Nyeri Haid, Kapan Harus ke Dokter? (episode dua)

Berkebalikan dengan yang primer, pada dismenore sekunder, nyeri haid yang timbul diakibatkan oleh adanya kelainan pada organ reproduksi. Sifat nyerinya juga berbeda, yaitu :

  1. Baru timbul di usia dewasa, dimana sebelumnya tidak pernah mengalami nyeri haid .
  2. Nyeri mulai timbul di hari pertama haid, namun semakin lama semakin meningkat sejalan dengan makin banyaknya darah haid yang keluar. Bahkan bisa saja nyeri haid bertahan sampai dengan haid berakhir!
  3. Derajat nyeri juga lebih berat sehingga hampir selalu dibutuhkan obat penghilang nyeri
  4. Terkadang disertai dengan nyeri di tempat lain, misalnya nyeri saat BAB atau BAK

Kelainan organ yang dihubungkan dengan nyeri haid antara lain adalah :

  1. Endometriosis
  2. Mioma uterus (tumor jinak rahim)
  3. Penyakit Radang Panggul
  4. Tumor Indung Telur, terutama kista endometriosis
  5. Kelainan letak rahim
  6. Kelainan bawaan saluran genitalia
  7. Penyempitan atau striktura leher rahim
  8. Penggunaan AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
  9. Faktor psikis

Bila yang dirasakan selama ini menjurus ke nyeri haid sekunder, apalagi bila disertai dengan nyeri saat berhubungan intim, maka segeralah berkonsultasi ke dokter kandungan.

endometriosisdiag dari www.med.yale.eduFoto : endometriosis, salah satu penyebab tersering nyeri haid sekunder

Olahraga Bisa Ringankan Nyeri Haid

Yang menarik adalah bahwa nyeri haid ternyata berkaitan juga dengan kondisi psikologis seseorang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang kepribadiannya belum matang, yang merasa tidak nyaman saat dirinya sedang haid, yang mengalami konflik berkaitan dengan kewanitaannya, kebanyakan mengalami nyeri haid yang lebih berat. Demikian juga, wanita yang kurang berolahraga, atau yang mengalami kurang gizi ternyata lebih sering menderita akibat nyeri haid.

Kapan Harus ke Dokter?

Nyeri haid tak selalu harus diobati, namun apabila dirasakan perlu, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Pengobatan medis dianjurkan apabila ada kecurigaan nyeri haid sekunder. Untuk nyeri haid primer namun membuat tidak nyaman dalam beraktivitas bisa mengonsumsi obat penghilang nyeri yang beredar bebas, misalnya golongan parasetamol. Namun hendaknya mengonsumsi obat tersebut sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan tidak menggunakannya secara sembarangan dan berlebihan. Akan lebih baik lagi bila dilakukan perubahan pola hidup dan pola makan yang bertujuan mengurangi derajat nyeri haid. Karena itu , daripada tergantung dengan obat2an mulailah melakukan hal-hal di bawah ini :

  1. Berolahraga secara teratur
  2. Makan makanan yang sehat dan diperbanyak sayur dan buah-buahan
  3. Mengurangi konsumsi garam, gula, dan lemak
  4. Kompres hangat di bagian perut yang terasa nyeri

[nin]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s