Pangan dan Kuliner Indonesia…wow!

SERUMPUN PADI TUMBUH DI SAWAH, HIJAU MENGUNING DAUNNYA
TUMBUH DI SAWAH PENUH BERLUMPUR, DI PANGKUAN IBU PERTIWI.

SERUMPUN JIWA SUCI, HIDUPNYA NISTA ABADI.  SERUMPUN PADI MENGANDUNG JANJI, HARAPAN IBU PERTIWI…………(lagu jaman SD)

Serba serbi beras :
# beras diproduksi di setiap benua, kecuali antartika, # 90% beras dunia ditanam di Asia dan dikonsumsi di Asia juga, # sehingga kalau direkap, 1 orang Asia mengonsumsi 150 kg beras/tahun, sementara orang Eropa hanya 5 kg/tahun. Pertanyaan : “ada berapa bulir beras dalam 1 kilogramnya?” (RD 10/12)

Buah asli Indonesia ternyata kalah pamor dibandingkan dengan buah impor.  Ayo, kembali menggemari pepaya, mangga, pisang, jambu (yang tidak harus dijual di Pasar Minggu – sesuai lagu).  Di samping itu masih ada : manggis, nanas, belimbing, durian, salak, dan duku.  (bahan : himbauan kementan).  @cepaka : kalo baca2 artikel kesehatan seringnya tentang buah2 dari luar, jarang yang bahas buah lokal…
mungkin karena para penyusun artikel kekurangan materi tentang manfaat buah lokal, dan para peneliti buah lokalpun kurang banyak yang mempublikasikan penelitiannya.. @rhedina : Anak anak saya justru suka dgn buah buahan khas lokal..spt Manggis, sampe mau masuk koper…:), @symplyndah : Buah impor lebih populer juga karna harganya lebih murah dibanding jenis lokalnya.
Kaya buah apel, naga yg impor dari China harganya lebih murah, selain itu lebih “awet” jadi pedagang kaki lima suka kali ya ngejualinya. Tiap pagi lewat pasar buah Jatinegara, pedagang kaki lima ngeluarin buah-buah dari kardus import. Koq bisa itu buah didatengin dari luar negeri, nginep di bea cukai entah berapa lama, sampe ke tangan pengecer masih seger. Dikasih pengawet berapa banyak yah?😦

Harusnya bu sebelum menghimbau Kementan koordinasi dulu sama Menteri Perdagangan kali ya, biar buah import diperketat arus masuknya *laaaaah koQ malah jadi curhat😀 . @mylathief : btw, saya baru dapat kabar pas pulang ini, katanya mangga gadong sekarang ditolak oleh jepang. Katanya sih kadar gulanya terlalu tinggi.. Berbahaya bagi yg kencing manis, @ibutio : pepaya mangga pisang jambu nanas belimbing, masih dimakan😀 terutama di tukang rujak ulek keliling🙂 anakku juga suka banget , @lollytadiah : Sekarang duren aja udah benyakan duren monthong dibanding yang varian lokal… kelengkeng juga banyakan dari bangkok, belum pernah lihat kelengkeng lokal di Jakarta deh…:(

manggis udah mulai susah dapet yang manis, salak juga masih banyak….apalagi salak pondoh, enak banget. Duren juga masih makan duren lokal, karena dekat sini suka ada tukang duren yang jualan di truk, bawa dari sumatera katanya. Duku juga sama….kalo musim masih suka beli, sayang pohon belimbing terpaksa ditebang karena doyong kena angin dan patah, padahal lumayan juga buahnya, manis. @sepasangmatabola : Padahal di Amriki pepaya dan jambu lumayan mahal dan jarang lho, bu dokter. Tempo hari di pasar swalayan Asia suamiku nemu rambutan, bu dokter, masya Allah anak-anak dan bapaknya senang sekali makan buah yang satu itu. Kalo aku sih suka buah apel dan anggur Amerika karena memang muraaah sih di sini…🙂

Terkesan dengan kreatifitas kuliner di UKM Food & Packaging Expo 2010 di gedung Smesco: dari Cake Telo, Bubur Kentang Instan, Telur Kanecua siap santap sampai selai buah naga. Yang unik, alat kerokan dari biji buah jengkol produksi Baduy (jadi kangen Leuwidamar…)

 

Warning buat yang punya paham “kalau belum makan nasi, namanya belum makan”. Tahun 2010 ini konsumsi beras nasional terhadap total sumber karbohidrat mencapai 95%. Sedangkan pada tahun 1950 hanya 53% – kompas,13/10/10 (mungkin penduduk jaman awal kemerdekaan dulu pada makan gaplek, ya).  Any solution???

@mbakje : Inilah akibat program swasembada beras pada zaman orba, dimana setiap provinsi diharuskan mengonsumsi nasi dan menanam padi. Padahal makanan pokok penduduk asli daerah tersebut bukanlah nasi, misalnya Jagung (Madura), Sagu (Madura), dll. Saya dukung kampanye one day without rice!🙂

@subhanallahu : trus terang masih enak makan nasi Dok…:-) klo kentang lebih murah malah OK kayaknya…

@iahsunshine : yang lain masih lebih mahal dok… kecuali singkong… tapi itupun singkong rasanya juga kurang kenyang🙂

@arifah89 : blm familiar kayaknya perut sy :D…kalo sj 80 % muslim ina mbiasakan puasa senin kamis setiap minggunya…hmm berapa % penghematan thadap konsumsi beras nas

@symplindah : makan singkong sama tumis kankung atau teri cabe ijo kayaknya kurang pas dok😀

@prajuritkecil : Padahal kurang banyak apa tukang mie ayam di tiap belokan ya…? Warung indomie…dimana2..
Tetep aja abis itu makan nasi lagiiih..

*bikin baked potatoes aaaaaah….*

@teyyazone : mungkin yang rasanya sama kenyang kentang kali ya.. tapi kok keknya ga sePraktis masak nasi..

keterangan gambar : serumpun padi di sawah (koleksi pribadi)

2 thoughts on “Pangan dan Kuliner Indonesia…wow!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s