Serial Plasenta (1) : Yang Tidak Normal tentang Plasenta

Setelah pernah membahas tentang  plasenta yang normal, maka kini giliran yang tidak normal tentang plasenta.  Tentu saja yang tidak normal menurut pandangan medis.

R.Insersi Tali Pusat Centralis

Inilah beberapa kelainan dan kondisi tidak normal pada plasenta tersebut :

Plasenta Previa

Lokasi plasenta  menutupi jalan lahir.  Jalan lahir yang terhalang oleh plasenta bisa seluruhnya atau sebagian saja.  Hal ini mengakibatkan terjadinya perdarahan-perdarahan di masa kehamilan.  Perdarahan tersebut bisa sedikit-sedikit, namun bisa juga banjir darah sehingga ibu datang dalam kondisi syok dan anemia.  Perdarahan yang banyak tersebut bisa mengancam keberlangsungan hidup bayi dalam kandungan, bahkan ibunya juga.  Ciri khas perdarahan yang disebabkan oleh plasenta previa adalah darahnya segar dan tidak disertai rasa nyeri akibat kontraksi.   Tak jarang darah keluar saat ibu sedang tidur-tiduran atau sedang mengerjakan aktivitas sehari-hari.  Diagnosa plasenta previa dibuat pada usia kehamilan di atas 28 pekan ( 7 bulan).  Mengapa? Kalau dijumpai plasenta yang menutup jalan lahir di usia muda (trimester 1 atau 2), peluang untuk bergesernya plasenta (migrasi plasenta) cukup besar.  Kalau memang benar plasenta previa, maka bayi tidak dapat lahir melalui prosedur yang normal, melainkan harus melalui operasi sesar. 

Solusio Plasenta/Abruptio Plasenta :

Plasenta terlepas dari perlekatan dengan dinding rahim sebelum terjadinya persalinan.  Akibatnya pasokan oksigen untuk bayi terganggu.  Berakibat fatal untuk bayi apabila tidak segera dilahirkan. Berbeda dengan perdarahan pada plasenta previa, perdarahan pada solusio plasenta cenderung sedikit-sedikit namun berwarna lebih gelap dan disertai rasa nyeri yang menetap.  Rasa nyeri tersebut berasala dari timbunan darah antara plasenta dan dinding rahim. Solusio Plasenta ini termasuk dalam kondisi emergensi.  Bila dijumpai janin masih hidup, maka dilakukan operasi segera (cito), Kebalikannya, bila janinnya ternyata sudah wafat, maka diusahakan persalinan normal.

Retensio Plasenta

Setelah bayi lahir, plasenta tidak dapat terlepas dengan sendirinya dari dinding rahim.  Akibatnya, untuk melepaskannya harus dengan bantuan tangan penolong persalinan.  Batas waktu menunggu untuk plasenta terlepas sendiri dari dinding rahim setelah bayi lahir adalah 30 menit.

Insufisensi Plasenta :

Sebuah kondisi dimana fungsi plasenta sebagai sarana transportasi nutrisi dan oksigen untuk bayi mengalami penurunan.  Akibatnya, bayi mengalami hambatan dalam pertumbuhannya (Pertumbuhan Janin Terhambat atau Intra Uterin Growth Retardation).  Ditandai dengan ukuran plasenta yang lebih kecil dari normal serta tali pusat tampak layu.  Berat badan bayi kurang (di bawah 2500 gram), meskipun usianya sudah cukup bulan. Salah satu penyebabnya adalah ibu menderita anemia (kurang darah), tekanan darah tinggi (hipertensi), atau penyakit kronis lain di masa kehamilan.

Plasenta Akreta :

Selama kehamilan memang plasenta melekat di dinding rahim. Namun setelah lahirnya bayi dan rahim mengerut, maka perlekatan tersebut akan lepas sehingga plasenta pun ikutan lahir.  Pada keadaan yang namanya plasenta akreta, akar-akar plasenta jauh tertanam sampai ke lapisan otot rahim.  Akibatnya ia tak dapat lepas dengan sendirinya dan juga tak dapat lepas dengan bantuan tangan penolong persalinan.  Terjadilah perdarahan yang hebat pada sang ibu.  Bila bagian plasenta yang mengalami akreta tidak banyak, perdarahan masih mungkin dihentikan dengan tindakan pembersihan rahim dengan kuret atau dengan pemasangan tamponade dalam rongga rahim.  Namun bila perdarahannya sangat hebat dikarenakan plasenta yang akreta dalam bagian yang besar, maka harus dilakukan tindakan penyelamatan dengan cara mengangkat rahim ibu. (nin)

Gambar : seonggok plasenta sesaat setelah lahir (koleksi pribadi)

8 thoughts on “Serial Plasenta (1) : Yang Tidak Normal tentang Plasenta

    • Risiko…kalau dikumpulkan jadi tampak banyak. Tapi kan tidak semua itu dialami oleh seorang wanita dengan sekaligus. Dan ingat juga…..Allah SWT juga memberikan pahala yang ruar biasa atas perjuangan tersebut.

  1. Dok, kalo retension plasenta disebabkan karena kondisi si ibu kenapa ?
    trus bedanya dengan Plasenta Akreta karena ada perdarahan ya ? karena ada yg sampe si ibu di infus karena mengalami perdarahan ya dok?
    tks infonya.

    • salah satu penyebab retensio plasenta adalah plasenta akreta. Bisa saja karena kondisi rahim kurang optimal sehingga plasenta harus menembus jaringan otot rahim demi mendapatkan mutrisi. Setiap ibu yang menglami perdarahan yang berpotensi membahayakan maka wajib diberikan infus bahkan transfusi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s