei 2004 dan baru 2007 menggunakan mata uang Euro.

Ljubljana sebagai ibukota Slovenia merupakan kota kecil yang cantik.  Dengan luas 275 km2, dan penduduknya hanya 280 ribu jiwa membuat kota yang terletak 298 dpl ini sangat nyaman untuk ditinggali.  Uniknya, Ljubljana dengan status sebagai ibukota, mempunyai bendera sendiri yang berbeda dengan negara Slovenia.  Bendera tersebut berwarna hijau putih dan di tengah-tengahnya terdapat seekor naga hijau di atas kastil warna merah.

Naga hijau sangat ngetop di Ljubljana karena ia merupakan maskot kota.  Ini ada kaitannya dengan mitos jaman Yunani dulu. Dimana Jason, si pendiri kota Ljubljana ternyata kalah dalam pertempuran melawan naga hijau di Ljubljana Marsh. Kenapa musuh malah jadi maskot, itu pertanyaan yang belum terjawab. Naga hijau ada di puncak kastil tercetak di bendera, di Dragon Bridge betengger 4 naga hijau di keempat gapuranya, ada naga di kaos-kaos, di kartu pos, di gelas, magnet kulkas, dan di gantungan kunci.

Pesawat Turkish Air yang kami tumpangi landing dengan mulus di bandara  Jozeta Pucnika setelah menempuh penerbangan selama 3 jam dari Istanbul.  Selamat datang di Ljubljana!  Hawa sejuk awal musim gugur menerpa muka tatkala kami melangkah keluar dari bandara kecil itu.  Hanya tampak beberapa orang di area kedatangan. Sepi.  Saya celingak celinguk mencari taksi.  Sampai akhirnya bertanya ke salah seorang penjemput.  Agak suprise juga dengan responnya yang sangat ramah untuk ukuran orang Eropa.  Orang tersebut mau mengantar untuk mendapatkan taksi dan bahkan teriak untuk memangil sopirnya.

welcome-to-ljubljana

Kejutan kedua kami dapatkan di dalam taksi.  Pengemudiya yang bernama Muri ternyata seorang muslim.  Ia imigran Bosnia yang sudah puluhan tahun tinggal di Ljubljana.  Saya merasa Allah menjawab kekhawatiran kami menjelang berangkat.  Khawatir apa? Tidak lain dan tidak bukan adalah tentang makanan halal…..

Iklan

USG dan JENIS KELAMIN JANIN

Ingin tahu hal apa yang paling sering ditanyakan oleh pasutri saat datang ke dokter kandungan dan diperiksa USG? Tak lain dan tak bukan adalah jenis kelamin.  Ini buktinya……

Saat kehamilah baru saja terdiagnosa …..

“Alhamdulillah, ibu benar hamil usia 5 minggu.  Sudah tampak kantung kehamilan di dalam rahim, namun belum nampak janin di dalamnya”.

“Dokter, kami ingin anak laki-laki. Bagaimana caranya? Harus makan apa? 

2 bulan kemudian, di usia kehamilan 13 minggu…..

“Alhamdulillah, janin sehat dan aktif. Gerakan banyak meski belum dirasakan oleh ibu.  Denyut jantungnya 150 kali per menit”.

“Dokter, apakah sudah ketahuan jenis kelaminnya? Teman-teman sudah banyak yang menanyakan”.

Dan saat kehamilan mencapai 20 minggu…..

“Alhamdulillah, janinnya sehat.  Tumbuh kembangnya sesuai dengan usia kandungannya. Bla…bla…”.

(Tidak terlalu menyimak keterangan dokter) “Jenis kelaminnya apa, dok?

“In syaa Allah diperkirakan laki/perempuan, ibu”.

“Lho, kok belum pasti begitu, dok?”

Awal trimester 3 , 28 minggu….

“Dok, jenis kelamin bayi saya apa ya?”

“Lho bukannya sudah pernah saya infokan”.

“Bukannya bisa berubah  dok?”

Hampir lahir, 36 minggu

“Alhamdulillah….janin sehat, beratnya sudah 2600 gram. Ketuban masih cukup jumlahnya”.

“Dok, kelaminnya masih laki/perempuan? Belum ada kepastian?”

Hadeuuuuuhhhh…. cape juga ya 9 bulan Cuma mengurusi jenis kelamin?

Padahal jenis kelamin cuma dua. Kalau tidak laki-laki…ya perempuan. Memang mau dikasih Allah di luar yang dua itu?

 

Kapan jenis kelamin ditentukan?

Ayo buka lagi pelajaran biologi.  Kehamilan terjadi apabila terjadi pembuahan, yaitu pertemuan antara sel telur dan sel sperma di dalam saluran telur (tuba Fallopii).  Sel sperma membawa kromosom X dan Y, sedangkan sel telur membawa kromosom X saja.  Apabila yang membuahi sel telur adalah sperma dengan kromosom Y maka jadilah janin laki-laki.  Sedangkan apabila yang membuahi sel telur adalah sel sperma dengan kromosom X maka yang terjadi adalah janin dengan jenis kelamin perempuan.  Kesimpulannya, jenis kelamin sudah ditentukan sejak periode pembuahan.  Pada saat itu bahkan seorang wanita belum menyadari kehamilannya.

Lalu apa yang dilihat dari USG?

Alat ultrasonografi (USG) yang bekerja berdasarkan gelombang suara, dapat menggambarkan janin dalam bentuk fisik.  Maka jenis kelamin baru bisa dilihat dengan USG apabila bentuk alat kelamin sudah jelas.  Jelas bukan perbedaan antara JENIS kelamin dan ALAT/ORGAN kelamin? Pada umumnya, bentuk alat kelamin dapat dengan jelas diidentifikasi setelah usia kehamilan 20 minggu.  Pada beberapa kasus memang bisa dilihat bentuk alat kelamin pada usia kehamilan yang lebih muda, namun kebanyakan gambarannya belum jelas.

Janin laki-laki diindetifikasi dengan tampaknya gambaran skrotum (kantung zakar).  Terkadang tampak lengkap kantung zakar dan penisnya. Bahkan pada janin yang lebih besar bisa tampak buah zakar yang berada dalam kantung zakar.  Janin perempuan diidentifikasi dari gambaran 2 buah bibir kemaluan.  Secara anatomi, identifikasi kelamin laki-laki lebih mudah daripada kelamin perempuan.  Oleh karenanya, tingkat kesalahan identifikasi janin perempuan lebih besar daripada janin laki2.

 

janin-perempuan-dari

tampak bibir kemaluan sebagai interpretasi janin perempuan di usia 28 pekan

 

janin-laki-dari-wikipedia

gambaran skrotum dan penis menunjukkan janin laki2

Betulkah jenis kelamin bisa berubah?

Nah, seperti yang sudah dipaparkan di atas, berhubung identifikasi jenis kelamin janin lewat  USG adalah berdaasarkan bentuk alat kelamin, maka kesalahan persepsi/interpretasi sangat mungkin terjadi.  Kesalahan tersebut dipengaruhi juga oleh usia kehamilan, posisi janin, jumlah air ketuban, ketebalan dinding perut ibu, disamping  jam terbang operator dan juga kualitas mesin USG . Jadi kalau suatu saat dikatakan jenis kelamin tertentu dan beberapa waktu kemudian ternyata berbeda maka hal tersebut wajar saja.  Dikatakan bahwa kesalahan yang dapat ditoleransi adalah 5%.  Jadi sekali lagi, bukan jenis kelamin berubah, melainkan persepsi pemeriksalah yang berubah.

Lalu kapan jenis kelamin tersebut dapat dipastikan?

Kalau kepada saya diajukan pertanyaan tersebut maka dengan mudah saya jawab, “Pastinya kalau sudah lahir”. 

“Ya, iyalah, dok”.

Maksudnya begini, melihat sesuatu yang ada di dalam rahim dengan perantaraan alat, maka sebagai manusia kita tidak berani mendahului kepastian dari Allah SWT.  Meskipun ada juga kelainan bawaan yang dikaitkan dengan jenis kelamin janin.  Artinya, pendeteksian jenis kelamin janin itu dikaitkan dengan hal-hal medis yang terkait kesehatan bayi saat lahirnya nanti.  Bukan sekadar untuk referensi mencari nama atau warna baju bayi.  Apalagi kalau hanya untuk menjawab keingintahuan kakek nenek dan handai taulan.

Contoh, kalau janin terdeteksi laki-laki maka bisa dilihat apakah buah zakar (testis) sudah berada di dalam kantung zakar (skrotum) saat usia cukup bulan? Contoh lain,  Kelainan bawaan tertentu ternyata lebih banyak didapatkan pada janin laki-laki.

Bagaimana Bila Jenis Kelamin Ternyata Tidak Sesuai dengan Prediksi atau Harapan Ortu

“Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaanmu) ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu…(surat An Najm ayat 32)

Tidak ada pilihan lain kecuali menerima dengan ikhlas dan tawakkal. Allah lah yang paling mengetahui yang terbaik.   Jangan sampai terjadi salah pengasuhan pada bayi/anak dikarenakan ia berjenis kelamin tidak sesuai dengan harapan. Misalnya, karena orang tua mendambakan anak perempuan setelah 3 anak sebelumnya laki-laki semua, maka anak laki2 keempat sering dipakaikan rok bahkan jilbab kecil.  Demikian pula sebaliknya. Ingat, banyak sekali kasus-kasus LGBT yang berawal dari salah asuh di masa kecil.

Dalam menghadapi jenis kelamin yang tidak sesuai harapan ini hendaknya juga tidak ada saling menyalahkan di antara kedua orang tua.  Yang sering terjadi adalah suami menyalahkan istri karena tidak bisa memberikan anak dengan jenis kelamin tertentu.  Sedangkan kalau kita simak lagi penjelasan di awal tulisan, kromosom pembawa jenis kelamin ada di sperma.  Maka bisa disimpulkan bahwa yang menentukan jenis kelamin adalah pihak suami. Meskipun demikian ada penelitian yang menunjukkan bahwa suasana vagina memberikan andil untuk sperma berkromosom X atau Y yang bakal eksis dan dapat membuahi. (nin)

 

sumber gambar : wikipedia

 

 

Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan, Jangan Disepelekan

Tampaknya sederhana, hanya “anyang-anyangan” tapi ternyata bisa berdampak serius. Ya, “anyang-anyangan” ini adalah istilah dalam bahasa Jawa untuk menggembarkan rasa tidak nyaman tatkala berkemih. Rasa tidak nyaman tersebut bisa berupa nyeri saat mengeluarkan air seni maupun rasa tidak tuntas saat selesai buang air kecil. Serangan berat bisa membuat terhambatnya proses Buang air Kecil (BAK) dan menjadikan yang mengalaminya sampai mengaduh aduh.

Infeksi saluran kemih bisa menyerang baik wanita maupun pria, dewasa atau anak-anak. Namun kenyataannya kaum wanitalah yang lebih sering mengalaminya. Dan dari kalangan wanita tersebut, ibu hamil menduduki peringkat teratas sebagai penderita Infeksi Saluran kemih (ISK). Apa sebab demikian? Hal ini tidak terlepas dari anatomi saluran kemih dimana saluran kemih (urethra) pada wanita lebih pendek daripada urethra laki-laki. Sehingga peluang terpapar bakteri atau jamur lebih besar pada wanita.

Saat seorang wanita hamil terjadilah beberapa perubahan terkait saluran kemih yang meningkatkan risiko terjadinya ISK. Di antara perubahan tersebut adalah :

  • Melebarnya pelvis ginjal dan ureter menyebabkan kondisi statis sehingga mudah timbul kolonisasi bakteri
  • Melemahnya otot detrusor pada kandung kemih akibat peningkatan hormon progesteron. Akibatnya, meskipun daya tampung air seni meningkat namun daya pengosongan menurun sehingga terdapat sisa air seni yang memudahkan kolonisasi bakteri.
  • Higiene pribadi rendah, bisa karena kesadaran individu maupun kondisi kehamilan yang meningkatkan kelembaban

–          Aktivitas seksual, menyebabkan mikrotrauma pada urethra sehingga terjadi invasi bakteri. Perineum sebagai area transisi dari anus menyebabkan invasi bakteri dari saluran pencernaan menuju ke saluran kemih

PENYEBAB DAN GEJALA

ISK tersering disebabkan oleh bakteri, baik dari golongan gram positif maupn gram negatif. Dari golongan gram positif, 90% nya adalah Eschericia colli. Bakteri ini aslinya berkoloni di usus. Dengan perantaraan perineum ditambah dengan kebiasaan cebok yang salah sesudah BAB, maka makin leluasalah bakteri ini menginvasi saluran kemih. Jenis bakteri lain yang ditemukan adalah Staphylococcus saprophyticus, Mycobacterium tuberculosis, Klebsiella pneumoniaae, dan Proteus mirabillis . Dua yang terakhir merupakan golongan gram negatif. Selain itu bisa ditemukan koloni jamur yang berasal dari Candida albicans. Ada bakteri yang dikenal menyebabkan Ketuban Pecah Dini dan infeksi pada bayi baru lahir yakni Streptococcus B

 

 

Sudah disebutkan di atas, bahwa gejala ISK yang umum dikenal dengan “anyang-anyangan” bisa sangat bervariasi. Dari yang tanpa gejala khas, hanya seperti nyeri panggul bawah, sampai ke air seni mengandung darah, nyeri saat berkemih, berkemih sedikit-sedikit dan tidak tuntas, sampai ke demam dibarengi dengan mual dan muntah. Hati-hatilah, karena semakin parah gejala menunjukkan bahwa infeksi sudah semakin menjalar naik menuju ke saluran ginjal.

PENATALAKSANAAN

Agar tidak semakin parah, maka mereka yang mengalami gejala tidak nyaman saat BAK dianjurkan untuk segera berobat. Demikian juga para ibu hamil yang mengalami keputihan agar melaporkan kepada dokter/bidan. Ini mengingat bahwa kuman-kuman dari keputihan sangat bisa menginvasi ke saluran kemih karena posisinya yang berdekatan. Tujuan berobat sedini mungkin agar dapat mencegah infeksi asenden, yaitu infeksi yang menjalar ke arah saluran ginjal. Bila terjadi demikian tentu pengobatan menjadi semakin mahal dan penyakit akan berkomplikasi. Perlu diketahui bahwa seeseorang yang mempunyai riwayat ISK akan berisiko terjadi infeksi ulangan. Karena itu harus ada kewaspadaan ekstra.

Sebelum memberikan obat, terlebih dahulu dokter akan meminta pemeriksaan urinalisa di laboratorium. Tujuannya adalah mengetahui derajat dan kemungkinan penyebab infeksi. Dengan demikian pengobatan akan lebih terarah. Bila ditemukan ISK yang sangat membandel, tidak kunjung sembuh atau sangat sering berulang, maka bisa dilakukan pemeriksaan kultur air seni dan test sensitivitas antibiotika. Pada pemeriksaan ini, kuman di dalam air seni akan dibiakkan dan sekaligus diuji kepekaannya dengan berbagai antibiotika.        

PENCEGAHAN

Agar terhindar dari ISK atau yang sudah pernah ISK tidak mengalami lagi penyakit yang sangat tidak nyaman tersebut, maka perhatian khusus harus diberikan kepada genitalia dan sekitarnya. Untuk para wanita dan ibu hamil khususnya, harus selalu diingat untuk cebok dari arah depan (vagina) ke belakang (anus). Jaga jangan sampai timbul kondisi lembab berkepanjangan dengan sering mengganti pakaian dalam. Pakailah bahan pakaian yang menyerap keringat dan tidak ketat. Jangan asal mengikuti arus mode, yang selain tidak sesuai dengan ketentuan berpakaian secara Islam, juga ternyata tidak sehat sama sekali. Contohnya adalah pakaian ketat (jins ketat, legging ) yang membungkus area genitalia terlalu rapat. (nin)

 

Bahan : PNPK ISK pada Kehamilan, HUGI

SELAPUT DARA BUNTU? HARUS DILUBANGI

 

Bu Aminah masygul melihat kelakuan anak gadisnya, Seruni, yang baru duduk di kelas 2 SMP. Pasalnya, anak ketiganya ini setiap bulan mengalami nyeri perut yang tidak jelas sebab musababnya. Parahnya, setiap kali serangan nyeri perut datang menghampiri, gadis 14 tahun itu sampai mogok sekolah. Seharian bergelung di ranjang sambil merintih-rintih. Dicobanya mengompres dengan sebotol air hangat tak juga menyembuhkan. Pernah dicobanya meraba dinding perut si gadis, dan ia menemukan sebuah benjolan. Tumorkah itu? Kanker? Atau jangan-jangan …….na’udzubillah….hamil? Ah, tak mungkin. Ia menepis pikiran buruk tersebut. Ia tahu pasti si Seruni belum dapat haid di usianya yang ke 14. Bu Aminah tak khawatir masalah haid yang belum datang tersebut karena seingatnya dulu ia juga baru mendapatkan haid di usia akhir SMP.

Tak tahan dengan penderitaan anak perempuan semata wayangnya itu, maka ia memantapkan diri untuk membawa Seruni ke dokter. Berdua saja. Si ayah tak dapat meninggalkan pekerjaannya dan lagipula, kalau nanti ada keputusan yang mengagetkan dari dokter sehubungan dengan penyakit anaknya, maka biarlah dirinya yang tahu terlebih dahulu. Terus terang ia masih mengkhawatirkan benjolan yang ia raba di perut anaknya itu. Setelah menunggu giliran beberapa lamanya, maka dipanggilah nama Seruni oleh perawat. Ia pun menunggu lagi semburan hawa dingin dari AC sembari berdebar menunggu hasil pemeriksaan dokter……Dan, betapa kagetnya tatkala dokter mengatakan bahwa selaput dara anaknya, si gadis Seruni, ternyata buntu. Oh Allah…penyakit apa ini dan mengapa bisa yang demikian terjadi pada anakku?

***

Nah, karena itu hati-hati bila ada adik atau kemenakan yang berusia dimana ia seharusnya sudah haid namun dirinya belum mengalami haid, dan kemudian mengeluh nyeri perut secara periodik setiap bulannya. Karena bisa jadi ia mengalami kebuntuan selaput dara seperti kasus Seruni, yang dalam istilah medisnya disebut Himen Imperforata.

Himen = selaput dara, in = tidak , perforata = berlubang. Jadi, himen imperforata adalah selaput dara yang tidak berlubang alias buntu. Apa akibatnya? Karena posisi selaput dara tersebut membatasi vagina dari dunia luar, maka apabila terjadi kebuntuan otomatis darah haid yang keluar dari rahim dan seharusnya mengalir keluar melalui vagina menjadi tertimbun. Mula-mula cairan darah tersebut mengumpul di vagina. Lama kelamaan setelah vagina tidak muat, darah haid tersebut mengumpul di rahim. Demikian berlangsung terus setiap bulannya , sampai-sampai akhirnya rahim pun membesar seperti sedang hamil. Bukan berisi janin, namun berisi cairan darah. Bahkan, setelah rahim tidak muat maka kumpulan dara akan memasuki saluran telur (Tuba Fallopii). Pada umumnya si penderita tidak menyadari bahwa selaput daranya buntu. Ia baru tersadar untuk ke dokter setelah meraba adanya benjolan di perutnya. Hal inipun terkadang bisa menimbulkan salah paham dan salah sangka dengan kehamilan .

Himen imperforata sebenarnya adalah kelainan bawaan. Normalnya, selaput dara – meski dikatakan utuh – sebenarnya sudah berlubang sebagai saluran keluar darah haid. Kejadiannya 1 dari 1000 sampai 10.000 anak perempuan . Saat sudah dipastikan bahwa tidak haidnya seorang anak gadis akibat himen imperforata makan tindakan yang dilakukan adalah “melubangi” selaput dara tersebut. Tentu saja, proses membuat lubang guna menyalurkan darah haid tersebut dikerjakan dengan pembiusan. Karena prosesnya tidak lama dan realtif sederhana pembiusan cukup dengan lokal saja. Segera setelah selaput dara tersebut berlubang, maka mengalirlah tumpukan darah yang sudah terkumpul berbulan-bulan tersebut. Warna darah sudah merah tua kehitaman dan kental karena sudah bercampur dengan timbunan lendir juga. Lubang robekan juga harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penutupan kembali secara spontan.

Diharapkan setelah operasi kecil himenotomi (melubangi selaput dara) tersebut, maka Seruni dan gadis-gadis lain yang juga menderita Himen Imperforata akan mengalami haid yang normal sebagaimana teman-temannya. (nin)

Denyut Jantung Janin, Bagaimana Memantaunya? (episode 2)

Bagaimana Cara Mendengarkan DJJ?

Ada berbagai cara untuk mendengarkan denyut jantung janin. Cara yang paling sederhana adalah menempelkan telinga ke perut ibu. Sering kita lihat foto-foto romantis seorang calon bapak dalam pose menempelkan telinga di perut hamil istrinya. Betulkah ia bisa mendengar denyut jantung tersebut? Atau hanya sekedar bergaya selfie untuk diunggah ke media sosial? Hanya yang bersangkutan yang bisa menjawabnya. Kalau di foto itu perut hamil sudah tampak besar, maka kemungkinan besar denyut jantung tersebut memang bisa didengar. Tempelkan telinga langsung ke dinding perut dan berkonsentrasilah. Maka akan terdengar suara detakan halus dan teratur. Untuk bisa didengarkan secara langsung suara jantungnya, si janin sudah harus berada di usia trimester 3 (di atas 7 bulan).

Dulu para bidan (dan juga dokter) menggunakan alat bantu berupa semacam stetoskop dari kayu yang disebut dengan funanduskop. Bentuknya seperti corong atau terompet pendek. Penggunannya, bagian mulut terompet ditempelkan di dinding perut ibu hamil dan telinga kita menempel di pangkal terompet. Cukup melelahkan terutama apa bila dinding perut si ibu hamil cukup tebal, alias bumil tersebut sangat gemuk. Dengan menggunakan funanduskop ini, denyut jantung janin sudah bisa dideteksi semenjak kehamilan 20 pekan. Tentu saja sebelum terjun memeriksa bumil bersenjatakan terompet kayu tersebut, terlebih dahulu ada sesi latihannya. Tujuannya adalah mengenali bunyi jantung di antara suara-suara lain didalam rongga perut. Lho, memang ada acara apa di perut bumil kok sampai ramai ? Ha..ha…bukan acara pesta, namun beberapa organ lain di dalam perut bisa mengeluarkan bunyi juga. Di antaranya adalah bunyi usus, dan bunyi pembuluh darah ibu. Untuk itu si pemeriksa harus tahu perbedaannya.

Cara belajar mengenali denyut jantung janin ala mahasiswa kedokteran jaman dulu cukup unik. Yaitu, sebuah jam tangan yang berdetik ditaruh di bawah bantal dan kita harus bisa mendengarkannya dari atas bantal. Silakan dicoba! Sulit? Pantaslah saat tes kesehatan, calon mahasiswa kedokteran harus dipastikan punya pendengaran yang prima.

Kalau sekarang, sudah ada alat pemantau DJJ yang jauh lebih praktis, yaitu Doppler. Bentuknya macam-macam, ada yang portable ukuran saku, sampai yang seukuran textbook tebal. Bertenaga batere yang bisa diisi ulang. Dengan alat doppler ini, janin berusia 12 pekan sudah bisa dideteksi denyut jantungnya. Untuk usia yang lebih dini, pemantauan DJJ bisa menggunakan doppler yang tertanam dalam alat USG. Jantung sebagai organ vital yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh sudah mulai bekerja semenjak janin berusia 6 minggu – saat panjangnya baru 1 sentimeter! MahaBesar ALLAH!

Bagaimana memantau DJJ secara kontinyu?

Terkadang DJJ perlu dipantau secara kontinyu tanpa terputus. Apabila pemantauan kontinyu tersebut direkam bersamaan dengan perekaman kontraksi rahim dan gerak janin maka akan tampak sebuah pola.   Pola tersebut secara keseluruhan menggambarkan kesejahteraan janin di dalam rahim. Alat yang digunakan untuk merekam DJJ tersebut adalah Kardiotokografi. Cara pemakaiannya adalah dengan menempelkan 2 sabuk ke perut ibu hamil. Pada sabuk pertama terdapat alat penyadap (transduser) untuk merekam DJJ. Sabuk ini ditempelkan di lokasi paling keras terdengarnya DJJ (punktum maksimum). Sedangkan di sabuk kedua terdapat alat penyadap untuk mendeteksi kontraksi rahim. Sabuk kedua ini ditempelkan di bagian rahim yang mengalami kontraksi paling kencang, yaitu di puncak rahim. Kedua sabuk dihubungkan ke alat KTG. Untuk mendeteksi pergerakan janin, ada sebuah tombol yang dikendalikan oleh ibu. Bila janin bergerak maka ibu harus memencet tombol itu.   Durasi perekaman rata-rata selama 10 menit, namun apabila ada hal-hal yang mencurigakan tidak ada salahnya untuk memperpanjang perekaman.

Dengan mengamati grafik hasil perekaman DJJ akan bisa disimpulkan apakah janin masih sejahtera atau tidak. Apabila ternyata kondisi janin gawat, maka harus segera diambil tindakan untuk melahirkannya.

 

DENYUT JANTUNG JANIN (episode 1)

Setiap kali memeriksa seorang ibu hamil selalu saya perdengarkan denyut jantung janin yang iramanya seperti derap kaki kuda tersebut. Dengan alat doppler, denyut jantung sudah bisa didengar sejak usia kehamilan duabelas pekan, tatkala janin masih berukuran 2 sentimeter. Dengan doppler USG kita bisa mendengar denyut jantung di usia yang lebih dini lagi, yaitu 7 pekan. Saat itu ukuran janin masih satu sentimeter. Masya Allah!

 

 

Selain memperdengarkan saya juga menghitung frekuensinya. Dengan USG, frekuensi harus dihitung terlebih dahulu, sedangkan dengan alat doppler,frekuensi langsung muncul dalam angka digital. Tak dinyana ternyata para ibu sangat perhatian dan mengingat hasil pemeriksaan pekan sebelumnya. Tatkala saya menyebutkan angka 145 x per menit, misalnya, maka segera disusul dengan pertanyaan, “Kok minggu lalu 153 kali, dok? Mengapa frekuensinya menurun?”

Atau bisa juga begini, saat saya menyebutkan sebuah angka, 137 kali per menit, maka pertanyaan selanjutnya adalah, “Kenapa secepat itu? Normal tidak?”

Sehingga pertanyaan besarnya adalah berapa normalnya Frekuensi Denyut Jantung Janin?

Mari kita telusuri ……

Jantung memang salah satu organ yang dibentuk dan berfungsi paling awal. Hal ini wajar sehubungan dengan tugasnya sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh. Dengan aktifnya sirkulasi maka kehidupan akan terpelihara dan tumbuh kembang akan berlangsung. Sekali jantung berdenyut maka pantang untuk berhenti. Ibarat syair Khairil Anwar …”sekali berhenti, sudah itu mati”

Berhubung janin dalam rahim tidak bisa dilihat secara langsung, maka harus ada indikator yang menunjukkan bahwa janin tersebut baik-baik saja, atau justru sedang dalam masalah yang gawat. Indikator tersebut adalah Denyut Jantung Janin (DJJ). DJJ dihitung frekuensinya, dipantau iramanya dan dikorelasikan dengan kondisi ibu. Frekuensi normal DJJ adalah 120 – 160 kali per menit. Jauh lebih cepat daripada denyut jantung manusia dewasa yang 60-80 kali per menit . Karena itu sangat normal apabila DJJ hari ini 145 dan pekan kemarin 153 kali per menit.

Peningkatan DJJ bisa terjadi dari faktor janin, misalnya janin banyak bergerak. Dari faktor ibu, misalnya ibu demam. Atau bisa juga faktor lingkungan, misalnya saat rahim berkontraksi, kompresi kepala janin saat berada di dasar panggul, atau keadaan dimana terjadi hipoksia (penurunan suplai oksigen ke janin). Masih dibilang aman apabila kondisi DJJ cepat itu segera pulih kembali menjadi normal apabila gangguan dihilangkan. Namun apabila gangguan tersebut tidak bisa segera dihilangkan, maka DJJ cepat (takikardia) bisa berpotensi membuat jantung “lelah”, maka akibatnya akan terjadi sebaliknya yaitu DJJ melambat (bradikardia). Ini kondisi bahaya

Bagaimana Memantau DJJ Secara Kontinyu??

Bersambung ………

 

UANG RUSAK, BAGAIMANA SOLUSINYA?

Musibah tak dapat ditolak. Pada suatu saat lemari kayu jati – yang waktu beli digaransi bebas rayap- ternyata kalah juga oleh serbuan rayap yang berasal dari lantai. Maka terjadilah, semua barang habis dilahap oleh hewan kecil-kecil itu. Dari buku, kain batik, baju,termasuk….uang kertas. Memang primitif sekali saya ini menyimpan uang kertas di dalam lemari! Saya ingat, waktu itu dalam kondisi tergesa-gesa harus pergi, sehingga belum sempat menyetorkan ke bank.

Uang sobek masih bisa diselotip. Tapi kalau geripis sampai hampir separuh bagian….tentu hilang nilainya. Sempat termangu-mangu juga untuk beberapa lamanya. Menyesali betapa cerobohnya saya. Belum lagi memikirkan buku-buku yang terpaksa harus direlakan masuk keranjang sampah. Kalau kebanjiran atau kebakaran, masih bisa digolongkan force majeure. Naudzubillah min dzaalik! Tapi ini kemakan rayap….! Salah siapa? Rayap? Lemari?

Sampai akhirnya saya memberanikan diri menanyakan apakah saya bisa menukarkan uang rusak tersebut ke bank syariah langganan saya. Bank syariah tertua di Indonesia, dimana saya menjadi nasabahnya semenjak pertama kali berdiri di negeri ini, demi menghindari yang syubhat-syubhat. Jawaban dari petugas bank syariah, saya disuruh menanyakan hal ini ke bank konvensional plat merah.

“Kalau bank Mandiri bilang bisa ditukar, maka insya Allah bisa, bu”, demikian penjelasannya.

Maka beberapa waktu kemudian saya ke bank tersebut. Penjelasannya sebagai berikut :

Uang rusak yang bisa ditukar melaui Bank Mandiri (BM) atau langsung ke Bank Indonesia (BI). Kalau ke BM sifatnya adalah kita menyetor uang rusak tersebut ke rekening kita sendiri. Nantinya oleh bank akan diteruskan ke BI. Adapun syarat yang diajukan oleh BM adalah sbb:

  1. Bentuk fisik uang masih bisa dikenali
  2. Kerusakan tidak melebihi 1/3 bagian uang
  3. Nomor seri masih ada yang utuh (lengkap)
  4. Bagian yang robek ditambal dengan kertas sehingga menjadi seukuran aslinya
  5. Mendapatkan pemotongan 15% dari pihak bank
  6. Bank Indonesia mungkin akan pemotongan juga tapi tidak diketahui prosentasenya

Alternatif kedua adalah langsung menukarkan ke BI dan nanti akan diganti dengan uang tunai utuh. Ada dua cara menukarkan ke BI. Cara pertama adalah datang langsung ke kantor BI Pusat. Cara kedua adalah dengan memanfaatkan kantor BI keliling yang sudah ada jadwal tetapnya.

Info di dapat dari twitter BI yaitu @bank_indonesia , hotline BI di (021)131

Link : bit.ly/1CwG7Eo

Dari informasi per telepon , ternyata untuk penukaran uang rusak langsung ke BI tidak perlu melakukan penambalan uang yang sungguh menyita waktu tersebut. Alhamdulillah

 

Akhirnya dilakukanlah penukaran uang rusak tersebut ke BI, tepatnya di gedung C. Petugas menghitung uang tersebut sekaligus menyeleksinya apakah masih memenuhi syarat untuk ditukarkan. Kesimpulannya semua lembaran merah tersebut memenuhi syarat, yang artinya akan ada penggantian sesuai jumlah nominal. Alhamdulillah!!

Berikut ini petunjuk BI sebagai panduan menangani uang rusak :

1. Masyarakat dapat menukarkan uang rupiah yang tidak layak edar dengan uang rupiah layak edar di BI atau di kantor kas keliling BI, atau bank lain yang disetujui BI

2. Yang termasuk golongan uang tidak layak edar adalah : uang lusuh, uang cacat, uang rusak, uang yang sudah ditarik dari peredaran. Uang rusak sehingga tidak layak edar adalah uang yang hilang sebagian (lebih dari 50mm2), ada lubang (lebih dari 10 mm2), ada coretan, sobek (lebih dari 8 mm), dan uang ditambal selotip (lebih dari 225 mm2)

3. Uang rusak yang diberi penggantian sesuai nominal adalah sbb :

A. Fisik uang lebih dari 2/3 ukuran aslinya dan uang masih dapat dikenali ciri keasliannya

B. Uang rusak masih merupakan suatu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap dan ukurannya lebih dari 2/3 ukuran aslinya serta masih dapat dikenali keasliannya

3. Uang rusak tidak merupakan satu kesatuan tetapi terbagi paling banyak 2 bagian terpisah dan kedua nomor seri uang tersebut lengkap serta ukurannya lebih dari 2/3 ukuran aslinya

 

 

Mudah?

Ya…kemudahaan penukaran ini didukung juga dengan kemudahan akses menuju Bank Indonesia. Akan lain ceritanya apabila kita berdomisili di lokasi 3T (Tertinggal, Terpencil, Terluar). Patut diapresiasi dan didukung kerja para petugas Bank Indonesia yang mau bersusah payah menempuh perjalanan panjang dan sulit guna mencapai lokasi 3T tersebut. Untuk apa gerangan? Tak lain dan tak bukan adalah untuk memberikan fasilitas bagi warga di daerah tersebut untuk menukarkan uang-uangnya yang sudah tak layak edar dengan uang baru. Uang lama yang sudah ditarik dari peredaran, uang lusuh, uang rusak , semuanya diganti dengan yang baru. Semua itu adalah kewajiban pemerintah yang kalau perlu ditingkatkan frekuensinya. Kalau tidak, jangan heran apabila WNI di perbatasan lebih kenal ringgit Malaysia dan Peso Philipina daripada rupiah.