Percikan Keindahan Islam (2)

  • Dari Abdullah ash Shanaji ra, Rasulullah SAW bersabda : “Apabila seorang hamba berwudhu lalu berkumur, maka … dikeluarkanlah kesalahan2nya dari mulutnya.  Apabila ia memasukkan air ke rongga hidung, maka … keluarlah kesalahan2 itu dari hidungnya.  Apabila ia membasuh wajahnya, maka … keluarlah kesalahan2 yang pernah ia perbuat dengan wajahnya, hingga kesalahan2 itu keluar dari bawah tempat tumbuhnya rambut dari kedua matanya.  Apabila ia membasuh kedua tangannya, maka … keluarlah kesalahan2 itu dari kedua tangannya, hingga kesalahan2 yang pernah terjadi dari bawah kukunya.   Apabila ia mengusap kepalanya, maka… keluarlahkesalahan2 itu dari kepalanya, hingga kesalahan2 itu keluar dari kedua telinganya.   Apabila ia membasuh kedua kakinya, maka… keluarlah kesalahan2 tersebut dari kedua kakinya, hingga kesalahan2 yang pernah terjadi dari bawah kuku2 kakinya.  Kemudian … perjalanan ke masjid dan sholatnya merupakan nilai ibadah yang tersendiri baginya (Hadits riwayat Imam Malik, An Nasai, Ibnu Majah dan Al Hakim)

  • Ciri manusia yang baik adalah : ketika ditemui ia selalu dalam kebaikan, selalu melakukan kebaikan, selalu memberikan kebaikan, dan selalu berada di tempat-tempat yang baik.  Tidak ada di dunia ini tempat yang lebih baik daripada masjid (DR. Amir Faisol Fath dalam buku Spirit Ramadhan)
  • Sungguh, air mata yang menetes karena takut kepada Allah adalah obat kesembuhan bagi jiwa. Namun adakalanya air mata tersebut tertahan karena ada penghalang yang lahir dari kesalahan kita sendiri, yaitu : 1) karena jauh dari sisi Allah, 2) karena jarang bersentuhan dengan Al Qur’an, 3) karena terlalu banyak tawa dan canda, 4) karena lupa akan kematian dan hari kiamat, 5) karena pergaulan yang tidak baik, 6) karena tidak khusyu’ dalam doa (sulthan hadi dalam tarbawi 235/12)
  • “Jika suatu musibah dari Allah menimpamu, maka gunakanlah perspektif keridhaan untuk menghadapinya. Bila tidak engkau dapati jalan untuk menggunakan keridhaan (dalam menghadapinya), maka gunakanlah kesabaran. Bila engkau tidak menjumpai juga jalan kesabaran, maka hendaklah engkau menguatkan diri untuk memikulnya” (Imam Ibnu al Jauzi) kata2 motivasi yg saya kutip dari Risalah Nukhbawiyah ini semoga dapat memberikan penguatan kepada diri,  dan semoga Allah SWT memudahkan kita memilih salah satu dari ketiga alternatif tersebut di kala menghadapi musibah.
  • Rasulullah SAW mengarahkan ummatnya agar setiap orang dari mereka mempunyai ‘sesuatu’ yang ditinggalkan setelah kematiannya.  Sesuatu yang bisa menuai pahala untuknya ketika ia harus berhadapan dengan Rabbnya.  Indah sekali bila peninggalan itu merupakan sesuatu yang memang bernilai di antara manusia, sehingga akan besar pahala mengalir untuknya karena banyak orang mengikutinya. (DR. Ali Al Hammadi, dalam Tarbawi 185/10)
  • 6 nasihat Luqman kepada anaknya : 1. Jangan mempersekutukan Allah (31:13), 2. Berbuat baik kepada ibu dan bapak (31:14), 3. Sadar akan pengawasan Allah (31:16), 4. Dirikanlah sholat, amar ma’ruf nahi munkar, dan sabarlah dlm menghadapi persoalan (31:17), 5. Jangan sombong dan membanggakan diri (31:18), 6. Bersikaplah sederhana dan bersuara rendah (31:19) *menyambut hari keluarga nasional, 21 Juni 2011)
  • Orang yang tidak melakukan apa-apa adalah orang yang pergi BUKAN untuk mengambil haknya, BUKAN untuk menunaikan kewajibannya, BUKAN untuk memetik hasil kerjanya, BUKAN untuk mempelajari ilmu yang sedang dituntutnya, BUKAN untuk menyambung tali persaudaraan, dan BUKAN untuk kebaikan yang dia lakukan.  (DR Aidh Al Qarni dalam Golden Words 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s