Cerita Ponsel (di Pesawat)

IMG_7081

Masih segar dalam ingatan kita tatkala media ramai memberitakan tentang pramugari yang dipukul penumpang karena tidak terima saat ditegur karena masih menggunakan ponsel dalam pesawat.

Dasar hukum prelarangan tersebut adalah UU no 1 tahun 2009 tentang Penerbangan pasal 412 ayat 5-7 tentang penggunaan HP di dalam pesawat bisa dihukum penjara 2 tahun atau denda 200 juta. Bila mengakibatkan kecelakaan maka dihukum penjara 5 tahun atau denda 2,5 M. Bila mengakibatkan matinya orang dihukum 15 tahun penjara.
Nah, berikut ini adalah kejadian yang saya alami berkenaan dengan ponsel di dalam pesawat.

Begini ceritanya….
Di pesawat plat merah, beberapa tahun yang lalu. Pesawat siap-siap taxi, tiba-tiba lagu nada panggil berbunyi. Oh, rupanya ada penumpang yang belum mematikan ponsel. Segera didengungkan peringatan. Seorang bapak tampak berusaha mematikan ponselnya. Tampaknya berhasil. Tapi tak berapa lama ponsel tersebut kembali bernyanyi. Maka pramugari pun menghampiri kursi bapak tersebut. Sang bapak kembali berkutat dengan ponselnya, berusaha mematikan. Berhasil? Ternyata belum. Nada panggil kembali menggema. Ia semakin gelisah karena pramugari mulai bermuka tegang. Dengan sedikit panik, karena semua tombol sudah dipencet namun tak juga off, maka usaha terakhir adalah melepas batere ponsel tersebut. Naah…baru beres!

Kejadian sepekan yang lalu, justru pramugari tidak terlalu tegas saat menjumpai penumpang berponsel.
Di pesawat cap singa jurusan Surabaya-Banjarmasin, seorang nenek tua asyik mengobrol dengan kerabatnya dengan suara keras yang saya perkirakan bisa didengar oleh seisi pesawat. Pramugari sudah memberikan pengumuman persiapan tinggal landas, di antaranya tentang kewajiban mematikan HP, namun ia masih terus mengobrol. Anehnya, beberapa kali pramugari berseliweran di dekatnya, karena kebetulan ia duduk di gang, tak ada seorang pun yang menegurnya. Pengumuman untuk mematikan HP akhirnya diulangi. Entah tak mendengar karena asyik mengobrol, atau memang sengaja karena materi obrolannya belum selesai, ia masih asyik berbincang dengan suara kerasnya. Pesawat pun mulai menggelinding, melakukan taxi. Nenek tak bergeming. Saya yang duduk di gang sebelahnya sudah merasa gemas, ingin segera mencolek, mengingatkan. Tapi suami saya mencegah.
“Saya mau tahu, apa tindakan pramugari”, katanya.
Saat ada pramugari melintas menuju ke kursi awak kabin, saya tak tahan untuk tidak memanggilnya.
“Mbak, mohon diingatkan beliau ini”, saya menghentikan langkahnya seraya menunjuk sang nenek.
Pramugari berhenti dan terdiam. Rupanya ia menunggu nenek jeda bicara, baru menegur. Tapi dasarnya orang sedang ngobrol seperti mitraliur, mana ada jeda?
“Mbak, mohon ditegur, dong” , saya igatkan sekali lagi. Bukannya apa-apa, telinga ini juga sudah protes karena desibel suara nenek demikian tinggi.
Namun rupanya pramugari merasa tak senang dengan teguran saya kepadanya. Nampak hal itu pada wajahnya. Ia pun menegur nenek seperti terpaksa.
Apa reaksi nenek? Ia mengomel panjang pendek sambil menyudahi pembicaraannya.
“Memangnya saya gak pernah apa naik pesawat. Ini kan belum terbang, kenapa ribut soal hape!”
Alhamdulillah, beberapa detik kemudian pesawat tinggal landas. Nenek kelelahan mengomel, ia pun tertidur.
Satu jam dua puluh menit kemudian, pesawat pun mendarat di bandara Syamsudin Noor. Nenek membenahi rambutnya, rapi-rapi. Eeeh…ternyata jepit rambutnya terlepas dan menggelinding ke kursi depan, di kelas eksekutif. Tanpa ragu, ia melepas seat belt dan berlari mengejar jepit rambut. Pramugari yang masih terikat di kursi awak kabin hanya melongo………… (nin)

23 thoughts on “Cerita Ponsel (di Pesawat)

  1. aku juga pernah negor orang yang nyalain hape 10 menit menjelang pesawat mendarat… Eh, dianya nyolot bilang, udah mo nyampe ini kok mba… Aku langsung bilang lagi kalo pesawat yang tergelincir2 karena penumpangnya bandel nyalain henon, hehehe… akhirnya dia matiin…^^

  2. si nenek ga mo kalah.. pramugarinya juga dong kudu ingetin, apa bosen kali ya ketemu si nenek itu mulu yang susah dibilangin?
    untung selamat ya ngejarngejar jepitan dowang.. sekali tempo mogamoga kena batunya deh.. *astagfirulloh kog ku ngomong gini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s