Arsip

Ini Pilihan KB yang Aman di Masa Menyusui

APA JENIS KONTRASEPSI YANG AMAN UNTUK MENYUSUI?

 

Itulah salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh ibu-ibu pasca bersalin.  Di satu pihak ada anggapan bahwa menyusui adalah salah satu bentuk KB (baca : pencegahan kehamilan) alami.  Namun di lain pihak tidak sedikit yang mengalami kehamilan padahal saat itu masih dalam masa menyusui.  Bahkan, ada beberapa ibu yang hamil tanpa pernah haid dikarenakan sedang menyusui .

Di saat asyik dengan kegiatan menyusui bayi, tidak terlalu memperhatikan siklus haid.  Tiba-tiba badan terasa kurang nyaman, agak kliyengan dan mual di pagi hari.  Iseng-iseng test pack.  Ternyata positif! Nah…kapan haidnya kok tiba-tiba hamil?

Atau yang agak ekstrim, karena sibuk dengan pengasuhan bayi yang sedang dalam proses pengenalan MPASI, tiba-tiba terasa ada yang bergerak di perut bawah.  Pergilah si ibu ke dokter kandungan … di layar USG tampak janin usia 20 minggu sedang melompat-lompat gembira!

Mungkin di antara yang membaca tulisan ini ada yang pernah mengalaminya….

Jadi – kembali ke laptop – alat atau metode kontrasepsi apa yang bisa diterapkan di masa menyusui?

Pertama kali pahami prinsip alat atau metode kontrasepsi yang ideal, yakni :

  1. Efektif dalam mencegah kehamilan
  2. Praktis dalam penggunaan
  3. Efek samping minimal
  4. Cepat mengembalikan kesuburan

Untuk masa menyusui, keempat syarat tersebut ditambah satu syarat lagi yang paling penting yaitu : tidak mengurangi produksi ASI.

Apa saja jenis kontrasepsi yang memenuhi kelima syarat tersebut

Ada dua golongan besar, yaitu :

  1. Metode Sederhana
  2. Metode Efektif

Metode sederhana artinya, tidak atau minimal menggunakan alat. Dengan sendirinya efek samping akan minimal juga, bahkan tidak berefek samping.  Namun kekurangannya, metode ini kurang efektif, alias tingkat kegagalan tinggi.  Bisa di atas 5%.  Yang dimaksud dengan gagal adalah, sudah menerapkan metode tersebut namun masih hamil juga…

Selain itu, perlu disiplin dan kerjasama yang baik antar suami istri, siklus haid harus teratur atau perlu pengetahuan yang cukup tentang siklus haid.

Beberapa cara yang termasuk metode sederhana adalah :

  1. Sanggama Terputus (= Koitus Interuptus = ‘Azl)
  2. Metode Kalender (Pantang Berkala) , yaitu tidak berhubungan intim di masa subur
  3. Kondom (pria maupun wanita)
  4. Kombinasi dari keempat cara tersebut

 

Kalau mau lebih efektif, dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi.  Kelebihannya adalah tingkat kegagalan kurang dari 1%.  Sangat rendah.  Namun perlu diingat ya, tidak ada metode yang tingkat kegagalannya nol persen.  Seefektif apa pun caranya atau semahal apa pun alatnya pasti masih ada yang namanya kegagalan alias hamil meskipun sedang menggunakan alat/metode kontrasepsi.  Di sinilah keterbatasan kita sebagai manusia yang hanya bisa berusaha.  Allah lah Sang Pembuat Keputusan.

Kontrasepsi efektif terbagi menjadi dua golongan besar yakni dengan hormon dan tanpa hormon.

  1. Hormonal
  2. Suntik 3 bulanan
  3. Suntik 1 bulan
  4. Susuk (implant)
  5. Pil KB Menyusui
  6. Pil KB Kombinasi (PKK)
  7. Non Hormonal
  8. AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)

Untuk ibu menyusui, jenis kontrasepsi yang bisa dipilih adalah

  1. Metode Amenore Laktasi
  2. Seluruh metode sederhana
  3. Suntik 3 bulanan
  4. Susuk (implant)
  5. Pil KB Menyusui
  6. AKDR

 

Alkon - Implan

Susuk atau Implan dalam ukuran sebenarnya

Alkon-ukuran IUD

AKDR atau IUD dalam ukuran sebenarnya

Kapan mulai menggunakan kontrasepsi ?

Ada kesalahan persepsi yang banyak membuat kegagalan program ini.  Yaitu anggapan bahwa “kalau mau pakai kontrasepsi” harus menunggu haid dulu.  Atau bisa juga dikatakan begini, “IUD harusnya dipasang saat haid.  Jadi kalau belum juga haid sesudah selesai nifas maka harus ditunggu sampai datang haidnya”.

Yang betul, alat kontrasepsi bisa mulai digunakan sejak 40 hari pasca melahirkan.  Bahkan untuk pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dan susuk (implant) bisa langsung segera setelah melahirkan, baik persalinan normal maupun persalinan sesar.

Bila ingin menunda, pastikan bahwa persyaratan untuk Metode Amenore Laktasi (MAL) telah terpenuhi dengan baik.  Yaitu : ibu memberikan ASI Eksklusif, ibu belum haid (sesudah selesainya nifas), dan usia anak maksimal 6 bulan.  Bila salah satu syarat sudah tidak terpenuhi lagi maka MAL tidak dapat diterapkan atau diandalkan sebagai kontrasepsi alami.

Bila MAL sudah tidak bisa diterapkan namun masih ragu menggunakan salah satu dari alat kontrasepsi maka terapkan metode kontrasepsi sederhana. [nin]

Iklan

1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN – periode emas yang tentukan masa depan

Galau dengan kondisi negeri ini? Ternyata kita bisa berperan serta memperbaiki kualitas anak bangsa.  Generasi idaman.  Generasi yang bukan saja pintar, namun lebih penting lagi adalah berakhlak mulia.   Takut kepada Allah sehingga ia akan taat kepada aturan agama dan selalu ingin berbuat baik kepada umat manusia dengan cara yang halal.

first-1000-days from www.farmacist.info

LOGO 1000 hari

 

Cita-cita besar, harus dipersiapkan dengan benar. Begitulah kaidahnya.  Bukan pekerjaan main-main.  Untuk itu proses persiapannya mencapai 1000 hari.  Terdiri dari 270 hari masa di dalam kandungan ditambah dengan usia 2 tahun pertama.  Mengapa kok sampai /  atau kok cuma 1000 hari?  Karena dalam 1000- hari tersebut adalah

1. Masa tercepat dalam perkembangan struktur otak manusia, meliputi proliferasi neuron, myelinisasi, diferensiasi (kompleksitas), dan konektivitas (sinaptogenesis).

2.Masa peletakan dasar status kesehatan dan tumbuh kembang (fisik dan psikis)

  1. Tumbuh kembang otak di masa janin akan mempengaruhi kemampuan dasar seperti penglihatan dan pendengaran, dan berkembang ke tingkat yang lebih tinggi di saat lahir.  Misalnya daya adaptasi, mempertahankan diri, atensi dll
  1. Masa dimana kebutuhan nutrisi terpenting harus terpenuhi
  1. Masa dimana otak sangat sensitif terhadap kekurangan nutrisi

(sumber : http://www.unicef-irc.org)

Jadi dasarnya adalah nutrisi…nutrisi…dan nutrisi.  Terutama di trimester 1 dimana si ibu biasanya mengalami penurunan nafsu makan, mual, muntah, pusing, dan macam-macam rasa tidak enak yang lain.  Padahal di masa itu pula terjadilah pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat pada buah kehamilan.  Bayangkan saja, mudigah yang hanya seukuran sebutir beras (7 minggu)  ternyata jantungnya sudah berdenyut sebanyak 160 kali permenit.  Dan di usia itu pula otak dan susunan saraf mulai dibentuk, jantung dan sistim peredaran darah mulai berfungsi, demikian pula sistim pencernaan, sistim ekskresi (pembuangan), dan sistim panca indra.

39-3c3afc738dfec7e0a4cb7b7c997fd36a from sarihusada

1000 HARI

sumber : sarihusada.jpg

Hikmahnya, rasa mual membuat calon ibu tidak makan sembarang makanan. Ada keinginan kuat terhadap makanan tertentu yang biasanya tidak doyan sebenarnya adalah alarm kebutuhan tubuh terhadap nutrisi tertentu.  Karena itu sikapilah dengan bijak segala rasa di trimester 1.  Boleh tidak suka nasi, namun gantilah dengan berbagai macam karohidrat yang lain.  Boleh saja tidak suka susu, namun gantilah dengan produk susu atau sumber protein dan kalsium yang lain.  Jangan “Maunya cuma mie ayam”…atau “cuma makan buah mangga setiap hari”.

Camkan prinsip-prinsip di bawah ini :

  1. Janin makan apa yang dimakan ibu  (penjelasan : ibu makan makanan sampah, maka janin pun makan makanan sampah)
  2. Nutrisi janin 100% bergantung dari ibu
    (penjelasan : janin tidak punya alternatif lain.  kalau cadangan di tubuh ibu mencukupi maka diambil oleh janin. namun bila cadangan di tubuh ibu kurang maka janin juga akan kekurangan. kekurangan salah satu jenis nutrisi bisa berdampak serius mengingat trimester 1 adalah masa pembentukan)
  3. Ibu membutuhkan makanan yang sehat dan halal,  mengandung asam folat, zat besi, kalsium dan kaya nutrisi yang lain
    (penjelasan : pastikan bahwa apa yang kita makan adalah bergizi dan terpenting adalah halal.  jangan sekali-kali memasukkan zat haram ke tubuh kita yang akhirnya juga akan masuk ke tubuh janin.  halal tidak hanya pada zat makanannya namun juga cara bagaimana makanan tersebut diperoleh)
  4. Diit ibu selama hamil akan mempengaruhi selera makan bayi (penjelasan : ibu suka manis, maka anak juga cenderung suka manis dan seterusnya.  ibu suka pilih-pilih makan atau malas makan bergizi dan lebih suka jajanan, maka jangan heran kalau anak juga mewarisi sifat yang sama)
  5. Kesehatan seorang anak sampai dengan masa dewasanya dipengaruhi oleh kualitas dan kehalalan nutrisi ibu (penjelasan : kualitas dan kehalalan nutrisi ibu tidak hanya mempengaruhi kesehatan anak di masa kanan-kanak saja, namun bisa mempengaruhi sampai ke masa dewasa.  apakah dia akan mengidap hipertensi atau diabetes atau bahkan bersifat antisosial dan psikopat…ternyata semua dipengaruhi sejak masa dalam kandungan)

Dan ingat surat An Nisaa ayat 9

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Wallahu a’lam [nin]

USG dan JENIS KELAMIN JANIN

Ingin tahu hal apa yang paling sering ditanyakan oleh pasutri saat datang ke dokter kandungan dan diperiksa USG? Tak lain dan tak bukan adalah jenis kelamin.  Ini buktinya……

Saat kehamilah baru saja terdiagnosa …..

“Alhamdulillah, ibu benar hamil usia 5 minggu.  Sudah tampak kantung kehamilan di dalam rahim, namun belum nampak janin di dalamnya”.

“Dokter, kami ingin anak laki-laki. Bagaimana caranya? Harus makan apa? 

2 bulan kemudian, di usia kehamilan 13 minggu…..

“Alhamdulillah, janin sehat dan aktif. Gerakan banyak meski belum dirasakan oleh ibu.  Denyut jantungnya 150 kali per menit”.

“Dokter, apakah sudah ketahuan jenis kelaminnya? Teman-teman sudah banyak yang menanyakan”.

Dan saat kehamilan mencapai 20 minggu…..

“Alhamdulillah, janinnya sehat.  Tumbuh kembangnya sesuai dengan usia kandungannya. Bla…bla…”.

(Tidak terlalu menyimak keterangan dokter) “Jenis kelaminnya apa, dok?

“In syaa Allah diperkirakan laki/perempuan, ibu”.

“Lho, kok belum pasti begitu, dok?”

Awal trimester 3 , 28 minggu….

“Dok, jenis kelamin bayi saya apa ya?”

“Lho bukannya sudah pernah saya infokan”.

“Bukannya bisa berubah  dok?”

Hampir lahir, 36 minggu

“Alhamdulillah….janin sehat, beratnya sudah 2600 gram. Ketuban masih cukup jumlahnya”.

“Dok, kelaminnya masih laki/perempuan? Belum ada kepastian?”

Hadeuuuuuhhhh…. cape juga ya 9 bulan Cuma mengurusi jenis kelamin?

Padahal jenis kelamin cuma dua. Kalau tidak laki-laki…ya perempuan. Memang mau dikasih Allah di luar yang dua itu?

 

Kapan jenis kelamin ditentukan?

Ayo buka lagi pelajaran biologi.  Kehamilan terjadi apabila terjadi pembuahan, yaitu pertemuan antara sel telur dan sel sperma di dalam saluran telur (tuba Fallopii).  Sel sperma membawa kromosom X dan Y, sedangkan sel telur membawa kromosom X saja.  Apabila yang membuahi sel telur adalah sperma dengan kromosom Y maka jadilah janin laki-laki.  Sedangkan apabila yang membuahi sel telur adalah sel sperma dengan kromosom X maka yang terjadi adalah janin dengan jenis kelamin perempuan.  Kesimpulannya, jenis kelamin sudah ditentukan sejak periode pembuahan.  Pada saat itu bahkan seorang wanita belum menyadari kehamilannya.

Lalu apa yang dilihat dari USG?

Alat ultrasonografi (USG) yang bekerja berdasarkan gelombang suara, dapat menggambarkan janin dalam bentuk fisik.  Maka jenis kelamin baru bisa dilihat dengan USG apabila bentuk alat kelamin sudah jelas.  Jelas bukan perbedaan antara JENIS kelamin dan ALAT/ORGAN kelamin? Pada umumnya, bentuk alat kelamin dapat dengan jelas diidentifikasi setelah usia kehamilan 20 minggu.  Pada beberapa kasus memang bisa dilihat bentuk alat kelamin pada usia kehamilan yang lebih muda, namun kebanyakan gambarannya belum jelas.

Janin laki-laki diindetifikasi dengan tampaknya gambaran skrotum (kantung zakar).  Terkadang tampak lengkap kantung zakar dan penisnya. Bahkan pada janin yang lebih besar bisa tampak buah zakar yang berada dalam kantung zakar.  Janin perempuan diidentifikasi dari gambaran 2 buah bibir kemaluan.  Secara anatomi, identifikasi kelamin laki-laki lebih mudah daripada kelamin perempuan.  Oleh karenanya, tingkat kesalahan identifikasi janin perempuan lebih besar daripada janin laki2.

 

janin-perempuan-dari

tampak bibir kemaluan sebagai interpretasi janin perempuan di usia 28 pekan

 

janin-laki-dari-wikipedia

gambaran skrotum dan penis menunjukkan janin laki2

Betulkah jenis kelamin bisa berubah?

Nah, seperti yang sudah dipaparkan di atas, berhubung identifikasi jenis kelamin janin lewat  USG adalah berdaasarkan bentuk alat kelamin, maka kesalahan persepsi/interpretasi sangat mungkin terjadi.  Kesalahan tersebut dipengaruhi juga oleh usia kehamilan, posisi janin, jumlah air ketuban, ketebalan dinding perut ibu, disamping  jam terbang operator dan juga kualitas mesin USG . Jadi kalau suatu saat dikatakan jenis kelamin tertentu dan beberapa waktu kemudian ternyata berbeda maka hal tersebut wajar saja.  Dikatakan bahwa kesalahan yang dapat ditoleransi adalah 5%.  Jadi sekali lagi, bukan jenis kelamin berubah, melainkan persepsi pemeriksalah yang berubah.

Lalu kapan jenis kelamin tersebut dapat dipastikan?

Kalau kepada saya diajukan pertanyaan tersebut maka dengan mudah saya jawab, “Pastinya kalau sudah lahir”. 

“Ya, iyalah, dok”.

Maksudnya begini, melihat sesuatu yang ada di dalam rahim dengan perantaraan alat, maka sebagai manusia kita tidak berani mendahului kepastian dari Allah SWT.  Meskipun ada juga kelainan bawaan yang dikaitkan dengan jenis kelamin janin.  Artinya, pendeteksian jenis kelamin janin itu dikaitkan dengan hal-hal medis yang terkait kesehatan bayi saat lahirnya nanti.  Bukan sekadar untuk referensi mencari nama atau warna baju bayi.  Apalagi kalau hanya untuk menjawab keingintahuan kakek nenek dan handai taulan.

Contoh, kalau janin terdeteksi laki-laki maka bisa dilihat apakah buah zakar (testis) sudah berada di dalam kantung zakar (skrotum) saat usia cukup bulan? Contoh lain,  Kelainan bawaan tertentu ternyata lebih banyak didapatkan pada janin laki-laki.

Bagaimana Bila Jenis Kelamin Ternyata Tidak Sesuai dengan Prediksi atau Harapan Ortu

“Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaanmu) ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu…(surat An Najm ayat 32)

Tidak ada pilihan lain kecuali menerima dengan ikhlas dan tawakkal. Allah lah yang paling mengetahui yang terbaik.   Jangan sampai terjadi salah pengasuhan pada bayi/anak dikarenakan ia berjenis kelamin tidak sesuai dengan harapan. Misalnya, karena orang tua mendambakan anak perempuan setelah 3 anak sebelumnya laki-laki semua, maka anak laki2 keempat sering dipakaikan rok bahkan jilbab kecil.  Demikian pula sebaliknya. Ingat, banyak sekali kasus-kasus LGBT yang berawal dari salah asuh di masa kecil.

Dalam menghadapi jenis kelamin yang tidak sesuai harapan ini hendaknya juga tidak ada saling menyalahkan di antara kedua orang tua.  Yang sering terjadi adalah suami menyalahkan istri karena tidak bisa memberikan anak dengan jenis kelamin tertentu.  Sedangkan kalau kita simak lagi penjelasan di awal tulisan, kromosom pembawa jenis kelamin ada di sperma.  Maka bisa disimpulkan bahwa yang menentukan jenis kelamin adalah pihak suami. Meskipun demikian ada penelitian yang menunjukkan bahwa suasana vagina memberikan andil untuk sperma berkromosom X atau Y yang bakal eksis dan dapat membuahi. (nin)

 

sumber gambar : wikipedia

 

 

Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan, Jangan Disepelekan

Tampaknya sederhana, hanya “anyang-anyangan” tapi ternyata bisa berdampak serius. Ya, “anyang-anyangan” ini adalah istilah dalam bahasa Jawa untuk menggembarkan rasa tidak nyaman tatkala berkemih. Rasa tidak nyaman tersebut bisa berupa nyeri saat mengeluarkan air seni maupun rasa tidak tuntas saat selesai buang air kecil. Serangan berat bisa membuat terhambatnya proses Buang air Kecil (BAK) dan menjadikan yang mengalaminya sampai mengaduh aduh.

Infeksi saluran kemih bisa menyerang baik wanita maupun pria, dewasa atau anak-anak. Namun kenyataannya kaum wanitalah yang lebih sering mengalaminya. Dan dari kalangan wanita tersebut, ibu hamil menduduki peringkat teratas sebagai penderita Infeksi Saluran kemih (ISK). Apa sebab demikian? Hal ini tidak terlepas dari anatomi saluran kemih dimana saluran kemih (urethra) pada wanita lebih pendek daripada urethra laki-laki. Sehingga peluang terpapar bakteri atau jamur lebih besar pada wanita.

Saat seorang wanita hamil terjadilah beberapa perubahan terkait saluran kemih yang meningkatkan risiko terjadinya ISK. Di antara perubahan tersebut adalah :

  • Melebarnya pelvis ginjal dan ureter menyebabkan kondisi statis sehingga mudah timbul kolonisasi bakteri
  • Melemahnya otot detrusor pada kandung kemih akibat peningkatan hormon progesteron. Akibatnya, meskipun daya tampung air seni meningkat namun daya pengosongan menurun sehingga terdapat sisa air seni yang memudahkan kolonisasi bakteri.
  • Higiene pribadi rendah, bisa karena kesadaran individu maupun kondisi kehamilan yang meningkatkan kelembaban

–          Aktivitas seksual, menyebabkan mikrotrauma pada urethra sehingga terjadi invasi bakteri. Perineum sebagai area transisi dari anus menyebabkan invasi bakteri dari saluran pencernaan menuju ke saluran kemih

PENYEBAB DAN GEJALA

ISK tersering disebabkan oleh bakteri, baik dari golongan gram positif maupn gram negatif. Dari golongan gram positif, 90% nya adalah Eschericia colli. Bakteri ini aslinya berkoloni di usus. Dengan perantaraan perineum ditambah dengan kebiasaan cebok yang salah sesudah BAB, maka makin leluasalah bakteri ini menginvasi saluran kemih. Jenis bakteri lain yang ditemukan adalah Staphylococcus saprophyticus, Mycobacterium tuberculosis, Klebsiella pneumoniaae, dan Proteus mirabillis . Dua yang terakhir merupakan golongan gram negatif. Selain itu bisa ditemukan koloni jamur yang berasal dari Candida albicans. Ada bakteri yang dikenal menyebabkan Ketuban Pecah Dini dan infeksi pada bayi baru lahir yakni Streptococcus B

 

 

Sudah disebutkan di atas, bahwa gejala ISK yang umum dikenal dengan “anyang-anyangan” bisa sangat bervariasi. Dari yang tanpa gejala khas, hanya seperti nyeri panggul bawah, sampai ke air seni mengandung darah, nyeri saat berkemih, berkemih sedikit-sedikit dan tidak tuntas, sampai ke demam dibarengi dengan mual dan muntah. Hati-hatilah, karena semakin parah gejala menunjukkan bahwa infeksi sudah semakin menjalar naik menuju ke saluran ginjal.

PENATALAKSANAAN

Agar tidak semakin parah, maka mereka yang mengalami gejala tidak nyaman saat BAK dianjurkan untuk segera berobat. Demikian juga para ibu hamil yang mengalami keputihan agar melaporkan kepada dokter/bidan. Ini mengingat bahwa kuman-kuman dari keputihan sangat bisa menginvasi ke saluran kemih karena posisinya yang berdekatan. Tujuan berobat sedini mungkin agar dapat mencegah infeksi asenden, yaitu infeksi yang menjalar ke arah saluran ginjal. Bila terjadi demikian tentu pengobatan menjadi semakin mahal dan penyakit akan berkomplikasi. Perlu diketahui bahwa seeseorang yang mempunyai riwayat ISK akan berisiko terjadi infeksi ulangan. Karena itu harus ada kewaspadaan ekstra.

Sebelum memberikan obat, terlebih dahulu dokter akan meminta pemeriksaan urinalisa di laboratorium. Tujuannya adalah mengetahui derajat dan kemungkinan penyebab infeksi. Dengan demikian pengobatan akan lebih terarah. Bila ditemukan ISK yang sangat membandel, tidak kunjung sembuh atau sangat sering berulang, maka bisa dilakukan pemeriksaan kultur air seni dan test sensitivitas antibiotika. Pada pemeriksaan ini, kuman di dalam air seni akan dibiakkan dan sekaligus diuji kepekaannya dengan berbagai antibiotika.        

PENCEGAHAN

Agar terhindar dari ISK atau yang sudah pernah ISK tidak mengalami lagi penyakit yang sangat tidak nyaman tersebut, maka perhatian khusus harus diberikan kepada genitalia dan sekitarnya. Untuk para wanita dan ibu hamil khususnya, harus selalu diingat untuk cebok dari arah depan (vagina) ke belakang (anus). Jaga jangan sampai timbul kondisi lembab berkepanjangan dengan sering mengganti pakaian dalam. Pakailah bahan pakaian yang menyerap keringat dan tidak ketat. Jangan asal mengikuti arus mode, yang selain tidak sesuai dengan ketentuan berpakaian secara Islam, juga ternyata tidak sehat sama sekali. Contohnya adalah pakaian ketat (jins ketat, legging ) yang membungkus area genitalia terlalu rapat. (nin)

 

Bahan : PNPK ISK pada Kehamilan, HUGI

Denyut Jantung Janin, Bagaimana Memantaunya? (episode 2)

Bagaimana Cara Mendengarkan DJJ?

Ada berbagai cara untuk mendengarkan denyut jantung janin. Cara yang paling sederhana adalah menempelkan telinga ke perut ibu. Sering kita lihat foto-foto romantis seorang calon bapak dalam pose menempelkan telinga di perut hamil istrinya. Betulkah ia bisa mendengar denyut jantung tersebut? Atau hanya sekedar bergaya selfie untuk diunggah ke media sosial? Hanya yang bersangkutan yang bisa menjawabnya. Kalau di foto itu perut hamil sudah tampak besar, maka kemungkinan besar denyut jantung tersebut memang bisa didengar. Tempelkan telinga langsung ke dinding perut dan berkonsentrasilah. Maka akan terdengar suara detakan halus dan teratur. Untuk bisa didengarkan secara langsung suara jantungnya, si janin sudah harus berada di usia trimester 3 (di atas 7 bulan).

Dulu para bidan (dan juga dokter) menggunakan alat bantu berupa semacam stetoskop dari kayu yang disebut dengan funanduskop. Bentuknya seperti corong atau terompet pendek. Penggunannya, bagian mulut terompet ditempelkan di dinding perut ibu hamil dan telinga kita menempel di pangkal terompet. Cukup melelahkan terutama apa bila dinding perut si ibu hamil cukup tebal, alias bumil tersebut sangat gemuk. Dengan menggunakan funanduskop ini, denyut jantung janin sudah bisa dideteksi semenjak kehamilan 20 pekan. Tentu saja sebelum terjun memeriksa bumil bersenjatakan terompet kayu tersebut, terlebih dahulu ada sesi latihannya. Tujuannya adalah mengenali bunyi jantung di antara suara-suara lain didalam rongga perut. Lho, memang ada acara apa di perut bumil kok sampai ramai ? Ha..ha…bukan acara pesta, namun beberapa organ lain di dalam perut bisa mengeluarkan bunyi juga. Di antaranya adalah bunyi usus, dan bunyi pembuluh darah ibu. Untuk itu si pemeriksa harus tahu perbedaannya.

Cara belajar mengenali denyut jantung janin ala mahasiswa kedokteran jaman dulu cukup unik. Yaitu, sebuah jam tangan yang berdetik ditaruh di bawah bantal dan kita harus bisa mendengarkannya dari atas bantal. Silakan dicoba! Sulit? Pantaslah saat tes kesehatan, calon mahasiswa kedokteran harus dipastikan punya pendengaran yang prima.

Kalau sekarang, sudah ada alat pemantau DJJ yang jauh lebih praktis, yaitu Doppler. Bentuknya macam-macam, ada yang portable ukuran saku, sampai yang seukuran textbook tebal. Bertenaga batere yang bisa diisi ulang. Dengan alat doppler ini, janin berusia 12 pekan sudah bisa dideteksi denyut jantungnya. Untuk usia yang lebih dini, pemantauan DJJ bisa menggunakan doppler yang tertanam dalam alat USG. Jantung sebagai organ vital yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh sudah mulai bekerja semenjak janin berusia 6 minggu – saat panjangnya baru 1 sentimeter! MahaBesar ALLAH!

Bagaimana memantau DJJ secara kontinyu?

Terkadang DJJ perlu dipantau secara kontinyu tanpa terputus. Apabila pemantauan kontinyu tersebut direkam bersamaan dengan perekaman kontraksi rahim dan gerak janin maka akan tampak sebuah pola.   Pola tersebut secara keseluruhan menggambarkan kesejahteraan janin di dalam rahim. Alat yang digunakan untuk merekam DJJ tersebut adalah Kardiotokografi. Cara pemakaiannya adalah dengan menempelkan 2 sabuk ke perut ibu hamil. Pada sabuk pertama terdapat alat penyadap (transduser) untuk merekam DJJ. Sabuk ini ditempelkan di lokasi paling keras terdengarnya DJJ (punktum maksimum). Sedangkan di sabuk kedua terdapat alat penyadap untuk mendeteksi kontraksi rahim. Sabuk kedua ini ditempelkan di bagian rahim yang mengalami kontraksi paling kencang, yaitu di puncak rahim. Kedua sabuk dihubungkan ke alat KTG. Untuk mendeteksi pergerakan janin, ada sebuah tombol yang dikendalikan oleh ibu. Bila janin bergerak maka ibu harus memencet tombol itu.   Durasi perekaman rata-rata selama 10 menit, namun apabila ada hal-hal yang mencurigakan tidak ada salahnya untuk memperpanjang perekaman.

Dengan mengamati grafik hasil perekaman DJJ akan bisa disimpulkan apakah janin masih sejahtera atau tidak. Apabila ternyata kondisi janin gawat, maka harus segera diambil tindakan untuk melahirkannya.

 

DENYUT JANTUNG JANIN (episode 1)

Setiap kali memeriksa seorang ibu hamil selalu saya perdengarkan denyut jantung janin yang iramanya seperti derap kaki kuda tersebut. Dengan alat doppler, denyut jantung sudah bisa didengar sejak usia kehamilan duabelas pekan, tatkala janin masih berukuran 2 sentimeter. Dengan doppler USG kita bisa mendengar denyut jantung di usia yang lebih dini lagi, yaitu 7 pekan. Saat itu ukuran janin masih satu sentimeter. Masya Allah!

 

 

Selain memperdengarkan saya juga menghitung frekuensinya. Dengan USG, frekuensi harus dihitung terlebih dahulu, sedangkan dengan alat doppler,frekuensi langsung muncul dalam angka digital. Tak dinyana ternyata para ibu sangat perhatian dan mengingat hasil pemeriksaan pekan sebelumnya. Tatkala saya menyebutkan angka 145 x per menit, misalnya, maka segera disusul dengan pertanyaan, “Kok minggu lalu 153 kali, dok? Mengapa frekuensinya menurun?”

Atau bisa juga begini, saat saya menyebutkan sebuah angka, 137 kali per menit, maka pertanyaan selanjutnya adalah, “Kenapa secepat itu? Normal tidak?”

Sehingga pertanyaan besarnya adalah berapa normalnya Frekuensi Denyut Jantung Janin?

Mari kita telusuri ……

Jantung memang salah satu organ yang dibentuk dan berfungsi paling awal. Hal ini wajar sehubungan dengan tugasnya sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh. Dengan aktifnya sirkulasi maka kehidupan akan terpelihara dan tumbuh kembang akan berlangsung. Sekali jantung berdenyut maka pantang untuk berhenti. Ibarat syair Khairil Anwar …”sekali berhenti, sudah itu mati”

Berhubung janin dalam rahim tidak bisa dilihat secara langsung, maka harus ada indikator yang menunjukkan bahwa janin tersebut baik-baik saja, atau justru sedang dalam masalah yang gawat. Indikator tersebut adalah Denyut Jantung Janin (DJJ). DJJ dihitung frekuensinya, dipantau iramanya dan dikorelasikan dengan kondisi ibu. Frekuensi normal DJJ adalah 120 – 160 kali per menit. Jauh lebih cepat daripada denyut jantung manusia dewasa yang 60-80 kali per menit . Karena itu sangat normal apabila DJJ hari ini 145 dan pekan kemarin 153 kali per menit.

Peningkatan DJJ bisa terjadi dari faktor janin, misalnya janin banyak bergerak. Dari faktor ibu, misalnya ibu demam. Atau bisa juga faktor lingkungan, misalnya saat rahim berkontraksi, kompresi kepala janin saat berada di dasar panggul, atau keadaan dimana terjadi hipoksia (penurunan suplai oksigen ke janin). Masih dibilang aman apabila kondisi DJJ cepat itu segera pulih kembali menjadi normal apabila gangguan dihilangkan. Namun apabila gangguan tersebut tidak bisa segera dihilangkan, maka DJJ cepat (takikardia) bisa berpotensi membuat jantung “lelah”, maka akibatnya akan terjadi sebaliknya yaitu DJJ melambat (bradikardia). Ini kondisi bahaya

Bagaimana Memantau DJJ Secara Kontinyu??

Bersambung ………

 

PUASA IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI. BAGAIMANA SEBAIKNYA DAN APA KIATNYA?

Bulan Ramadhan menjelang. Persiapan-persiapan telah dilakukan. Broadcast penyemangat dan nasihat telah bertebaran di media sosial bahkan semenjak bulan Rajab. Namun para ibu hamil terkadang galau. Antara semangat untuk menjalankan ibadah yang harus didukung fisik prima namun sangat sarat muatan ruhiyah, dengan kekhawatiran terhadap kondisi janin dalam kandungan, atau bahkan terhadap dirinya sendiri. Kuatkah?

Berbahayakah? Bagaimana seharusnya puasa ibu hamil?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidak didapatkan perbedaan yang bermakna terhadap keluaran bayi yang ibunya menjalankan ibadah puasa. Namun syarat dan ketentuan yang berlaku adalah : ibu harus dalam kondisi sehat demikian pula janinnya. Syarat ini hendaknya dipatuhi agar tidak ada yang dirugikan oleh sebab puasa. Karena pada dasarnya Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah memberikan keringanan untuk tidak berpuasa bagi ibu hamil . Sebagai Sang Pencipta manusia, tentu Allah mengetahui bahwa ada kemungkinan puasa memberikan dampak negatif apabila dilakukan tanpa aturan yang bersifat kondisional.

Apa syarat dan ketentuan tersebut?

Puasa diperbolehkan apabila kondisi ibu sehat dan perkembangan janin normal. Ibu tidak ada gangguan makan, atau fase gangguan nafsu makan berupa mual dan muntah sudah terlewati. Keadaan semacam ini biasanya tercapai setelah kehamilan sudah melewati trimester 1, jadi usia kehamilan di atas 3 bulan. Kalau berdasarkan pengalaman saya, pada usia 5 bulan ibu sudah merasa nyaman dan nafsu makan sudah kembali normal. Dan jangan lupa, berat badan ibu sebelum hamil termasuk normal, dihitung dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Rumus menghitung IMT adalah TB (dalam meter) kuadrat dibagi dengan BB (dalam kilogram). Angka 22-25 menunjukkan normal. Selain itu kehamilan hendaknya tidak berkomplikasi dengan penyakit apa pun. Yang terbanyak dialami oleh ibu hamil adalah anemia (kurang darah) diakibatkan oleh kekurangan zat besi. Untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah di laboratorium. Kondisi anemia ditandai dengan kadar Hemoglobin (Hb) kurang dari 11 gram%, atau kurang dari 10,5 gram% di trimester 2. Karena itu sebelum menjalankan ibadah puasa sebaiknya berkonsultasi ke dokter yang merawat selama ini. Pastikan bahwa kadar hemoglobin normal, berat badan normal, dan tidak ada penyakit yang menyertai. Demikian juga si janin harus dipastikan timbuh kembangnya normal sesuai dengan usianya.

Kondisi bagaimana seorang ibu hamil tidak boleh berpuasa?

Bila ada komplikasi pada kehamilannya, misalnya anemia (kadar Hb kurang dari 10,5 gr%), hipertensi, mual muntah yang berlebihan, berat badan di bawah normal, atau ada penyakit kronik yang menyertai kehamilan. Demikian juga apabila saat tengah menjalankan puasa tiba-tiba terjadi penurunan kadar gula darah (hipoglikemia) yang ditandai dengan sakit kepala, keringat dingin, pandangan kunang2, badan terasa lemas tak bertenaga, sebaiknya ibu hamil segera berbuka. Jangan merasa sayang dengan puasanya yang sudah sampai tengah hari, misalnya. Demikian juga jangan memaksakan diri berpuasa (dikuat-kuatkan) dengan alasan malas mengganti puasa (Qadha) di kemudian hari.

Bagaimana dampaknya jika seorang ibu hamil memaksakan berpuasa tanpa memahami syarat dan ketentuan tersebut?

Memaksakan diri puasa sedangkan diri sendiri dalam kondisi tidak sehat dan kekurangan nutrisi dikhawatirkan akan berdampak ke janin berupa Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT) dan/atau BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). Ibu anemia bisa berdampak bayi anemia. Kondisi kekurangan oksigen bisa menyebabkan kesejahteraan janin menurun dan stres dalam rahim. Seperti diketahui, anemia ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin, sedangkan hemoglobin tersebut merupakan sejenis protein yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh sel-sel tubuh.

Apa kesalahan terjamak yg paling umum dilakukan ibu hamil saat berpuasa sehingga membuat tubuhnya drop, lemas, bahkan jatuh sakit?

Inilah kondisi yang sering dijumpai :

– Ibu memaksakan diri puasa karena merasa “kuat”

– Ibu tidak sahur, atau sahur terlalu awal

– Ibu tidak memperhatikan keseimbangan gizi dan keanekaragaman makanan selama berbuka dan malam hari

– Ibu kurang asupan cairan. Selama puasa seharusnya asupan cairan tetap, yaitu tidak kurang dari 2000 cc per hari, dimana waktu untuk memenuhi kebutuhan cairan tersebut semakin pendek, sehingga memang ibu harus menyengajakan diri untuk minum meski tidak merasa haus

Bagaimana sebaiknya olahraga atau aktivitas fisik untuk ibu hamil selama puasa?

Olahraga dan aktivitas fisik dilakukan sore hari menjelang berbuka atau malam hari. Lakukan saja olahraga ringan, seperti senam ringan atau jalan kaki.

Berikut ini tips dan saran

1. Konsumsilah makanan dan minuman tetap sebagaimana biasanya, perhatikan keanekaragaman komposisi makanan untuk menjamin kecukupan gizi.

2. Niat berpuasa semata-mata hanya untuk Allah , adalah sangat penting, tentunya setelah dipastikan bahwa fisik ibu dan janin sehat. Hari-hari pertama jangan terlalu banyak aktivitas, kalau bisa jangan banyak keluar rumah mengingat saat Ramadhan nanti berada di musim kemarau yang panas.

3. Waktu sahur dianjurkan makan protein tinggi. Diakhiri dengan minum air putih. Suplemen dan susu tetap dikonsumsi seperti biasa.

4. Ibu hamil yang juga sedang menyusui anak yang lebih tua, hendaknya tidak berpuasa. Ini terjadi apabila jarak kehamilan terlalu dekat sehingga kehamilan sudah terjadi saat si kakak belum berusia 2 tahun. Jangan memaksa menyapih anak yang belum berusia 2 tahun dan masih menyusu hanya karena ingin berpuasa.

5. Ibu menyusui yang sedang dalam masa ASI Eksklusif seyogyanya tidak berpuasa. Ini karena selama 6 bulan bayi tidak mendapat nutrisi lain kecuali dari ibu dan selama berpuasa bisa terjadi penurunan produksi ASI. Selepas masa menyusui eksklusif (bayi usia 6 bulan ke atas), silakan berpuasa setelah memastikan bahwa tumbuh kembang bayi normal. Bagi ibu menyusui eksklusif yang mempunyai stok ASI Perah cukup banyak dan berlebih, bisa mencoba berpuasa.

Kapan waktu yang tepat untuk mengqadha puasanya untuk ibu hamil dan menyusui?

Mengqadha puasa dilakukan setelah melampaui masa pemberian ASI Eksklusif (setelah 6 bulan pasca persalinan). Karena itu dianjurkan untuk tidak hamil lagi dalam waktu dekat dengan menggunakan kontrasepsi.