Archive | Desember 2015

Nyeri Haid, Kapan Harus ke Dokter? (episode dua)

Berkebalikan dengan yang primer, pada dismenore sekunder, nyeri haid yang timbul diakibatkan oleh adanya kelainan pada organ reproduksi. Sifat nyerinya juga berbeda, yaitu :

  1. Baru timbul di usia dewasa, dimana sebelumnya tidak pernah mengalami nyeri haid .
  2. Nyeri mulai timbul di hari pertama haid, namun semakin lama semakin meningkat sejalan dengan makin banyaknya darah haid yang keluar. Bahkan bisa saja nyeri haid bertahan sampai dengan haid berakhir!
  3. Derajat nyeri juga lebih berat sehingga hampir selalu dibutuhkan obat penghilang nyeri
  4. Terkadang disertai dengan nyeri di tempat lain, misalnya nyeri saat BAB atau BAK

Kelainan organ yang dihubungkan dengan nyeri haid antara lain adalah :

  1. Endometriosis
  2. Mioma uterus (tumor jinak rahim)
  3. Penyakit Radang Panggul
  4. Tumor Indung Telur, terutama kista endometriosis
  5. Kelainan letak rahim
  6. Kelainan bawaan saluran genitalia
  7. Penyempitan atau striktura leher rahim
  8. Penggunaan AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
  9. Faktor psikis

Bila yang dirasakan selama ini menjurus ke nyeri haid sekunder, apalagi bila disertai dengan nyeri saat berhubungan intim, maka segeralah berkonsultasi ke dokter kandungan.

endometriosisdiag dari www.med.yale.eduFoto : endometriosis, salah satu penyebab tersering nyeri haid sekunder

Olahraga Bisa Ringankan Nyeri Haid

Yang menarik adalah bahwa nyeri haid ternyata berkaitan juga dengan kondisi psikologis seseorang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang kepribadiannya belum matang, yang merasa tidak nyaman saat dirinya sedang haid, yang mengalami konflik berkaitan dengan kewanitaannya, kebanyakan mengalami nyeri haid yang lebih berat. Demikian juga, wanita yang kurang berolahraga, atau yang mengalami kurang gizi ternyata lebih sering menderita akibat nyeri haid.

Kapan Harus ke Dokter?

Nyeri haid tak selalu harus diobati, namun apabila dirasakan perlu, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Pengobatan medis dianjurkan apabila ada kecurigaan nyeri haid sekunder. Untuk nyeri haid primer namun membuat tidak nyaman dalam beraktivitas bisa mengonsumsi obat penghilang nyeri yang beredar bebas, misalnya golongan parasetamol. Namun hendaknya mengonsumsi obat tersebut sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan tidak menggunakannya secara sembarangan dan berlebihan. Akan lebih baik lagi bila dilakukan perubahan pola hidup dan pola makan yang bertujuan mengurangi derajat nyeri haid. Karena itu , daripada tergantung dengan obat2an mulailah melakukan hal-hal di bawah ini :

  1. Berolahraga secara teratur
  2. Makan makanan yang sehat dan diperbanyak sayur dan buah-buahan
  3. Mengurangi konsumsi garam, gula, dan lemak
  4. Kompres hangat di bagian perut yang terasa nyeri

[nin]

Nyeri Haid, Kapan Harus ke Dokter? (episode satu)

Haid yang sering diibaratkan sebagai tamu bulanan, terkadang kehadirannya membawa penderitaan. Meskipun bagi sebagian besar wanita tidak merasa terganggu karenanya, namun untuk sebahagian yang lain datangnya haid bagaikan horor. Horor tersebut berwujud nyeri haid (dismenore). Dalam menghadapi nyeri haid dengan berbagai bentuknya tak sedikit yang siap tempur bersenjatakan macam-macam jenis ramuan dan obat-obatan. Yang tumbang, terpaksa harus meringkuk di tempat tidur dan aktivitas harian pun terpaksa diurungkan.

Prosentase wanita yang mengalami nyeri haid sebetulnya cukup besar, namun jarang di antara mereka yang datang berobat ke dokter dikarenakan nyerinya. Di Amerika, 30-50% wanita mengalami nyeri haid, bahkan 10-30% di antaranya harus meninggalkan pekerjaan atau sekolahnya. Di Swedia, sebanyak 72,42% wanita usia19 tahun mengalami nyeri haid. Bagaimana dengan di Indonesia? Sebuah penelitian yang melibatkan 733 orang siswi SMP di Jakarta, ternyata 74,1% mengalami nyeri haid derajat ringan sampai berat.   Para siswi tersebut juga mengeluh pusing, sakit kepala, dan mual sebagai gejala yang menyertai nyeri haid. Sebuah penelitian lain di Amerika mengungkapkan bahwa nyeri haid dialami oleh 20% – 90% wanita di usia reproduksi

Mengapa Bisa Timbul Nyeri Haid?

Nyeri haid digambarkan dengan nyeri yang ringan sampai berat di area perut bagian bawah. Nyeri tersebut bersifat spasmodik yaitu nyeri mirip kram dan berdenyut-denyut.   Dari perut bagian bawah, nyeri bisa menjalar sampai ke paha bagian dalam atau ke area bokong. Derajat nyeri bisa berbeda antar satu wanita dengan wanita lain. Bila nyeri haid yang digambarkan di atas tersebut dibarengi dengan mual, muntah, diare, bahkan ada yang sampai pingsan, maka nyeri tersebut digolongkan sebagai nyeri haid berat.

dismenore.www.fetus.org

Dalam dunia medis, nyeri haid disebut dismenore, berasal dari kata “dis” (sulit, nyeri, abnormal) , “meno” (haid) dan “rhea” (aliran). Ada dua jenis dismenore, yakni primer dan sekunder. Disebut dismenore primer apabila tidak diketemukan kelainan organik.   Sifat nyerinya, timbul sejak hari pertama haid dan menghilang atau berkurang banyak di hari kedua. Penyebabnya adalah kontraksi rahim ditambah dengan pengaruh beberapa hormon. Meskipun mekanisme bagaimana terjadinya dismenore primer ini belum jelas benar, namun diduga nyeri timbul akibat keluarnya hormon prostaglandin yang berlebihan. Prostaglandin ini menyebabkan kontraksi rahim sehingga timbul nyeri. Kadar Prostaglandin yang tinggi diakibatkan oleh rendahnya hormon Progesteron yang dihasilkan dari korpus luteum.

(kalau dismenore sekunder yang bagaimana? ……)