DENYUT JANTUNG JANIN (episode 1)

Setiap kali memeriksa seorang ibu hamil selalu saya perdengarkan denyut jantung janin yang iramanya seperti derap kaki kuda tersebut. Dengan alat doppler, denyut jantung sudah bisa didengar sejak usia kehamilan duabelas pekan, tatkala janin masih berukuran 2 sentimeter. Dengan doppler USG kita bisa mendengar denyut jantung di usia yang lebih dini lagi, yaitu 7 pekan. Saat itu ukuran janin masih satu sentimeter. Masya Allah!

 

 

Selain memperdengarkan saya juga menghitung frekuensinya. Dengan USG, frekuensi harus dihitung terlebih dahulu, sedangkan dengan alat doppler,frekuensi langsung muncul dalam angka digital. Tak dinyana ternyata para ibu sangat perhatian dan mengingat hasil pemeriksaan pekan sebelumnya. Tatkala saya menyebutkan angka 145 x per menit, misalnya, maka segera disusul dengan pertanyaan, “Kok minggu lalu 153 kali, dok? Mengapa frekuensinya menurun?”

Atau bisa juga begini, saat saya menyebutkan sebuah angka, 137 kali per menit, maka pertanyaan selanjutnya adalah, “Kenapa secepat itu? Normal tidak?”

Sehingga pertanyaan besarnya adalah berapa normalnya Frekuensi Denyut Jantung Janin?

Mari kita telusuri ……

Jantung memang salah satu organ yang dibentuk dan berfungsi paling awal. Hal ini wajar sehubungan dengan tugasnya sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh. Dengan aktifnya sirkulasi maka kehidupan akan terpelihara dan tumbuh kembang akan berlangsung. Sekali jantung berdenyut maka pantang untuk berhenti. Ibarat syair Khairil Anwar …”sekali berhenti, sudah itu mati”

Berhubung janin dalam rahim tidak bisa dilihat secara langsung, maka harus ada indikator yang menunjukkan bahwa janin tersebut baik-baik saja, atau justru sedang dalam masalah yang gawat. Indikator tersebut adalah Denyut Jantung Janin (DJJ). DJJ dihitung frekuensinya, dipantau iramanya dan dikorelasikan dengan kondisi ibu. Frekuensi normal DJJ adalah 120 – 160 kali per menit. Jauh lebih cepat daripada denyut jantung manusia dewasa yang 60-80 kali per menit . Karena itu sangat normal apabila DJJ hari ini 145 dan pekan kemarin 153 kali per menit.

Peningkatan DJJ bisa terjadi dari faktor janin, misalnya janin banyak bergerak. Dari faktor ibu, misalnya ibu demam. Atau bisa juga faktor lingkungan, misalnya saat rahim berkontraksi, kompresi kepala janin saat berada di dasar panggul, atau keadaan dimana terjadi hipoksia (penurunan suplai oksigen ke janin). Masih dibilang aman apabila kondisi DJJ cepat itu segera pulih kembali menjadi normal apabila gangguan dihilangkan. Namun apabila gangguan tersebut tidak bisa segera dihilangkan, maka DJJ cepat (takikardia) bisa berpotensi membuat jantung “lelah”, maka akibatnya akan terjadi sebaliknya yaitu DJJ melambat (bradikardia). Ini kondisi bahaya

Bagaimana Memantau DJJ Secara Kontinyu??

Bersambung ………

 

4 thoughts on “DENYUT JANTUNG JANIN (episode 1)

  1. Dok, skrg saya sedang hamil 26 minggu..dari kehamilan 22 minggu ke 26 minggu ini kenaikan berat badan saya hampir 2,5 kg..saya khawatir dgn kenaikan bb yg over akan memicu hipertensi mengingat kehamilan pertama dulu saya mengalami preklamsia..Saya mau memperbaiki pola makan dgn mengurangi karbohidrat dan lemak serta memperbanyak protein dan serat..

    Pertanyaannya dok..apakah janin saya tdk akan kekurangan gizi..apakah kebutuhan janin akan karbohidrat dan lemak akan diambilkan dr cadangan makanan di tubuh saya seandainya dari makanan yg saya konsumsi tdk mencukupi kebutuhan janin..

    Demikian dok..terima kasih

  2. terima kasih atas pertanyaannya. Berbeda dengan paradigma lama, sekarang ini kenaikan BB bumil tidak perlu terlalu banyak. Apalagi bila berat badan sebelum hamil sudah termasuk overweight. Maksimal kenaikan berat badan per bulan adalah 2 kilogram. Janin in syaa Allah tidak kekurangan gizi selama gizi ibu mencukupi (baca : makanan ibu cukup bervariasi. janin dibekali sifat parasit sehingga dia akan terus menyedot cadangan nutrisi dari ibunya selagi masih ada. Sebaliknya, yang perlu diperhatikan adalah kecukupan mikronutrien, yakni vitamin dan mineral. Dan pastikan bahwa tidak menderita anemia (kurang darah)

  3. dok, saya sejak awal kehamilan kadang suka merasa ada denyut jantung di perut sesudah makan. itu denyut jantung bayi bukan ya? trus kalau ke dokter kandungan jarang dikasih tau jumlah detak jantungnya

    • Bukan denyut jantung. Kemungkinan kedutan otot saja. Kalau denyut jantung tidak bisa dirasakan melainkan didengarkan. Kalau pas periksa kan didengarkan pakai doppler. Suaranya cukup keras. Tanya saja frekuensinya berapa? Tapi DJJ itu selalu berubah2 ya. Yang penting dlm rentang normal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s