Archive | Juli 2013

[Halal is My Life] Bahan Pembuat Produk Bakery dan Kue , Pilihlah yang Halal!

Sebentar lagi Idul Fitri. Rasanya hampir tak ada rumah tanpa aneka kue kering dan cake di meja tamunya. Buat para pecinta kue, cermati bahan-bahan pembuatnya karena ada peluang syubhat di dalam TBM, ovalet, TP, Roombutter, dll. Pastikan ada lago Halal MUI di setiap kemasannya.

Info Halal

 

Dr. Ir. Anton Apriyantono

 

Halal Watch

 

Bahan Pengembang

 

            Bahan pengembang adalah bahan tambahan pangan yang digunakan dalam pembuatan roti dan kue yang berfungsi untuk mengembangkan adonan supaya adonan menggelembung, bertambah volumenya, demikian juga pada saat adonan dipanggang dapat lebih mengembang.  Jika bahan pengembang dicampurkan kedalam adonan maka akan terbentuk gas karbon dioksida, gas inilah yang kemudian terperangkap didalam gluten (komponen protein yang ada dalam tepung terigu) sehingga adonan menjadi mengembang karena gas yang dihasilkan semakin lama akan semakin banyak.  Bahan yang biasa digunakan yang pertama disebut sebagai baking soda, yang disebut pula dengan nama soda kue, yang isi sebetulnya adalah bahan kimia yang bernama sodium bikarbonat.  Bahan ini dibuat secara sintesis kimia dan tidak ada masalah dari segi kehalalannya.

 

            Bahan pengembang jenis kedua yaitu apa yang disebut sebagai baking powder yang merupakan campuran antara sodium karbonat (baking soda) dengan asam…

Lihat pos aslinya 1.280 kata lagi

Iklan

[Kenangan Ramadhan] Tatkala Ia Lahir Begitu Mungil

Pagi jam 07.30 bulan Ramadhan hari ke 9, di kamar operasi. Kami bertujuh sudah siap untuk memulai operasi hari itu. Saya sebagai operator dibantu dua orang asisten. Kemudian ada dua orang dokter lagi, yaitu dokter spesialis anestesi, dokter spesialis anak. Terakhir, dua orang bidan yang berfungsi sebagai asisten dokter anak dan pembantu umum. Kami semua, termasuk pasien sudah berdoa…dan operasi pun dimulai.
Sebetulnya kejadian seperti ini sudah biasa kami alami. Prosedurnya sama, upacara persiapannya juga sama. Cuma kasusnya yang berbeda-beda. Demikian pula waktunya, bisa pagi hari dimana badan dan hati terasa segar tapi bisa pula di tengah malam saat kantuk seharusnya sudah sampai di pelupuk mata.
Kasus hari ini adalah janin usia 37 pekan (9 bulan) namun mengalami hambatan dalam pertumbuhannya dan ditambah air ketuban hanya sedikit. Istilahnya “Intra Uterine Growth Retardation” . Terpaksa harus dilahirkan karena situasi di dalam rahim sudah tidak kondusif lagi. Tak memungkinkan janin berkembang sebagaimana layaknya ‘rahim adalah inkubator terbaik di dunia’. Kemarin, diperkirakan berat badannya 1600 gram dari seharusnya 2500 gram. Saya masih menyimpan harapan, semoga taksiran saya salah, dan bayi lahir dengan berat 2000 gram.
Kegalauan itu terus berkecamuk, saat ternyata bayi yang keluar kecil sekali. Hanya 1500 gram! Malah kurang dari perkiraan!
Sepanjang operasi, hati saya terus diganggu dengan pertanyaan: benarkah bayi itu mengalami hambatan pertumbuhan? Jangan-jangan memang usianya masih muda? Kalau ternyata yang saya lahirkan adalah bayi prematur….betapa berdosanya ! Yang seharusnya belum saatnya lahir tapi dilahirkan.

pertumbuhan janin.www.temeculavalleyobgyn.com
Tapi sisi nurani saya yang lain mencetuskan sebuah keyakinan. Pertama : kehamilan ini sudah saya pantau semenjak usia 2 bulan. Hambatan pertumbuhan mulai tampak pada pertengahan bulan lalu. Kedua : terjadi penurunan bermakna dari taksiran berat badan janin. Ketiga : kalau memang kejadian sebenarnya adalah pertmbuhan janin terhambat dan saya tidak melakukan tindakan untuk melahirkannya, dan kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan….oooh na’udzubillah min dzaalik!
Akhirnya fakta- fakta yang lain memang menunjang bahwa kondisi di dalam rahim tidak kondusif. Misalnya, ari-arinya kecil, tali pusatnya kecil dan layu, bahkan ada bagian yang menyempit. Ketubannya, Alhamdulillah, jernih meski memang sedikit.
Saya sedikit bisa bernapas lega dalam menjelaskan kondisi ini kepada keluarga pasien. Selanjutnya tugas ekstra plus sabar dan tawakkal menanti sang ibu, yaitu merawat bayi mungil 1500 gram. Semoga Allah SWT memudahkan.

catatan :

* Tulisan berdasarkan kisah nyata. Saya buat tahun 2011 sebagai penugasan saat mengikuti Sekolah Menulis Kearifan Tarbawi

[Ramadhan Sehat] Puasa Mencegah Penuaan Dini

Saat ini kita sudah memasuki sepuluh hari yang kedua di bulan Ramadhan. Tubuh sudah menyesuaikan diri dengan kondisi lapar dan haus.  Dan sudah nampakkah manfaat tersebunyi dari ibadah spesial ini? Salah satu di antaranya, puasa ternyata juga bisa berfungsi sebagai terapi “anti aging”, lho.

Puasa, yang arti harfiahnya adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya secara khusus, ternyata dari segi medis pun mempunyai banyak manfaat yang sangat hebat.  Di samping kita mendapatkan pahala langsung dari Allah SWT serta  pengampunan dosa dikarenakan menjalankannya, kita juga mendapatkan bonus manfaat kesehatan yang tidak sedikit.

Manfaat puasa yang dikaitkan dengan perbaikan beberapa penyakit misalnya, hipertensi (tekanan darah tinggi), hiperkholesterol, atau penyakit lambung telah banyak dibahas dan dibuktikan.  Namun belakangan diketahui bahwa  puasa juga bisa mencegah penuaan dini.

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,

“Puasa adalah perisai”. 

Makna perisai adalah sesuatu yang digunakan untuk melindungi tubuh dari bahaya atau serangan.  Lingkungan  yang penuh polusi ditambah dengan gaya hidup serta pola makan yang tidak sehat membuat lemahnya daya tahan tubuh terhadap penyakit.  Sehari-hari kita menghisap  polusi yang pada hakekatnya adalah racun atau toksin. Toksin tersebut berasal dari jalan raya, pembakaran sampah, asap rokok, serta bahan kimia di sekeliling kita.   Bahkan disinyalir setiap hari kita menghirup racun sebanyak 500 cm3. Toksin tersebut tertimbun dalam tubuh dan tentu saja dapat mempengaruhi metabolisme sel.

Namun, Allah SWT telah menciptakan sebuah organ penting yang berfungsi sebagai penetral racun dalam tubuh.  Organ itu adalah “hati” atau yang biasa disebut dengan “liver”.  Pada saat puasa cadangan lemak dibongkar dialirkan ke liver sebagai  tambahan tenaga mengusir racun.  Demikian juga cadangan glukosa di dalam liver dibongkar untuk tambahan tenaga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.  Dengan demikian, pada saat puasa,  fungsi katabolisme (pembongkaran) lebih besar daripada anabolisme (penimbunan).

Puasa juga diketahui merangsang terjadinya proses pembaruan  sel.  Seperti diketahui, sel-sel tubuh manusia selalu mengalami pergantian sepanjang hidupnya.  Dalam waktu 1 detik, jumlah sel yang mati bisa mencapai 125 juta sel.  Namun dalam waktu yang sama, jumlah sel baru yang tumbuh lebih banyak lagi.  Hanya saja, semakin tua usia manusia, jumlah sel baru yang tumbuh akan semakin berkurang.

Saat sedang berpuasa, pembaruan sel terjadi melalu beberapa jalur, yaitu :

1) Terjadi konversi zat makanan menjadi asam amino melalui proses katabolisme dan selanjutnya asam amino tersebut memenuhi kebutuhan sel untuk menjalankan fungsinya,

2) Asam Lemak Esensial dari makanan digunakan untuk memroduksi lipoprotein yang rendah kepekatannya (very low density lipoprotein= VLDL).  Kemudian VLDL tersebut bersama asam fosfat dan glisoterol dari liver beredar ke seluruh tubuh guna memperbarui sel-sel tubuh.  Aktivitas semacam ini tidak terjadi apabila makanan yang dikonsumsi mengandung lemak dalam jumlah tinggi (yaitu apabila tidak dalam kondisi puasa).

3) Sel liver memroduksi enzim alkali phosphatase yang bersama senyawa lain berperan membentuk sel-sel baru.

Sehingga saat berpuasa terjadi peningkatan fungsi liver dalam membentuk sel-sel baru, selain juga membersihkan sel liver dari lemak yang mengendap selama dalam kondisi tidak puasa. Dengan demikian hasil akhirnya adalah tubuh yang bugar, dengan sel-sel baru yang membuat tampak awet muda. Wallahu a’lam (nin)

 

Daftar Pustaka :

  1. 1.       Jamal Elzaky, Dr. Buku Induk Mukjizat Kesehatan Ibadah, Zaman, Jakarta, 2011
  2. 2.       Wahjoetomo, DR, Puasa dan Kesehatan, Gema Insani Press, Jakarta, 1997

[Ramadhan Sehat] Sholat, Olahraga Paripurna Sepanjang Usia

Sebagai ibadah fisik, sholat merupakan sejenis olahraga yang manfaatnya tidak hanya berupa peningkatan kesehatan jasmani, namun secara bersamaan juga meningkatkan kesehatan mental dan emosional.  Tidak seperti jenis-jenis olahraga lain, sholat dikerjakan sepanjang hayat dikandung badan.  Tidak harus berada di arena tertentu atau menggunakan kostum khusus apalagi mengeluarkan biaya.  Sholat juga merupakan olahraga yang bebas risiko cedera, malahan bisa meningkatkan kesehatan tulang, otot, dan sendi.  Waktu pelaksanaan sholat yang terbagi menjadi 5 kali dalam sehari, menyelaraskan dengan perputaran jam biologis manusia.

Sholat Meredakan Gangguan Tulang, Otot, dan Sendi

Massa tulang tersusun dari mineral kalsium dan fosfor. Sementara itu sumsum tulang yang terdapat di dalam tulang panjang merupakan pabrik pembuatan sel-sel darah.    Semakin banyak aktivitas fisik, maka kekuatan tulang akan meningkat.  Demikian pula dengan otot, semakin dilatih maka akan semakin kuat.  Otot yang tidak pernah digerakkan, makin lama akan mengecil (atropi).  Aktivitas sholat yang lima kali sehari, merupakan sarana pelatihan yang baik untuk tulang, otot, dan sendi, karena gerakan-gerakan sholat melibatkan keseluruhannya.   Apabila seorang muslim tidak hanya mengerjakan sholat wajib, namun juga sholat-sholat sunnah, maka dalam sehari semalam ia telah sholat sekitar 2 jam.  Maka berarti dua jam pulalah ia telah melakukan aktivitas fisik yang menyehatkan tulang, otot, dan persendiannya.

Seorang dokter dari Mesir,  Muhammad Walid Al Sya’ranie melakukan penelitian terhadap 881 orang dewasa.  Sebelumnya, ia menanyakan  tentang penyakit tulang dan nyeri sendi yang mereka derita.  Pertanyaan berikutnya adalah tentang kebiasaan sholat serta lamanya mengerjakan sholat dari masing-masing orang tersebut.  Hasilnya, orang yang sudah terbiasa mengerjakan sholat semenjak berusia 10 tahun ternyata tidak pernah mengalami gangguan tulang ataupun nyeri sendi. Sebaliknya, dari orang-orang yang tidak pernah sholat ternyata sebanyak 70% mengalami berbagai gangguan sendi dan tulang.

Diketahui bahwa gangguan tulang dan sendi pada umumnya disebabkan oleh berkurangnya cairan pelumas sendi, berkurangnya zat-zat pembentuk tulang, serta perubahan struktur tulang belakang.  Nah, gerakan sholat dan peralihan-peralihannya dinyatakan dapat menjaga kelenturan persendian serta menjaga keutuhan cairan sendi.

Penelitian yang dilakukan dr. Syafiq Zayyat memberikan hasil yang tak jauh berbeda. Kali ini yang diteliti adalah 40 orang penderita gangguan tulang belakang. Mereka diminta untuk mengerjakan sholat secara teratur, disiplin. Hasilnya, keluhan rasa sakit pada tulang dan persendian berkurang secara signifikan.

Khusus di bulan Ramadhan, dr. Salwi Muhammad Rusydi dari Kairo melakukan penelitian tentang pengaruh  mengerjakan 8 rakaat sholat tarawih terhadap vertebra lumbalis (tulang belakang bagian pinggang).  Hasilnya, pada akhir Ramadhan didapatkan perbaikan pada otot tulang belakang, struktur tulang, serta bantalan antar ruas tulang.  Itulah hasil dari gerakan-gerakan sholat dari berdiri tegak, rukuk, sujud, duduk, dan salam, yang nyaris melibatkan seluruh persendian tubuh.

Jelas kiranya, kasih sayang Allah di bulan Ramadhan ini.  Ia perbanyak sholat, Ia perbanyak pahala, dan Ia sehatkan tubuh manusia.

Wallahu a’lam (nin)

Gambar dari : http://www.ikadijatim.org

[Ramadhan Sehat] Wudhu Bisa Bikin Awet Muda

Meskipun pada hakikatnya semua amal perbuatan kita dapat bernilai ibadah, namun ritual ibadah yang frekuensinya meningkat di bulan Ramadhan adalah sholat dan tilawah Al Qur’an.  Dan aktivitas ibadah tersebut mensyaratkan pelakunya bersuci terlebih dahulu.  Tak pelak aktivitas berwudhupun akan meningkat.  Sebagai sarana pembersihan fisik dan batin yang mengandung nilai pahala, ternyata berwudhu pun bermanfaat secara medis.

  1. Dengan berwudhu maka terjadi pembersihan kulit.  Dan sebagaimana diketahui bahwa membasuh kulit selain membersihkan dari debu, keringat, dan kotoran lain yang menempel, juga dapat menghilangkan 90% mikroba patogen penyebab penyakit.  Selain itu, siraman air (wudhu) dapat meminimalkan pengaruh buruk dari pajanan sinar matahari yang mengandung ultraviolet.
  2. Gerakan wudhu paling awal yaitu membasuh dengan menggosok tangan, bermanfaat ganda yaitu,  selain dapat meminimalkan penularan penyakit virus, juga merupakan sarana melancarkan peredaran darah di bagian tangan tersebut.  Publikasi di British Medical Journal tahun 1997 menyebutkan bahwa kebiasaan mencuci tangan dapat menurunkan insidens penularan penyakit infeksi saluran napas (ISPA), dan temuan tersebut diadopsi berupa “gerakan mencuci tangan” yang marak akhir-akhir ini.
  3. Berkumur , beristinsyak (menghirup air sedikit dengan hidung), dan beristinsyar (mengeluarkan kembali), selain sangat berfaedah untuk membersihkan rongga mulut dari sisa-sisa makanan juga bermanfaat untuk membersihkan hidung. Hidung kita merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk menyaring debu dan kotoran yang masuk ke saluran pernafasan.  Penelitian di universitas Iskandaria, Mesir,  menunjukkan bahwa rongga hidung dan langit-langit orang yang jarang bahkan tidak pernah  berwudhu lebih banyak mengandung kuman dan kotoran dibandingkan dengan milik orang yang selalu berwudhu.
  4. Membasuh wajah, selain membersihkan dari kotoran, kuman, dan debu, juga membuat wajah bersinar cemerlang.  Wajah juga terlihat awet muda dan kencang dikarenakan kelembaban kulitnya selalu terjaga.  Aliran air, diketahui merupakan masase alami yang dapat memperlancar peredaran darah di daerah kepala.  Lancarnya aliran darah dapat memberikan kesegaran dan menghilangkan kantuk.  Sehingga dapat dipastikan bahwa kita merasa segar saat mengerjakan sholat.  Secara psikis, berwudhu dapat menghilangkan keresahan dan kegelisahan sehingga dapat meredakan gejolak emosi.  Itulah sebabnya, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk berwudhu tatkala mereka sedang dikuasai oleh emosi negatif yaitu amarah.
  5.  Membersihkan telinga luar dan dalam, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah SAW tatkala berwudhu (diriwayatkan dari Ibnu Abbas), mempunyai manfaat medis yang besar dikarenakan telinga juga menjadi tempat berkumpulnya kotoran, debu, dan kuman.  Apabila telinga jarang atau tidak pernah dibersihkan maka kumpulan kotoran dan debu tersebut akan mengeras dan akan mengganggu pendengaran.  Sesuai dengan  anatomi telinga dimana susunan saraf dan tulang-tulang pendengarannya berkoneksi langsung dengan otak serta adanya saluran Eustachius yang menghubungkan antara telinga dan hidung, maka gangguan pendengaran dapat mempengaruhi fungsi indra yang lain, demikian juga sebaliknya.
  6. Bagian badan yang mendapat giliran terakhir untuk dibersihkan adalah kaki.  Kaki merupakan bagian tubuh yang harus bekerja berat dikarenakan fungsinya sebagai penyangga berat tubuh.  Ditambah lagi dengan berbagai aktivitas kita sehari-hari, maka kaki juga menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan kuman sehingga rentan terkena infeksi.  Telapak kaki juga diketahui menjadi tempat berkumpulnya jaringan-jaringan saraf dari berbagai organ tubuh.  Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan dalam metode pengobatan pijat refleksi. Maka, berwudhu seperti yang dilakukan oleh Rasulullah yaitu membersihkan sela-sela jari kaki dengan kelingking (sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah), selain  membersihkan juga berfungsi untuk merangsang ujung-ujung saraf pada jari kaki. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. DR. Mujahid Abu al Mujjid dari universitas Al Manshurah, Mesir terhadap 5000 orang penderita diabetes yang rutin mengerjakan sholat menemukan fakta bahwa hanya 6% di antara mereka yang menderita luka kronik (ulcus diabeticum) di kaki.  Sementara data statistik menunjukkan bahwa angka kesakitan akibat luka tersebut mencapai 25%. (nin)

Gambar diambil dari http://www.republika.co.id