“Lahir Normal”….Apa dan Bagaimana? [P4 dan P5]

Sampailah kita di bagian terakhir dari serial lahir normal. P4 dan P5 adalah Psikis dan Penolong.
PSIKIS
Psikis disini yang dimaksud adalah kesiapan mental calon ibu. Apakah dia sudah dewasa secara kejiwaan? Apakah dia sudah siap menghadapi proses persalinan ini? Apakah dia menghendaki kehamilannya? Ternyata semua itu berpengaruh terhadap kemajuan suatu persalinan. Ibu hamil yang pencemas cenderung akan mudah panik saat timbul rasa nyeri yang makin lama makin hebat. Panik plus sakit, membuat seseorang berteriak-teriak tak terkendali. Bahkan yang lebih seru, ia bahkan bisa marah-marah dan memaki.

Siapa saja bisa jadi sasaran kemarahannya. Namun yang paling sering biasanya suami. Bisa dimaklumi, suamilah yang berhasil membuat dirinya hamil, tapi sekarang cuma sibuk sms karib kerabat bahwa istrinya melahirkan…sebentar lagi. Karena itu, hedaknya setiap kehamilan adalah kehamilan yang diinginkan dan diharapkan berdua. Bukan keinginan salah satu pihak saja. . Bila sudah siap menerima kehamilan dan segala risikonya, maka untuk menetralisir rasa sakit saat persalinan, bekalilah diri dengan berbagai ilmu tentang kehamilan dan persalinan. Ilmu ini, selain diperoleh dari buku, juga bisa dari dunia maya. Namun bijaksanalah menyerap ilmu dari dunia maya,. Pilihlah yang sumbernya adalah orang yang kompeten dan dapat dipercaya. Selain itu ibu hamil bisa mengikuti kursus atau kelas-kelas pranatal. Latihlah fisik dengan tetap berolahraga, mengikuti kelas senam hamil, serta makan makan yang sehat dan bergiziai. Jagalah berat badan agar tetap terkendali, agar tubuh cukup lentur untuk mengambil posisi tertentu untuk bersalin. Olahraga yang dilakukan teratur juga membuat pernapasan jadi panjang dan teratur. Penelitian membuktikan bahwa ibu hamil yang berilmu akan lebih siap dari pada yang tanpa bekal.

PENOLONG dan PENDAMPING

Apatah jadinya apabila si ibu sudah cukup tenang dan terkendali dalam proses persalianan damun pendampingnya mudah panik atau penolongnya kurang sabar. Meskipun menurut penelitian juga, bahwa proses persalinan akan lebih lancar apabila si ibu didampingi oleh keluarga terdekatnya – bissa suami, ibu, mertua, atau kakak perempuan, namun sifat pendamping juga harus jadi bahan pertimbangan. Tak jarang saya meminta penggantian pendamping, apabila ternyata pendamping malah bikin suasana kacau. Termasuk menghormati keinginan ibu bersalin. Ada di anatara mereka yang malah ingin sendirian tatkala bersalin. Kalau memang begini, ya sudah keluarga yang lain di luar saja…berdoa. Kultur masyarakat di Indonesia adalah : ibu bersalin di antar oleh keluarganya serombongan. Semua sesepuh turut serta dan masing-masing memberikan nasihat sendiri2. Bisa dibayangkan betapa riuhnya suasana. Karena itu, patuhilah apabila ada peraturan bahwa pendamping sebaiknya satu orang saja.
Kembali ke penolong. Penolong yang sabar, tentu akan mendukung kemajuan prosese persalinan. selain sabar, yang tak kalah pentingnya adalah informatif. Si ibu juga berhak tahu, sampai dimana proses persalinannya. Apakah kemajuannya sesuai dengan waktu, atau justru terjadi kemacetan persalinan sehingga membutuhkan tindakan tertentu. Beruntungklah di Indonesia, dimana penolong persalinan pada umumnya adalah dokter atau bidan tempat ia berkonsultasi selama kehamilannya. Di negara lain, bisa saja dokter tempat periksa hamil berbeda dengan dokter penolong persalinan. Dan itu memang sudah peraturan yang harus diikuti.
Catatan :mohon maaf apabila terjadi banyak salah ketik sehubungan dengan pembatan tulisan ini mengalami error, yaitu tidak tampil hurufnya, sehingga nulisnya jadi blind. Help…siapa dapat menolong ya…

9 thoughts on ““Lahir Normal”….Apa dan Bagaimana? [P4 dan P5]

  1. mudah2an psikis istri saya sudah siap dan saya juga bisa mendampinginya nanti pada saat melahirkan.

    kalau hurufnya tidak muncul, kemungkinan koneksi internetnya kurang bagus, bu. direfresh juga nanti muncul hurufnya dan bisa diedit…

    saya minta izin copy-paste ya bu, buat di forum kantor. terima kasih😀

  2. waktu lahiran anak pertama saya teriak2 histeris Alhamdulillah suami sabar mendampingi, semoga yang berikutnya nanti lebih mudah dan lebih lancar, dan semoga masih ketemu dgn Dr. Prita lagi Aamiin🙂

  3. Kalau orang mencuri biasanya langsung di buang memori cardnya. Bu Dokter usia kehamilan saya sekarang 9 minggu, masih flek sedkit hanya guratan2 kecil di pakaian dalam, bu dokter meresepkan saya premaston 15 tablet sekarang tersisa 6 tablet, apakah saya harus membeli premaston lagi sebelum konsultasi dgn dokter Prita atau saya konsultasi dulu sama dokter prita sebelum membeli premaston? sementara jadwal konsul sekitar 3 minggu lagi. Terimakasih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s