DARAH HAID ATAU BUKAN? (bagian 1)

KOMPOSISI DARAH HAID 

Tidak ada yang lebih membingungkan bagi seorang wanita dewasa tatkala menjumpai darah yang keluar tidak pada waktunya.  Perasaan bingung ini bukan saja meliputi pertanyaan tentang kesehatan dirinya, namun juga tentang bagaimana melaksanakan ibadah sehari-hari.  Inti dari kebingungan tersebut bermuara pada satu pertanyaan, ini darah haid atau bukan? Sehingga tak jarang saya temui kasus: pagi sholat subuh, dhuhur dan ashar tidak sholat karena berdarah.  Pas maghrib ternyata bersih, setelah mandi kemudian sholat, tapi ternyata darah keluar lagi di malam hari, sehingga sholat isya pun ditinggalkan.  Kalau cuma sehari tidak masalah, tapi kalau berhari-hari kejadiannya seperti itu, bikin stress juga.

Haid – Islam

Istilah haid berasal dari bahasa Arab, Haidl, yang arti harfiahnya “mengalir”. Sedangkan arti secara hukum adalah “darah yang bukan penyakit, yang keluar dari puncak rahim wanita yang sehat, pada waktu-waktu tertentu dan berkala setiap bulan”

Waktu keluarnya haid, minimal satu hari satu malam, maksimal 15 hari.  Rata-rata haid berlangsung selama 6-7 hari.

Haid – Medis

Ternyata, definisi haid dari sudut pandang medis tidak jauh berbeda dengan hukum Islam.  Yaitu, darah yang keluar dari rahim perempuan yang sehat sebagai akibat dari penurunan hormon progesteron pada sebuah siklus yang berovulasi.  Siklus haid sendiri merupakan suatu kerjasama yang kompleks dari organ-organ hipotalamus dan  hipofisa (keduanya berada di otak), serta rahim dan indung telur.  Juga merupakan kerjasama dari hormon LH (luteinizing hormone), FSH (follicle stimulating hormone), estrogen dan progesteron.

Komposisi Darah Haid

Yang disebut darah haid sebenarnya adalah jaringan endometrium yang luruh dari dinding rahim.  Endometrium sendiri adalah lapisan yang melapisi rongga rahim.  Pada fase sebelumnya, lapisan endometrium mengalami penebalan sebagai persiapan apabila terjadi pembuahan.  Penebalan yang dimaksud adalah pelebaran dan pemanjangan pembuluh darah, pembesaran kelenjar, dan penumpukan jaringan sehingga zygot (hasil peleburan sel sperma dan sel telur) bisa tertanam di tempat yang penuh dengan zat gizi dan nutrisi.  Sebuah persiapan yang Mahasempurna dari Sang Pencipta Manusia!

Nah, komposisi darah haid tersebut antara lain adalah, sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), epitel-epitel, zat anti pembekuan darah, dan protein.  Sebuah komposisi yang ideal untuk pertumbuhan makhluk hidup.  Namun, komposisi seperti ini ideal juga untuk pertumbuhan kuman penyebab infeksi.  Sekali lagi kita menjumpai bentuk kasih sayang Allah SWT terhadap para hambaNya, yaitu dengan pelarangan berhubungan seksual pada saat haid.  Larangan tersebut tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 222, sebagai berikut :

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”. 

bersambung……

 

 

10 thoughts on “DARAH HAID ATAU BUKAN? (bagian 1)

    • He…he….maaf, rencana bikin lanjutannya tergilas oleh kesibukan bikin buletin ramadhan BSMI, dan kejar setoran tilawah. Semoga nanti bisa dikebut. Materi ini kan sdh pernah saya berikan di muc?

      • Iya Bu, tapi waktu itu saya ada keperluan sehingga hanya ikut sesi tanya jawabnya saja. Slide yg ada di teman saya hilang seiring flashdisknya menghilang juga😦

      • Ooh….ooh…begitukah. Padahal niatan utk menuliskan dan posting materi haid ini justru timbul setelah acara MUC tsb. OK, semoga penulisan sambungannya segera terealisasi. Insya Allah…

  1. assalamu’alaikun bu dok…
    saya mau tanya ttg haid..
    saya saya baru 10bln melahirkan anak ke 2,3bln stelah melehirkan saya haid..tapi jarak antar haid hanya paling lama seminggu.dan sebelum kehamilan yg ke 2 itu saya sempat mengalami seperti perdarahan selama hampir setahun setengah..memang tidak hebat seperti haid di hari ke 3 atow ke 4 yg sudah tdk terlalu banyak.tapi kalo kecapean atow aga stress..volume nya bisa banyak dan punggung serta perut sakit.dan ada kalanya berhenti tapi paling hanya 3 atao 5 hari.
    sebelum hamil d usg katanya ada benjolan
    tapi ketika hamil katanya tidak ada benjolan apa2 dan normal.
    normal ga ya?siklus haid saya sekarang tidak seperti dulu ketika gadis.sekarang lebih sering.
    saya khawatir..
    tolong di jawab ya bu dok..oia awal perdarahan yg hampir 1.5th itu saya keguguran 10 hari stelah itu langsung pasang iud tapi malah perdarahan terus tanpa jeda sampai akhirnya dilepas..setelah 3bulan pemasangan.tapi setelah itu kb apa pun yg saya gunakan malah memperparah perdarahan.sekarang jg begitu.terima kasih…mohon maaf karena pertanyaan terlalu panjang da banyak..
    terimakasih..
    wassalamu’alaikum

    • Terimakasih atas pertanyaan yang cukup panjang ini. Namun sayang sekali, untuk menjawab inti permasalahannya diperlukan pemeriksaan yang seksama. Karena itu saran saya, segera kontrol ke dokter kandungan. Haid pertama setelah hamil dan nifas terkadang belum teratur, apalagi kalau masih ASI. Siklus haid yang normal adalah 21-35 hari. Bagaimana menghitung siklus haid? Nantikan di tulisan saya edisi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s