Falsafah Warna-Warna

Warna selalu ada dalam hidup kita.  Sadar atau tidak, kita pun terpengaruh oleh warna itu. Berawal dari rangsangan visual, kemudian dipersepsikan oleh otak, mempengaruhi hati dan jiwa, dan pada akhirnya bisa berdampak ke fisik.

Menurut pakar komunikasi visual, ada tiga kategori warna, yakni

1. Warna hangat : merah, merah muda, jingga, ungu, emas. Warna ini berefek meningkatkan kegairahan, menstimulasi

semangat.

2. Warna dingin : hijau, pirus, perak. Warna ini menenangkan serta membawa rasa sejuk.  Orang bertubuh gemuk, akan tampak lebih kurus jika mengenakan pakaian dengan warna dingin

3. Warna netral : coklat, gading, abu-abu, hitam

Daniar Wikan (http://daniarwikan.deviantart.com/journal/) mengistilahkan bahwa warna adalah bahasa yang disembunyikan.  Penjelasannya begini :

1. Warna bisa mewakili usia teretentu  : warna remaja cenderung cerah dan bersaturasi tinggi

2. Warna bisa mewakili suasana hati: orang berduka cenderung mengenakan pakaian hitam/gelap

3. Warna bisa menunjukkan kepribadian: merah menunjukkan berani, kuning percaya diri

4. Warna menunjukkan status sosial tertentu : sosek tinggi warna keemasan dan berkilau

5. Warna menunjukkan jenis  kelamin : ada warna maskulin (biru tua) dan warna feminin (pink)

6. Warna sebagai penanda waktu : di ruangan dgn warna panas waktu rasanya lebih cepat berlalu sehingga suasan kerja terburu-buru

Silakan diperiksa dan diterapkan sendiri, apakah benar begitu??

Sedangkan Al Qur’an punya konsep sendiri tentang warna.

Merah  : “Dan di antara gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang bermacam-macamwarnanya, dan ada (pula) yang hitam pekat”  (QS 35:27)

Putih menunjukkan sedih dan duka yang mendalam : “Aduhai duka citaku terhadap Yusuf,” dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan (QS 12:84)

Namun putih juga menunjukkan bersih dan berseri : ” Pada hari yang pada waktu itu ada muka yang menjadi putih berseri…”  “Adapun orang-orang yang menjadi putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (Surga)…) [QS 3:106-107)

Hijau dipakai untuk melambangkan surga dan kesuburan : “Dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelas emas dan memakai pakaian hijau dari sutra” (QS 18:31) atau “Apakah kamu tidak melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit lalu jadilah bumi itu hijau?”  (QS 22:63) atau “Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau …(QS 36:80)

Kuning  menunjukkan warna hewan (sapi) tapi juga untuk tumbuhan yang layu :” Musa menjawab:”Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning …”(QS 2:69) atau  ” Seolah-olah ia iringan unta yang kuning” (QS 77:33), atau ” Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya menjadi kuning dan hancur ” (QS 57:20)

Hitam, menujukkan kelam, muram dan gelap :” Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap ALlah mukanya akan menjadi hitam” (39:60) atau “Dan dalam naungan asap yang hitam…” ( 56:43)

 

Bahan dan inspirasi :  Tarbawi no 285/XIV

Gambar : pixabay.com

33 thoughts on “Falsafah Warna-Warna

      • hehehe saya cukup mengah ke bawah saja..

        nah warna yg paling banyak disini putih, hitam sama silver mbak Prita… pilihan jatuh ke silver, biar kotor ngga begitu kentara… dan mobil kami lebih murah dr yg warna hitam😀

      • Oohh putih …. Biar rajin nyuci hehehe
        Disini sampe bosen kayanya, sejauh mata memandang, warna silber dimana2 .. Pasaran pisan😀

        Ada tetangga mobilnya putih, modelnya kereeeen… Pengen mejeng diketawain anak2.. Iihh mama malu2in katanya😀
        disini jarang yg punya garasi, jd yg punya dimanaaaa.. Mobilnya parkir dimanaaa, liburan 5 minggu jg mobil mah parkir di pinggir jalan saja.

      • Teh Dewi cerita mobil, saya jadi ingat waktu 2005 ke Aachen, nginap di rumah sepupu (tante Sri, mestinya kenal, teh).
        Dari jendela kamar di lantai 2 saya menatap deretan mobil diparkir di sepanjang jalan yang sepi……
        Tante Sri cerita,” Mbak saya waktu liburan kesini nanya, memang di tempatmu sini banyak orang hajatan ya?”
        “Kenapa memang?” tanya tante Sri.
        “Itu kok mobil berderet terus dari kemarin gak sepi-sepi,” jawab sepupu saya yang mbaknya tante Sri itu.
        “Laaah…lha itu mobilnya para tetangga saya yang memang tidurnya di jalan (karena gak punya garasi)”.
        “hehehehheh….”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s