Tidak Ada Untungnya Merokok (1) kumpulan QN MP

  • Sungguh sampai hati, para bapak, para suami, para abang, mas, dan paman…dengan tenangnya merokok dan menghembuskan asapnya kepada istri, anak, adik dan kemenakan perempuan mereka. Bukankah menjadikan orang-orang terdekat sebagai perokok pasif bagaikan menaburkan berbagai macam penyakit yang akan tumbuh bebelas tahun kemudian  ?? Bahkan sampai janin dalam rahim bunda pun dapat terpapar  nikotin laknat itu.
  • AMTI (ALIANSI MASYARAKAT TEMBAKAU INDONESIA) menyatakan MENOLAK usulan Kementerian Kesehatan mengenai Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan, dalam rumusan y ang ada saat ini.  Alasannya, bila usulan kemenkes tersebut dijalankan maka penghidupan 6 juta rakyat Indonesia terancam, pendapatan cukai tembakau negara yang sebesar 55 trilyun pada 2009 akan tergerus.  (ini adalah iklan yang dipasang oleh AMTI sebesar 1/2 halaman berwarna di harian Kompas, Senin, 22 Februari 2010.  Masyarakat mesti cerdas menyikapi iklan persuasif seperti ini.  Lalu dampak kesehatan akibat rokok, biaya yang harus dikeluarkan untuk menanggulangi PPOK, dampak kesehatan perokok pasif, dan berapa juta generasi muda yang tergerus kesehatannya akibat tembakau dan kemudian tergelincir ke narkoba harus diabaikan?? SADARLAH, WAHAI PENGURUS NEGARA DAN PARA ORANG TUA)
  • “Melindungi Perempuan dari Asap Rokok” (tema Hari Tanpa Tembakau tahun 2010). Apa yang sudah engkau lakukan untuk ini…?
  • Memprihatinkan! Baru sampai pemberangkatan kloter 31, PPIH Surabaya sudah menyita 236 slof rokok (1 slof berisi 10 pak)!  (Republika 24 Oktober 2010) Sedangkan batas maksimal rokok yang boleh dibawa adalah 2 slof per orang.  Memang jamaah haji Indonesia dikenal sebagai ahli hisab (ngisap rokok!) Ibu-ibu, ingatkan dong, suami masing-masing yang masih merokok.  Lebih baik uangnya ditabung untuk menghajikan orang lain….wow, pahalanya!  #masya Allah… Indonesia memang surganya perokok yaa….
    teacher sy org England puas banget bisa bebas ngerokok di Indonesia, sdgkan di negaranya susah minta ampuun…
    sedihnyaaa (mawaddah) #wong ayat tentang tembakau dalam Draft RUU tentang rokok aja bisa hilang😦
    baca di sini http://tempointeraktif.com/hg/flashgrafis/2010/10/21/grf,20101021-372,id.html (mbakje)
  • WHO 2010 : Angka KEMATIAN akibat menjadi PEROKOK PASIF mencapai 600.000 jiwa pertahun.  379 ribu akibat PENYAKIT JANTUNG, 165 ribu akibat  INFEKSI PERNAFASAN, 36.900 akibat ASMA, sisanya mati akibat  KANKER PARU!  Masihkah kita MAU jadi perokok pasif??? #liyaza : wah gmana mau nanggulanginya ya… tetangga sy anaknya kena infeksi paru gara2 bapaknya merokok….tetangga sy mangku anak sambil merokok kalau dibilang cm senyum jd bingung ngandaninya😀
  • Nantinya di bungkus rokok akan dicantumkan gambar orang terkena kanker mulut, kanker paru, penuaan dini, dan dampak rokok pada anak! Studi menunjukkan, peringatan dengan gambar akan lebih efektif mengerem hasrat orang mau merokok.  *lagi mengelus dada gara2 lihat pengendara mobil ngasih sebatang rokok kepada polisi cepek..eh gopek sebagai gantinya koin.  Mau dipotret, gak keburu ^__^ * # mb. Arni : semoga cara itu cukup efektif untuk menekan jumlah perokok yang seliweran sesuka hati dan menghembuskan asapnya untuk dihirup oleh non perokok………….*masih kesel, kemarin sorememilih turun dari angkot, duduk disamping sopir perokok, pas dibilangin eh malah ngeyel n nyuruh saya nutup idung pake tisu……… daripada ribut saya memilih turun dan pindah angkot hiks………
  • Naaah, betul kan.  Lihat fakta ini.  81% remaja pernah mengikuti kegiatan yang disponsori industri rokok.  Lalu 42% di antaranya berpendapat keterlibatan itu memengaruhi mereka untuk mulai merokok (hasil penelitian UHAMKA dan Komnas Pelindungan Anak tahun 2007, seperti yang dimuat di Femina 21/XXXIX 2011) #maemunah : hmm hmm hmm… memang sih Bu menurut fakta sponsor dari rokok lebih mudah didapat drpada yg lain, tapiiii mudhorotnya lebih banyak dibanding manfaat untuk acaranya yg hanya sekejap… Jazaakillah khoir infonya; #ibutio : tapi ada satu lagi yang penting, mbak….ternyata ibu-ibu jaman sekarang juga semakin banyak yang senang ngebul di depan umum….demi disebut gaul….ya wajar saja kalau kemudian anak-anak itu mengikuti jejak ibunya; #mylathief : berarti boleh juga, tuh, DBL-nya Jawa pos yg nggak mau pake rokok sebagai iklannya..; #filzhaizati : kalo d kampus ku, mantap mba..komitmen pudirnya no sponsor dari rokok untuk setiap event2 mahasiswa hatta mereka butuh dana dan ada tawaran dari sponsor rokok bakal kaga di terima..padahal bukan kampus islam loh.; #futsuukei : na’udzubillaah,,, jadi ingat dulu waktu masih ngampus ada mba2 SPG nawar2in rokok di kampus,,,ko bisa ya,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s