[Sekedar Penyegar] Dari Plasenta sampai Ungu Terong

Allah Mahaadil karena di tengah-tengah pekerjaan yang bikin sport jantung ternyata ada saja peristiwa-peristiwa kecil yang bikin senyum  Baik senyum simpul, senyum masam, senyum miris…pokoknya senyum. Ini 3 diantaranya.  Menyesal juga kenapa yang selalu dicatat selama ini cuma masalah-masalah yang serius.

SEGMEN 1
Pertemuan pertama dengan seorang istri yang sudah menunggu momongan selama 4 tahun.
Saya     : suami merokok, bu
Pasien  : iya, dok. Sebungkus sehari.
Saya     : Kalau begitu, untuk menunjang program hamil ini tolong suami diminta untuk berhenti merokok, ya.
Pasien  : Wah, kalau yang itu kelihatannya bakal susah, dok.
Saya     : Kenapa?
Pasien  : Karena dia sudah bernazar, baru akan berhenti merokok kalau sudah punya  anak!
Saya     : @#%*&^??||~~@@!
[laaaah… diminta brenti merokok kan biar mudah hamil]


SEGMEN 2
Bayi sudah lahir dan menangis kencang.  Ayah baru (suami pasien) mengamati proses pengeluaran plasenta (ari-ari)
Suami pasien   : Itu apa, dok?
Saya                : Ini tali pusat, nanti nyambungnya ke ari-ari.
Suami pasien   : Nanti dikemanakan?
Saya                 : Setelah ari-arinya lahir, nanti boleh dibawa pulang.  Dikubur.
Suami Pasien   : Oooh….saya kira tali pusat dimasukkan lagi ke rahim buat nanti kalau hamil anak kedua
Saya                 : ????!!!@@@####&^@)*%$*!&)

SEGMEN 3

Pesanan lemari buat di ruang praktek sudah jadi.  Saya minta dibuatkan warna ungu muda, karena menyesuaikan dengan warna dinding dan tirai.  Tapi ternyata lemarinya dibuat warna biru!  Semua orang saya minta kesaksiannya dan mereka mengatakan lemari itu berwarna biru, bukan ungu.  Saya komplen!

Saya                 : pak, kenapa dibuat warna biru? Bukannya saya minta  ungu?
Tukang             : lho, itu warna ungu, bu dokter.
Saya                 : Semua saksi mengatakan lemari ini berwarna biru, pak.
Tukang             : Kalau menurut saya, itu warnanya ungu!

Saya ambil benda warna ungu dan saya tunjukkan kepadanya.
Saya                 : Nah, kalau ini warnanya apa?
Tukang             : Itu yang namanya ungu terong!
Saya                 : *&!^#&*^@$!)^

(teringat, pernah bedebat tentang definisi warna dengan seorang teman asal pulau garam. Kesimpulannya : hijau =biru; biru = ungu; ungu = ungu terong)

NB. Bukan Standup Comedy………..

11 thoughts on “[Sekedar Penyegar] Dari Plasenta sampai Ungu Terong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s