Arsip

Ini Pilihan KB yang Aman di Masa Menyusui

APA JENIS KONTRASEPSI YANG AMAN UNTUK MENYUSUI?

 

Itulah salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh ibu-ibu pasca bersalin.  Di satu pihak ada anggapan bahwa menyusui adalah salah satu bentuk KB (baca : pencegahan kehamilan) alami.  Namun di lain pihak tidak sedikit yang mengalami kehamilan padahal saat itu masih dalam masa menyusui.  Bahkan, ada beberapa ibu yang hamil tanpa pernah haid dikarenakan sedang menyusui .

Di saat asyik dengan kegiatan menyusui bayi, tidak terlalu memperhatikan siklus haid.  Tiba-tiba badan terasa kurang nyaman, agak kliyengan dan mual di pagi hari.  Iseng-iseng test pack.  Ternyata positif! Nah…kapan haidnya kok tiba-tiba hamil?

Atau yang agak ekstrim, karena sibuk dengan pengasuhan bayi yang sedang dalam proses pengenalan MPASI, tiba-tiba terasa ada yang bergerak di perut bawah.  Pergilah si ibu ke dokter kandungan … di layar USG tampak janin usia 20 minggu sedang melompat-lompat gembira!

Mungkin di antara yang membaca tulisan ini ada yang pernah mengalaminya….

Jadi – kembali ke laptop – alat atau metode kontrasepsi apa yang bisa diterapkan di masa menyusui?

Pertama kali pahami prinsip alat atau metode kontrasepsi yang ideal, yakni :

  1. Efektif dalam mencegah kehamilan
  2. Praktis dalam penggunaan
  3. Efek samping minimal
  4. Cepat mengembalikan kesuburan

Untuk masa menyusui, keempat syarat tersebut ditambah satu syarat lagi yang paling penting yaitu : tidak mengurangi produksi ASI.

Apa saja jenis kontrasepsi yang memenuhi kelima syarat tersebut

Ada dua golongan besar, yaitu :

  1. Metode Sederhana
  2. Metode Efektif

Metode sederhana artinya, tidak atau minimal menggunakan alat. Dengan sendirinya efek samping akan minimal juga, bahkan tidak berefek samping.  Namun kekurangannya, metode ini kurang efektif, alias tingkat kegagalan tinggi.  Bisa di atas 5%.  Yang dimaksud dengan gagal adalah, sudah menerapkan metode tersebut namun masih hamil juga…

Selain itu, perlu disiplin dan kerjasama yang baik antar suami istri, siklus haid harus teratur atau perlu pengetahuan yang cukup tentang siklus haid.

Beberapa cara yang termasuk metode sederhana adalah :

  1. Sanggama Terputus (= Koitus Interuptus = ‘Azl)
  2. Metode Kalender (Pantang Berkala) , yaitu tidak berhubungan intim di masa subur
  3. Kondom (pria maupun wanita)
  4. Kombinasi dari keempat cara tersebut

 

Kalau mau lebih efektif, dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi.  Kelebihannya adalah tingkat kegagalan kurang dari 1%.  Sangat rendah.  Namun perlu diingat ya, tidak ada metode yang tingkat kegagalannya nol persen.  Seefektif apa pun caranya atau semahal apa pun alatnya pasti masih ada yang namanya kegagalan alias hamil meskipun sedang menggunakan alat/metode kontrasepsi.  Di sinilah keterbatasan kita sebagai manusia yang hanya bisa berusaha.  Allah lah Sang Pembuat Keputusan.

Kontrasepsi efektif terbagi menjadi dua golongan besar yakni dengan hormon dan tanpa hormon.

  1. Hormonal
  2. Suntik 3 bulanan
  3. Suntik 1 bulan
  4. Susuk (implant)
  5. Pil KB Menyusui
  6. Pil KB Kombinasi (PKK)
  7. Non Hormonal
  8. AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)

Untuk ibu menyusui, jenis kontrasepsi yang bisa dipilih adalah

  1. Metode Amenore Laktasi
  2. Seluruh metode sederhana
  3. Suntik 3 bulanan
  4. Susuk (implant)
  5. Pil KB Menyusui
  6. AKDR

 

Alkon - Implan

Susuk atau Implan dalam ukuran sebenarnya

Alkon-ukuran IUD

AKDR atau IUD dalam ukuran sebenarnya

Kapan mulai menggunakan kontrasepsi ?

Ada kesalahan persepsi yang banyak membuat kegagalan program ini.  Yaitu anggapan bahwa “kalau mau pakai kontrasepsi” harus menunggu haid dulu.  Atau bisa juga dikatakan begini, “IUD harusnya dipasang saat haid.  Jadi kalau belum juga haid sesudah selesai nifas maka harus ditunggu sampai datang haidnya”.

Yang betul, alat kontrasepsi bisa mulai digunakan sejak 40 hari pasca melahirkan.  Bahkan untuk pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dan susuk (implant) bisa langsung segera setelah melahirkan, baik persalinan normal maupun persalinan sesar.

Bila ingin menunda, pastikan bahwa persyaratan untuk Metode Amenore Laktasi (MAL) telah terpenuhi dengan baik.  Yaitu : ibu memberikan ASI Eksklusif, ibu belum haid (sesudah selesainya nifas), dan usia anak maksimal 6 bulan.  Bila salah satu syarat sudah tidak terpenuhi lagi maka MAL tidak dapat diterapkan atau diandalkan sebagai kontrasepsi alami.

Bila MAL sudah tidak bisa diterapkan namun masih ragu menggunakan salah satu dari alat kontrasepsi maka terapkan metode kontrasepsi sederhana. [nin]

Iklan

Stop !!! Jangan Masukkan Apa pun ke Dalamnya

Alih-alih keputihan hilang, yang ada malahan kemerahan dan kesakitan. 

Lho, bagaimana bisa?

Jadi siang itu masuklah seorang ibu berusia 30 an ke ruang praktek.  Wajahnya menyiratkan rasa nyeri.  Lantas mengalirlah cerita dari mulutnya.  Ini bermula dari sebuah penawaran tentang sebuah benda yang bisa menghilangkan keputihan.  Bahkan tak hanya itu, benda tersebut dinyatakan bisa mengencangkan serta merapatkan mrs.V (bukan miss V ya, karena ibu ini sudah mempunyai beberapa orang anak).  Dan yang menurut saya unik adalah cara pemakaiannya.  Begini, benda tersebut dipegang dan dimasukkan ke dalam mrs.V dan diputar-putar sebanyak 7 kali putaran.  Setiap malam.  Maka keesokan harinya yang terjadi adalah – menurut si pasien saya ini – dari dalam mrs. V keluarlah kotoran-kotoran yang berwarna putih, bentuknya tidak jelas, seperti sepihan-serpihan kecil begitu.  Demi melihat seperti itu, makin yakinlah si ibu bahwa penggunaan alat tersebut berfungsi membersihkan vagina.  Ditambah lagi, cairan yang biasanya membasahi organ kewanitaannya tersebut mendadak lenyap.  Terasa kesat dong, begitulah logikanya.  Begitu berlangsung berbulan-bulan lamanya.  Dan alat menyerupai batu kristal lonjong berwana hijau tosca keabuan tersebut makin lama makin tipis.

Apakah batu kristal hanya untuk  yang sudah menikah? Ternyata tidak.  Untuk gadis penggunaannya adalah dengan merendam batu tersebut beberapa menit dan kemudian air rendaman digunakan untuk membasuh kemaluan.  Efeknya konon sama, yaitu keluar kotoran dari miss V.

“Kalau sudah tipis nanti bisa beli lagi ke saya ya,bu”, pesan si penjual meyakinkan. Bagaimana tidak yakin lha wong penjualnya adalah petugas kesehatan yang kesehariannya berdinas di puskesmas setempat.  Maka berbekal keyakinan itulah dibelinya lagi kristal kedua meski dengan harga yang tidak bisa dibilang murah.  Beberapa lama makin tipislah kristal itu sebagaimana yang pertama.  Sampai di suatu malam, kristal tipis tersebut patah saat digunakan.  Mungkin karena saking tipisnya. Dicobanya mengambil patahan tersebut ke dalam vagina namun tidak berhasil.  Dan keesokan harinya dirasakannya bagian dalam organ intimya tersebut sangat nyeri, bahkan berdarah! Makin nyeri tatkala buang air kecil terkena aliran urine.  Sugguh menyiksa!

Sehingga sampailah beliau di hadapan saya.  Menempuh berkilometer jarak dari luar kota Jakarta. Alhamdulillah ada jalan bebas hambatan yang memperpendek jam tempuh. Dan  saat pertama kali  memeriksa, sungguh saya dibikin  terkejut demi mendapati dinding vagina yang iritasi berat, rapuh dan berdarah di beberapa tempat.  Bukan itu saja, nyerinya pun hebat sehingga ia menjerit tatkala disentuh.  Akhirnya pasien diputuskan dirawat, dikompres, diberi obat dan bertahap sisa-sisa serpihan diambil satu persatu.  Alhamdulillah pada hari ketiga, si ibu sudah dapat meninggalkan rumah sakit.

Sisa patahan kristal itu, saya simpan sampai sekarang.  Tak lupa saya mewanti-wanti agar jangan sekali-kali menggunakannya lagi.  Dan orang-orang terdekatnya yang ia ketahui memakai barang yang sama supaya dicegah melanjutkan pemakaian.

Memang kasus di atas adalah yang terberat yang pernah saya jumpai.  Sebelumnya kasusnya hanya infeksi sedang sampai ringan yang bisa diatasi dengan rawat jalan saja.

Hal yang mirip namun berbeda di bahan yang dipakai, kembali saya temui di ruang praktek.  Bahkan dalam sehari ada dua kasus, yang satu sudah menikah dan yang kedua masih gadis.  Kali ini bahan yang dimasukkan adalah butiran-butiran Manjakani (Quercus infectoria).  Tanaman ini memang dipercaya dapat mengurangi keputihan dan mengesatkan vagina.  Padahal dalam Wikipedia tidak disebutkan sama sekali fungsi tersebut.  Yang ada adalah fungsi anti infeksi, anti jamur dan anti peradangan. Reaksinya sama yaitu iritasi berat dalam vagina.  Si gadis pun – yang hanya menelan butiran-butiran sebesar merica tersebut – mengalami hal yang sama ditambah dengan nyeri pelvik.

Quercus_infectoria aka manjakani wikipedia

Manjakani (Quercus infectoria) sumber wikipedia

Kasus-kasus seperti ini tampaknya akan selalu berulang, dengan penggunaan aneka bahan.  Ada yang berbentuk batang kayu, disebut sebagai “tongkat” dan ada juga yang berupa pengasapan.

Untuk mencegahnya, perlu pengertian yang benar bagaimana sebetulnya organ intim kita itu bekerja. Sesuai dengan janji Allah yaitu menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Al Qur’an surat At Tin ayat 4) , maka kaidah tersebut berlaku juga dalam penciptaan organ reproduksi atau yang kita kenal dengan organ intim.  Allah menciptakan keseimbangan asam basa dalam saluran vagina guna mempertahankannya tetap higienis.  Kondisi higienis tercapai bila pH vagina tetap rendah atau bersifat asam sehingga bakteri dan parasit pathogen yang menyebabkan infeksi tidak bisa berkembang biak.  Bagaimana caranya? Tidak perlu memasukkan apa pun ke dalam vagina karena Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah memerintahkan mikroba di dalam vagina sebagai “pasukan pembersih”.  Mereka adalah bakteri Doderlein sp. yang menghasilkan asam laktat sehingga pH vagina menjadi rendah.  Tugas kita hanyalah menjaga kesehatan sehingga daya tahan tubuh tinggi serta menjaga kebersihan lingkungan vagina.  Jangan mengganggu “tugas” bakteri Doderlein tersebut dengan memasukkan benda asing ke dalam vagina!

Lactobacillus_sp_01

Bakteri Doderlein dalam Sebuah Sel Epitel Vagina (sumber wikipedia)

Pada kondisi tertentu, terkadang kita perlu penjagaan ekstra.  Misalnya di saat haid, dimana adanya darah yang terus menerus akan meningkatkan pH dan memudahkan tumbuhnya jamur serta bakteri jahat.   Di saat rawan tersebut diperlukan nutrisi yang berkualitas, menjaga kebersihan dengan mengganti pembalut secara teratur serta bila perlu membasuh kemaluan dengan cairan yang mengandung asam laktat.  Saat rawan yang lain adalah saat kita sedang sakit, stress fisik dan/atau psikis, malnutrisi, atau anemia.  Dalam kondisi demikian, konsumsilah suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh.

Jadi seharusnya bagaimana kondisi vagina yang sehat itu?

Ingat Allah memang menciptakan banyak kelenjar di sepanjang saluran kelamin.  Kelenjar-kelenjar  tersebut fungsinya memroduksi cairan sebagai pelumas.  Sehingga keadaan di dalam vagina memang selalu basah.  Kebasahan inilah yang muncul dalam berbagai gradasi.  Terkadang basah minimal, terkadang basah maksimal, berfluktuasi sesuai kadar hormon siklus haid.  Cairan masih dianggap normal apabila tidak sampai berlebihan, warnanya jernih atau agak putih, tidak berbau, tidak menimbulkan gatal, pedih, atau rasa panas di alat kelamin .    Yang perlu kita lakukan di saat cairan normal adalah membersihkan alat kelamin dengan air bersih, atau boleh juga dengan cairan pembersih mengadung asal laktat.  Bila tidak terpaksa tidak usah menggunakan panty liner.  Pastikan celana dalam terbuat dari bahan yang menyerap keringat.   Namun apabila merasa bahwa cairan keputihan ini adalah cairan yang abnormal, jangan ragu-ragu untuk pergi ke dokter.  [nin]

1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN – periode emas yang tentukan masa depan

Galau dengan kondisi negeri ini? Ternyata kita bisa berperan serta memperbaiki kualitas anak bangsa.  Generasi idaman.  Generasi yang bukan saja pintar, namun lebih penting lagi adalah berakhlak mulia.   Takut kepada Allah sehingga ia akan taat kepada aturan agama dan selalu ingin berbuat baik kepada umat manusia dengan cara yang halal.

first-1000-days from www.farmacist.info

LOGO 1000 hari

 

Cita-cita besar, harus dipersiapkan dengan benar. Begitulah kaidahnya.  Bukan pekerjaan main-main.  Untuk itu proses persiapannya mencapai 1000 hari.  Terdiri dari 270 hari masa di dalam kandungan ditambah dengan usia 2 tahun pertama.  Mengapa kok sampai /  atau kok cuma 1000 hari?  Karena dalam 1000- hari tersebut adalah

1. Masa tercepat dalam perkembangan struktur otak manusia, meliputi proliferasi neuron, myelinisasi, diferensiasi (kompleksitas), dan konektivitas (sinaptogenesis).

2.Masa peletakan dasar status kesehatan dan tumbuh kembang (fisik dan psikis)

  1. Tumbuh kembang otak di masa janin akan mempengaruhi kemampuan dasar seperti penglihatan dan pendengaran, dan berkembang ke tingkat yang lebih tinggi di saat lahir.  Misalnya daya adaptasi, mempertahankan diri, atensi dll
  1. Masa dimana kebutuhan nutrisi terpenting harus terpenuhi
  1. Masa dimana otak sangat sensitif terhadap kekurangan nutrisi

(sumber : http://www.unicef-irc.org)

Jadi dasarnya adalah nutrisi…nutrisi…dan nutrisi.  Terutama di trimester 1 dimana si ibu biasanya mengalami penurunan nafsu makan, mual, muntah, pusing, dan macam-macam rasa tidak enak yang lain.  Padahal di masa itu pula terjadilah pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat pada buah kehamilan.  Bayangkan saja, mudigah yang hanya seukuran sebutir beras (7 minggu)  ternyata jantungnya sudah berdenyut sebanyak 160 kali permenit.  Dan di usia itu pula otak dan susunan saraf mulai dibentuk, jantung dan sistim peredaran darah mulai berfungsi, demikian pula sistim pencernaan, sistim ekskresi (pembuangan), dan sistim panca indra.

39-3c3afc738dfec7e0a4cb7b7c997fd36a from sarihusada

1000 HARI

sumber : sarihusada.jpg

Hikmahnya, rasa mual membuat calon ibu tidak makan sembarang makanan. Ada keinginan kuat terhadap makanan tertentu yang biasanya tidak doyan sebenarnya adalah alarm kebutuhan tubuh terhadap nutrisi tertentu.  Karena itu sikapilah dengan bijak segala rasa di trimester 1.  Boleh tidak suka nasi, namun gantilah dengan berbagai macam karohidrat yang lain.  Boleh saja tidak suka susu, namun gantilah dengan produk susu atau sumber protein dan kalsium yang lain.  Jangan “Maunya cuma mie ayam”…atau “cuma makan buah mangga setiap hari”.

Camkan prinsip-prinsip di bawah ini :

  1. Janin makan apa yang dimakan ibu  (penjelasan : ibu makan makanan sampah, maka janin pun makan makanan sampah)
  2. Nutrisi janin 100% bergantung dari ibu
    (penjelasan : janin tidak punya alternatif lain.  kalau cadangan di tubuh ibu mencukupi maka diambil oleh janin. namun bila cadangan di tubuh ibu kurang maka janin juga akan kekurangan. kekurangan salah satu jenis nutrisi bisa berdampak serius mengingat trimester 1 adalah masa pembentukan)
  3. Ibu membutuhkan makanan yang sehat dan halal,  mengandung asam folat, zat besi, kalsium dan kaya nutrisi yang lain
    (penjelasan : pastikan bahwa apa yang kita makan adalah bergizi dan terpenting adalah halal.  jangan sekali-kali memasukkan zat haram ke tubuh kita yang akhirnya juga akan masuk ke tubuh janin.  halal tidak hanya pada zat makanannya namun juga cara bagaimana makanan tersebut diperoleh)
  4. Diit ibu selama hamil akan mempengaruhi selera makan bayi (penjelasan : ibu suka manis, maka anak juga cenderung suka manis dan seterusnya.  ibu suka pilih-pilih makan atau malas makan bergizi dan lebih suka jajanan, maka jangan heran kalau anak juga mewarisi sifat yang sama)
  5. Kesehatan seorang anak sampai dengan masa dewasanya dipengaruhi oleh kualitas dan kehalalan nutrisi ibu (penjelasan : kualitas dan kehalalan nutrisi ibu tidak hanya mempengaruhi kesehatan anak di masa kanan-kanak saja, namun bisa mempengaruhi sampai ke masa dewasa.  apakah dia akan mengidap hipertensi atau diabetes atau bahkan bersifat antisosial dan psikopat…ternyata semua dipengaruhi sejak masa dalam kandungan)

Dan ingat surat An Nisaa ayat 9

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Wallahu a’lam [nin]

USG dan JENIS KELAMIN JANIN

Ingin tahu hal apa yang paling sering ditanyakan oleh pasutri saat datang ke dokter kandungan dan diperiksa USG? Tak lain dan tak bukan adalah jenis kelamin.  Ini buktinya……

Saat kehamilah baru saja terdiagnosa …..

“Alhamdulillah, ibu benar hamil usia 5 minggu.  Sudah tampak kantung kehamilan di dalam rahim, namun belum nampak janin di dalamnya”.

“Dokter, kami ingin anak laki-laki. Bagaimana caranya? Harus makan apa? 

2 bulan kemudian, di usia kehamilan 13 minggu…..

“Alhamdulillah, janin sehat dan aktif. Gerakan banyak meski belum dirasakan oleh ibu.  Denyut jantungnya 150 kali per menit”.

“Dokter, apakah sudah ketahuan jenis kelaminnya? Teman-teman sudah banyak yang menanyakan”.

Dan saat kehamilan mencapai 20 minggu…..

“Alhamdulillah, janinnya sehat.  Tumbuh kembangnya sesuai dengan usia kandungannya. Bla…bla…”.

(Tidak terlalu menyimak keterangan dokter) “Jenis kelaminnya apa, dok?

“In syaa Allah diperkirakan laki/perempuan, ibu”.

“Lho, kok belum pasti begitu, dok?”

Awal trimester 3 , 28 minggu….

“Dok, jenis kelamin bayi saya apa ya?”

“Lho bukannya sudah pernah saya infokan”.

“Bukannya bisa berubah  dok?”

Hampir lahir, 36 minggu

“Alhamdulillah….janin sehat, beratnya sudah 2600 gram. Ketuban masih cukup jumlahnya”.

“Dok, kelaminnya masih laki/perempuan? Belum ada kepastian?”

Hadeuuuuuhhhh…. cape juga ya 9 bulan Cuma mengurusi jenis kelamin?

Padahal jenis kelamin cuma dua. Kalau tidak laki-laki…ya perempuan. Memang mau dikasih Allah di luar yang dua itu?

 

Kapan jenis kelamin ditentukan?

Ayo buka lagi pelajaran biologi.  Kehamilan terjadi apabila terjadi pembuahan, yaitu pertemuan antara sel telur dan sel sperma di dalam saluran telur (tuba Fallopii).  Sel sperma membawa kromosom X dan Y, sedangkan sel telur membawa kromosom X saja.  Apabila yang membuahi sel telur adalah sperma dengan kromosom Y maka jadilah janin laki-laki.  Sedangkan apabila yang membuahi sel telur adalah sel sperma dengan kromosom X maka yang terjadi adalah janin dengan jenis kelamin perempuan.  Kesimpulannya, jenis kelamin sudah ditentukan sejak periode pembuahan.  Pada saat itu bahkan seorang wanita belum menyadari kehamilannya.

Lalu apa yang dilihat dari USG?

Alat ultrasonografi (USG) yang bekerja berdasarkan gelombang suara, dapat menggambarkan janin dalam bentuk fisik.  Maka jenis kelamin baru bisa dilihat dengan USG apabila bentuk alat kelamin sudah jelas.  Jelas bukan perbedaan antara JENIS kelamin dan ALAT/ORGAN kelamin? Pada umumnya, bentuk alat kelamin dapat dengan jelas diidentifikasi setelah usia kehamilan 20 minggu.  Pada beberapa kasus memang bisa dilihat bentuk alat kelamin pada usia kehamilan yang lebih muda, namun kebanyakan gambarannya belum jelas.

Janin laki-laki diindetifikasi dengan tampaknya gambaran skrotum (kantung zakar).  Terkadang tampak lengkap kantung zakar dan penisnya. Bahkan pada janin yang lebih besar bisa tampak buah zakar yang berada dalam kantung zakar.  Janin perempuan diidentifikasi dari gambaran 2 buah bibir kemaluan.  Secara anatomi, identifikasi kelamin laki-laki lebih mudah daripada kelamin perempuan.  Oleh karenanya, tingkat kesalahan identifikasi janin perempuan lebih besar daripada janin laki2.

 

janin-perempuan-dari

tampak bibir kemaluan sebagai interpretasi janin perempuan di usia 28 pekan

 

janin-laki-dari-wikipedia

gambaran skrotum dan penis menunjukkan janin laki2

Betulkah jenis kelamin bisa berubah?

Nah, seperti yang sudah dipaparkan di atas, berhubung identifikasi jenis kelamin janin lewat  USG adalah berdaasarkan bentuk alat kelamin, maka kesalahan persepsi/interpretasi sangat mungkin terjadi.  Kesalahan tersebut dipengaruhi juga oleh usia kehamilan, posisi janin, jumlah air ketuban, ketebalan dinding perut ibu, disamping  jam terbang operator dan juga kualitas mesin USG . Jadi kalau suatu saat dikatakan jenis kelamin tertentu dan beberapa waktu kemudian ternyata berbeda maka hal tersebut wajar saja.  Dikatakan bahwa kesalahan yang dapat ditoleransi adalah 5%.  Jadi sekali lagi, bukan jenis kelamin berubah, melainkan persepsi pemeriksalah yang berubah.

Lalu kapan jenis kelamin tersebut dapat dipastikan?

Kalau kepada saya diajukan pertanyaan tersebut maka dengan mudah saya jawab, “Pastinya kalau sudah lahir”. 

“Ya, iyalah, dok”.

Maksudnya begini, melihat sesuatu yang ada di dalam rahim dengan perantaraan alat, maka sebagai manusia kita tidak berani mendahului kepastian dari Allah SWT.  Meskipun ada juga kelainan bawaan yang dikaitkan dengan jenis kelamin janin.  Artinya, pendeteksian jenis kelamin janin itu dikaitkan dengan hal-hal medis yang terkait kesehatan bayi saat lahirnya nanti.  Bukan sekadar untuk referensi mencari nama atau warna baju bayi.  Apalagi kalau hanya untuk menjawab keingintahuan kakek nenek dan handai taulan.

Contoh, kalau janin terdeteksi laki-laki maka bisa dilihat apakah buah zakar (testis) sudah berada di dalam kantung zakar (skrotum) saat usia cukup bulan? Contoh lain,  Kelainan bawaan tertentu ternyata lebih banyak didapatkan pada janin laki-laki.

Bagaimana Bila Jenis Kelamin Ternyata Tidak Sesuai dengan Prediksi atau Harapan Ortu

“Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaanmu) ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu…(surat An Najm ayat 32)

Tidak ada pilihan lain kecuali menerima dengan ikhlas dan tawakkal. Allah lah yang paling mengetahui yang terbaik.   Jangan sampai terjadi salah pengasuhan pada bayi/anak dikarenakan ia berjenis kelamin tidak sesuai dengan harapan. Misalnya, karena orang tua mendambakan anak perempuan setelah 3 anak sebelumnya laki-laki semua, maka anak laki2 keempat sering dipakaikan rok bahkan jilbab kecil.  Demikian pula sebaliknya. Ingat, banyak sekali kasus-kasus LGBT yang berawal dari salah asuh di masa kecil.

Dalam menghadapi jenis kelamin yang tidak sesuai harapan ini hendaknya juga tidak ada saling menyalahkan di antara kedua orang tua.  Yang sering terjadi adalah suami menyalahkan istri karena tidak bisa memberikan anak dengan jenis kelamin tertentu.  Sedangkan kalau kita simak lagi penjelasan di awal tulisan, kromosom pembawa jenis kelamin ada di sperma.  Maka bisa disimpulkan bahwa yang menentukan jenis kelamin adalah pihak suami. Meskipun demikian ada penelitian yang menunjukkan bahwa suasana vagina memberikan andil untuk sperma berkromosom X atau Y yang bakal eksis dan dapat membuahi. (nin)

 

sumber gambar : wikipedia

 

 

Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan, Jangan Disepelekan

Tampaknya sederhana, hanya “anyang-anyangan” tapi ternyata bisa berdampak serius. Ya, “anyang-anyangan” ini adalah istilah dalam bahasa Jawa untuk menggembarkan rasa tidak nyaman tatkala berkemih. Rasa tidak nyaman tersebut bisa berupa nyeri saat mengeluarkan air seni maupun rasa tidak tuntas saat selesai buang air kecil. Serangan berat bisa membuat terhambatnya proses Buang air Kecil (BAK) dan menjadikan yang mengalaminya sampai mengaduh aduh.

Infeksi saluran kemih bisa menyerang baik wanita maupun pria, dewasa atau anak-anak. Namun kenyataannya kaum wanitalah yang lebih sering mengalaminya. Dan dari kalangan wanita tersebut, ibu hamil menduduki peringkat teratas sebagai penderita Infeksi Saluran kemih (ISK). Apa sebab demikian? Hal ini tidak terlepas dari anatomi saluran kemih dimana saluran kemih (urethra) pada wanita lebih pendek daripada urethra laki-laki. Sehingga peluang terpapar bakteri atau jamur lebih besar pada wanita.

Saat seorang wanita hamil terjadilah beberapa perubahan terkait saluran kemih yang meningkatkan risiko terjadinya ISK. Di antara perubahan tersebut adalah :

  • Melebarnya pelvis ginjal dan ureter menyebabkan kondisi statis sehingga mudah timbul kolonisasi bakteri
  • Melemahnya otot detrusor pada kandung kemih akibat peningkatan hormon progesteron. Akibatnya, meskipun daya tampung air seni meningkat namun daya pengosongan menurun sehingga terdapat sisa air seni yang memudahkan kolonisasi bakteri.
  • Higiene pribadi rendah, bisa karena kesadaran individu maupun kondisi kehamilan yang meningkatkan kelembaban

–          Aktivitas seksual, menyebabkan mikrotrauma pada urethra sehingga terjadi invasi bakteri. Perineum sebagai area transisi dari anus menyebabkan invasi bakteri dari saluran pencernaan menuju ke saluran kemih

PENYEBAB DAN GEJALA

ISK tersering disebabkan oleh bakteri, baik dari golongan gram positif maupn gram negatif. Dari golongan gram positif, 90% nya adalah Eschericia colli. Bakteri ini aslinya berkoloni di usus. Dengan perantaraan perineum ditambah dengan kebiasaan cebok yang salah sesudah BAB, maka makin leluasalah bakteri ini menginvasi saluran kemih. Jenis bakteri lain yang ditemukan adalah Staphylococcus saprophyticus, Mycobacterium tuberculosis, Klebsiella pneumoniaae, dan Proteus mirabillis . Dua yang terakhir merupakan golongan gram negatif. Selain itu bisa ditemukan koloni jamur yang berasal dari Candida albicans. Ada bakteri yang dikenal menyebabkan Ketuban Pecah Dini dan infeksi pada bayi baru lahir yakni Streptococcus B

 

 

Sudah disebutkan di atas, bahwa gejala ISK yang umum dikenal dengan “anyang-anyangan” bisa sangat bervariasi. Dari yang tanpa gejala khas, hanya seperti nyeri panggul bawah, sampai ke air seni mengandung darah, nyeri saat berkemih, berkemih sedikit-sedikit dan tidak tuntas, sampai ke demam dibarengi dengan mual dan muntah. Hati-hatilah, karena semakin parah gejala menunjukkan bahwa infeksi sudah semakin menjalar naik menuju ke saluran ginjal.

PENATALAKSANAAN

Agar tidak semakin parah, maka mereka yang mengalami gejala tidak nyaman saat BAK dianjurkan untuk segera berobat. Demikian juga para ibu hamil yang mengalami keputihan agar melaporkan kepada dokter/bidan. Ini mengingat bahwa kuman-kuman dari keputihan sangat bisa menginvasi ke saluran kemih karena posisinya yang berdekatan. Tujuan berobat sedini mungkin agar dapat mencegah infeksi asenden, yaitu infeksi yang menjalar ke arah saluran ginjal. Bila terjadi demikian tentu pengobatan menjadi semakin mahal dan penyakit akan berkomplikasi. Perlu diketahui bahwa seeseorang yang mempunyai riwayat ISK akan berisiko terjadi infeksi ulangan. Karena itu harus ada kewaspadaan ekstra.

Sebelum memberikan obat, terlebih dahulu dokter akan meminta pemeriksaan urinalisa di laboratorium. Tujuannya adalah mengetahui derajat dan kemungkinan penyebab infeksi. Dengan demikian pengobatan akan lebih terarah. Bila ditemukan ISK yang sangat membandel, tidak kunjung sembuh atau sangat sering berulang, maka bisa dilakukan pemeriksaan kultur air seni dan test sensitivitas antibiotika. Pada pemeriksaan ini, kuman di dalam air seni akan dibiakkan dan sekaligus diuji kepekaannya dengan berbagai antibiotika.        

PENCEGAHAN

Agar terhindar dari ISK atau yang sudah pernah ISK tidak mengalami lagi penyakit yang sangat tidak nyaman tersebut, maka perhatian khusus harus diberikan kepada genitalia dan sekitarnya. Untuk para wanita dan ibu hamil khususnya, harus selalu diingat untuk cebok dari arah depan (vagina) ke belakang (anus). Jaga jangan sampai timbul kondisi lembab berkepanjangan dengan sering mengganti pakaian dalam. Pakailah bahan pakaian yang menyerap keringat dan tidak ketat. Jangan asal mengikuti arus mode, yang selain tidak sesuai dengan ketentuan berpakaian secara Islam, juga ternyata tidak sehat sama sekali. Contohnya adalah pakaian ketat (jins ketat, legging ) yang membungkus area genitalia terlalu rapat. (nin)

 

Bahan : PNPK ISK pada Kehamilan, HUGI

SELAPUT DARA BUNTU? HARUS DILUBANGI

 

Bu Aminah masygul melihat kelakuan anak gadisnya, Seruni, yang baru duduk di kelas 2 SMP. Pasalnya, anak ketiganya ini setiap bulan mengalami nyeri perut yang tidak jelas sebab musababnya. Parahnya, setiap kali serangan nyeri perut datang menghampiri, gadis 14 tahun itu sampai mogok sekolah. Seharian bergelung di ranjang sambil merintih-rintih. Dicobanya mengompres dengan sebotol air hangat tak juga menyembuhkan. Pernah dicobanya meraba dinding perut si gadis, dan ia menemukan sebuah benjolan. Tumorkah itu? Kanker? Atau jangan-jangan …….na’udzubillah….hamil? Ah, tak mungkin. Ia menepis pikiran buruk tersebut. Ia tahu pasti si Seruni belum dapat haid di usianya yang ke 14. Bu Aminah tak khawatir masalah haid yang belum datang tersebut karena seingatnya dulu ia juga baru mendapatkan haid di usia akhir SMP.

Tak tahan dengan penderitaan anak perempuan semata wayangnya itu, maka ia memantapkan diri untuk membawa Seruni ke dokter. Berdua saja. Si ayah tak dapat meninggalkan pekerjaannya dan lagipula, kalau nanti ada keputusan yang mengagetkan dari dokter sehubungan dengan penyakit anaknya, maka biarlah dirinya yang tahu terlebih dahulu. Terus terang ia masih mengkhawatirkan benjolan yang ia raba di perut anaknya itu. Setelah menunggu giliran beberapa lamanya, maka dipanggilah nama Seruni oleh perawat. Ia pun menunggu lagi semburan hawa dingin dari AC sembari berdebar menunggu hasil pemeriksaan dokter……Dan, betapa kagetnya tatkala dokter mengatakan bahwa selaput dara anaknya, si gadis Seruni, ternyata buntu. Oh Allah…penyakit apa ini dan mengapa bisa yang demikian terjadi pada anakku?

***

Nah, karena itu hati-hati bila ada adik atau kemenakan yang berusia dimana ia seharusnya sudah haid namun dirinya belum mengalami haid, dan kemudian mengeluh nyeri perut secara periodik setiap bulannya. Karena bisa jadi ia mengalami kebuntuan selaput dara seperti kasus Seruni, yang dalam istilah medisnya disebut Himen Imperforata.

Himen = selaput dara, in = tidak , perforata = berlubang. Jadi, himen imperforata adalah selaput dara yang tidak berlubang alias buntu. Apa akibatnya? Karena posisi selaput dara tersebut membatasi vagina dari dunia luar, maka apabila terjadi kebuntuan otomatis darah haid yang keluar dari rahim dan seharusnya mengalir keluar melalui vagina menjadi tertimbun. Mula-mula cairan darah tersebut mengumpul di vagina. Lama kelamaan setelah vagina tidak muat, darah haid tersebut mengumpul di rahim. Demikian berlangsung terus setiap bulannya , sampai-sampai akhirnya rahim pun membesar seperti sedang hamil. Bukan berisi janin, namun berisi cairan darah. Bahkan, setelah rahim tidak muat maka kumpulan dara akan memasuki saluran telur (Tuba Fallopii). Pada umumnya si penderita tidak menyadari bahwa selaput daranya buntu. Ia baru tersadar untuk ke dokter setelah meraba adanya benjolan di perutnya. Hal inipun terkadang bisa menimbulkan salah paham dan salah sangka dengan kehamilan .

Himen imperforata sebenarnya adalah kelainan bawaan. Normalnya, selaput dara – meski dikatakan utuh – sebenarnya sudah berlubang sebagai saluran keluar darah haid. Kejadiannya 1 dari 1000 sampai 10.000 anak perempuan . Saat sudah dipastikan bahwa tidak haidnya seorang anak gadis akibat himen imperforata makan tindakan yang dilakukan adalah “melubangi” selaput dara tersebut. Tentu saja, proses membuat lubang guna menyalurkan darah haid tersebut dikerjakan dengan pembiusan. Karena prosesnya tidak lama dan realtif sederhana pembiusan cukup dengan lokal saja. Segera setelah selaput dara tersebut berlubang, maka mengalirlah tumpukan darah yang sudah terkumpul berbulan-bulan tersebut. Warna darah sudah merah tua kehitaman dan kental karena sudah bercampur dengan timbunan lendir juga. Lubang robekan juga harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penutupan kembali secara spontan.

Diharapkan setelah operasi kecil himenotomi (melubangi selaput dara) tersebut, maka Seruni dan gadis-gadis lain yang juga menderita Himen Imperforata akan mengalami haid yang normal sebagaimana teman-temannya. (nin)

Denyut Jantung Janin, Bagaimana Memantaunya? (episode 2)

Bagaimana Cara Mendengarkan DJJ?

Ada berbagai cara untuk mendengarkan denyut jantung janin. Cara yang paling sederhana adalah menempelkan telinga ke perut ibu. Sering kita lihat foto-foto romantis seorang calon bapak dalam pose menempelkan telinga di perut hamil istrinya. Betulkah ia bisa mendengar denyut jantung tersebut? Atau hanya sekedar bergaya selfie untuk diunggah ke media sosial? Hanya yang bersangkutan yang bisa menjawabnya. Kalau di foto itu perut hamil sudah tampak besar, maka kemungkinan besar denyut jantung tersebut memang bisa didengar. Tempelkan telinga langsung ke dinding perut dan berkonsentrasilah. Maka akan terdengar suara detakan halus dan teratur. Untuk bisa didengarkan secara langsung suara jantungnya, si janin sudah harus berada di usia trimester 3 (di atas 7 bulan).

Dulu para bidan (dan juga dokter) menggunakan alat bantu berupa semacam stetoskop dari kayu yang disebut dengan funanduskop. Bentuknya seperti corong atau terompet pendek. Penggunannya, bagian mulut terompet ditempelkan di dinding perut ibu hamil dan telinga kita menempel di pangkal terompet. Cukup melelahkan terutama apa bila dinding perut si ibu hamil cukup tebal, alias bumil tersebut sangat gemuk. Dengan menggunakan funanduskop ini, denyut jantung janin sudah bisa dideteksi semenjak kehamilan 20 pekan. Tentu saja sebelum terjun memeriksa bumil bersenjatakan terompet kayu tersebut, terlebih dahulu ada sesi latihannya. Tujuannya adalah mengenali bunyi jantung di antara suara-suara lain didalam rongga perut. Lho, memang ada acara apa di perut bumil kok sampai ramai ? Ha..ha…bukan acara pesta, namun beberapa organ lain di dalam perut bisa mengeluarkan bunyi juga. Di antaranya adalah bunyi usus, dan bunyi pembuluh darah ibu. Untuk itu si pemeriksa harus tahu perbedaannya.

Cara belajar mengenali denyut jantung janin ala mahasiswa kedokteran jaman dulu cukup unik. Yaitu, sebuah jam tangan yang berdetik ditaruh di bawah bantal dan kita harus bisa mendengarkannya dari atas bantal. Silakan dicoba! Sulit? Pantaslah saat tes kesehatan, calon mahasiswa kedokteran harus dipastikan punya pendengaran yang prima.

Kalau sekarang, sudah ada alat pemantau DJJ yang jauh lebih praktis, yaitu Doppler. Bentuknya macam-macam, ada yang portable ukuran saku, sampai yang seukuran textbook tebal. Bertenaga batere yang bisa diisi ulang. Dengan alat doppler ini, janin berusia 12 pekan sudah bisa dideteksi denyut jantungnya. Untuk usia yang lebih dini, pemantauan DJJ bisa menggunakan doppler yang tertanam dalam alat USG. Jantung sebagai organ vital yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh sudah mulai bekerja semenjak janin berusia 6 minggu – saat panjangnya baru 1 sentimeter! MahaBesar ALLAH!

Bagaimana memantau DJJ secara kontinyu?

Terkadang DJJ perlu dipantau secara kontinyu tanpa terputus. Apabila pemantauan kontinyu tersebut direkam bersamaan dengan perekaman kontraksi rahim dan gerak janin maka akan tampak sebuah pola.   Pola tersebut secara keseluruhan menggambarkan kesejahteraan janin di dalam rahim. Alat yang digunakan untuk merekam DJJ tersebut adalah Kardiotokografi. Cara pemakaiannya adalah dengan menempelkan 2 sabuk ke perut ibu hamil. Pada sabuk pertama terdapat alat penyadap (transduser) untuk merekam DJJ. Sabuk ini ditempelkan di lokasi paling keras terdengarnya DJJ (punktum maksimum). Sedangkan di sabuk kedua terdapat alat penyadap untuk mendeteksi kontraksi rahim. Sabuk kedua ini ditempelkan di bagian rahim yang mengalami kontraksi paling kencang, yaitu di puncak rahim. Kedua sabuk dihubungkan ke alat KTG. Untuk mendeteksi pergerakan janin, ada sebuah tombol yang dikendalikan oleh ibu. Bila janin bergerak maka ibu harus memencet tombol itu.   Durasi perekaman rata-rata selama 10 menit, namun apabila ada hal-hal yang mencurigakan tidak ada salahnya untuk memperpanjang perekaman.

Dengan mengamati grafik hasil perekaman DJJ akan bisa disimpulkan apakah janin masih sejahtera atau tidak. Apabila ternyata kondisi janin gawat, maka harus segera diambil tindakan untuk melahirkannya.