Arsip

Negara Tekor Banyak Akibat Rokok. Apa Solusinya?

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Setidaknya, saya masih berusaha untuk berbagi di Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati kemarin, tanggal 31 Mei. Ini juga untuk mengingatkan kita semua bahwa perjuangan melindungi diri dan orang-orang tercinta kita dari bahaya rokok masih terus berlangsung dan bahkan harus makin masif seiring dengan makin gencarnya iklan rokok. Baca lebih lanjut ulasan mendalam dari pak Iwan Yuliyanto ini….

Iwan Yuliyanto

Cukai Rokok

Bismillah …

Selamat Hari Tanpa Tembakau Sedunia.
Selamat menikmati udara bebas yang lebih bersih.
Selamat menikmati hidup sehat para sahabat.

Kita bahas tentang rokok dan seputarnya pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini.

Setiap tahun pada tanggal 31 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) sejak tahun 1987. Menurut WHO, peringatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan dampak buruk merokok bagi kesehatan manusia dan menghimbau agar masyarakat tidak merokok selama 24 jam serentak di seluruh dunia pada tanggal 31 Mei 2013.

Di sisi lainnya, sejak tahun lalu (31/5/2012) hingga kemudian berlanjut sekarang ini (31/5/2013), di beberapa daerah, Komunitas Kretek menggelar aksi penolakan Hari Anti-Tembakau Sedunia. Bersama lembaga-lembaga terkait dalam komunitas tersebut menggelar orasi serta membentangkan spanduk permintaan dukungan. Komunitas Kretek yang berdiri sejak 2010 menganggap tembakau dan cengkeh memberi kontribusi positif terhadap negara; dan rokok adalah salah satu industri penyuplai terbesar pendapatan negara tiap…

Lihat pos aslinya 2.490 kata lagi

Iklan

Ini Dia….! Tempat-Tempat Dimana Orang Tidak Bisa Merokok Seenaknya

Kawasan tanpa rokok menurut Undang-Undang no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan:

PASAL 115

  1. FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
  2. TEMPAT PROSES BELAJAR MENAGAJAR
  3. TEMPAT ANAK-ANAK BERMAIN
  4. TEMPAT IBADAH
  5. ANGKUTAN UMUM
  6. TEMPAT KERJA
  7. TEMPAT FASILITAS UMUM DAN TEMPAT LAIN YANG DITETAPKAN

PASAL 199 AYAT (2)

SETIAP ORANG YANG DENGAN SENGAJA MELANGGAR KAWASAN TANPA ROKOK SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 115, DIPIDANA DENDA PALING BANYAK RP 50.000.000,00 (LIMA PULUH JUTA RUPIAH)

Undang-undangnya jelas, sanksinya juga jelas.  Tapi penerapannya masih melempem.  Di sebuah pasar grosir yang menjadi proyek percontohan area belanja tanpa rokok, jelas-jelas pemilik toko dan pengunjungnya merokok! Di dalam resto di sebuah mal, para pengunjung kebal kebul.  Tatkala saya protes kepada petugas resto, mereka pun ketakutan untuk memperingatkan para perokok tersebut.  Demikian juga di restorasi sebuah kereta eksekutif, ternyata malah dijadikan tempat merokok para penumpang yang sudah kebelet! Protes kepada petugas restorasi pun percuma karena mereka tidak berani menegur.  Dalihnya, “memang begitulah para penumpang”. Padahal jelas-jelas tercantum di majalah KA bahwa peningkatan pelayanan KA saat ini salah satunya adalah berupa tindakan tegas dan denda bagi para perokok di dalam kereta.

Kalau sudah begini, mau tak mau kita sendiri yang harus protes! Siapa lagi yang bertanggungjawab terhadaap kesehatan kita kalau bukan diri sendiri.  Ajarkan anak sedini mungkin untuk tidak menyukai asap rokok dan memrotes kalau ada orang dewasa merokok di dekatnya.

Tulisan ini sebagai bentuk kemirisan hati tatkala melihat seorang istri membelikan rokok untuk suaminya!

 

RT”@YLKI_ID: telp call center Dinas Pariwisata jk temukan org mrokok di hotel & restauran: 021-5263921…sanksinya:… http://fb.me/6AzWU9pdW

Serial Kanker Serviks (1) – Perkenalan Pertama

Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim (KLR) adalah kanker yang menyerang area mulut/leher rahim seorang wanita . Kanker ini merupakan jenis keganasan yang terbanyak diderita oleh kaum wanita, baik di Indonesia, maupun di dunia.  Tertinggi angka kesakitannya, tertinggi pula angka kematiannya. Namun selama ini masih saja ada yang rancu membedakan antara serviks (mulut rahim) dengan rahim.  Kanker yang banyak memakan korban ini justru menyerang mulut rahim, yang hanya seluas kira2 2 x 2 cm saja.

cervix.www.services.epnet.comjpg

Penyebab yang melatarbelakangi kondisi tersebut adalah terlambatnya para penderita mendatangi dokter, sehingga saat ditemukan pertama kali kanker sudah dalam stadium lanjut.    Adapun penyebab kenapa sampai terlambat berobat adalah karena kanker ini pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang berarti.   Para penderita umumnya  tidak merasakan gejala apa pun padahal dirinya sudah tersesrang kanker tersebut .

Pada tahap dini, pemeriksaan dengan mata telanjang pun tidak menemukan kelainan apa pun, alias masih tampak normal-normal saja.  Disinilah pentingnya, deteksi dini!  KLR yang ditemukan dalam tahap dini, angka kesembuhannya bisa mencapai 90%. Dengan deteksi dini, kelainan yang masih dalam tingkat perubahan sifat sel sudah bisa diketahui untuk kemudian ditindaklanjuti dengan terapi.

Siapa yang berisiko untuk terserang kanker serviks? Ingat berisiko bukan berarti pasti kena! Namun risikonya lebih tinggi dibandingkan wanita lain.

Saat ini hanya ada 3 faktor risiko utama yang memudahkan seseorang terserang KLR, yaitu :

  1. Kontak seksual pada usia yang sangat muda
  2. Multipartner seksual
  3. (lagi-lagi) Merokok (aktif dan pasif)

Perokok pasif3.stopsmokingway.com

Dan ada beberapa risiko yang menyertai penderita kanker KLR yakni :

  1. Sering melahirkan
  2. Faktor nutrisi
  3. Penyakit hubungan seksual, terutama Herpes dan HIV
  4. Penggunaan kontrasepsi hormonal yang lama

Didapatkan juga bahwa para wanita yang suaminya dikhitan angka kejadian KLR lebih rendah daripada yang suaminya tidak dikhitan.  Hal ini dikarenakan pada pria yang dikhitan akan lebih jarang terinfeksi dengan HPV. (nin)

bersambung

Tidak Ada Untungnya Merokok (2) kumpulan QN MP

  • PENGGUNA NARKOBA MULANYA PEROKOK.  Karena pengaruh rokok dirasakan berkurang maka sebagian perokok berpindah ke ganja dan morfin. Penggunaan morfin dengan jarum suntik akan meningkatkan jumlah penderita HIV/AIDS (Hakim Sorimuda Pohan dari Indonesia Tobacco Control Network seperti dikutip di Kompas 9/2).  Pendapat saya belum berubah….”Ganyang rokok sekarang juga dan dimana saja”. Sifat adiksi tembakau yang membuat perokok merasa tenang akan terus bertambah dari hari ke hari, sementara sensitivitas otak untuk mengeluarkan dopamin sebagai zat pembuat nyaman dan bahagia pun makin berkurang. Pada titik kritis inilah seseorang akan dnegan mudah berpindah dari rokok ke narkotika. Waspadalah…waspadalah! @arfun : Hmmm… Semakin menyesal pernah jadi perokok.
    Lanjutkan kampanyenya mbak. :); @cambai : alhamdulillah, duuluuu syarat mau jadi suami saya adalah bukan perokok mbak pritta..:))papa saya perokok hingga usia 40 tahun, adik2 saya merokok ketika kuliah, tapi sekarang udah pada stop, karena dulu merokok untuk gaul aja. 🙂
    mertua saya perokok hingga usia 50 tahun, setelah sesak nafas, beliau berhenti total, hingga detik ini.suami alhamdulillah tidak pernah merokok sama sekali. ia melihat tidak ada manfaatnya membuang uang untuk dihisap dan dibakar..:))

    keluarga saya ada beberapa orang yang meninggal karena kanker, semuanya adalah perokok berat mbak pritta..:((
    juga beberapa sodara jauh yang kena razia narkoba, juga perokok berat..:(

    jadi boleh dibilang, saya sudah hafal sekali kelakuan ini…:( meskipun masih banyak pihak perokok yang mengklaim tidak ada hubungan sama sekali, tapi jika sudah lebih dari 5 org dalam keluarga besar saya menunjukkan contoh negatif, apalagi yang mau diperdebatkan ?

  • PEROKOK yang BERHENTI MEROKOK, ternyata lebih berbahagia dan lebih puas dengan hidup mereka dibadingkan dengan mereka yang masih lanjut merokok (Annals of Behavioral Medicine – Livesciences. Penelitian terhadap 1504 orang yang berhenti merokok sampai dengan 3 tahun pasca berhentinya).  Ayo…..tetap semangati orang-orang di sekitar kita untuk BERHENTI MEROKOK!
  • ROKOK MEMISKINKAN  penduduk termiskin.  Tahun 2005, 47,74% penduduk miskin merokok. Tahun 2009 meningkat menjadi 57,1 % penduduk miskin yang merokok (Lembaga Demografi FEUI, dikutip di Kompas 2/12/2011)
  • PEROKOK AKTIF USIA 10 – 14 TAHUN.…………..marah-marah dan memukuli ortunya kalau lagi kehabisan rokok 😥  [kompas,20/3/2012]. Data riskedas untuk perokok aktif usia termuda hanya sampai 10-14 tahun, padahal yang perokok balita pun banyak! Dan yang 10-14 tahun jumlahnya melonjak 6 kali lipat semenjak 1995 (dari 71 ribu menjadi 426 ribu. Terakhir, Ilham, 8 tahun, yang sedang diungsikan di KPAI karena ortunya yang buruh sudah tidak sanggup memenuhi permintaan anaknya yang menghabiskan 2 pak rokok sehari. Ada juga Aldi, 2,5 tahun, anak tukang sayur yang sudah merokok sejak usia 11 bulan. Anak-anak Indonesia…………..Wahai para orang tua…berhentilah merokok di depan anak-anakmu! Jangan engkau kira tidak akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir nanti hanya gara-gara tembakau dilinting itu!! #myshant : saya siy mikirnya, anak kecil tuh seperti buku yg ditulisin sama orangtuanya
    yg ngenalin rokok ke anak sejak kecil itu siapa ? yg ngasih rokok pertama kali ke anak itu siapa ? gak mungkin anak kecil tiba2 ke warung beli rokok sendiri kan ?
    jadi ya tetep salahkan orangtuanya lah ….kadang salah kaprah, punya anak dengan hobi “aneh”, ortunya malah bangga *tepok jidat*
    anak saya susah makan sayur saya ikhlas disalahkan, karena dulunya saya enggak telaten “maksa” :-D; #jampang : gak mungkin anak kecil tiba2 ke warung beli rokok sendiri kan ? ==> awal2 disuruh bapaknya, bisa jadi lama2 nyoba selain beli; #luvummi : Jadi inget ada ibu2 yang ngerokok di kantor, kaget Diah.. Kaga’ nyangka, huhu..Hu’um dok, PNS juga. Baru tau tadi pagi, mbanyah ngerokok di ruangan berAC.. Padahal dl bliau sering ngasih nasehat yang baik2 pas Diah hamil, huhu.dulu saya sering disuruh beli sama paman, tapi alhamdulillah nggak tergoda, karena ayah saya nggak ngerokok
  • Para aktivis pro tembakau, menolak peringatan Hari Tanpa Tembakau (1 Juni). Alasan mereka jutaan orang di Indonesia hidup dari tembakau :
    Pekerja yang terlibat langsung : 6 juta orang
    Petani tembakau dan cengkeh : 3,5 juta orang
    Pedagang/pengecer : 2 juta
    (Sumber : harian Surya)JANGAN TERKECOH ANGKA-ANGKA INI.  KARENA KERUGIAN AKIBAT MEROKOK BERKALI-KALI LIPAT BESARNYA.  TEMBAKAU BISA DIGUNAKAN UNTUK KEPERLUAN LAIN YANG JELAS LEBIH BERMANFAAT! # prajuritkecil : Yang jelas, ga ada petani tembakau yang kaya raya toh…?; #saya : yang jelas, yang kaya raya karena tembakau ini adalah para pemilik kerajaan pabrik rokok. Para konglomerat besar yang disubsidi terus oleh orang miskin (70% PEROKOK AKTIF ADALAH ORANG MISKIN) ; #tintin1968 : yang pro tembakau pun dibayar mahal makanya mau demo.. 😦 ; #myshant : saya pernah mempekerjakan tukang bangunan, rela gak dapet makan siang asalkan jatah rokok terpenuhi *miris*; #subhanallahu : orang miskin sudah sangat stres dengan kehidupannya, sayang sebagian besar pelariannya ke rokok…; #srisariningdyah : kalau ndak salah, tembakau ini banyak menyerap unsur hara tanah, jadi bukan tanaman yang menguntungkan secara ekonomis, karena sulit mengembalikan unsur hara tanah seperti semula setelah ditanami tembakau, tanpa usaha2 yang lebih dibanding tanaman laincmiiw

Tidak Ada Untungnya Merokok (1) kumpulan QN MP

  • Sungguh sampai hati, para bapak, para suami, para abang, mas, dan paman…dengan tenangnya merokok dan menghembuskan asapnya kepada istri, anak, adik dan kemenakan perempuan mereka. Bukankah menjadikan orang-orang terdekat sebagai perokok pasif bagaikan menaburkan berbagai macam penyakit yang akan tumbuh bebelas tahun kemudian  ?? Bahkan sampai janin dalam rahim bunda pun dapat terpapar  nikotin laknat itu.
  • AMTI (ALIANSI MASYARAKAT TEMBAKAU INDONESIA) menyatakan MENOLAK usulan Kementerian Kesehatan mengenai Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan, dalam rumusan y ang ada saat ini.  Alasannya, bila usulan kemenkes tersebut dijalankan maka penghidupan 6 juta rakyat Indonesia terancam, pendapatan cukai tembakau negara yang sebesar 55 trilyun pada 2009 akan tergerus.  (ini adalah iklan yang dipasang oleh AMTI sebesar 1/2 halaman berwarna di harian Kompas, Senin, 22 Februari 2010.  Masyarakat mesti cerdas menyikapi iklan persuasif seperti ini.  Lalu dampak kesehatan akibat rokok, biaya yang harus dikeluarkan untuk menanggulangi PPOK, dampak kesehatan perokok pasif, dan berapa juta generasi muda yang tergerus kesehatannya akibat tembakau dan kemudian tergelincir ke narkoba harus diabaikan?? SADARLAH, WAHAI PENGURUS NEGARA DAN PARA ORANG TUA)
  • “Melindungi Perempuan dari Asap Rokok” (tema Hari Tanpa Tembakau tahun 2010). Apa yang sudah engkau lakukan untuk ini…?
  • Memprihatinkan! Baru sampai pemberangkatan kloter 31, PPIH Surabaya sudah menyita 236 slof rokok (1 slof berisi 10 pak)!  (Republika 24 Oktober 2010) Sedangkan batas maksimal rokok yang boleh dibawa adalah 2 slof per orang.  Memang jamaah haji Indonesia dikenal sebagai ahli hisab (ngisap rokok!) Ibu-ibu, ingatkan dong, suami masing-masing yang masih merokok.  Lebih baik uangnya ditabung untuk menghajikan orang lain….wow, pahalanya!  #masya Allah… Indonesia memang surganya perokok yaa….
    teacher sy org England puas banget bisa bebas ngerokok di Indonesia, sdgkan di negaranya susah minta ampuun…
    sedihnyaaa (mawaddah) #wong ayat tentang tembakau dalam Draft RUU tentang rokok aja bisa hilang 😦
    baca di sini http://tempointeraktif.com/hg/flashgrafis/2010/10/21/grf,20101021-372,id.html (mbakje)
  • WHO 2010 : Angka KEMATIAN akibat menjadi PEROKOK PASIF mencapai 600.000 jiwa pertahun.  379 ribu akibat PENYAKIT JANTUNG, 165 ribu akibat  INFEKSI PERNAFASAN, 36.900 akibat ASMA, sisanya mati akibat  KANKER PARU!  Masihkah kita MAU jadi perokok pasif??? #liyaza : wah gmana mau nanggulanginya ya… tetangga sy anaknya kena infeksi paru gara2 bapaknya merokok….tetangga sy mangku anak sambil merokok kalau dibilang cm senyum jd bingung ngandaninya 😀
  • Nantinya di bungkus rokok akan dicantumkan gambar orang terkena kanker mulut, kanker paru, penuaan dini, dan dampak rokok pada anak! Studi menunjukkan, peringatan dengan gambar akan lebih efektif mengerem hasrat orang mau merokok.  *lagi mengelus dada gara2 lihat pengendara mobil ngasih sebatang rokok kepada polisi cepek..eh gopek sebagai gantinya koin.  Mau dipotret, gak keburu ^__^ * # mb. Arni : semoga cara itu cukup efektif untuk menekan jumlah perokok yang seliweran sesuka hati dan menghembuskan asapnya untuk dihirup oleh non perokok………….*masih kesel, kemarin sorememilih turun dari angkot, duduk disamping sopir perokok, pas dibilangin eh malah ngeyel n nyuruh saya nutup idung pake tisu……… daripada ribut saya memilih turun dan pindah angkot hiks………
  • Naaah, betul kan.  Lihat fakta ini.  81% remaja pernah mengikuti kegiatan yang disponsori industri rokok.  Lalu 42% di antaranya berpendapat keterlibatan itu memengaruhi mereka untuk mulai merokok (hasil penelitian UHAMKA dan Komnas Pelindungan Anak tahun 2007, seperti yang dimuat di Femina 21/XXXIX 2011) #maemunah : hmm hmm hmm… memang sih Bu menurut fakta sponsor dari rokok lebih mudah didapat drpada yg lain, tapiiii mudhorotnya lebih banyak dibanding manfaat untuk acaranya yg hanya sekejap… Jazaakillah khoir infonya; #ibutio : tapi ada satu lagi yang penting, mbak….ternyata ibu-ibu jaman sekarang juga semakin banyak yang senang ngebul di depan umum….demi disebut gaul….ya wajar saja kalau kemudian anak-anak itu mengikuti jejak ibunya; #mylathief : berarti boleh juga, tuh, DBL-nya Jawa pos yg nggak mau pake rokok sebagai iklannya..; #filzhaizati : kalo d kampus ku, mantap mba..komitmen pudirnya no sponsor dari rokok untuk setiap event2 mahasiswa hatta mereka butuh dana dan ada tawaran dari sponsor rokok bakal kaga di terima..padahal bukan kampus islam loh.; #futsuukei : na’udzubillaah,,, jadi ingat dulu waktu masih ngampus ada mba2 SPG nawar2in rokok di kampus,,,ko bisa ya,,,

15 Fakta Bila Rokok Sudah Distop

FAKTA 1
Merokok bukanlah cara yang tepat untuk memperlihatkan kebebasan wanita, kesetaraan gender, modernitas, atau menghilangkan stress. Banyak cara lain yang lebih tepat untuk mencapai hal yang sama tanpa merusak kesehatan tubuh wanita.FAKTA 2
Di antara berbagai masalah kesehatan, masalah yang paling tidak menunjukkan kesetaraan gender di negara berkembang seperti Indonesia adalahmasalah wabah tembakau. Selama puluhan tahun wanita Indonesia menjadi korban asap tembakau lingkungan (enviromnentally tobacco smoke) yang berasal dari ayah, suami, atau laki-laki yang berasal dari sekitarnya. Namun mereka seolah tak berdaya mencagah atau mengendalikannya. Jadi sekarang perlu pemberdayaan peran wanita Indonesia dalam mencagah wabah tembakau pada anak2, remaja, dan wanit agar industri tembakau tidak mudah memperdaya wanita dengan iklan menyesatkan berupa gerakan ‘women’s lib’, seakan wanita yang merdeka dan modern adalah mereka yang merokok

FAKTA 3
Berhenti merokok pada umur berapa pun akan memberi manfaat kesehatan yang besar dan segera. Hal ini berlaku baik untuk orang dengan maupun tanpa penyakit yang disebabkan merokok

FAKTA 4
2 jam setelah berhenti,semua nikotin akan keluar dari tubuh anda. Dalam waktu sekitar dua hari, semua hasil sampingan nikotin akan dibuang keluar.

FAKTA 5
Dalam beberapa jam setelah berhenti, karbon monoksida keluar dari dalam sistim tubuh. Setelah beberapa bulan, paru-paru akan bekerja lebih baik, sehingga seseorang akan dapat bekerja dengan napas yang lebih kuat.

FAKTA 6
Berhenti merokok mengurangi risiko terkena stroke dan bronhitis kronik. Ini penting terutama untuk wanita pengguna kontrasepsi pil, dimana risiko terkena stroke nya meningkat 10 kali lipat bila merokok.

FAKTA 7
Dalam dua hari setelah berhenti merokok, papil-papil pengecapan pada lidah akan hidup kembali dan rasa penciuman akan membaik. Napas, rambut, kuku, gigi, dan pakaian akan menjadi lebih bersih.

FAKTA 8
Setelah 3 pekan tanpa merokok, latihan fisik akan terasa lebih ringan karena kebutuhan tubuh akan oksigen menjadi lebih sedikit dan lebih banyak udara yang masuk ke dalam paru-paru.

FAKTA 9
Hampir semua perokok ingin berhenti. Penelitian menunjukkan bahawa 4 di antara 5 perokok pernah dnegan serius mencoba untuk berhenti merokok, sedikitnya 1 kali.

FAKTA 10
Dalam 2 bulan setelah berhenti merokok, aliran darah yang menuju ke tangan dan kaki akan lebih baik.

FAKTA 11
Gejala perbaikan merupakan pertanda yang baik. Perbaikan itu menunjukkan bahwa tubuh anda telah menyingkirkan zat-zat kimia dari tubuh.

FAKTA 12
Dalam 3 bulan setelah berhenti, rambut getar (silia) akan membaik fungsinya dan mulai membuang lendir-lendir dari saluran nafas sehingga seseorang akan bereaksi batuk. Lendir buangan tersebut dapat berwarna coklat karena tar.Paru akan bekerja lebih baik, sehingga aktivitas seperti naik tangga dan mengejar bis akan lebih mudah dan ringan.

FAKTA 13
Merokok menguranagi risiko terkena kanker paru. Setelah sepuluh tahun berhenti, risikonya tinggal 50%

FAKTA 14
Setelah 12 bulan tidak merokok, risiko terkena penyakit jantung akan turun sampai setengah dari risiko yang dimiliki para perokok. 15 tahun setelah berhenti, risikonya hampir sama dengan mereka yang tidak merokok.

FAKTA 15
Di antara semua negara berkembang, Indonesia adalah yang paling terbelakang di bidang pengendalian tembakau untuk melindungi kesehatan rakyatnya. Bangladesh dan Vietnam dulu lebih miskind an merdekanya lebih belakangan daripada Indonesia, namun para pemimpin di kedua negara itu lebih sadar bahaya tembakau dan berusaha mengganti tanaman tembakau dengan tanaman pangan bergizi. Vietnam bahkan melarnag impor tembakau dari luar negeri. Mereka berusaha membangun ekonomi tanpa merusa kesehatan warganya. Kita pun seharusnya bisa begitu jika para pemimpinnya berwawasan luas.

*bahan dari “Stop Merokok Sebab Anda Bisa”, Drg. Wasis Sumartono, SpKG