Jilbab….di Kehidupan Keseharian

Jilbab….Love it Right,  Wear it Right (aulia, agustus 2012). Berhijab karena Allah, bukan karena sekedar ingin cantik. Berhijab dan tetap cantik, namun selain cantik lahir juga cantik batin. Sehingga cantik itu tidak menghalangi kita dalam beribadah dan juga tidak menyiksa diri kita. Berhijab dan cantik sesuai dengan tuntunan Islam bukan sesuai yang dituntunkan oleh mode dan industri pakaian. (keprihatinan saya yang ternyata terakomodasi di Aulia). Kreasi2 manusia seharusnya tidak mengalahkan peraturan Allah. Dari awal hendaknya sudah meluruskan niat, apa tujuan berhijab. Terlalu permisif akibatnya banyak aturan dilanggar, demi ‘keindahan’

dari : http://www.onlyaceh.blogspot.com

@lembarkertas : setuju banget bu. jadi ingat awal berjilbab dulu, tahun 1993-an. masih gitu2 aja modelnya. sekarang bahan n modelnya plus pemakainya nggak.kehitung. tapi ya itu, kesannya lebih ke mode. smg Allah tetap jadi tujuan pertama n utama.
*menasihati diri sendiri juga*

@bundanyarafi : ah iya..suka miris melihat model jilbab yg aneh2..yg dikepang2 kayak rambut terus tuh dada malah gak ketutup..itu mau ngasihtau kalo rambutnya bisa dikepang gitu yak?bukannya tambah cantik malah aneh menurut saya mah..

@keluargapanda : agree bu dokter:)) saya suka bıngung sm mode2 jılbab sekarang*sampe suamı temen juga malah ngomong: ıtu model jılbab apa handuk habıs mandı dılılıt dıkepala-.-* sama2 bıngung:D

@lollytadiah : Semoga bisa lebih membuka wawasan saudari2 kita yang masih fokusnya ke Stylish Jilbab, semoga bisa mengingatkan bahwa jilbab adalah tuntutan Syar’i bukan Mode…
Meluruskan niat awal berjilbab sangat penting, karena amalan itu kan tergantung pada niatnya….

@ditaadityaputri : Tp setidaknya dg adanya hijab style jd banyak yg mulai berhijab meskipun msh utk fashion saja. Smg Allah bukakan hati saudari2 qt utk lebih mengenal agamanya dg baik.

Akan lebih baik dan profesional bagi para dokter dan paramedik muslimah yang berjilbab, saat memeriksa pasien dengan menggunakan stetoskop, tidak sekedar mencantelkan gagang stetoskop ke jilbab, melainkan benar-benar menempatkan gagang stetoskop itu dalam lubang telinga.  Sehingga hasil pemeriksaan akan benar-benar akurat, suara-suara tambahan akan terdengar lebih jelas dan,  bagi yang melihat …. tampak serius dan tidak sekedar main-main.   Meski baksos…tetap harus profesional. Begitulah ajaran Islam

@mutiaraaisyah : sy pernah wkt baksos begitu. padahal nggak paham banget dg alat2 kedokteran. mmg sy blm profesional. *bkn anak kedokteran*

Miris…! Jilbab dijadikan sarana penyamaran oleh para selebritas dan orang-orang bermasalah.  Sejak kasus L–a M–a, M—-a, sang istri mafia pajak, dan terakhir oleh M—n J—–a.  Masih bagus kalau pakai jilbabnya buat seterusnya.  Semoga Allah menunjukkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

@makhayr : aku lebih sering ngomel dan gemes klo yang ngeliat muslimah pakai jilbab gaulnya kelewatan….

misalnya..pakai rok mini plus stoking plus jilbab

atau jilbabnya terlalu pendek jadi dadanya yg tidak tertutup baju karena berleher rendah keliatan…

atau.. pakai kaos atasnya selain ketat jug pendek.. jadi tiap dia gerak dikit udel nya kelihatan.. (padahal berjilbab juga lho.. )

kebetulan sering nge mol .. dan sekarang aku lihat rata2 mba2 yg jaga stand/toko di itc dsb pada pakai jilbab, dengan kegaulan itu…

Alhamdulillah sesama cewek .. hajar aja bleh alias langsung tak samperi dan di omelin hihihi…

@bunda2f : wah…bu dokter ngikutin juga;-)*yg terakhir tau krn kk ipar bawa tabloid k rumah kmrn…kalo g ke pemakaman,k pengadilan,y pas dtangkep polisi pakenya (selain kalo pada mau umrah atau pas bln ramadhan)

@nitafebri(almh) : Loooh ibunya manohara kuk ga di masukin list..
Waktu nangis2 d tv kan pake..

@diancambai : jilbaber mendadak… ? iya ya..banyak ya…. seolah2 kalau udah berhijab gitu udah gak ada dosa..:)

@mawaddah1985: tadinya sempet bingung juga… apa itu jadi dresscode utk para tersangka wanita?
pun bebrapa tersangka laki2 juga jadi pake baju koko dan peci… apa itu dresscode juga?

7 thoughts on “Jilbab….di Kehidupan Keseharian

    • he..he..si pembuka berbagai kasus. Kita cuma bisa berharap semoga hukum yang berlaku dapat memutuskan dengan seadil mungkin. Dan semoga jilbabnya membawa hidayah kepadanya

  1. Setahu saya semua perlu proses, termasuk berhijab, semoga saja “hijaber dadakan” itu akan berproses menjadi lebih baik, btw kalau tidak keberatan mau minta pendapat ibu dokter nih

    Saya dulu pernah jualan buku tutorial hijab yang modelnya pakai dililit-lilit itu bu dokter, maklum sempat kerja di toko online punya teman sesudah berhenti jadi operator warnet. Hanya saja, saya sedikit ragu kira-kira sudah pas sesuai syariat atau belum ya hijab seperti itu, dan saya juga masih ragu apakah mau terus jualan buku seperti itu lagi atau tidak?

    • Pak, ini pendapat saya tentang kerudung lilit: 1) tidak bisa disebut jilbab, karena tidak sesuai dengan definisinya dimana harus terulur sehingga menutup dada (meskipun dada itu sendiri sudah tertutup oleh baju), 2) acap kali masih terlihat leher si pemakai terutama saat melakukan gerakan pada leher dan kepala, 3) sangat menyulitkan tatkala tiba saat berwudhu, 4) sangat menyulitkan dan tidak memenuhi etika kedokteran tatkala penutup kepala seperti ini dipakai oleh tenaga medis, dimana mereka harus memasang stetoskop langsung pada telinga, 5) dari segi ilmu kedokteran, penutup kepala seperti ini tidak sehat untuk rambut dan kulit kepala karena menyulitkan ventilasi udara. Karena itu, penutup kepala berupa jilbab syar’i itulah yang sesungguhnya membuat pemakainya sehat secara fisik dan ruhiyyah. Semoga Allah memudahkan dalam mengambil keputusan. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s