(Buku Baru) TERSENYUM DI GAZA, TANPA DARAH DAN AIR MATA

2013-04-17-10-21-32_membalut luka gaza_thumb_150_

Gaza adalah kota sebagaimana kota-kota lain di dunia. Meskipun fakta menunjukkan bahwa Palestina adalah satu-satunya negera di dunia yang terjajah secara fisik, dan 8.184 warga Palestina terbunuh oleh Israel sejak 1987.  Fakta-fakta tersebut adalah dua dari delapan fakta tentang Palestina yang menjadi pembuka buku setebal 167 halaman yang diterbutkan oleh Salsabila ini.

Sebagaimana judulnya, Membalut Luka dikonotasikan sebagai tindakan untuk membantu penyembuhan sebuah luka.  Sehingga tulisan para dokter dan relawan BSMI lain saat bertugas di Gaza lebih banyak yang bersifat ringan dan bahkan canda. Wahai dunia, lihatlah Gaza ini.  Tengoklah keseharian warganya. Bagaimana mereka menyikapi kepedihan akan kehilangan keluarga tercinta, rumah tinggal, maupun kesempatan hidup bebas? Ternyata semangat itu masih ada.  Bahkan kita belajar banyak dari mereka.

Bacalah tulisan dr. Basuki, spesialis bedah tulang, bagaimana ia mengungkapkan kebahagiaannya saat sekardus bola kaki yang dibawanya diterima dengan penuh kehangatan oleh Perdana Menteri Ismail Haniyya.  Bola ‘made in Indonesia’ itu adalah lambang persahabatan yang universal.  Di tiap sudut jalan kumuh atau tanah lapang coklat berdebu di kota Gaza, akan mudah kita jumpai anak-anak dan pemuda bermain bola. (Kembalikan Semangat dengan Bola, halaman 33)

Atau ‘ketakutan’ dr. Jamal, seorang spesialis mata saat mendengar ledakan bom jarak dekat untuk pertama kalinya.   “Jantungku serasa melorot ke kaki.  Aku terduduk di lantai. Saat itu yang terpikir hanya satu: aku akan mati”. “Kamu takut?” ayah Yasi menepuk pundakku.  “Bom seperti itu sudah biasa”, ujarnya. (Takut Mati, halaman 45)

Dr. Erick, seorang spesialis anestesi, menyatakan keheranannya karena daya tahan nyeri yang luar biasa dari seorang pasien tatkala luka bakar akibat bomnya sedang dibersihkan.  Atau makanan yang tetap hangat saat ditinggalkan untuk operasi selama beberapa jam (Keajaiban-keajaiban Itu, halaman 67)

Atau, ibu Sinta Yudisia, sang novelis yang merasakan kehangatan di perkebunan zaitun.

Saya sendiri menyumbangkan beberapa tulisan di buku ini.  Rekaman saya di Gaza meliputi beberapa hal, dari kegembiraan warga  Gaza akan dibangunnya sebuah water bom yang mereka sebut “mad water” sampai keidahan craft berupa tusuk silang yang menghiasi banyak properti.

Tak seperti buku lain yang memaparkan perang, luka, darah, dan tangis.  Kita bisa ringan membaca buku ini.

Pemesanan bisa langsung lewat saya, dengan diskon 10% dari harga toko yang 29.000.  Ongkir gratis untuk wilayah Jabodetabek!

Atau silakan berburu Membalut Luka Gaza di toko-thttps://drprita1.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=1007&action=editoko buku yang ada ……..

 

53 thoughts on “(Buku Baru) TERSENYUM DI GAZA, TANPA DARAH DAN AIR MATA

    • Terserah, mbak, mau diambil atau dikirim. Kalau diambil bisa ke JIH atau BSMI di hari Selasa. Dikirim juga bisa, tinggal japri alamatnya. Insya Allah ada bonus TT dan kalender BSMI buat yg pesan lwt saya. Mb. Rani di Bidakaranya dimana? Soalnya BSMI beberapa kali bikin acara di situ…

      • asik asik dpt bonus banyak.. punten Bu, kl hari kerja saya ga bisa keluar. dikirim aja bs Bu. oh iya, cara japrinya bgmn *msh gaptek wp*? brp jumlah yang harus ditransfer & minta nomor rekeningnya ya Bu?

        wah.. saya di Bidakara 1 lantai 2 Bu.. kalau untuk BSMI sdg ad acara terbuka untuk umum apalagi donor darah di Bidakara mohon di informasikan Bu.. bbrp waktu lalu jg ad donor darah, tp dr PMI.

  1. budokter, ku udah transfer ya.. dan bukunya diterima besoknya setelah ditransfer.. keren, cepet juga.. dan udah selese baca pun.. thank you budokter.. sms-nya masih “taon lalu”?

  2. Wah..saya juga gak mau ketinggalan dok,.. pesan juga ya dok 2 buku. 1 lagi membentangkan surga di rahim bunda masih ada stok (buat kado)?
    jadi 3 buku ya dok.. totalnya di email spt waktu itu ya dok. lya.kurniawn@gmail.com
    Makasih ya dok.

  3. assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh. Dok, mau pesan bukunya 1. tapi bisa + ketemu Bu dokter nggak? ada perlu. kalau pulang kampus saya sering lihat di daerah dekat PGC dokter ada praktek di BSMI. boleh dimana aja. kalau Bu dokter bersedia. ini email saya: rivensky_atwinda@yahoo.co.id
    jazaakillaahu khoiron, Dok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s