Archive | November 2012

Falsafah Angka-Angka

Angka-angka dan matematika, ternyata mengandung falsafah hidup.  Bilangan kurang dari 1 ketika dipangkatkan hasilnya akan semakin rendah.

Contoh : 1/2 pangkat 2 = 1/2 x 1/2 = 1/4

                   1/2 pangkat 4 = 1/2 x 1/2 x 1/2 x 1/2 = 1/16

                   1/4 pangkat 2 = 1/16

                   1/6 pangkat 2 = 1/36

Bilangan lebih dari 1, apabila dipangkatkan hasilnya akan makin tinggi. Contoh : 2 pangkat 2 = 4,

                   3 pangkat 3 = 27,

                   2 pangkat 3 = 8

Falsafanya :

Seseorang yang berjiwa rendah (rendah budi) saat diberi pangkat tinggi justru akan semakin rendah (budinya).  Sebaliknya, orang yang berjiwa besar, saat pangkatnya naik maka akan semakin besar jiwanya (namun rendah hatinya 🙂 ).

Bagaimana berjiwa besar? Itu bisa dipelajari di universitas kehidupan dan mengikuti bimbel yang materinya adalah firman-firman Allah SWT.

[insipirasi dari kata-kata pak Nuh, Mendiknas, yang saya baca di Kompas pagi ini]

sumber gambar : funnie.blogdetik.com

Iklan

BSMI Goes to Gaza

Solidaritas BSMI untuk Palestina
Jakarta (26/11/2012). Memasuki dua minggu  sejak serangan Israel ke Palestina pada Rabu (14/11) pekan lalu, gencatan senjata telah disepakati Israel . Meski begitu, kondisi Palestina masih belum bisa dikatakan aman dan terkendali. Sebagai bentuk kepedulian merekonstruksi Gaza kembali, bantuan  terus dilancarkan. BSMI sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang bergerak aktif dalam solidaritas kemanusiaan untuk Palestina, siap membantu dengan mengirimkan dua relawan ke Gaza pada Selasa (27/11).
Sebuah lampiran berisi dokumen daftar kebutuhan alat kesehatan dari RS. Al Shifa Gaza, sampai ke surel resmi BSMI. Berdasarkan data tersebut, BSMI mengerahkan donasi masyarakat untuk Palestina dengan membelikan alat kesehatan berupa alat orthopedi  dan instrumen operasi serta obat-obatan. Alat kesehatan yang dikirimkan BSMI, menyesuaikan dengan permintaan tersebut. RS. Al Shifa Gaza telah lama berhubungan baik dengan BSMI. Yakni sejak kedatangan BSMI di Palestina pada tahun 2009 dan 2010.
Dana donasi lainnya dimaksimalkan untuk program beasiswa mahasiswa Palestina di Indonesia. Program ini merupakan program yang sedang berjalan dan berkembang. Menjadi sebuah program khas tersendiri dedikasi BSMI untuk Palestina. Saat ini, empat mahasiswa asal Palestina sedang melakukan studinya di Universitas di Indonesia. Dua mahasiswa jenjang S1 yang menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Islam Negeri. Dua lainnya merupakan dokter Palestina yang mengambil pendidikan spesialis di Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada. Ke depan, BSMI bersiap mendampingi penerima beasiswa mahasiswa Palestina di Indonesia lainnya hasil kerja sama dengan Kemendikbud.
Keberangkatan BSMI ke Gaza
Relawan BSMI diberangkatkan ke Gaza. Diwakilkan oleh Ketua Umum BSMI, Muhammad Djazuli Ambari S.KM,MSi, dan relawan Lucky Pransiska. Kedua relawan ini merupakan tim aju (tim awal) yang akan membantu rakyat Palestina dengan memberikan bantuan alat-alat kesehatan berupa alat orthopedi senilai USD 60.000 dan melakukan persiapan penjemputan terhadap 12 penerima beasiswa BSMI yang akan melanjutkan pendidikan di Indonesia.
 
Pemberangkatan ini kami jadikan dua gelombang. Tim pertama, tim aju, sejumlah dua orang dan akan disusul oleh tim inti sejumlah lima belas orang. Karena sesuai dengan pengalaman kami sebelumnya, pengalaman 2009 dan 2010, kami melakukan dengan pola yang sama agar lebih efisien.” Jelas Muhammad Djazuli Ambari SKM M.Si, Ketua Umum BSMI dalam konferensi pers yang digelar Kamis (22/11) siang.
Tim kedua akan diberangkatkan setelah tim aju kembali ke Indonesia. Tim kedua terdiri atas dokter-dokter spesialis yang akan mendukung kegiatan operasi di Shifa Hospital Gaza, memberikan bantuan alat orthopedi, alat anestesi dan alat-alat operasi lainnya, bantuan obat-obatan, pelatihan perawatan luka korban perang metode stem cell (teknologi kultur jaringan plus alatnya), serta penjemputan 12 warga Gaza penerima program beasiswa BSMI kerja sama dengan Kemendikbud RI.
“Mereka membutuhkan obat dan alat kesehatan, karena alat kesehatan masuknya sulit. Obat atau alat kesehatan yang seharusnya cukup untuk beberapa bulan, karena serangan Israel bisa habis dalam waktu mingguan bahkan dalam hitungan hari. Oleh karena itu, bantuan seperti ini yang dibutuhkan dan kita kirimkan.” Jelas dr. Basuki Supartono, Dewan Pembina BSMI yang juga menjadi narasumber di konferensi pers BSMI, ”Yang kita gunakan ini dana ummat. Pengiriman pertama yang hanya terdiri dari dua orang dan pola dua gelombang keberangkatan ini demi menghemat dana agar lebih bermanfaat dan efektif . Bantuan pun dimaksimalkan tepat guna.” tutupnya.
Bantuan kebutuhan medis merupakan pemenuhan pelayanan dan perawatan korban serangan Israel. Sedangkan penjemputan 12 warga Gaza penerima beasiswa BSMI merupakan program khusus BSMI dalam rangka capacity building SDM Palestina. Keduanya merupakan alternatif bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
Bagi masyarakat yang ingin menginfaqkan hartanya untuk bantuan kemanusiaan ini dapat mengirimnya melalui Bank Syariah Mandiri no rek 116.0033.568 , atau BNI Syariah no rek 260.260.007.  Atas nama Bulan Sabit Merah Indonesia (ziy)

Hari Pahlawan vs Tanggal Cantik

10 – 11-12, memang kombinasi angka yang cantik dan unik.  Di satu pihak, angka 10 dan 11 yang merefleksikan tanggal 10 November yang kita kenal sebagai “Hari Pahlawan”.  Namun di tahun 2012 ini kombinasinya jadi “cantik”.  Sebagaimana tahun – tahun sebelumnya, kombinasi tanggal cantik diburu-buru sebagai tanggal momen bersejarah dan berharga, misalnya pernikahan, bahkan kelahiran.

Di rumah sakit, tidak sedikit para calon orang tua yang membuat request khusus agar anaknya bisa lahir di tanggal unik ini.  Tentu saja kelahirannya dengan jalan operasi.  Karena kelahiran normal sampai sekarang tetap saja tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, hatta dilakukan induksi persalinan.  Sedangkan yang sudah terjadwal dengan operasi saja masih bisa meleset! Misalnya kalau tiba-tiba terjadi pecah ketuban atau kontraksi, sehingga mau tak mau jadwal operasi harus dimajukan.

Yang lebih heboh tentu adalah tanggal cantik yang dikaitkan dengan pernikahan.  Seperti halnya hari ini, ada 4 acara pernikahan yang harus kami hadiri sekaligus.  Padahal pekerjaan rutin tetap berlangsung seperti biasa alias tidak libur.  Untuk itu perlu disiasati dari segi rute dan waktu.  Pernikahan mana yang harus dikunjungi terlebih dahulu, dan mana yang belakangan.  Ini bukan soal undangan di gedung mewah atau rumah di gang sempit, melainkan semata-mata soal rute dan kemacetan lalu lintas.

Seorang sepupu yang baru saja menjadi kakek, alias baru mendapatkan anugerah berupa cucu bercerita, bahwa saat menikahkan anaknya yang jatuh pas di tanggal cantik, ternyata justru para sahabatnya tidak semuanya bisa hadir.  Bukan karena menghianati pertemanan, ini sekali lagi masalah teknis, yaitu karena kesulitan memenuhi undangan yang berjibun sementara lokasinya tersebar di seluruh Jakarta.  Tahu sendiri, melintasi rimba jalan raya di ibukota bukan sesuatu yang mudah alias membutuhkan perjuangan paripurna.  Apalagi pernikahan di gedung kebanyakan dibatasi hanya 2 jam.  Sulitnya lagi, 2 jam itu waktunya sama : jam 11 – 13 di siang hari atau jam 19 – 21 di malam hari.

“Uniknya lagi”, sambung sepupu saya itu.  ” Saya mengirimkan undangan untuk seorang kolega, namun saya pun menerima undangan mantu dari kolega tersebut”.  Saling mengundang di saat yang bersamaan semata-mata demi tanggal cantik.  tentu saja mereka tidak bisa saling hadir…..

Seorang paman yang sudah menjadi ‘orang yang dituakan’ juga menceritakan pengalaman uniknya.  Pada suatu hari, di tanggal cantik, ia menerima dua undangan untuk satu acara pernikahan. Rupanya baik dari pihak mempelai perempuan maupun mempelai laki sama-sama mengundang beliau.  Ada-ada saja….

Bagi tamu, memang lebih leluasa  kalau pernikahan itu diadakan di rumah, dimana jam undangan yang tertera sangat fleksibel, misalnya  jam 11 sampai selesai. Namun pengalaman menghadiri model pernikahan seperti ini adalah saat kita datang pas pengantinnya sedang istirahat, sholat maupun ganti baju.  Dan sampai dengan waktu pulang, kita tidak berjumpa dengan salah satu atau bahkan sepasang pengantin tersebut.  Memang tidak mungkin kan, seseorang dengan baju nikah dan dandanan ribet harus terus berdiri dan tersenyum selama 6 jam lebih!

Gedung-gedung yang disewakan untuk keperluan nikah pun laku keras di tanggal cantik. Salah seorang kemenakan bercerita bahwa ia memesan gedung untuk pernikahan dirinya yang diadakan pada 10-10-10 semenjak setahun sebelumnya! Nah, selama setahun itu pacaran dong?  🙂

Saya pun teringat saat sibuk mencari gedung untuk pernikahan kami dulu.  Karena boleh dibilang mendadak, maka gedung yang saya incar ternyata sudah penuh terbooking, bahkan di hari kerja! Namun setelah mata ini menyusuri kalender kegiatan yang terpampang di ruang sekretariat gedung tersebut, ada satu tanggal yang terjepit dalam keadaan kosong alias belum terbooking.  Sementara tanggal sesudah maupun sebelumnya sudah penuh.  Ternyata pas di hari sabtu, dua pekan ke depan.  Tanpa pikir  panjang, langsung saya pesan di tanggal misterius tersebut sekaligus bayar uang muka!  Acara pernikahan pun, Alhamdulillah berlangsung dengan khidmat dan lancar.  Baru setelah selesai resepsi, seorang kawan ayah menanyakan kepada beliau, kenapa kok berani mengadakan hajatan di tanggal 1 Suro!

Aah, terbukalah rahasia tanggal pernikahan kami yang semula saya anggap misterius itu.  Tanggal 1 Suro alias 1 Muharram dianggap tabu untuk bikin hajatan. Karena itulah, di tengah-tengah tanggal yang sudah penuh terbooking, ternyata hari Sabtu di tanggal 14 Agustus 1988 yang lalu itu bertepatan dengan 1 Muharram. Orang-orang tidak ada yang berani bikin hajatan.  Sungguh blessing in disguise buat kami.

Salah sendiri, siapa suruh percaya mistik!

NB.

1. Sebagai hari pahlawan, hari ini kemensos mengajurkan kita untuk mengheningkan cipta sejenak pada pukul 08.15 waktu setempat.

2. Selamat tahun baru, 1 Muharram 1434 H yang bertepatan dengan `15 November 2012.  Percayalah, Insya Allah tak akan ada hal buruk terjadi kalau menikah pada tanggal tersebut.  Wallahu a’lam