(Pekan ASI Sedunia) Menyusui di Kantor, Bagaimana Enaknya?

 

MENJELANG KEMBALI BEKERJA

 

Hari-hari menjelang habisnya masa cuti bersalin bagi ibu menyusui terkadang membuat galau.  Bukan hanya karena harus meninggalkan si bayi yang baru berusia 3 bulan (bahkan ada yang cuti bersalin  hanya dijatah 2 bulan, atau yang lebih ekstrem lagi, 40 hari!), tapi juga memikirkan bagaimana kelanjutan dari pemberian ASI eksklusif (selanjutnya disingkat ASIX).

 

Disambung dengan susu formula?

 

“Oh, tidaaaaakkk! Aku tidak sekejam itu”, demikian tanggapan para ibu sejati.

 

Memang, semua itu bisa disiasati, asalkan tahu hak dan kewajiban ibu bekerja yang juga menyusui. Demikian juga si ibu juga mesti rela bersusah payah dan sedikit repot dalam hari-harinya.

 

Awalnya, sekitar 1 bulan sampai 2 pekan sebelum masa cuti habis, mulailah dengan mengumpulkan  ASI perah (selanjutnya disingkat ASIP).  Ini nantinya sebagai stok awal ASIP.  Caranya tentu saja dengan memerah ASI dari payudara dan menyimpannya dalam berbagai wadah.  Mengapa saya katakan berbagai wadah? Ya, karena banyak pilihan wadah untuk menyimpan ASIP tersebut. Di antaranya:

 

  1. Botol kaca (ada yang bertutup karet dan ada yang bertutup plastik), ada yang khusus untuk ASIP, ada pula yang menggunakan botol bekas minuman You C 1000
  2. Botol plastik (pastikan keamanan bahannya), atau botol  bermerk yang biasanya digunakan untuk dot
  3. Kantung plastik seukuran es mambo atau yang lebih besar
  4. Kantung klip plastik khusus untuk ASIP
  5. Wadah lain yang bertutup dan berbahan aman.

 

Nah, biasanya bayi cukup kenyang dengan menyedot habis ASI dari satu payudara, dan kemudian tertidur. Saat itulah, kosongkan ASI pada payudara sebelahnya dengan cara memerah. Ada berbagai macam cara untuk mendapatkan ASIP, yaitu :

 

  1. Memerah dengan tangan (ini yang paling dianjurkan)
  2. Memerah dengan pompa elektrik (bisa agak santai, tapi harga lebih mahal)
  3. Memerah dengan pompa manual

 

Alat atau cara apa pun yang dipilih, pastikan bahwa kondisinya bersih.  Tangan harus dicuci dulu sebelum memerah. Demikian juga apabila memerah menggunakan alat, maka peralatan tersebut harus dalam keadaan telah dicuci sehingga bersih, baik sebelum maupun sesudah penggunaan.  Bila produksi ASI baik, sekali memerah bisa mendapatkan minimal 100 cc dari kedua payudara. Ingat, memerah ASI harus dalam situasi dan kondisi yang tenang dan menyenangkan.  Bahkan ada yang menganjurkan si ibu untuk melihat foto bayinya sembari memerah.  [nin]

bersambung

 

 

 

3 thoughts on “(Pekan ASI Sedunia) Menyusui di Kantor, Bagaimana Enaknya?

  1. assalamu’allaykum
    apa kabar dok🙂
    saya sekarang sudah mulai bekerja dok.
    untuk memenuhi ASI medina saya memerah dengan pompa kadang manual kadang elektrik. tapi masih merasa nyeri. memerah dengan tangan tidak sakit tapi agak lama.

    normal ya dok kalau pakai pompa sakit?

  2. o iya dok, kalau habis sc apa ada resiko nyeri pasca anestesi lumbal?
    punggung saya sejak melahirkan bagian anestesi masih sering nyeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s