Perjalanan ini masih panjang. Membutuhkan kerja-kerja yang profesional. Ini hanyalah salah satu pal tonggak yang harus dilewati.

Bulan Sabit Merah Indonesia

RUU Kepalangmerahan  yang saat ini baru saja diupayakan ke Paripurna DPR pasca pemaparan pendapat fraksi di Badan legislatif DPR RI ternyata belum disepakati secara bulat oleh keseluruhan fraksi.
Konvensi Jenewa mengakui adanya tiga lambang kemanusiaan di dunia ini, yaitu Bulan Sabit Merah (digunakan oleh tiga puluh negara, terutama negara-negara Islam dan negara di timur tengah), Palang Merah, dan Kristal Merah (hanya digunakan oleh satu negara yakni Israel).

Seperti diketahui RUU yang tengah bergulir ini seakan-akan wakil rakyat yang ada di senayan bersukacita bahwa lambang kemanusiaan di Indonesia yang diakui adalah lambang Palang Merah. Ditambah pula penggiringan opini adanya berbagai kepentingan yang hendak “mengkudeta” lambang Palang Merah di Indonesia yang pada dasarnya itu sebuah pengalihan substansi tentang polemik pengaturan lambang dan gerakan kemanusiaan di Indonesia.

Lepas dari masalah lambang, untuk RUU yang membahas masalah kemanusiaan dan sosial namun judulnya adalah RUU Kepalangmerahan dan mengkhususkan diri kepada pengaturan oganisasi kepalangmerahan & lambang, maka…

Lihat pos aslinya 194 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s