Tidak Ada Untungnya Merokok (2) kumpulan QN MP

  • PENGGUNA NARKOBA MULANYA PEROKOK.  Karena pengaruh rokok dirasakan berkurang maka sebagian perokok berpindah ke ganja dan morfin. Penggunaan morfin dengan jarum suntik akan meningkatkan jumlah penderita HIV/AIDS (Hakim Sorimuda Pohan dari Indonesia Tobacco Control Network seperti dikutip di Kompas 9/2).  Pendapat saya belum berubah….”Ganyang rokok sekarang juga dan dimana saja”. Sifat adiksi tembakau yang membuat perokok merasa tenang akan terus bertambah dari hari ke hari, sementara sensitivitas otak untuk mengeluarkan dopamin sebagai zat pembuat nyaman dan bahagia pun makin berkurang. Pada titik kritis inilah seseorang akan dnegan mudah berpindah dari rokok ke narkotika. Waspadalah…waspadalah! @arfun : Hmmm… Semakin menyesal pernah jadi perokok.
    Lanjutkan kampanyenya mbak.🙂; @cambai : alhamdulillah, duuluuu syarat mau jadi suami saya adalah bukan perokok mbak pritta..:))papa saya perokok hingga usia 40 tahun, adik2 saya merokok ketika kuliah, tapi sekarang udah pada stop, karena dulu merokok untuk gaul aja.🙂
    mertua saya perokok hingga usia 50 tahun, setelah sesak nafas, beliau berhenti total, hingga detik ini.suami alhamdulillah tidak pernah merokok sama sekali. ia melihat tidak ada manfaatnya membuang uang untuk dihisap dan dibakar..:))

    keluarga saya ada beberapa orang yang meninggal karena kanker, semuanya adalah perokok berat mbak pritta..:((
    juga beberapa sodara jauh yang kena razia narkoba, juga perokok berat..:(

    jadi boleh dibilang, saya sudah hafal sekali kelakuan ini…:( meskipun masih banyak pihak perokok yang mengklaim tidak ada hubungan sama sekali, tapi jika sudah lebih dari 5 org dalam keluarga besar saya menunjukkan contoh negatif, apalagi yang mau diperdebatkan ?

  • PEROKOK yang BERHENTI MEROKOK, ternyata lebih berbahagia dan lebih puas dengan hidup mereka dibadingkan dengan mereka yang masih lanjut merokok (Annals of Behavioral Medicine – Livesciences. Penelitian terhadap 1504 orang yang berhenti merokok sampai dengan 3 tahun pasca berhentinya).  Ayo…..tetap semangati orang-orang di sekitar kita untuk BERHENTI MEROKOK!
  • ROKOK MEMISKINKAN  penduduk termiskin.  Tahun 2005, 47,74% penduduk miskin merokok. Tahun 2009 meningkat menjadi 57,1 % penduduk miskin yang merokok (Lembaga Demografi FEUI, dikutip di Kompas 2/12/2011)
  • PEROKOK AKTIF USIA 10 – 14 TAHUN.…………..marah-marah dan memukuli ortunya kalau lagi kehabisan rokok :'(  [kompas,20/3/2012]. Data riskedas untuk perokok aktif usia termuda hanya sampai 10-14 tahun, padahal yang perokok balita pun banyak! Dan yang 10-14 tahun jumlahnya melonjak 6 kali lipat semenjak 1995 (dari 71 ribu menjadi 426 ribu. Terakhir, Ilham, 8 tahun, yang sedang diungsikan di KPAI karena ortunya yang buruh sudah tidak sanggup memenuhi permintaan anaknya yang menghabiskan 2 pak rokok sehari. Ada juga Aldi, 2,5 tahun, anak tukang sayur yang sudah merokok sejak usia 11 bulan. Anak-anak Indonesia…………..Wahai para orang tua…berhentilah merokok di depan anak-anakmu! Jangan engkau kira tidak akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir nanti hanya gara-gara tembakau dilinting itu!! #myshant : saya siy mikirnya, anak kecil tuh seperti buku yg ditulisin sama orangtuanya
    yg ngenalin rokok ke anak sejak kecil itu siapa ? yg ngasih rokok pertama kali ke anak itu siapa ? gak mungkin anak kecil tiba2 ke warung beli rokok sendiri kan ?
    jadi ya tetep salahkan orangtuanya lah ….kadang salah kaprah, punya anak dengan hobi “aneh”, ortunya malah bangga *tepok jidat*
    anak saya susah makan sayur saya ikhlas disalahkan, karena dulunya saya enggak telaten “maksa”😀; #jampang : gak mungkin anak kecil tiba2 ke warung beli rokok sendiri kan ? ==> awal2 disuruh bapaknya, bisa jadi lama2 nyoba selain beli; #luvummi : Jadi inget ada ibu2 yang ngerokok di kantor, kaget Diah.. Kaga’ nyangka, huhu..Hu’um dok, PNS juga. Baru tau tadi pagi, mbanyah ngerokok di ruangan berAC.. Padahal dl bliau sering ngasih nasehat yang baik2 pas Diah hamil, huhu.dulu saya sering disuruh beli sama paman, tapi alhamdulillah nggak tergoda, karena ayah saya nggak ngerokok
  • Para aktivis pro tembakau, menolak peringatan Hari Tanpa Tembakau (1 Juni). Alasan mereka jutaan orang di Indonesia hidup dari tembakau :
    Pekerja yang terlibat langsung : 6 juta orang
    Petani tembakau dan cengkeh : 3,5 juta orang
    Pedagang/pengecer : 2 juta
    (Sumber : harian Surya)JANGAN TERKECOH ANGKA-ANGKA INI.  KARENA KERUGIAN AKIBAT MEROKOK BERKALI-KALI LIPAT BESARNYA.  TEMBAKAU BISA DIGUNAKAN UNTUK KEPERLUAN LAIN YANG JELAS LEBIH BERMANFAAT! # prajuritkecil : Yang jelas, ga ada petani tembakau yang kaya raya toh…?; #saya : yang jelas, yang kaya raya karena tembakau ini adalah para pemilik kerajaan pabrik rokok. Para konglomerat besar yang disubsidi terus oleh orang miskin (70% PEROKOK AKTIF ADALAH ORANG MISKIN) ; #tintin1968 : yang pro tembakau pun dibayar mahal makanya mau demo..😦 ; #myshant : saya pernah mempekerjakan tukang bangunan, rela gak dapet makan siang asalkan jatah rokok terpenuhi *miris*; #subhanallahu : orang miskin sudah sangat stres dengan kehidupannya, sayang sebagian besar pelariannya ke rokok…; #srisariningdyah : kalau ndak salah, tembakau ini banyak menyerap unsur hara tanah, jadi bukan tanaman yang menguntungkan secara ekonomis, karena sulit mengembalikan unsur hara tanah seperti semula setelah ditanami tembakau, tanpa usaha2 yang lebih dibanding tanaman laincmiiw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s