Justru Ayam yang Tidak Halal

moslem meal di SQ

Di kartu menu, untuk light meal tertulis Seared Chicken in Basil Beloute with Seasonal Vegetables and Roasted Potatoes untuk pilihan pertama. Sedangkan pilihan keduanya adalah Gulai Kambing (bahasa kulinernya seperti ini : Indonesian Lamb Curry with Stirfried Vegetables and Steamed Rice).  Karena di rute sebelumnya (Jakarta Singapura) saya sudah makan daging, maka saya sudah berniat untuk makan ayam saja.

Jam 2 dinihari pembagian makanan dimulai.  Setengah mengantuk saya menyebutkan menu pilihan saya itu, dan setengah mengantuk pula saya sekilas mendengar pramugara yang berkulit agak gelap itu menyebut-nyebut non halal untuk pilihan chicken.  Namun karena sudah tersetting dalam pikiran saya yang masih setengah sadar itu untuk memilih chicken, maka saya tetap meminta diberikan ayam.  Sang pramugara memberikan menu yang saya minta, namun ia mengatakan

“Ini tidak halal.  Bukannya anda muslim?”

Setelah suami saya mengingatkan saya sekali lagi, barulah saya mulai “bangun”.

“Kenapa sih tadi dia ngotot bilang ayam ini gak halal? Ini kan cuma ayam campur sayur dan kentang?” saya setengah protes.

“Gak tahu, ya.  Tanya saja sendiri”, suami menjawab sambil mulai menyendok nasi gulainya.  Biasanya, kalau di pesawat, saya dan suami sudah janjian untuk memilih menu yang berbeda.  Tujuannya supaya bisa saling menyicipi🙂

Penasaran, saat si pramugara etnis India itu lewat, saya cegatlah dia untuk minta penjelasan.

Yes, madame, this is a western chicken.  So the chicken in non halal. Sedangkan yang kambing, ia disembelih di Singapura, yang saya tahu pasti, halal”, ungkapnya menjelaskan. Khas pramugari/a di Singapore Airlines, saat bercakap-cakap dengan penumpang mereka selalu berlutut di sebelah kita.

“Oooh, kalau begitu ini informasi yang sangat berharga, sehingga saya patut berterimakasih kepada anda”, saya menjawab jujur.

Dan saya melirik penumpang di sebelah saya yang mengganti menu chickennya dengan kambing.

Dan ternyata request “moslem meal” saat check in tidak berlaku di semua rute.  (nin)

(SQ, Singapura – Dubai, 26 Maret 2013)

Foto : menu di SQ pada rute Jakarta Singapura.  Ada kode MOML, Moslem Meal, sesuai request saat check in.  Sayangnya request tersebut tidak berlaku di penerbangan lanjutannya.

26 thoughts on “Justru Ayam yang Tidak Halal

    • Yg inisiatif itu pramugaranya. Alhamdulillah, Allah memberi peringatan melalui dirinya. Hikmahnya, kita harus selalu berhati-hati terhadap kehalalan makanan kita. SQ sendiri sampai sekarang pegang ekor ‘zero accident’

    • Iya, keren. Tapi ya baru sekali ini ketemu yg seperti itu. Baca pengalaman mbak Evy di bawah utk perbandingan. Kalau utk penerbangan domestik (GIA), insya Allah makanannya sdh sertifikat halal MUI,pak

  1. Mbak Prita, lama gak menulis, gimana kabarnya?

    Pelayanan SQ emang top markotop. Yang mengejutkan, harga tiketnya gak mahal mahal banget. Tahun lalu (2012) kami mudik ke Indonesia menggunakan SQ, harga tiket USA – Surabaya round trip $1300an, ini jauh lebih murah dibandingkan maskapai dari Amerika dengan rute yang sama rata2 $1600 bahkan ada yang mematok $2000.

    Lantas mengenai makanannya.
    Beberapa kali saya order makanan khusus di beberapa maskapai yang berbeda. Awalnya gak pesan khusus, soalnya kami bawa makanan sendiri alias masak sendiri. Tetapi kalau mudiknya dalam waktu lama (dalam hitungan berbulan bulan), tentunya persediaan bahan makanan sudah harus habis sebelum ditinggal supaya gak busuk. Jadi gak pernah mbontot lagi.

    Trus berikutnya order halal food (atau mereka menyebutnya muslim food). Nah ini, menunya kari melulu, dari breakfast sampe dinner. Kami suka kari, tapi kalau terus terusan dalam jangka waktu 26 jam, yo mblenger.

    Selanjutnya di penerbangan berikutnya kami order kosher food. Wuaduh kapok mbak. Rasanya nggak ngalor nggak ngidul.

    Berikutnya, kami order vegetarian saja deh. Hmmm… membosankan. Hihihihihi… gak ada puas puasnya.

    Akhirnya, kami gak order makanan khusus. Secara kapasitas perut kami terbatas, pengalaman sebelum2nya terbang jarak jauh, kekenyangan dengan porsi makanan di pesawat. Kadang malah gak berselera karena dipaksa makan dalam keadaan mengantuk. Nah itu sebabnya, kami gak order makanan khusus dengan asumsi, nanti kalau menu main dishnya berupa daging ternak, akan kami tolak. Cukup dengan yang lainnya saja. Kan udah lengkap biasanya, ada roti, salad, buah, cemilan.

    Kok ya ndilalah, yg pas gak order makanan khusus ini pas tahun lalu, dimana kami terbang dengan SQ. Pramugarinya bingung kenapa kami gak mau makan. Aku jelaskan, kami enggak apa2, toh makanan yg tersedia cukup memenuhi kemampuan kapasitas perut kami. Si pramugaripun berlalu. Eh gak lama kemudian supervisornya datang dan bilang kira2 begini “ibu, ini penerbangan jarak jauh, asupanmakanan untuk tubuh kudu cukup. Bagaimana kalau saya buatkan mi instan? Nanti saya kasih udang dan sayur segar? Bagaimana ibu?”

    Heh???? Aku melongo sebentar. Aku bilang bahwa kami sungguh2 tidak bermaksud merepotkan. Perut kami kecil, cukuplah dengan yg ada saja. Tapi mereka ngotot. Ya sudah, kami terima saja.

    Di jam2 makan berikutnya, kami mendapat perlakuan khusus meskipun kami tidak order makanan khusus. Bahkan dessertnyapun diambilkan dari kelas bisnis. Aku tahunya, karena alat makan kami berbeda dengan penumpang di sekitarku dimana kami di kelas ekonomi. Pake keramik dan sendok betulan, bukan sendok plastik. Trus pramugarinya menyarankan, untuk penerbangan kembali ke US sebaiknya order makanan muslim biar dilayani sebaik baiknya. Aku jelaskan dari awal kenapa kami gak order makanan khusus. Sama pramugarinya disaranin order seafood.
    Wah betul juga yak.

    Hihihihihi…. komen saya panjang sekali mbak, melebihi postingannya malah.

    • Mbak evi…, makkhansa ngubek-ngubek websitenya SQ nyari nyari info tiket, dapetnya kog masih hampir 2000 an ya? kalo mo cari tiket buat sekitar summer tahun depan, bisa cari dari sekarang gak di websitenya SQ. atau kontak mereka langsung gitu, biar dicarikan🙂.

      dulu njenengan gimana mbak dapet harga tiket segitu?

      dokter Prita maaf numpang ngobrol disini ya…., dah lama nih gak baca tulisan bu dokter:)

      • Summer tahun depan maksudnya 2014? Kepagian kayaknya mbak Nur. Nanti aja kalau summer sudah lewat, biasanya mereka buka setahun sebelumnya. Jadi kalau untuk penerbangan summer (Juni 2014), ya buka aja bulan Juli atau Agustus 2013.

        Sampeyan dapet harga $2000 dari mana kemana?
        Biasanya aku cari yang paliing murah, kota keberangkatan seperti San Fransisco atau Houston. Nanti dari Duluth ke kota2 itu naik penerbangan lokal yang bayar pake milleage. Tahun lalu aku beli lewat travel agent di New York City.
        Tapi gak aku rekomen deh, soalnya bawel, pelayanannya buruk.

    • Terimakasih sharingnya, mbak Evy. Pengalaman yg sangat berharga. Memang sih SQ itu bagus, cuma yg g terlalu menyenangkan adalah pemeriksaan di bandaranya yg sangat parno! Tentu mbak Evy di AS juga mengalami keparnoan itu ya…?
      *Alhamdulillah, sdh kondisi stabil lagi utk nulis2*

      • Sama sama mbak Prita.
        Pemeriksaan di bandara Singapore atau dimana yang gak menyenangkan?

        ALhamdulillah saya selama ini gak mengalami hal hal yang tidak menyenangkan sewaktu tiba di bandara2 di US, mungkin karena selalu didampingi suami. Memang beberapa kali kena random check, tapi gak terlalu buruk kok. Mereka memperlakukan kami dengan sopan.

        Malah petugasnya pernah becanda sama anakku waktu pemeriksaan pake x-ray, katanya begini “wah kamu gelian ya”

      • Tidak menyenangkannya krn merepotkan, mbak. Lepas jas, keluarkan laptop, copot sepatu…. Belakangan saya tahu, kalau kita pakai sepatu sandal/sandal biasa tidak perlu dicopot. Kalau cuma sekedar tas diubek-ubek saja sih saya maklum, deh, meski agak jengkel

    • Di Dubai juga cuma transit mbak Tin. Tujuan akhirnya ke Kairo, lanjut ke Palestina. Semantap-mantapnya SQ sebenarnya masih lebih mantap maskapai negeri sendiri, mbak. Eh, sdh coba Batik Air? Katanya sekelas Garuda lho…

      • Gaza sdh jauh lebih baik dan lebih nyaman, meski kondisi tsb bersifat sementara krn si penjajah bisa saja tiba2 kirim paket bom atau rudal. Sudah baca buku saya yg terbaru, Membalut Luka Gaza? Silakan order, bisa lewat saya

    • Total sepekan, tapi justru yang lama di Kaironya, karena permasalahan bagasi dan beacukai. Padahal surat2 BSMI sudah lengkap. *belum sempat nulis Gaza 2013 secara khusus*. Oya, buku Membalut Luka Gaza sudah terbit. Mau pesan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s