Game….! Berhati-hatilah Menyikapi Permainan OL Ini

Inilah nama game yang perlu diwaspadai para orang tua, karena mengandung konten kekerasan, kriminalitas, dan pornografi.

Game ini ngetop di kalangan anak dan remaja. Yaitu :
1. GTA
2. Point Blank
3. Mengintip dan Mencuri
4. Sims
5. Ragnarok
6. Rape Play
(“Peran Ortu dalam Menyiapkan Anak Tangguh di Era Digital”, Ibu Elly Risman)

(www.game8indo.com)                                                                                                                                     (www.thesims.com)

Termasuk yg harus diketahui ortunya adalah konten dari game tsb. Artinya ortu harus rela meluangkan waktu, duduk bareng anak memelototi game dari awal sampai akhir. Karena isi game2 tsb bisa saja tak selaras dgn judulnya dan batasan umurnya pun dipalsukan. Usahakan cari tau warnet yg sering dikunjungi anak, mbak. Terus kita mesti tahu siapa pengelolanya serta bicara dgn mereka.

Menurut bu Elly Risman, di Asosiasi Warnet Indonesia ada klasifikasi ‘warnet putih’ untuk warnet yang bersih dari konten2 berbahaya. Insya Allah nanti warnetnya mbak Dizna bisa masuk ke kategori warnet putih, dan semoga lebih berkah…..aamiin.

Saya juga sering menghimbau guru2 di sekolah anak2, agar proaktif dalam memagari anak didiknya dari bahaya game. Guru, saya lihat cenderung menyalahkan lingkungan. Misalnya, “Bu, kan di belakang sekolah ini ada warnet. Jadi anak2 kalo istirahat sering ke situ!”. Lalu saya jawab, “Pak, apakah pihak sekolah sudah mendatangi warnet2 tersebut dan memberikan arahan, teguran….dst..dst?” pak Guru menjawab, belum. Padahal kalau perlu sekolah bisa merazia warnet2 di sekitarnya.  Poster selalu ada di warnet? Saya memang gak pernah perhatian di poster. Yg saya amati dari warnet adalah suasanyanya yg temaram dan tiap pengunjung punya box sendiri2, sehingga menyulitkan pengawasan terhadap anak2 sekolah yg datang ke sana. Sudah begitu, jam bukanya sampai tengah malam, bahkan ada yg sampai pagi! Meski, pernah terasa manfaatnya tatkala anak butuh ngeprint warna di malam hari, sedangkan printer di rumah mendadak ngadat.  Game2 itu aslinya memang ada rating usia pemain. Tapi yang banyak beredar adalah videogame bajakan dengan rating usia yang dipalsukan. Misalnya, rating AO (Adult Only) dijadikan T (teen). Lagipula, kalau memang ratingnya tetap AO, warnet mana sih yang bakal menegur?

@fightforfreedom : Sayangnya belum ada keseriuasan tentang pengawasan terhadap warnet yg menyediakan game online, atau tempat bermain play station. Seharusnya diatur game-game jenis apa yang layak dimainkan untuk kategori usianya masing-masing.

@embunpagi : Tambahin ya bu
Bully
Isinya ngejar2 temen sekolah dan guru2 trus disiksa
Bahaya bener, liat game ini di ps keponakan
Sebetulnya game pun ada batas umur, berhubung yg beredar luas game bajakan, jadi sebaiknya orang tua yg menetapkan batasan sendiri

@lembarkertas : alhamdulillah di rumahku bisanya cuma main angry bird. ntar kalau anakku mainnya kelamaan jadi angry mama eh mama angry. hihihi.  Nama2 game yg disebut di atas posternya hampir pasti ada di setiap warnet. yg profile ceweknya pakaian n bodynya aduhai.😦

@myshant : selama ini kalau anak ngewarnet, saya/ayahnya ikut😀 *alesannya kami mau download lagu, koneksi di rumah lemot, pdhl sambil ngintip si anak buka apaan -selama ini masih aman, paling main game onlen fesbuk yg bertani gitu-*
tapi ngewarnetnya juga belum tentu sebulan sekali, karena di rumah bisa main juga. lagipula si sulung itu sudah bikin kesepakatan hanya boleh buka komputer ketika wiken. dan mainnya bareng-bareng dengan ayahnya.
dan game yg dimainin di rumah masih seputar Plant vs Zombie, Worm dan CS (meskipun CS termasuk game kekerasan juga niy, tembak2an)

dan saya setuju sama saran bu dokter, seperti yg dulu disarankan bu Elly, jika ada teknologi baru, kami selaku ortu harus mau belajar dan ngikutin. biar gak kalah set sama anak, dan bisa memberikan pertimbangan sejauh mana batasan yg boleh diakses oleh anak.  anakku ke warnet ketika mau main game onlen yg waktunya udah janjian sama temennya *biasanya game onlen di fesbuk*, perlu koneksi cepat. padahal koneksi inet di rumah tidak semuanya cepat, wong saya buka you tube aja lemot sekali, apalagi kalau perlu download sesuatu🙂

seperti saran dokter Pritha, saya ikut anak ke warnet, bukan karena gak percaya anak. tapi gak percaya sama pengunjung lain yg rata2 mahasiswa gitu. ntar anakku diajarin buka situs2 gak bener, atau digerayangi *meskipun anakku coawok,naudzubillah*

@faridazp : Nah itu dia.
Kalo aq pribadi lbh memilih memfasilitasi agar lbh mudah pengawasannya.
Dan ditanamkan akan kontrol pribadi dlm memilih game.
Kalo Yg pake kekerasan, bukan baju atau pacaran gitu anak2 ga mau.
Bahkan game Kayak feeding frenzy Yg ikan besar makan ikan kecil itu ga suka Hihihi.  knp anak2 ke warnet? kan rata2 ortu disini bisa online sendiri Di rmh?

@saya : macam2 alasannya. Mungkin di rumah masih pakai satu modem? Dulu waktu mau pasang wifi di rumah, sempat khawatir bakal bikin addict, tapi ternyata tidak juga. Biasa2 saja. Malah ortunya yang diuntungkan. Tapi….mayoritas ngewarnet karena teman, dan kebebasan. Kalau yang saya lihat di TV, anak2 usia SD yang diwawancara karena hobi game OL berjam-jam, kelihatannya dari mereka yang justru tidak punya fasilitas internet di rumah, ortu sibuk (mencari nafkah karena penghidupan yang pas2an), dan pagar mental yang tidak kokoh

@rhedina : saya rada2 “galak” kalau sudah menyangkut game..:D
Suka ngobrol sama mereka, kira2 mereka main game apa..sejauh ini mereka blm tertarik main game online. Mendingan main Nintendo Wii..yg gamenya menuntut anak banyak bergerak seperti olah raga ..sekalian emaknya juga he..he..

Tapi memang harus super ekstra mengamati anak2 kalau sudah didepan kompi.  He..he..he..jadi ketahuan suka main game…kami sengaja mencari permainan yang ndak cuma jempol yg olah raga, tapi badan juga ikut bergerak, dan bisa melibatkan semua anggota keluarga.
Bisa tertawa bersama-sama…🙂

Alhamdulillah tinggal disini, anak ngga bisa sembarangan beli game..karena penjual lebih “galak” dengan adanya batasan usia.

 

 

8 thoughts on “Game….! Berhati-hatilah Menyikapi Permainan OL Ini

  1. ini udah dikategorikan hentai.. pernah bahas juga di empi..
    emang ortu yang harus waspada..
    di rumah, internet ditaroh di ruang keluarga, jadi kalu ada ponakan yang buka internet kita semua mengawasi.. main game juga dibatasi..

    • menaruh internet di ruang keluarga memang salah satu solusi yang dianjurkan oleh para pemerhati pendidikan, mbak. Alhamdulillah telah melaksanakan hal tersebut. Btw, ada istilah baru “hentai”, apa itu?

      • hentai itu konten yang berisi pornografi pada internet ato media.. kaya game yang disebut m.prita.. istilahnya orang jepang.. disana kan komik juga “macammacam” padahal komik anak2..

      • memang kalau dipikir-pikir, diam2 komik manga Jepang ini yang jadi biang keroknya. Dari Nobita yang manja dan mau menang sendiri, terus ada crayon shinchan yang suka omong gak sopan, sampai naruto dkk, semua itu kok trouble maker, ya.

  2. Memang benar bu dokter, anak-anak kalau main games itu gak kenal waktu. Saya sendiri pernah bekerja sebagai operator warnet dan saya melihat dengan mata kepala sendiri betapa rusaknya mental dan moral anak-anak akibat permainan seperti itu. Mereka bisa main games antara 3 sampai 5 jam sekali main, bahkan ada yang 10 jam tanpa henti. Makan, belajar bahkan sholat pun terlewatkan begitu saja

    • nah, ini merupakan lahan menuai pahala yang bagus, pak. Operator warnet dapat menuai pahala dgn jalan menasihati anak2 tersebut. Dapat pula dengan mengatur jam kunjujng khusus untuk pelajar. Disamping itu, tidak membuka warnet sampai melebihi tengah mala, tentunya

  3. saya pernah ke warnet pagi2 bu dokter, maksudnya mau ngeprint aja.. ternyata di warnet itu banyak abg yang lagi main game, ada juga beberapa yang lagi tidur di kursi pulas banget.. duh jangan-jangan mereka sampe nginep2 di warnet itu… agak menyesali juga, apa mereka gak punya kegiatan lain yg lebih positif? hhmmm.. untung di rumah internet juga dipasang di ruang keluarga, jadi semua bisa liat kalau sepupu lagi buka-buka internet..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s