Arsip

Mencari Makanan Halal di Ljubljana

Di Ljubljana dimana muslim hanya sekitar 5% maka urusan makanan halal harus disikapi dengan serius.  Atas pertimbangan ini pula, kami memilih menginap di hotel Grand Union  tak jauh dari kawasan kota tua di Center.  Hotel ini agak mahal, namun menyediakan daging halal pada hidangan sarapannya.  Daging tersebut didatangkan dari Turki. Daging halal ditempatkan terpisah, sayang petunjuknya terlalu kecil.  Kami baru menemukannya setelah mengitari seisi restoran dan itu pun atas petunjuk petugas.

Resto Balkan

Tempat makan halal yang pertama kali kami kunjungi setelah menginjakkan kaki di kota Ljubljana adalah resto bergaya Balkan, tepatnya Bosnia.  Resto ini kami dapatkan atas petunjuk Muri, si supir taksi bandara. Berlokasi di Cesta Andreja Bitenca no 70.  Lokasinya sangat sepi, jauh dari jalan raya.  Berada di tengah kawasan perumahan yang rimbun dan nyaman.  Restonya tidak terlalu besar namun cukup apik dan homy.  Pelayannya ramah, profesional dan menguasai bahasa Inggris.  Di salah satu sisi dinding tertutup dengan foto masjid di Bosnia.   Menu yang kami nikmati siang itu adalah Bosanski Lonac.  Makanan berkuah berisi daging dan sayuran semacam caserole ini nikmat dimakan hangat bersama roti.

Bosanski Lonac

Bosanski Lonac

 

Di sisi depan resto terdapat mushola.  Lengkap dengan toilet dan tempat wudhu pria/wanita.  Jadi, sambil makan siang bisa sekalian sholat di mushola tersebut. Dan tepat di depan pintu mushola terdapat sebuah ruangan yang ternyata adalah kantor dari sebuah yayasan foundation dari Qatar.  Kami berkenalan dengan Elvira dan Sanela, dua muslimah asal Bosnia yang bekerja di sana.

“Islam di sini ada dua golongan,”ujar Sanela.  Ada golongan formal, yaitu mereka yang menjalankan perintah agama dengan tertib, misalnya memakai hijab seperti kamu ini.  Dan satu lagi golongan non formal”.  Mungkin maksudnya Islam KTP seperti istilah di negeri kita.  “Apa pun Sanela, mereka itu saudara kita”, kata saya dalam hati.

Doner Kebab Halal

Tak jauh dari GR, kependekan dari Gospodasko Raztavisce sebutan lokal untuk gedung konferensi tempat acara diselenggarakan,  ada kios Doner kebab.   Penjualnya Imran, anak muda muslim asal Kroasia.   Ia menjamin daging kebabnya halal.  “Saya mendatangkan khusus dari Jerman”, ujarnya.   Kiosnya sangat ramai.  Karenanya, meski sudah dibantu seorang asisten Imran tampak selalu sibuk melayani pembeli.  Akhirnya kami jadi sering ke kios Imran.  Beli Doner Kebab cukup 1 buah saja dimakan berdua karena ukurannya cukup besar.  Kalau sedang santai kami pilih jadi pembeli terakhir sekedar bisa mengobrol.   Terkadang kami minta tolong ditelponkan taksi.

20160930_171938

Imran di Kios Doner Kebab

Imran sepertinya ia masuk golongan non formal sesuai istilah Sanela.  Itu karena saat hari Jum’at ia tak beranjak dari kiosnya, melayani antrian pembeli.

Resto Habibi

Masih di Dunajska Cesta no 105/107, berjarak lebih kurang 1 kilometer dari RG terdapat sebuah restoran Timur Tengah.  Resto Habibi namanya.  Pemiliknya, Ahmad, pemuda Mesir yang menikah dengan mualaf Ljubljana.  Usia restoran ini baru 6 bulan.  “Belum ada website.  Kami baru punya facebook”, saat kami utarakan sulitnya mencari resto halal. Hidangannya sebagaimana resto Timur Tengah pada umumnya dengan harga yang tidak terlalu mahal.  Meski rasa nasi Bryani tidak sama dengan aslinya namun karena baru ketemu nasi, kami pun bersantap dengan nikmat.  Di resto ini kartu kredit saya (dari bank besar plat merah) bisa berfungsi.

resto-habibie-bryani.jpg

 

Alhamdulillah, sambil menunggu pesanan siap,  kami bisa mendirikan sholat jamak qashar.  Untuk itu Ahmad menyediakan dua sajadah.  Sholat dikerjakan di ruangan yang berkarpet karena tidak terdapat mushola.

Hidangan Kongres

Bagaimana dengan hidangan makan siang di kongres? Mengingat kongres Sport Medicine ini berskala Internasional, banyak juga para pakar yang datang dari negeri Islam, seperti Malaysia, Brunei Darussalaam, Iran, dan tentu saja Turki dan Qatar sebagai negara pendukung utama.  Untuk itu panitia menyediakan  makan siang di dalam kotak dengan kode warna.  Disediakan 3 warna kotak, yaitu merah, biru, dan hijau.  Kotak merah berarti mengandung babi, kotak biru mengandung daging non babi, dan kotak hijau adalah hidangan vegetarian.   Isi  berupa roti burger isi daging (atau sayur khusus untuk vegetarian), muffins, minuman kotak, dan buah. [nin]

 

 

Kantung Plastik Halal. Seperti Apa?

Bahwa makanan atau minuman yang masuk ke mulut kita- kemudian dicerna dan selanjutnya sari pati atau zat gizinya diserap oleh tubuh lewat pembuluh-pembuluh darah – harus halal sesuai dengan ketentuan Allah SWT, pastinya kita semua sudah tahu. Bahwa apa saja jenis makanan yang halal atau yang haram, itu pun kita semua juga sudah tahu. Namun dengan berkembangnya teknologi pengolahan pangan, kondisi sekarang tidak lagi sesederhana jaman puluhan tahun yang lalu. Sekarang, bisa saja makanan yang “halal” namun dalam pembuatannya mendapatkan tambahan zat yang belum jelas kehalalannya, maka otomatis makanan jadi tersebut juga ikut-ikutan tidak jelas kehalalannya. Misalnya, es krim atau permen empuk. Halal, kan mestinya? Tapi kalau gelatin yang berfungsi sebagai pengemulsi dan penstabil itu berasal dari hewan haram, maka otomatis makanan seremeh permen empuk pun menjadi haram. Repot? Sebetulnya tidak juga karena kita bisa berpatokan pada adanya jaminan kehalalan yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. Di Indonesia lembaga penjamin kehalalan tersebut adalah MUI. Melalui LPPOM MUI, diterbitkanlah sertifikat halal MUI, yang ditandai dengan logo khusus.

Namun ternyata…persoalannya tak sekedar bahan makanan saja. Tapi juga bahan pembungkus makanan tersebut, dalam hal ini, bahan yang dipakai secara luas adalah :
Kantung Plastik. Kantung plastik punya potensi tidak halal melalui 2 jalur.
1. Salah satu bahan bakunya ada yang berpotensi tidak halal, yaitu asam stearat (bisa vegetable base atau animal base)
2. Mesin produksi plastik, bagian rodanya diolesi lemak untuk menghindari macet. Lemak ini bisa berasal dari hewan (sapi atau babi) atau tumbuhan (vegetable base)

Tisu , titik kritisnya ada di bahan pewarna, pelarut, dan pewanginya. Merk tisu yang sudah halal diantaranya : Paseo, dan Toply (kalau ada yang terlewat mohon ditambahkan)

Untuk plastik, menurut bp. Fajar Budiono dari PT Polytama Propindo (www.detikfood), hampir seluruh plastik produksi dalam negeri sudah dinyatakan halal. Kecuali plastik impor, tentunya. Karena dari 2,5 juta tom kebutuhan plastik dalam negeri, 30%nya masih impor.

kantung plastik halal

Bagaimana tips mengenali plastik halal?
1. Cari dan amati label halal pada pembungkusnya. Jadi bukan pada masing-masing lembar kantung tersebut, namun pada pembungkus plastik kalau kita beli dalam bentuk paket 50 lembaran (lihat gambar)
2. Setelah lembaran kantong plastik dikeluarkan, gulunglah kantung plastik tersebut dan kemudian hirup baunya. Bila tercium bau minyak goreng maka palstik tersebut menggunakan bahan vegetable base, sedangkan bila tercium bau gurih, maka yang digunakan adalah bahan dari animal base. *catatan: berlatihlah terlebih dahulu untuk bisa menerapkan tips ini  * [nin]

Tidak Ada Sertifikat Halal? Belum Tentu Halal Makan di Resto Ini…

logo Halal MUI

Berikut ini adalah pernyataan dari seorang anggota Komisi Fatwa MUI, ust. Irfan Helmi.

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan terkait produk pangan yang beredar di masyarakat, saya sampaikan hal-hal sebagai berikut :

1.Bahwa produk JCo Donuts and Cofee, roti Bread Talk, Roti Boy, Papa Ronz Pizza, Izzi Pizza, es krim Baskin ‘n Robbins. Dapur Coklat, Starbuck Coffee, Richeese Keju, Coffee Bean, juga  Hanamasa, Rice Bowl, Dead Bean, , semuanya BELUM BERSERTIFIKAT HALAL, sehingga MUI tidak menjamin kehalalannya. Namun tidak otomatis semua produk tersebut pasti haram.

2. Bahwa tidak benar jika dikatakan “MUI mengeluarkan pengumuman bahwa restoran berikut haram” dan bahwa “ini semua mengandung gelatin dari daging dan lemak babi”, karena untuk memastikannya harus melalui proses audit.

3. MUI tidak pernah mengeluarkan “Sertifikat Haram”, karena istilah tersebut tidak dikenal di lingkungan MUI.

4. Hendaknya hati-hati dalam menyebarkan info yang dapat meresahkan masyarakat. Lakukanlah klarifikasi (tabayyun) terlebih dahulu. Ingat surat Al Hujuraat ayat 6

5. Untuk mengetahui produk apa saja yang sudah halal, bisa dilihat di buku Direktori Halal tahun 2013-2014

Ditulis di Bogor 31 Agustus 2013
Saya mengutipnya dari majalah Oase

Tambahan dari saya, sebenarnya masih banyak lagi daftar produk makanan dan resto yang belum terjamin kehalalannya. Bahkan, untuk resto, jumlahnya masih lebih banyak daripada yang sudah tersertifikasi halal. Karena itu, diperlukan sikap kritis dan kehati-hatian dari kita sendiri. Selain sikap bisa menahan diri, yaitu tidak makan sembarangan juga diperlukan pengetahuan tentang bahan-bahan makanan yang berpotensi haram.
Di samping menghimbau MUI agar bersikap aktif dalam melakukan sertifikasi halal serta memberikan pencerahan ke masyarakat, kita sendiri juga bisa mendorong agar sebuah resto/tempat makan/minum melakukan sertifikasi halal untuk produknya. Bisa dengan memberikan masukan di laman/medsos mereka, bisa juga melakukan gerakan untuk ‘memboikot’ kunjungan ke resto tertentu. Selama ini pihak pengusaha tidak tergerak untuk melakukan sertifikasi karena mereka berpikir, ada atau tidak sertifikat halal, toh pengnjung tetap berbondong-bondong antri untuk makan/beli produk. Dan saya yakin bahwa para pengunjung tersebut sebagian besarnya adalah muslim.
Kalau pengusaha mendapatkan keuntungan dari konsumen muslim, maka sudah sewajarnyalah kalau mereka memrioritaskan kehalalan produknya. Sebagai konsumen, kita BERHAK untuk mendapatkan konsumsi halal, minimal di negeri kita sendiri!

Cerita Ponsel (di Pesawat)

IMG_7081

Masih segar dalam ingatan kita tatkala media ramai memberitakan tentang pramugari yang dipukul penumpang karena tidak terima saat ditegur karena masih menggunakan ponsel dalam pesawat.

Dasar hukum prelarangan tersebut adalah UU no 1 tahun 2009 tentang Penerbangan pasal 412 ayat 5-7 tentang penggunaan HP di dalam pesawat bisa dihukum penjara 2 tahun atau denda 200 juta. Bila mengakibatkan kecelakaan maka dihukum penjara 5 tahun atau denda 2,5 M. Bila mengakibatkan matinya orang dihukum 15 tahun penjara.
Nah, berikut ini adalah kejadian yang saya alami berkenaan dengan ponsel di dalam pesawat.

Begini ceritanya….
Di pesawat plat merah, beberapa tahun yang lalu. Pesawat siap-siap taxi, tiba-tiba lagu nada panggil berbunyi. Oh, rupanya ada penumpang yang belum mematikan ponsel. Segera didengungkan peringatan. Seorang bapak tampak berusaha mematikan ponselnya. Tampaknya berhasil. Tapi tak berapa lama ponsel tersebut kembali bernyanyi. Maka pramugari pun menghampiri kursi bapak tersebut. Sang bapak kembali berkutat dengan ponselnya, berusaha mematikan. Berhasil? Ternyata belum. Nada panggil kembali menggema. Ia semakin gelisah karena pramugari mulai bermuka tegang. Dengan sedikit panik, karena semua tombol sudah dipencet namun tak juga off, maka usaha terakhir adalah melepas batere ponsel tersebut. Naah…baru beres!

Kejadian sepekan yang lalu, justru pramugari tidak terlalu tegas saat menjumpai penumpang berponsel.
Di pesawat cap singa jurusan Surabaya-Banjarmasin, seorang nenek tua asyik mengobrol dengan kerabatnya dengan suara keras yang saya perkirakan bisa didengar oleh seisi pesawat. Pramugari sudah memberikan pengumuman persiapan tinggal landas, di antaranya tentang kewajiban mematikan HP, namun ia masih terus mengobrol. Anehnya, beberapa kali pramugari berseliweran di dekatnya, karena kebetulan ia duduk di gang, tak ada seorang pun yang menegurnya. Pengumuman untuk mematikan HP akhirnya diulangi. Entah tak mendengar karena asyik mengobrol, atau memang sengaja karena materi obrolannya belum selesai, ia masih asyik berbincang dengan suara kerasnya. Pesawat pun mulai menggelinding, melakukan taxi. Nenek tak bergeming. Saya yang duduk di gang sebelahnya sudah merasa gemas, ingin segera mencolek, mengingatkan. Tapi suami saya mencegah.
“Saya mau tahu, apa tindakan pramugari”, katanya.
Saat ada pramugari melintas menuju ke kursi awak kabin, saya tak tahan untuk tidak memanggilnya.
“Mbak, mohon diingatkan beliau ini”, saya menghentikan langkahnya seraya menunjuk sang nenek.
Pramugari berhenti dan terdiam. Rupanya ia menunggu nenek jeda bicara, baru menegur. Tapi dasarnya orang sedang ngobrol seperti mitraliur, mana ada jeda?
“Mbak, mohon ditegur, dong” , saya igatkan sekali lagi. Bukannya apa-apa, telinga ini juga sudah protes karena desibel suara nenek demikian tinggi.
Namun rupanya pramugari merasa tak senang dengan teguran saya kepadanya. Nampak hal itu pada wajahnya. Ia pun menegur nenek seperti terpaksa.
Apa reaksi nenek? Ia mengomel panjang pendek sambil menyudahi pembicaraannya.
“Memangnya saya gak pernah apa naik pesawat. Ini kan belum terbang, kenapa ribut soal hape!”
Alhamdulillah, beberapa detik kemudian pesawat tinggal landas. Nenek kelelahan mengomel, ia pun tertidur.
Satu jam dua puluh menit kemudian, pesawat pun mendarat di bandara Syamsudin Noor. Nenek membenahi rambutnya, rapi-rapi. Eeeh…ternyata jepit rambutnya terlepas dan menggelinding ke kursi depan, di kelas eksekutif. Tanpa ragu, ia melepas seat belt dan berlari mengejar jepit rambut. Pramugari yang masih terikat di kursi awak kabin hanya melongo………… (nin)

Paket Keripik Pisang Itu…..

Paket berupa kardus besar itu datang lagi untuk kesekian kalinya. Dari nama pengirimya, saya sudah menduga isinya. Bermacam-macam keripik dan kue kecil. Kue dan keripik itu tentu saja tak habis oleh kami sekeluarga. Sehingga banyak kerabat dan sejawat yang dapat bagian pula. Semoga menjadi bagian dari amal ibadah pengirimnya juga.

Siapa pengirim keripik itu?
Sebelumnya saya tak pernah mengenalnya. Di suatu pagi, tiba-tiba saja ia muncul. Tentang bagaimana ia bisa menemukan saya di belantara Jakarta ini ternyata unik.
Bayangkan, ia adalah seorang janda dengan 2 anak laki-laki yang masih sekolah.  Aslinya orang Makassar, tapi karena tinggal di Jawa Tengah, maka ia pun fasih berbahasa jawa halus. Di kota kecil P,  ia mengontrak sebuah rumah kecil menempel di rumah induk.  Ia beruntung karena si pemilik rumah itu orang baik.  Seperti biasanya, kegiatan sehari-harinya adalah memasak. Hingga di suatu pagi ia bertandang ke warung langganannya, berbelanja ala kadarnya. Tapi sesobek kertas pembungkus bawang menarik perhatiannya, begitu tuturnya kepada saya. Di kertas itu, yang ternyata potongan sebuah majalah lama, ada nama dan alamat saya waktu diwawancara.  Meskipun demikian, sampai sekarang saya juga tidak tahu apa nama majalah itu.

Lalu…..entah apa yang mendorongnya untuk datang menemui saya, berdasarkan data dari sesobek majalah! Katanya, ia mau bekerja. Menghidupi dua anaknya yang tanpa bapak semenjak bertahun-tahun yang lalu. Ya, ia janda dengan dua anak laki-laki yatim.
Sebenarnya saya tidak setuju dengan rencananya itu. Meninggalkan  anak yang masih butuh bimbingan ibu dengan bekerja di Jakarta yang terkenal ganas. Tapi ia memaksa. Alhamdulillah, tak berapa lama ada yang bersedia menampungnya bekerja sebagai perawat orang tua. Namun pekerjaan itu tak lama dilakoninya. Saya kira, itu bukan panggilan jiwanya. Kembalilah ia kepada saya.
Akhirnya, saya anjurkan ia balik ke kampung halamannya. Dua anaknya akan saya bantu biaya sekolahnya, Insya Allah. Untuk dirinya, sedikit modal buat berdagang.

“Saya punya keahlian bikin keripik”, akunya.

Seperti itulah yang ia jalani sampai sekarang. Usahanya terus berkembang, dari keripik pisang, bikin tambahan rempeyek,dan sekarang sudah kewalahan mengatasi pesanan. Terutama saat lebaran.
Dan, dengan pemilik rumahnya pun kami jadi kenalan.  Sering juga induk semang tersebut memberikan kesaksian tentang putra-putra si janda yang rajin sholat malam dan membersihkan masjid. Di saat shubuh datang paling awal untuk melantunkan adzan. Yang sungguh taat kepada ibunya, orang tua tunggalnya. Komunikasi kami adalah dengan SMS. Lho…punya ponsel?? Tidak. Ia cuma pinjam ponsel pemilik rumah untuk SMS. SMS nya panjang…penuh dengan ucapan terimakasih dan doa.

Berita yang membuat saya terpesona adalah saat anaknya yang sulung diberi hadiah pergi umroh oleh pak Kiai di masjid tempat ia beradzan tiap subuh. Tapi oleh anaknya, karena cinta dan terimakasih kepada ibundanya, hadiah umroh itu diserahkan kepada nya. Maka berangkatlah sang janda untuk umroh! Naik pesawat… Tinggal di hotel……. Masya Allah!

Dan siang ini, datang lagi paket kardus besar untuk yang kesekian kalinya. Dari nama pengirimnya, saya sudah menduga isinya…. (nin)

 Saat ini anak pertama si janda sudah lulus SMA dan bekerja di sebuah pertambangan di NTB.  Sembari bekerja, ia kuliah dengan biaya sendiri.  Adiknya, juga sudah menamatkan SMAnya, tetap tinggal di rumah menemani sang ibu. Ia pun berkuliah di sebuah akademi.  Dua tahun terakhir ini ibunya yang sudah semakin tua sering sakit-sakitan. Aktivitas berdagangnya pun sudah berkurang.  Semoga Allah SWT selalu merahmati keluarga kecil itu. 

gambar dari antarafoto.com

[Halal is My Life] Bahan Pembuat Produk Bakery dan Kue , Pilihlah yang Halal!

Sebentar lagi Idul Fitri. Rasanya hampir tak ada rumah tanpa aneka kue kering dan cake di meja tamunya. Buat para pecinta kue, cermati bahan-bahan pembuatnya karena ada peluang syubhat di dalam TBM, ovalet, TP, Roombutter, dll. Pastikan ada lago Halal MUI di setiap kemasannya.

Info Halal

 

Dr. Ir. Anton Apriyantono

 

Halal Watch

 

Bahan Pengembang

 

            Bahan pengembang adalah bahan tambahan pangan yang digunakan dalam pembuatan roti dan kue yang berfungsi untuk mengembangkan adonan supaya adonan menggelembung, bertambah volumenya, demikian juga pada saat adonan dipanggang dapat lebih mengembang.  Jika bahan pengembang dicampurkan kedalam adonan maka akan terbentuk gas karbon dioksida, gas inilah yang kemudian terperangkap didalam gluten (komponen protein yang ada dalam tepung terigu) sehingga adonan menjadi mengembang karena gas yang dihasilkan semakin lama akan semakin banyak.  Bahan yang biasa digunakan yang pertama disebut sebagai baking soda, yang disebut pula dengan nama soda kue, yang isi sebetulnya adalah bahan kimia yang bernama sodium bikarbonat.  Bahan ini dibuat secara sintesis kimia dan tidak ada masalah dari segi kehalalannya.

 

            Bahan pengembang jenis kedua yaitu apa yang disebut sebagai baking powder yang merupakan campuran antara sodium karbonat (baking soda) dengan asam…

Lihat pos aslinya 1.280 kata lagi

[Kenangan Ramadhan] Tatkala Ia Lahir Begitu Mungil

Pagi jam 07.30 bulan Ramadhan hari ke 9, di kamar operasi. Kami bertujuh sudah siap untuk memulai operasi hari itu. Saya sebagai operator dibantu dua orang asisten. Kemudian ada dua orang dokter lagi, yaitu dokter spesialis anestesi, dokter spesialis anak. Terakhir, dua orang bidan yang berfungsi sebagai asisten dokter anak dan pembantu umum. Kami semua, termasuk pasien sudah berdoa…dan operasi pun dimulai.
Sebetulnya kejadian seperti ini sudah biasa kami alami. Prosedurnya sama, upacara persiapannya juga sama. Cuma kasusnya yang berbeda-beda. Demikian pula waktunya, bisa pagi hari dimana badan dan hati terasa segar tapi bisa pula di tengah malam saat kantuk seharusnya sudah sampai di pelupuk mata.
Kasus hari ini adalah janin usia 37 pekan (9 bulan) namun mengalami hambatan dalam pertumbuhannya dan ditambah air ketuban hanya sedikit. Istilahnya “Intra Uterine Growth Retardation” . Terpaksa harus dilahirkan karena situasi di dalam rahim sudah tidak kondusif lagi. Tak memungkinkan janin berkembang sebagaimana layaknya ‘rahim adalah inkubator terbaik di dunia’. Kemarin, diperkirakan berat badannya 1600 gram dari seharusnya 2500 gram. Saya masih menyimpan harapan, semoga taksiran saya salah, dan bayi lahir dengan berat 2000 gram.
Kegalauan itu terus berkecamuk, saat ternyata bayi yang keluar kecil sekali. Hanya 1500 gram! Malah kurang dari perkiraan!
Sepanjang operasi, hati saya terus diganggu dengan pertanyaan: benarkah bayi itu mengalami hambatan pertumbuhan? Jangan-jangan memang usianya masih muda? Kalau ternyata yang saya lahirkan adalah bayi prematur….betapa berdosanya ! Yang seharusnya belum saatnya lahir tapi dilahirkan.

pertumbuhan janin.www.temeculavalleyobgyn.com
Tapi sisi nurani saya yang lain mencetuskan sebuah keyakinan. Pertama : kehamilan ini sudah saya pantau semenjak usia 2 bulan. Hambatan pertumbuhan mulai tampak pada pertengahan bulan lalu. Kedua : terjadi penurunan bermakna dari taksiran berat badan janin. Ketiga : kalau memang kejadian sebenarnya adalah pertmbuhan janin terhambat dan saya tidak melakukan tindakan untuk melahirkannya, dan kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan….oooh na’udzubillah min dzaalik!
Akhirnya fakta- fakta yang lain memang menunjang bahwa kondisi di dalam rahim tidak kondusif. Misalnya, ari-arinya kecil, tali pusatnya kecil dan layu, bahkan ada bagian yang menyempit. Ketubannya, Alhamdulillah, jernih meski memang sedikit.
Saya sedikit bisa bernapas lega dalam menjelaskan kondisi ini kepada keluarga pasien. Selanjutnya tugas ekstra plus sabar dan tawakkal menanti sang ibu, yaitu merawat bayi mungil 1500 gram. Semoga Allah SWT memudahkan.

catatan :

* Tulisan berdasarkan kisah nyata. Saya buat tahun 2011 sebagai penugasan saat mengikuti Sekolah Menulis Kearifan Tarbawi