Arsip

USG dan JENIS KELAMIN JANIN

Ingin tahu hal apa yang paling sering ditanyakan oleh pasutri saat datang ke dokter kandungan dan diperiksa USG? Tak lain dan tak bukan adalah jenis kelamin.  Ini buktinya……

Saat kehamilah baru saja terdiagnosa …..

“Alhamdulillah, ibu benar hamil usia 5 minggu.  Sudah tampak kantung kehamilan di dalam rahim, namun belum nampak janin di dalamnya”.

“Dokter, kami ingin anak laki-laki. Bagaimana caranya? Harus makan apa? 

2 bulan kemudian, di usia kehamilan 13 minggu…..

“Alhamdulillah, janin sehat dan aktif. Gerakan banyak meski belum dirasakan oleh ibu.  Denyut jantungnya 150 kali per menit”.

“Dokter, apakah sudah ketahuan jenis kelaminnya? Teman-teman sudah banyak yang menanyakan”.

Dan saat kehamilan mencapai 20 minggu…..

“Alhamdulillah, janinnya sehat.  Tumbuh kembangnya sesuai dengan usia kandungannya. Bla…bla…”.

(Tidak terlalu menyimak keterangan dokter) “Jenis kelaminnya apa, dok?

“In syaa Allah diperkirakan laki/perempuan, ibu”.

“Lho, kok belum pasti begitu, dok?”

Awal trimester 3 , 28 minggu….

“Dok, jenis kelamin bayi saya apa ya?”

“Lho bukannya sudah pernah saya infokan”.

“Bukannya bisa berubah  dok?”

Hampir lahir, 36 minggu

“Alhamdulillah….janin sehat, beratnya sudah 2600 gram. Ketuban masih cukup jumlahnya”.

“Dok, kelaminnya masih laki/perempuan? Belum ada kepastian?”

Hadeuuuuuhhhh…. cape juga ya 9 bulan Cuma mengurusi jenis kelamin?

Padahal jenis kelamin cuma dua. Kalau tidak laki-laki…ya perempuan. Memang mau dikasih Allah di luar yang dua itu?

 

Kapan jenis kelamin ditentukan?

Ayo buka lagi pelajaran biologi.  Kehamilan terjadi apabila terjadi pembuahan, yaitu pertemuan antara sel telur dan sel sperma di dalam saluran telur (tuba Fallopii).  Sel sperma membawa kromosom X dan Y, sedangkan sel telur membawa kromosom X saja.  Apabila yang membuahi sel telur adalah sperma dengan kromosom Y maka jadilah janin laki-laki.  Sedangkan apabila yang membuahi sel telur adalah sel sperma dengan kromosom X maka yang terjadi adalah janin dengan jenis kelamin perempuan.  Kesimpulannya, jenis kelamin sudah ditentukan sejak periode pembuahan.  Pada saat itu bahkan seorang wanita belum menyadari kehamilannya.

Lalu apa yang dilihat dari USG?

Alat ultrasonografi (USG) yang bekerja berdasarkan gelombang suara, dapat menggambarkan janin dalam bentuk fisik.  Maka jenis kelamin baru bisa dilihat dengan USG apabila bentuk alat kelamin sudah jelas.  Jelas bukan perbedaan antara JENIS kelamin dan ALAT/ORGAN kelamin? Pada umumnya, bentuk alat kelamin dapat dengan jelas diidentifikasi setelah usia kehamilan 20 minggu.  Pada beberapa kasus memang bisa dilihat bentuk alat kelamin pada usia kehamilan yang lebih muda, namun kebanyakan gambarannya belum jelas.

Janin laki-laki diindetifikasi dengan tampaknya gambaran skrotum (kantung zakar).  Terkadang tampak lengkap kantung zakar dan penisnya. Bahkan pada janin yang lebih besar bisa tampak buah zakar yang berada dalam kantung zakar.  Janin perempuan diidentifikasi dari gambaran 2 buah bibir kemaluan.  Secara anatomi, identifikasi kelamin laki-laki lebih mudah daripada kelamin perempuan.  Oleh karenanya, tingkat kesalahan identifikasi janin perempuan lebih besar daripada janin laki2.

 

janin-perempuan-dari

tampak bibir kemaluan sebagai interpretasi janin perempuan di usia 28 pekan

 

janin-laki-dari-wikipedia

gambaran skrotum dan penis menunjukkan janin laki2

Betulkah jenis kelamin bisa berubah?

Nah, seperti yang sudah dipaparkan di atas, berhubung identifikasi jenis kelamin janin lewat  USG adalah berdaasarkan bentuk alat kelamin, maka kesalahan persepsi/interpretasi sangat mungkin terjadi.  Kesalahan tersebut dipengaruhi juga oleh usia kehamilan, posisi janin, jumlah air ketuban, ketebalan dinding perut ibu, disamping  jam terbang operator dan juga kualitas mesin USG . Jadi kalau suatu saat dikatakan jenis kelamin tertentu dan beberapa waktu kemudian ternyata berbeda maka hal tersebut wajar saja.  Dikatakan bahwa kesalahan yang dapat ditoleransi adalah 5%.  Jadi sekali lagi, bukan jenis kelamin berubah, melainkan persepsi pemeriksalah yang berubah.

Lalu kapan jenis kelamin tersebut dapat dipastikan?

Kalau kepada saya diajukan pertanyaan tersebut maka dengan mudah saya jawab, “Pastinya kalau sudah lahir”. 

“Ya, iyalah, dok”.

Maksudnya begini, melihat sesuatu yang ada di dalam rahim dengan perantaraan alat, maka sebagai manusia kita tidak berani mendahului kepastian dari Allah SWT.  Meskipun ada juga kelainan bawaan yang dikaitkan dengan jenis kelamin janin.  Artinya, pendeteksian jenis kelamin janin itu dikaitkan dengan hal-hal medis yang terkait kesehatan bayi saat lahirnya nanti.  Bukan sekadar untuk referensi mencari nama atau warna baju bayi.  Apalagi kalau hanya untuk menjawab keingintahuan kakek nenek dan handai taulan.

Contoh, kalau janin terdeteksi laki-laki maka bisa dilihat apakah buah zakar (testis) sudah berada di dalam kantung zakar (skrotum) saat usia cukup bulan? Contoh lain,  Kelainan bawaan tertentu ternyata lebih banyak didapatkan pada janin laki-laki.

Bagaimana Bila Jenis Kelamin Ternyata Tidak Sesuai dengan Prediksi atau Harapan Ortu

“Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaanmu) ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu…(surat An Najm ayat 32)

Tidak ada pilihan lain kecuali menerima dengan ikhlas dan tawakkal. Allah lah yang paling mengetahui yang terbaik.   Jangan sampai terjadi salah pengasuhan pada bayi/anak dikarenakan ia berjenis kelamin tidak sesuai dengan harapan. Misalnya, karena orang tua mendambakan anak perempuan setelah 3 anak sebelumnya laki-laki semua, maka anak laki2 keempat sering dipakaikan rok bahkan jilbab kecil.  Demikian pula sebaliknya. Ingat, banyak sekali kasus-kasus LGBT yang berawal dari salah asuh di masa kecil.

Dalam menghadapi jenis kelamin yang tidak sesuai harapan ini hendaknya juga tidak ada saling menyalahkan di antara kedua orang tua.  Yang sering terjadi adalah suami menyalahkan istri karena tidak bisa memberikan anak dengan jenis kelamin tertentu.  Sedangkan kalau kita simak lagi penjelasan di awal tulisan, kromosom pembawa jenis kelamin ada di sperma.  Maka bisa disimpulkan bahwa yang menentukan jenis kelamin adalah pihak suami. Meskipun demikian ada penelitian yang menunjukkan bahwa suasana vagina memberikan andil untuk sperma berkromosom X atau Y yang bakal eksis dan dapat membuahi. (nin)

 

sumber gambar : wikipedia

 

 

Iklan

Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan, Jangan Disepelekan

Tampaknya sederhana, hanya “anyang-anyangan” tapi ternyata bisa berdampak serius. Ya, “anyang-anyangan” ini adalah istilah dalam bahasa Jawa untuk menggembarkan rasa tidak nyaman tatkala berkemih. Rasa tidak nyaman tersebut bisa berupa nyeri saat mengeluarkan air seni maupun rasa tidak tuntas saat selesai buang air kecil. Serangan berat bisa membuat terhambatnya proses Buang air Kecil (BAK) dan menjadikan yang mengalaminya sampai mengaduh aduh.

Infeksi saluran kemih bisa menyerang baik wanita maupun pria, dewasa atau anak-anak. Namun kenyataannya kaum wanitalah yang lebih sering mengalaminya. Dan dari kalangan wanita tersebut, ibu hamil menduduki peringkat teratas sebagai penderita Infeksi Saluran kemih (ISK). Apa sebab demikian? Hal ini tidak terlepas dari anatomi saluran kemih dimana saluran kemih (urethra) pada wanita lebih pendek daripada urethra laki-laki. Sehingga peluang terpapar bakteri atau jamur lebih besar pada wanita.

Saat seorang wanita hamil terjadilah beberapa perubahan terkait saluran kemih yang meningkatkan risiko terjadinya ISK. Di antara perubahan tersebut adalah :

  • Melebarnya pelvis ginjal dan ureter menyebabkan kondisi statis sehingga mudah timbul kolonisasi bakteri
  • Melemahnya otot detrusor pada kandung kemih akibat peningkatan hormon progesteron. Akibatnya, meskipun daya tampung air seni meningkat namun daya pengosongan menurun sehingga terdapat sisa air seni yang memudahkan kolonisasi bakteri.
  • Higiene pribadi rendah, bisa karena kesadaran individu maupun kondisi kehamilan yang meningkatkan kelembaban

–          Aktivitas seksual, menyebabkan mikrotrauma pada urethra sehingga terjadi invasi bakteri. Perineum sebagai area transisi dari anus menyebabkan invasi bakteri dari saluran pencernaan menuju ke saluran kemih

PENYEBAB DAN GEJALA

ISK tersering disebabkan oleh bakteri, baik dari golongan gram positif maupn gram negatif. Dari golongan gram positif, 90% nya adalah Eschericia colli. Bakteri ini aslinya berkoloni di usus. Dengan perantaraan perineum ditambah dengan kebiasaan cebok yang salah sesudah BAB, maka makin leluasalah bakteri ini menginvasi saluran kemih. Jenis bakteri lain yang ditemukan adalah Staphylococcus saprophyticus, Mycobacterium tuberculosis, Klebsiella pneumoniaae, dan Proteus mirabillis . Dua yang terakhir merupakan golongan gram negatif. Selain itu bisa ditemukan koloni jamur yang berasal dari Candida albicans. Ada bakteri yang dikenal menyebabkan Ketuban Pecah Dini dan infeksi pada bayi baru lahir yakni Streptococcus B

 

 

Sudah disebutkan di atas, bahwa gejala ISK yang umum dikenal dengan “anyang-anyangan” bisa sangat bervariasi. Dari yang tanpa gejala khas, hanya seperti nyeri panggul bawah, sampai ke air seni mengandung darah, nyeri saat berkemih, berkemih sedikit-sedikit dan tidak tuntas, sampai ke demam dibarengi dengan mual dan muntah. Hati-hatilah, karena semakin parah gejala menunjukkan bahwa infeksi sudah semakin menjalar naik menuju ke saluran ginjal.

PENATALAKSANAAN

Agar tidak semakin parah, maka mereka yang mengalami gejala tidak nyaman saat BAK dianjurkan untuk segera berobat. Demikian juga para ibu hamil yang mengalami keputihan agar melaporkan kepada dokter/bidan. Ini mengingat bahwa kuman-kuman dari keputihan sangat bisa menginvasi ke saluran kemih karena posisinya yang berdekatan. Tujuan berobat sedini mungkin agar dapat mencegah infeksi asenden, yaitu infeksi yang menjalar ke arah saluran ginjal. Bila terjadi demikian tentu pengobatan menjadi semakin mahal dan penyakit akan berkomplikasi. Perlu diketahui bahwa seeseorang yang mempunyai riwayat ISK akan berisiko terjadi infeksi ulangan. Karena itu harus ada kewaspadaan ekstra.

Sebelum memberikan obat, terlebih dahulu dokter akan meminta pemeriksaan urinalisa di laboratorium. Tujuannya adalah mengetahui derajat dan kemungkinan penyebab infeksi. Dengan demikian pengobatan akan lebih terarah. Bila ditemukan ISK yang sangat membandel, tidak kunjung sembuh atau sangat sering berulang, maka bisa dilakukan pemeriksaan kultur air seni dan test sensitivitas antibiotika. Pada pemeriksaan ini, kuman di dalam air seni akan dibiakkan dan sekaligus diuji kepekaannya dengan berbagai antibiotika.        

PENCEGAHAN

Agar terhindar dari ISK atau yang sudah pernah ISK tidak mengalami lagi penyakit yang sangat tidak nyaman tersebut, maka perhatian khusus harus diberikan kepada genitalia dan sekitarnya. Untuk para wanita dan ibu hamil khususnya, harus selalu diingat untuk cebok dari arah depan (vagina) ke belakang (anus). Jaga jangan sampai timbul kondisi lembab berkepanjangan dengan sering mengganti pakaian dalam. Pakailah bahan pakaian yang menyerap keringat dan tidak ketat. Jangan asal mengikuti arus mode, yang selain tidak sesuai dengan ketentuan berpakaian secara Islam, juga ternyata tidak sehat sama sekali. Contohnya adalah pakaian ketat (jins ketat, legging ) yang membungkus area genitalia terlalu rapat. (nin)

 

Bahan : PNPK ISK pada Kehamilan, HUGI

SELAPUT DARA BUNTU? HARUS DILUBANGI

 

Bu Aminah masygul melihat kelakuan anak gadisnya, Seruni, yang baru duduk di kelas 2 SMP. Pasalnya, anak ketiganya ini setiap bulan mengalami nyeri perut yang tidak jelas sebab musababnya. Parahnya, setiap kali serangan nyeri perut datang menghampiri, gadis 14 tahun itu sampai mogok sekolah. Seharian bergelung di ranjang sambil merintih-rintih. Dicobanya mengompres dengan sebotol air hangat tak juga menyembuhkan. Pernah dicobanya meraba dinding perut si gadis, dan ia menemukan sebuah benjolan. Tumorkah itu? Kanker? Atau jangan-jangan …….na’udzubillah….hamil? Ah, tak mungkin. Ia menepis pikiran buruk tersebut. Ia tahu pasti si Seruni belum dapat haid di usianya yang ke 14. Bu Aminah tak khawatir masalah haid yang belum datang tersebut karena seingatnya dulu ia juga baru mendapatkan haid di usia akhir SMP.

Tak tahan dengan penderitaan anak perempuan semata wayangnya itu, maka ia memantapkan diri untuk membawa Seruni ke dokter. Berdua saja. Si ayah tak dapat meninggalkan pekerjaannya dan lagipula, kalau nanti ada keputusan yang mengagetkan dari dokter sehubungan dengan penyakit anaknya, maka biarlah dirinya yang tahu terlebih dahulu. Terus terang ia masih mengkhawatirkan benjolan yang ia raba di perut anaknya itu. Setelah menunggu giliran beberapa lamanya, maka dipanggilah nama Seruni oleh perawat. Ia pun menunggu lagi semburan hawa dingin dari AC sembari berdebar menunggu hasil pemeriksaan dokter……Dan, betapa kagetnya tatkala dokter mengatakan bahwa selaput dara anaknya, si gadis Seruni, ternyata buntu. Oh Allah…penyakit apa ini dan mengapa bisa yang demikian terjadi pada anakku?

***

Nah, karena itu hati-hati bila ada adik atau kemenakan yang berusia dimana ia seharusnya sudah haid namun dirinya belum mengalami haid, dan kemudian mengeluh nyeri perut secara periodik setiap bulannya. Karena bisa jadi ia mengalami kebuntuan selaput dara seperti kasus Seruni, yang dalam istilah medisnya disebut Himen Imperforata.

Himen = selaput dara, in = tidak , perforata = berlubang. Jadi, himen imperforata adalah selaput dara yang tidak berlubang alias buntu. Apa akibatnya? Karena posisi selaput dara tersebut membatasi vagina dari dunia luar, maka apabila terjadi kebuntuan otomatis darah haid yang keluar dari rahim dan seharusnya mengalir keluar melalui vagina menjadi tertimbun. Mula-mula cairan darah tersebut mengumpul di vagina. Lama kelamaan setelah vagina tidak muat, darah haid tersebut mengumpul di rahim. Demikian berlangsung terus setiap bulannya , sampai-sampai akhirnya rahim pun membesar seperti sedang hamil. Bukan berisi janin, namun berisi cairan darah. Bahkan, setelah rahim tidak muat maka kumpulan dara akan memasuki saluran telur (Tuba Fallopii). Pada umumnya si penderita tidak menyadari bahwa selaput daranya buntu. Ia baru tersadar untuk ke dokter setelah meraba adanya benjolan di perutnya. Hal inipun terkadang bisa menimbulkan salah paham dan salah sangka dengan kehamilan .

Himen imperforata sebenarnya adalah kelainan bawaan. Normalnya, selaput dara – meski dikatakan utuh – sebenarnya sudah berlubang sebagai saluran keluar darah haid. Kejadiannya 1 dari 1000 sampai 10.000 anak perempuan . Saat sudah dipastikan bahwa tidak haidnya seorang anak gadis akibat himen imperforata makan tindakan yang dilakukan adalah “melubangi” selaput dara tersebut. Tentu saja, proses membuat lubang guna menyalurkan darah haid tersebut dikerjakan dengan pembiusan. Karena prosesnya tidak lama dan realtif sederhana pembiusan cukup dengan lokal saja. Segera setelah selaput dara tersebut berlubang, maka mengalirlah tumpukan darah yang sudah terkumpul berbulan-bulan tersebut. Warna darah sudah merah tua kehitaman dan kental karena sudah bercampur dengan timbunan lendir juga. Lubang robekan juga harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penutupan kembali secara spontan.

Diharapkan setelah operasi kecil himenotomi (melubangi selaput dara) tersebut, maka Seruni dan gadis-gadis lain yang juga menderita Himen Imperforata akan mengalami haid yang normal sebagaimana teman-temannya. (nin)

Denyut Jantung Janin, Bagaimana Memantaunya? (episode 2)

Bagaimana Cara Mendengarkan DJJ?

Ada berbagai cara untuk mendengarkan denyut jantung janin. Cara yang paling sederhana adalah menempelkan telinga ke perut ibu. Sering kita lihat foto-foto romantis seorang calon bapak dalam pose menempelkan telinga di perut hamil istrinya. Betulkah ia bisa mendengar denyut jantung tersebut? Atau hanya sekedar bergaya selfie untuk diunggah ke media sosial? Hanya yang bersangkutan yang bisa menjawabnya. Kalau di foto itu perut hamil sudah tampak besar, maka kemungkinan besar denyut jantung tersebut memang bisa didengar. Tempelkan telinga langsung ke dinding perut dan berkonsentrasilah. Maka akan terdengar suara detakan halus dan teratur. Untuk bisa didengarkan secara langsung suara jantungnya, si janin sudah harus berada di usia trimester 3 (di atas 7 bulan).

Dulu para bidan (dan juga dokter) menggunakan alat bantu berupa semacam stetoskop dari kayu yang disebut dengan funanduskop. Bentuknya seperti corong atau terompet pendek. Penggunannya, bagian mulut terompet ditempelkan di dinding perut ibu hamil dan telinga kita menempel di pangkal terompet. Cukup melelahkan terutama apa bila dinding perut si ibu hamil cukup tebal, alias bumil tersebut sangat gemuk. Dengan menggunakan funanduskop ini, denyut jantung janin sudah bisa dideteksi semenjak kehamilan 20 pekan. Tentu saja sebelum terjun memeriksa bumil bersenjatakan terompet kayu tersebut, terlebih dahulu ada sesi latihannya. Tujuannya adalah mengenali bunyi jantung di antara suara-suara lain didalam rongga perut. Lho, memang ada acara apa di perut bumil kok sampai ramai ? Ha..ha…bukan acara pesta, namun beberapa organ lain di dalam perut bisa mengeluarkan bunyi juga. Di antaranya adalah bunyi usus, dan bunyi pembuluh darah ibu. Untuk itu si pemeriksa harus tahu perbedaannya.

Cara belajar mengenali denyut jantung janin ala mahasiswa kedokteran jaman dulu cukup unik. Yaitu, sebuah jam tangan yang berdetik ditaruh di bawah bantal dan kita harus bisa mendengarkannya dari atas bantal. Silakan dicoba! Sulit? Pantaslah saat tes kesehatan, calon mahasiswa kedokteran harus dipastikan punya pendengaran yang prima.

Kalau sekarang, sudah ada alat pemantau DJJ yang jauh lebih praktis, yaitu Doppler. Bentuknya macam-macam, ada yang portable ukuran saku, sampai yang seukuran textbook tebal. Bertenaga batere yang bisa diisi ulang. Dengan alat doppler ini, janin berusia 12 pekan sudah bisa dideteksi denyut jantungnya. Untuk usia yang lebih dini, pemantauan DJJ bisa menggunakan doppler yang tertanam dalam alat USG. Jantung sebagai organ vital yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh sudah mulai bekerja semenjak janin berusia 6 minggu – saat panjangnya baru 1 sentimeter! MahaBesar ALLAH!

Bagaimana memantau DJJ secara kontinyu?

Terkadang DJJ perlu dipantau secara kontinyu tanpa terputus. Apabila pemantauan kontinyu tersebut direkam bersamaan dengan perekaman kontraksi rahim dan gerak janin maka akan tampak sebuah pola.   Pola tersebut secara keseluruhan menggambarkan kesejahteraan janin di dalam rahim. Alat yang digunakan untuk merekam DJJ tersebut adalah Kardiotokografi. Cara pemakaiannya adalah dengan menempelkan 2 sabuk ke perut ibu hamil. Pada sabuk pertama terdapat alat penyadap (transduser) untuk merekam DJJ. Sabuk ini ditempelkan di lokasi paling keras terdengarnya DJJ (punktum maksimum). Sedangkan di sabuk kedua terdapat alat penyadap untuk mendeteksi kontraksi rahim. Sabuk kedua ini ditempelkan di bagian rahim yang mengalami kontraksi paling kencang, yaitu di puncak rahim. Kedua sabuk dihubungkan ke alat KTG. Untuk mendeteksi pergerakan janin, ada sebuah tombol yang dikendalikan oleh ibu. Bila janin bergerak maka ibu harus memencet tombol itu.   Durasi perekaman rata-rata selama 10 menit, namun apabila ada hal-hal yang mencurigakan tidak ada salahnya untuk memperpanjang perekaman.

Dengan mengamati grafik hasil perekaman DJJ akan bisa disimpulkan apakah janin masih sejahtera atau tidak. Apabila ternyata kondisi janin gawat, maka harus segera diambil tindakan untuk melahirkannya.

 

Nyeri Haid, Kapan Harus ke Dokter? (episode dua)

Berkebalikan dengan yang primer, pada dismenore sekunder, nyeri haid yang timbul diakibatkan oleh adanya kelainan pada organ reproduksi. Sifat nyerinya juga berbeda, yaitu :

  1. Baru timbul di usia dewasa, dimana sebelumnya tidak pernah mengalami nyeri haid .
  2. Nyeri mulai timbul di hari pertama haid, namun semakin lama semakin meningkat sejalan dengan makin banyaknya darah haid yang keluar. Bahkan bisa saja nyeri haid bertahan sampai dengan haid berakhir!
  3. Derajat nyeri juga lebih berat sehingga hampir selalu dibutuhkan obat penghilang nyeri
  4. Terkadang disertai dengan nyeri di tempat lain, misalnya nyeri saat BAB atau BAK

Kelainan organ yang dihubungkan dengan nyeri haid antara lain adalah :

  1. Endometriosis
  2. Mioma uterus (tumor jinak rahim)
  3. Penyakit Radang Panggul
  4. Tumor Indung Telur, terutama kista endometriosis
  5. Kelainan letak rahim
  6. Kelainan bawaan saluran genitalia
  7. Penyempitan atau striktura leher rahim
  8. Penggunaan AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
  9. Faktor psikis

Bila yang dirasakan selama ini menjurus ke nyeri haid sekunder, apalagi bila disertai dengan nyeri saat berhubungan intim, maka segeralah berkonsultasi ke dokter kandungan.

endometriosisdiag dari www.med.yale.eduFoto : endometriosis, salah satu penyebab tersering nyeri haid sekunder

Olahraga Bisa Ringankan Nyeri Haid

Yang menarik adalah bahwa nyeri haid ternyata berkaitan juga dengan kondisi psikologis seseorang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang kepribadiannya belum matang, yang merasa tidak nyaman saat dirinya sedang haid, yang mengalami konflik berkaitan dengan kewanitaannya, kebanyakan mengalami nyeri haid yang lebih berat. Demikian juga, wanita yang kurang berolahraga, atau yang mengalami kurang gizi ternyata lebih sering menderita akibat nyeri haid.

Kapan Harus ke Dokter?

Nyeri haid tak selalu harus diobati, namun apabila dirasakan perlu, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Pengobatan medis dianjurkan apabila ada kecurigaan nyeri haid sekunder. Untuk nyeri haid primer namun membuat tidak nyaman dalam beraktivitas bisa mengonsumsi obat penghilang nyeri yang beredar bebas, misalnya golongan parasetamol. Namun hendaknya mengonsumsi obat tersebut sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan tidak menggunakannya secara sembarangan dan berlebihan. Akan lebih baik lagi bila dilakukan perubahan pola hidup dan pola makan yang bertujuan mengurangi derajat nyeri haid. Karena itu , daripada tergantung dengan obat2an mulailah melakukan hal-hal di bawah ini :

  1. Berolahraga secara teratur
  2. Makan makanan yang sehat dan diperbanyak sayur dan buah-buahan
  3. Mengurangi konsumsi garam, gula, dan lemak
  4. Kompres hangat di bagian perut yang terasa nyeri

[nin]

Nyeri Haid, Kapan Harus ke Dokter? (episode satu)

Haid yang sering diibaratkan sebagai tamu bulanan, terkadang kehadirannya membawa penderitaan. Meskipun bagi sebagian besar wanita tidak merasa terganggu karenanya, namun untuk sebahagian yang lain datangnya haid bagaikan horor. Horor tersebut berwujud nyeri haid (dismenore). Dalam menghadapi nyeri haid dengan berbagai bentuknya tak sedikit yang siap tempur bersenjatakan macam-macam jenis ramuan dan obat-obatan. Yang tumbang, terpaksa harus meringkuk di tempat tidur dan aktivitas harian pun terpaksa diurungkan.

Prosentase wanita yang mengalami nyeri haid sebetulnya cukup besar, namun jarang di antara mereka yang datang berobat ke dokter dikarenakan nyerinya. Di Amerika, 30-50% wanita mengalami nyeri haid, bahkan 10-30% di antaranya harus meninggalkan pekerjaan atau sekolahnya. Di Swedia, sebanyak 72,42% wanita usia19 tahun mengalami nyeri haid. Bagaimana dengan di Indonesia? Sebuah penelitian yang melibatkan 733 orang siswi SMP di Jakarta, ternyata 74,1% mengalami nyeri haid derajat ringan sampai berat.   Para siswi tersebut juga mengeluh pusing, sakit kepala, dan mual sebagai gejala yang menyertai nyeri haid. Sebuah penelitian lain di Amerika mengungkapkan bahwa nyeri haid dialami oleh 20% – 90% wanita di usia reproduksi

Mengapa Bisa Timbul Nyeri Haid?

Nyeri haid digambarkan dengan nyeri yang ringan sampai berat di area perut bagian bawah. Nyeri tersebut bersifat spasmodik yaitu nyeri mirip kram dan berdenyut-denyut.   Dari perut bagian bawah, nyeri bisa menjalar sampai ke paha bagian dalam atau ke area bokong. Derajat nyeri bisa berbeda antar satu wanita dengan wanita lain. Bila nyeri haid yang digambarkan di atas tersebut dibarengi dengan mual, muntah, diare, bahkan ada yang sampai pingsan, maka nyeri tersebut digolongkan sebagai nyeri haid berat.

dismenore.www.fetus.org

Dalam dunia medis, nyeri haid disebut dismenore, berasal dari kata “dis” (sulit, nyeri, abnormal) , “meno” (haid) dan “rhea” (aliran). Ada dua jenis dismenore, yakni primer dan sekunder. Disebut dismenore primer apabila tidak diketemukan kelainan organik.   Sifat nyerinya, timbul sejak hari pertama haid dan menghilang atau berkurang banyak di hari kedua. Penyebabnya adalah kontraksi rahim ditambah dengan pengaruh beberapa hormon. Meskipun mekanisme bagaimana terjadinya dismenore primer ini belum jelas benar, namun diduga nyeri timbul akibat keluarnya hormon prostaglandin yang berlebihan. Prostaglandin ini menyebabkan kontraksi rahim sehingga timbul nyeri. Kadar Prostaglandin yang tinggi diakibatkan oleh rendahnya hormon Progesteron yang dihasilkan dari korpus luteum.

(kalau dismenore sekunder yang bagaimana? ……)

Apa Salah Kondom?

alat-kontrasepsi-kondom
Benda ini tiba-tiba saja jadi ngetop. Disebut-sebut di media sosial, menjadi bahan pembicaraan para mahasiswa dan menjadi tema diskusi di berbagai organisasi. Ini semua berawal dari adanya “Pekan Kondom Nasional”(PKN) yang digelar oleh Komite Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bekerjasama dengan DKT (sebuah perusahaan kondom), dan didukung oleh Kemenkes RI. PKN diselenggarakan dalam rangka hari AIDS sedunia yang diperingati setiap 1 Desember. Kegiatan ini kontan menuai kontroversi di masyarakat baik di ibukota maupun di seluruh kota di Indonesia. Meskipun menurut KPAN, kegiatan pekan bagi-bagi kondom ini sudah berlangsung sejak 2002, namun ternyata penolakan dari masyarakat tahun ini begitu masif dan merata. Hasil akhirnya, baru sehari dijalankan, kegiatan PKN dinyatakan dihentikan.
Sebenarnya keberadaan kondom di muka bumi ini sudah sangat lama. Menurut sejarah di wikipedia, kondom sudah dikenal sejak abad ke 17. Jaman dulu, kondom terbuat dari usus hewan, selaput ikan, atau bahan linen yang licin. Tujuan awalnya memang untuk mencegah penularan penyakit, namun pada jaman itu sarung kondom diggunakan berulang kali tanpa pernah dicuci! Maka, alih-alih menjadi pencegah penyakit, kondom malah jadi sumber penularan penyakit.
Kondom karet mulai diciptakan pada 1870. Kala itu, kondom masih dapat digunakan berulang kali sampai robek. Namun, disarankan untuk dicuci sesudah digunakan. Produksi secara massal baru dilakukan pada 1894 oleh perusahaan Goodyear dan Hancock. Pada 1880 kondom dibuat dari bahan lateks, namun pemakaian secara luas baru pada 1930an. Pada saat itu kondom sudah lebih tipis dan hanya untuk sekali pakai saja.
Mengapa dinamakan kondom? Ada beberapa versi. Versi pertama, kata kondom berasal dari nama kota “Condom” di provinsi Gascony, barat daya Prancis. Konon, para pria di kota Condom ini sangat tergila-gila pada seks. Versi kedua, kondom berasal dari nama seorang dokter bangsawan di Inggris. Dokter Condom inilah yang memperkenalkan sebuah corong untuk melindungi kemaluan pangeran Charles II dari penularan penyakit kelamin. Versi ketiga, nampaknya yang paling logis : kata kondom berasal dari kata Latin condus yang berarti baki atau nampan penampung. Wallahu a’lam.
Sedangkan gelar “bapak Condom” disematkan kepada Gabriello Fallopia, seorang dokter asal Italia yang menengarai adanya sepasang saluran telur pada rahim wanita yang kemudian disebut dengan tuba Fallopii. Pada tahun 1500an, Gabriello ini menciptakan semacam sarung linen yang digunakan untuk menutupi alat kelamin pria guna mencegah kehamilan. Sarung ini kemudian diuji coba pada 1000 orang laki-laki dan dinyatakan sukses.

Dari sudut ilmu Obsgin, kondom lebih bermakna sebagai salah satu alat kontrasepsi. Saat ini kondom merupakan satu-satunya alat kontrasepsi pria. Sayangnya, partisipasi para bapak dalam menggunakan kondom ini tergolong rendah. Sepintas nampaknya kurang adil. Bayangkan, tugas mulia : hamil, melahirkan, menyusui, ada di pundak seorang ibu. Giliran menjaga supaya tidak hamil , masih tanggungjawab ibu juga. Namun apa boleh buat, karena pil KB pria belum juga lulus uji fertility recovery maka sampai saat ini para bapak belum punya banyak pilihan dalam berKB. KB pria, pilihannya hanya 2 yaitu kondom dan vasektomi. Vasektomi, sebagaimana halnya tubektomi, tidak dianjurkan dikarenakan sifatnya yang permanen, kecuali atas indikasi medis (kehamilan membahayakan ibu). Ada 1 cara lagi, yaitu sanggama terputus (coitus interruptus atau ‘azl), yang bisa dikerjakan bekerjasama atas ridho istri.
Kembali ke soal kondom, saya khawatir apabila PKN dilanjutkan, akan mendorong pencitraan kondom yang cenderung negatif. Pembagian kondom ke tempat-tempat umum dan kampus sangat disayangkan. Meskipun hal ini dibantah oleh pihak penyelenggara, namun banyak saksi yang mengaku melihat, mendengar, bahkan menerima sendiri paket kondom tersebut. Belum lagi ada bus besar yang bergambar artis yang terkenal dengan buka-buka aurat tampil berpose seronok. Beberapa saksi di media sosial juga mengaku bahwa para petugas pembagi kondom tersebut berkomentar, “Ntar kondomnya dicoba ya, mas, dengan pacarnya!” Menyuruh zina??!!
Akar penularan HIV/AIDS adalah pergaulan bebas dan narkoba. Seharusnya dua hal inilah yang diberantas. Namun para pengambil keputusan selalu berdalih bahwa memberantas keduanya sangat dan amat sulit.
Apa sebenarnya yang dimaui penyelenggara? Hal-hal seperti inilah sebenarnya yang ditolak oleh masyarakat. Masyarakat akan menjadi antipati dan malu berKB dengan kondom. Padahal kondom sebagai alat kontrasepsi merupakan golongan yang berefek samping minimal. Kalaupun ada efek samping, itu sangat jarang.Yang pernah dijumpai adalah alergi bahan lateks pada pihak istri. Sedangkan efek samping lainnya lebih bersifat subyektif. Meskipun angka kegagalan masih lebih tinggi dibandingkan dengan alat kontrasepsi efektif, namun tak sedikit pasangan yang sukses mengatur jarak kelahiran anak-anaknya dengan berKB kondom. Disebutkan bahwa angka kegagalan kondom sebagai alat kontrasepsi sekitar 2 – 15%.
Perlindungan terhadap PMS merupakan salah satu kelebihan kondom yang lainnya. Namun khusus untuk HIV, ternyata kondom tak sepenuhnya efektif. Masih ada pro dan kontra tentang bisa tidaknya pori kondom ditembus oleh virus HIV. Pihak yang kontra menyatakan bahwa pori kondom yang berukuran 1/60 mikron masih lebih besar dibandingkan ukuran virus yang 1/250 mikron. Pihak yang pro menyatakan bahwa meskipun pori kondom masih lebih besar ukurannya daripada virus HIV, namun virus tetap sulit menembus pori dikarenakan ada faktor ketebalan kondom. OK, kalau memang mau mengintensifkan penggunaan kondom, bikin saja posko di kompleks pelacuran. Apa artinya sosialisasi kondom yang cuma seminggu dengan pekerjaan PSK yang levelnya 24/7/365?

1. [http://www.facebook.com/notes/science-of-universe/sejarah-kondom-dan-perkembangannya/10151832474825150]
2. http://majalahkesehatan.com/8-metode-kontrasepsi-kelebihan-dan-kekurangan/
3. http://wikipedia.com
4. http://kepri.bkkbn.go.id/
5. http://newmasgun.blogspot.com/2013/12/dusta-kondom-dapat-cegah-aids-virus-hiv.html
6. http://sosbud.kompasiana.com/2013/12/04/info-sesat-pori-kondom-ditembus-virus-hiv-613663.html