Resensi Kecil Film-film

  • Ironis, film Emak Ingin Naik Haji tak menyabet satu gelar pun di FFI. Komentar MPer :@saya tentang film “Garuda di Dadaku”
    begini, pada suatu hari…. ;-D. Ada bukunya juga kok. Tentang Bayu, seorang anak yatim, hidup bersama ibu dan kakeknya. Bayu hobi dan berprestasi di bidang sepak bola. Namun si kakek tak menyukainya, karena anaknya (ayah Bayu) dulu lebih memilih sepak bola daripada jadi PNS. Akibatnya, ayah Bayu cuma jadi sopir taksi. Bayu menekuni sepakbola secara diam2 dan sembunyi2 dibantu oleh Heri teman sekelasnya yg anak hartawan namun kesepian dan lumpuh. Heri memfasilitasi Bayu utk dapat masuk klub sepak bola ternama agar bisa lolos ujian tim nasional. Bagaimana Bayu (dan Heri) menyiasati jadwal latihan yg padat diantara pengawawan ketat kakeknya? Meskipun kakek sempat serangan jantung saat memergoki Bayu berada di klub padahal pamitnya ke toko buku….namun kisah ini berakhir happy ending dan mengharukan. Maaf ya, saya tdk review…habis cuma anak2 yg pergi nonton. Saya cuma baca bukunya.

    arifah89
    arifah89 menulis on Dec 21, ’09
    drprita} berkata

    Garuda di Dadaku dari Mizan Production masih nyangkut

    klo ini critanya gmn Mb Prita?

    drprita
    drprita menulis on Dec 17, ’09

    inilah saatnya Islam harus menunjukkan dakwah nya di dunia per film-an Indonesia

    Setuju. Karena itu saya sedikit kecewa. Tadinya berpikir, paling tidak peran utama wanita bakal kena, tapi ternyata tidak. Alhamdulillah, Garuda di Dadaku dari Mizan Production masih nyangkut

    drprita
    drprita menulis on Dec 17, ’09
    laxita} berkata

    belum pernah nonton film film yang menang FFI kemarin euy…..termasuk emak naik haji ;))

    saya juga. belum (dan mungkin tidak) menonton film pemenang FFI…kecuali Emak Ingin Naik Haji😀

    semangatdafa
    semangatdafa menulis on Dec 17, ’09
    kalau saya salut mba sm film Emak Ingin Naik Haji… karena film ini masih sangat baru tetapi sudah bisa masuk ke FFI, selain itu para pemainnya pun sdh masuk nominasi. walaupun tak membawa piala. Sedangkan nominator yg lainnya adalah film2 yang tayangnya sdh lama (maaf). inilah saatnya Islam harus menunjukkan dakwah nya di dunia per film-an Indonesia

    salam kenal ya mba… ^^

    laxita
    laxita menulis on Dec 17, ’09
    saya belum pernah nonton film film yang menang FFI kemarin euy…..termasuk emak naik haji ;))

  • Nonton aktingnya Amek (penyandang labioschizis) dalam “Serdadu Kumbang” bersama anak-anak (yang masih SD).  Settingnyanya Sumbawa, tapi kurang dieksplor keindahan alamnya. Temanya pendidikan, cq ujian nasional.

  • Jangan nonton film “?” ,sebelum baca tulisan DR. Adian Husaini di link ini. http://adianhusaini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=59:film-apa-maunya&catid=34:cap&Itemi . Saya belum (tidak) nonton, tapi dari resensi2 di media massa  sudah kelihatan bahwa film yang menurut sang sutradara menggambarkan toleransi beragama dalam realitas di Indonesia ini menempatkan Islam dan muslim di kasta terbawah dan pecundang!  Betul kata Prof. Yunahar Ilyas, bahwa Hanung semestinya memperdalam islamnya terlebih dahulu sebelum sombong! Komentar  MPer :
    saya sudah lihat dan baca, cuma belum sempat komen. Pembelaan Hanung benar adanya.Tapi lihatlah…peranapa saja yang dia berikanuntuk orang Islam? Orang murtad…orang berperan jadi Jesus…orang cerai ….semuanya pecundang! Bukankah film itu media pengajaran dan pendidikan. Taruhlah dia memotret masyarakat kita apa adanya. Mengapa tak ada peran Islam dan keagungan agamanya.. (baru sepersekian dari keseluruhan pendapat saya)

    mawaddah1985
    mawaddah1985 menulis on Apr 15, ’11

    drprita
    drprita menulis on Apr 15, ’11
    cambai} berkata

    apalagi sepupu2 dian banyak yang condong ke JIL..:(((

    owww…hati-hati mbak Dian. Soalnya, tema yang paling laku untuk memperoleh pengikut baru dari kalangan wanita adalah faham feminisme…sebuah emansipasi yang kebablasan

    cambai
    cambai menulis on Apr 13, ’11
    drprita} berkata

    statement mbak Dian bikin merinding! Hati-hati kena biusnya! Yang banyak tertarik memang kaum intelektual. Mungkin sejalan dengan luasnya pergaulan mereka. Padahal, isme yang baru ini bertujuan memecah belah umat. Perang pemikiran (ghowzul fikri) memang ampuh untuk membelokkan akidah.Perkuat diri sendiri dan orang-orang terdekat, mbak.

    betul mbak pritta, harus bisa kuat2 diri menghadapi semua. apalagi sepupu2 dian banyak yang condong ke JIL..:(((

    kadang memang sulit menghadapi gerilya pemikiran ini. satu2nya cara memang mengmotong kemungkinan untuk menonton film2 sejenis ini. cari alternatif informasi lain yang jauh lebih baik….

    drprita
    drprita menulis on Apr 12, ’11

    Bagiku agamaku dan bagimu agamamu, that’s it!

    Betul. Konsep toleransi yang diajarkan oleh Islam. Tidak perlu menggadaikan akidah hanya untuk hidup rukun dengan tetangga!

    drprita
    drprita menulis on Apr 12, ’11
    itsmearni} berkata

    baca-baca perdebatannya eh malah jadi penasaran

    perkuat akidah dulu kalau tetap mau nonton

    drprita
    drprita menulis on Apr 12, ’11

    belum nonton sii.. tapi sejak baca ini jadi gak mau nonton…

    gak perlu nonton. Dengan baca resensinya saja sudah bisa dibayangkan betapa Islam cuma ditempatkan sebagai pecundang. Rela menggadaikan akidahnya demi apa yang dinamakan toleransi. Padahal toleransinya dijungkirbalikkan

    drprita
    drprita menulis on Apr 12, ’11
    ianaja} berkata

    iklannya memenuhi 1/4 halaman koran re*u*lika.

    sepertinya produsernya dari Mahaka Media yang juga penerbit Republika?

    drprita
    drprita menulis on Apr 12, ’11
    zaafaran} berkata

    syerem dengernya.

    lebih serem lagi akibatnya, kalau masyarakat kita sudah terbius ajaran pluralisme.

    drprita
    drprita menulis on Apr 12, ’11
    lollytadiah} berkata

    mungkin itu strategi jualannya, sekalian mengusung “isme” yang diyakininya….:(

    melawannya harus dengan cara yang sama. Bikin film tandingan, atau event apa pun yang mengounter isme mereka. Paling tidak…BOIKOT untuk TIDAK nonton

    drprita
    drprita menulis on Apr 12, ’11

    ke TKP segera.🙂

    nemuin apa..? Korbannya belum dibawa ke RS kan?

    drprita
    drprita menulis on Apr 12, ’11
    simplyndah} berkata

    Sedih liat perfilm-an Indonesia, merusak moral, merusak aqidah😦

    Diserahkan ke rakyat sendiri, mau nonton film apa. Orang-orang yang kita percayai untuk duduk di parlemen mewakili kita bungkam semua

    liesemargaretha
    liesemargaretha menulis on Apr 12, ’11
    udah saya baca, mbak. Dan nampak jelaslah, bahkan hanya dengan meragukannya saja sudah masuk murtad. Menarik ketika pak Adian mendeskripsikan kalimat, kita sedang menuju tuhan yang sama dengan cara ‘menyembah’ tuhan di tiap agama.

    Bagiku agamaku dan bagimu agamamu, that’s it!

    *sudah dipastikan gak bakalan nonton nih film*

    itsmearni
    itsmearni menulis on Apr 12, ’11
    belom nonton sih…tapi ada beberapa temen yang rekomendasi juga
    baca-baca perdebatannya eh malah jadi penasaran
    ngintip linknya dulu ya dok………

    mawaddah1985
    mawaddah1985 menulis on Apr 12, ’11
    waaah saya baru tahu… belum nonton sii.. tapi sejak baca ini jadi gak mau nonton…(padahal juga gak akan sempet nonton :D)
    terima kasih dok sharingya🙂

    ianaja
    ianaja menulis on Apr 11, ’11
    minggu lalu baca iklannya memenuhi 1/4 halaman koran re*u*lika. agak tercengang jg, ternyata cara jualan film ini jg pake acara kuis. jadi, siapa saja yg bisa kasih judul terbaik utk film ini maka dapat hadiah 100 jt. sedih campur miris.

    zaafaran
    zaafaran menulis on Apr 11, ’11
    syerem dengernya. Baiklah saya ke TKP dulu mba.. Syukron infonya..

    drprita
    drprita menulis on Apr 11, ’11

    Perang pemikiran dari sesama muslim.

    itu adalah jalan terampuh untuk membelokkan akidah umat Islam. Halus, lembut, jadi gak nyadar sudah sudah murtad! Bagaimana? Sudah baca kan di link nya pak Adian? Kalau mau yang lebih ringan dalam memahami pluralis, baca novel berjudul Kemi, terbitan GIP

    drprita
    drprita menulis on Apr 11, ’11
    cambai} berkata

    dia jual sesuatu yang diinginkan sebagian besar penduduk indonesia… menjadi liberal.

    statement mbak Dian bikin merinding! Hati-hati kena biusnya! Yang banyak tertarik memang kaum intelektual. Mungkin sejalan dengan luasnya pergaulan mereka. Padahal, isme yang baru ini bertujuan memecah belah umat. Perang pemikiran (ghowzul fikri) memang ampuh untuk membelokkan akidah.Perkuat diri sendiri dan orang-orang terdekat, mbak.

    drprita
    drprita menulis on Apr 11, ’11
    umi2aulya} berkata

    menuai banyak kontroversi…

    karena itu hati2. Benteng akidah kita harus kuat. Kemasan pluralisme itu cantik2 dan membius

    lollytadiah
    lollytadiah menulis on Apr 11, ’11
    untung gak suka nonton…. emang film2 Hanung yang katanya islami selalu menuai banyak perdebatan, mungkin itu strategi jualannya, sekalian mengusung “isme” yang diyakininya….:(

    hukmashabiyya
    hukmashabiyya menulis on Apr 11, ’11
    ke TKP segera.🙂

    simplyndah
    simplyndah menulis on Apr 11, ’11
    hanung emang rajin mengusung liberalisme dan prularisme.

    Sedih liat perfilm-an Indonesia, merusak moral, merusak aqidah😦

    liesemargaretha
    liesemargaretha menulis on Apr 11, ’11
    meluncur dulu ke TKP, bingung juga liat rame-rame di twitter, berbeda kepala berbeda pandangan. Perang pemikiran dari sesama muslim.

    cambai
    cambai menulis on Apr 11, ’11
    tapi film2nya hanung selalu laku, karena dia jual sesuatu yang diinginkan sebagian besar penduduk indonesia… menjadi liberal.

    suntuk juga lihat film2nya yang katanya “islam” tapi pada dasar konsepnya ia kehilangan ruh islamnya.

    film terbarunya itu, sangaaaat komersil. menjual sesuatu yang selama ini takut diungkapkan. sempat terpikir.. apa link atau benang merah film itu ya… karena islam tak mungkin bisa disamain dengan agama lain. ? hemmmm

    hanung memang jago jualan kog mbak pritta..:)

    kebetulan dian belum pernah nonton film berbau2 islam ala hanung… satu2nya film yang dian tonton via vcd karya hanung itu cuma brownies.. film percintaan remaja, itupun nemenin sepupu..heheheh

    umi2aulya
    umi2aulya menulis on Apr 11, ’11
    Jazakillah sharing nya dok…
    Sejak AAC memang mulai menuai banyak kontroversi…

  • Terpaku di depan film  “Hafalan Sholat Delisa”.…. Komentar MPer : @yunizalabella :
    Alhamdulillah sudah menonton film ini bersama adik dan teman🙂

    Sedihnya lebih terasa karena ilustrasi tsunaminya …

    rialearntoblog
    rialearntoblog menulis on Dec 25, ’11
    menurut banyak temen juga lebih seru baca bukunya c, dok. Tapi, berhubung saya ‘g kuat’ baca novel, nonton filmnya aja udah terharu🙂

    drprita
    drprita menulis on Dec 25, ’11

    *kran air mata ngalir teruuus

    kok saya merasa lebih mengharukan baca bukunya ya

    drprita
    drprita menulis on Dec 25, ’11
    miapiyik} berkata

    mau nonton ah, sama anak-anak

    iya, saya juga berdua suami plus 3 anak. Nanti reviewnya kita bikin, mbak

    drprita
    drprita menulis on Dec 25, ’11
    jampang} berkata

    kayanya nggak nonton di bioskop🙂

    tapi jangan nonton di CD bajakan ya

    drprita
    drprita menulis on Dec 25, ’11
    mylathief} berkata

    Ih, budokter g ajak2.🙂

    tunggu saja tanggal mainnya di Bontang, pak :-))

    drprita
    drprita menulis on Dec 25, ’11
    fetryz} berkata

    aku ndak kebagian tiket😦

    ooh, dimana itu? Kami nonton berlima, alhamdulillah dapat tiket, meski datangnya agak telat

    rialearntoblog
    rialearntoblog menulis on Dec 25, ’11
    udah nonton. seru, mengharu biru *kran air mata ngalir teruuus

    miapiyik
    miapiyik menulis on Dec 25, ’11
    insya Allah mau nonton ah, sama anak-anak

    drprita
    drprita menulis on Dec 25, ’11
    @azita : cocok sekali

    drprita
    drprita menulis on Dec 25, ’11
    @liese : beda di endingnya

    azitafebriani
    azitafebriani menulis on Dec 25, ’11
    Film ini cocok untuk anak sd kah?
    Janji ngajakin ponakan nonton bioskop tapi belum pernah nemu film yg cocok.

    drprita
    drprita menulis on Dec 25, ’11
    @katerinas : saya juga, tapi tidak sederas yg saya khawatirkan😥

    jampang
    jampang menulis on Dec 25, ’11
    soalnya udah lama nggak ke bioskop

    jampang
    jampang menulis on Dec 25, ’11
    kayanya nggak nonton di bioskop🙂

    liesemargaretha
    liesemargaretha menulis on Dec 25, ’11
    dok, sama kah bagusnya dg novelnya?

    katerinas
    katerinas menulis on Dec 25, ’11
    Saya nangis nontonnya bu

    beautterfly
    beautterfly menulis on Dec 25, ’11
    drprita} berkata

    @beauterfly : besok kan masih libur…

    hehehe.. di temanggung ndak ada bioskop..
    kudu ke ‘kota’ semarang dan jogja… hehe

    mylathief
    mylathief menulis on Dec 25, ’11
    Ih, budokter g ajak2.🙂

    fetryz
    fetryz menulis on Dec 25, ’11
    aku ndak kebagian tiket😦
    adanya malam..kayaknya br besok kesini lg😦

    drprita
    drprita menulis on Dec 25, ’11
    @Yuni : ayo, nonton. Ajak adik dan Ipin

    drprita
    drprita menulis on Dec 25, ’11
    @ajeng : insya Allah…semoga sempat. Insya Allah nanti sore mau ke Medan

    drprita
    drprita menulis on Dec 25, ’11
    @beauterfly : besok kan masih libur…

    yuniezalabella
    yuniezalabella menulis on Dec 25, ’11
    Aku blm kesampean nonton. Baca novelnya aja aku terharu bgt.

    umi2aulya
    umi2aulya menulis on Dec 25, ’11
    review nya bu dokter….*ngajak suami belum dpt balasan…

    Sari,nonton sini;-)

    beautterfly
    beautterfly menulis on Dec 25, ’11
    kata ipar saya, ponakan ajah yg baru 4tahun nangis liat film ini. huhuhu pengen nonton
  • Alhamdulillah, film “Negeri 5 Menara” cukup natural dan memuaskan. *mungkin karena shootingnya di tempat aslinya*

Menara 5 Negara.jpg

  • Komentar MPer : @desthaonly :
    dulu ad film yg tokoh utamanya joshua n di bukukan, tapi buku komik bu =) (lupa judulnya)

    drprita
    drprita menulis on Mar 5
    desthaonly} berkata

    Kl ad buku dfilmkn lbh seneng nonton =D

    yang belum ada : film dibukukan ya.

    desthaonly
    desthaonly menulis on Mar 5
    Kl sy skrg males baca fiksi yg tebel2 bu (cuma kuat Laskar Pelangi thok, krn mmg saat itu different and the first) =D. Mending kl tebel siroh sekalian. Kl ad buku dfilmkn lbh seneng nonton =D

    drprita
    drprita menulis on Mar 5
    imadr} berkata

    Pengen nonton jdinya..

    segera meluncur…mumpung masih kebagian

    imadr
    imadr menulis on Mar 5
    Pengen nonton jdinya..

    drprita
    drprita menulis on Mar 4
    tintin1868} berkata

    asik baca bukunya saja dulu..

    ooo..mbak Tin belum selesai bacanya? Tidak jauh berbeda kok dengan bukunya. Paling2 saya merasa bahwa pemeran amaknya Alif (Lulu Tobing) tampak terlalu muda.

    drprita
    drprita menulis on Mar 4
    jampang} berkata

    belum nonton🙂

    segera jadwalkan, sebelum kehabisan. Kemarin nonton, penuh.

    tintin1868
    tintin1868 menulis on Mar 4
    saya blum nonton bukdokter.. asik baca bukunya saja dulu..

    drprita
    drprita menulis on Mar 4
    @Ira : ringan dan mengalir, meski tiap adegan jadi terasa singkat. Demikian jufa adegan terakhir di London, ikut2an singkat

    jampang
    jampang menulis on Mar 4
    belum nonton🙂

    prajuritkecil
    prajuritkecil menulis on Mar 4
    Ringaan ya dok, menurutku…

Catatan : sumber foto dari http://id.wikipedia.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s