ASI, Pemikiran dan Fakta-Fakta (1) Kumpulan QN

  • Mengapa para ibu di era terkini (termasuk para muslimahnya) , saat baru melahirkan bayinya, yang terpikir adalah : “susu formula merk apa, ya yang terbaik untuk kuberikan kepada bayiku?”  Rupanya gempuran iklan dan promosi membuat ‘lupa’ terhadap fasilitas eksklusif dari Allah SWT, yaitu ASI (uneg-uneg berdasarkan pengalaman) @Jasmine : gak nyadar ,kalau susu terbaik ada pada dirinya………..korban iklan ………….kasihan ya.. ;@ Intan 0812: aku gak gt kok dr….. gak kepikiran
    itu mah ibu2 yang mau gampang aja kali ; @Dinithea: aku gak kok🙂 malah hunting cari dokter yg mau inisiasi dini ; @ lembarkertas : masak sih Mbak? Aku nggak gitu kok. Ibu yang nggak tahu manfaat ASI aja kalee… emang berapa persen responden yang bilang seperti itu? (pengin tahu mode on)🙂; @wulan : kalo sampelnya para MPers hipotesis saya 90% pro-ASI. pintar2 dan kritis2. orang2 yg sadar teknologi biasanya sadar pengetahuan juga.
    lain lg klo sampelnya d RS swasta yg kurang kuat program ASInya dan terinfiltrasi merk susu bayi tertentu =(
  • (BERITA GEMBIRA BUAT FANS ASI EKSKLUSIF! )  Ternyata, sejak bulan November 2009 telah disahkan UU no 36 thn 2009 ttg kesehatan khususnya ttg ASI. Intinya menyatakan bahwa semua pihak diminta untuk mendukung pemberian ASI secara eksklusif kpd bayi baru lahir hingga usia 6 bulan. Selanjutnya dari pasal 200 UU tsb tertulis konsekwensi bila tdk mendukung ASI yg ditetapkan pada pasal 135 akan di beri sanksi hukuman 1 tahun kurungan atau denda 100jt ( utk perorangan). Bila institusi atau rumah sakit akan dikenakan 3 x lipatnya.
    Dikutip dari majalah IDAI bln april 2010 halaman 44 (copas dari MISS)
  • “Dalam dunia perhewanan: anak kucing menyusu kepada induk kucing, anak kelinci menyusu kepada induk kelinci, demikian juga anak macan menyusu kepada induk macan. Cuma anak manusia yang tidak selalu minum susu manusia.  Kalau ibunya tidak mau kasih ASI, jadinya minum susu sapi.  Kalah dong sama anak hewan?”  (pertanyaan retoris dr. Utami Roesli, SpA, MBA, pakar ASI dan IMD saat presentasi di PIT POGI 18) Komentar : @ Diahluvummi : beuhhhh
    dalem…:D
    klo ASInyah kaga’ keluar, gmana dr?
    hmm, pake ibu susu?
    trus, yang lebih bagus…susu sapi atau susu kedelai? @Jaraway : siipplahhh.. jangan mau anak kita jadi anak sapi..ehehehehe..
    asi eksklusif seperti apa yang disunnahkan rosulullaah saw.. 2 tahun..=); @Intan : itu mah alesannya ibu2 yang ga mau kasih asi… secara alami keluar kok.. hanya saja harus dirangsang.. dan untuk beberapa orang perlu diatur makanannya… ya kan dok? @Saya : definisi ‘kaga keluar’ itu perlu diluruskan. Sering disangka, bahwa segera setelah bayi lahir, ASI langsung mengucur deras dan bayi akan menyedot dengan lahap. Padahal kenyataannya, ASI baru akan keluar dengan deras kalau ada rangsang hisap dari bayi. Sering disangka bahwa bayi baru lahir itu dalam kondisi kehausan sehingga harus dapat kucuran ASI yang deras padahal sebenarnya bayi sudah membawa cadangan cairan dan zat gula yang cukup untuk 24 jam pertama kehidupannya. Sehingga sering disimpulkan bahwa ASI yang keluar baru setetes atau baru keluar setelah beberapa jam bayi lahir, sudah langsung disebut KAGA KELUAR, dan akhirnya bayi diberi susu sapi. Tentang susu kedelai…ini dipakai pada bayi yang mengalami intoleransi (alergi) laktosa (protein susu hewani). Ibu susu…seperti yang dijalankan pada masa Rasulullah adalah salah satu alternatif bayi tetap dapat ASI, meski bukan dari ibunya sendiri. Hayo…siapa mau jadi ibu susu??? ; @Diancambai : setuju mbak… yang penting kemauan para ibunya.
    Namun ada kalanya ada sebagian ibu yang mungkin mengalami trauma pasca melahirkan ataupun hal psikologis lainnya yang erat dengan hormon penunjang air susu, sehingga ketika ia stress air susunya menurun produksinya. lama-lama hilang.
    Dian pikir, kita juga tidak boleh menjudge para ibu yang sebenarnya ingin menyusui, namun kondisi tak memungkinkan.contohnya yang kena sydrome pasca melahirkan, ataupun akibat buru-buru kb [ibu saya hanya menyusui adek saya 2 bulan, karena KB tau-tau asi nya berhenti, padahal dengan saya beliau sampai 1 tahun dan dengan adek saya yang bungsu 2.5 tahun].

    Kadang-kadang komentar sinis juga tak boleh kita lontarkan pada ibu-ibu yang mungkin juga tak mau anak-anaknya diberi susu sapi ya kan mbak pritta ya ? hehehe

    *sekedar wacana, karena dian punya sahabat yang merasa sedih sekali dikomentari tak mau kasih asi, padahal secara psikologis dia lagi trauma… ^_^ ; @ saya : betul,mbak Dian…ini introspeksi juga buat para dokter, bidan, termasuk petugas KB. Karena seharusnya mereka semua memberikan dorongan kepada para ibu yang ‘baby blues’ atau yang kemampuan memberikan ASI nya masih di level awal. he..he..he…soalnya iklan sufor itu sedemikian bombastis lho. Demikian juga para provider KB seharusnya memberikan informasi tentang jenis2 kontrasepsi yang dikhususkan buat ibu menyusui supaya ASInya tidak berhenti. Masih banyak ya Pe Er kita….! ; @ iraprajuritkecil : Alhamdulillah, udah lewat fase gigit2 pd… Biar bengkak, meriang, tetep ASI. Sekalipun udah coba merah, dibeliin training cup dan botol , hamzah gak mau. Mending minumdi gelas. Tapi akhirnya brenti gigitin, dan kembali meng-ASI dengan damai. Ajaib emang kekuatan pikiran tuh. Oh yang lebih oke, suami saya bu… Dia yang marahin suster waktu hamzah baru lahir gara2 dikasih sufor. Sekarang, dia yg banguntengah malam kalo istrinya kecapekan nyusuin… Dia pijitin, dia juga yang timang2 bayi kalo gak tidur2…. The best breastfeeding father deh; @hilyahfamily : Bu dokter, saya IRT yang bukan berbasis ilmu kedokteran, sangat berminat jadi kaunselor laktasi. Bagaimana caranya?
    Saya agak miris melihat kawan dan adik2 yang mudah sekali beralih ke sufor karena alasan kerja atau kuliah. Alhamdulillah saya punya 5 anak dan semuanya full asi tanpa sufor.

  • STOP!!  Iklan susu formula untuk anak di bawah usia 1 tahun, di tahun 2011. Demikian janji ibu Menkes di pertemuan Strategic Alliance for Achieving MDG’s di Unpad, 22 Oktober 2010.  Untuk itu akan diterbitkan sebuah PP yang akan mengatur pembatasan iklan tersebut. Hal ini dilatarbelakangi oleh kenyataan, hanya sekitar 22% ibu bersalin yang memberikan ASI Eksklusif untuk bayinya.  (Kompas 23/10/210)

4 thoughts on “ASI, Pemikiran dan Fakta-Fakta (1) Kumpulan QN

    • Ada bermacam-macam cara, diantaranya : 1. masase dgn metode Hofmann, 2. Ditarik dgn menggunakan semprit injeksi, dan 3. Dilatih dgn bantuan alat khusus (nipple former/nipple puller). Semoga suatu saat saya bisa menulis ttg hal ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s