[Ramadhan] Inspirasi di Akhir Ramadhan

Pak Kasim, seorang tukang becak yg miskin, namun dia bertekad untuk tetap bisa bersedekah.  Akhirnya dia memutuskan memilih hari Jumat sebagai “hari bersedekah”.
Caranya, setiap hari Jumat, siapapun yg naik becaknya untuk diantar, taripnya gratis alias tidak bayar. Begitulah berlalu setiap hari Jumat Pak Kasim bersedekah dengan tenaganya. Pada suatu  seorang ibu setengah baya, ibu Rohana, menumpang becak Pak Kasim dari pasar ke rumah.   Sesampainya di rumah, Pak Kasim langsung memutar becaknya.  Ia pergi tanpa mau dibayar. Tentu saja bu Rohana terheran-heran.

Hari Jumat berikutnya, Ibu Rohana minta diantar ke tempat yang lebih jauh lagi, tetapi lagi-lagi Pak Kasim tidak mau dibayar.

Akhirnya Ibu Rohana dan suaminya, yang ternyata seorang pengusaha kaya berkunjung ke rumah Pak Kasim yang amat sangat sederhana. Mereka termangu mendengar pengakuan dari Pak Kasim yang berusaha untuk bisa bersedekah dengan tenaganya pada setiap Jumat. Akhirnya dengan terharu pengusaha kaya itu memberi hadiah kepada Pak Kasim dan Istrinya untuk menunaikan ibadah haji. Subhanallah.
*****

Sehari setelah dilantik menjadi Khalifah, Abu Bakar Ashshidiq , menggelar dagangannya di pasar. Melihat hal tersebut, para sahabat berunding. Bagaimana bisa Abu Bakar mengurus pemerintahan kalau  masih harus berdagang?  Akhirnya diputuskan untuk memberi gaji pada Abu Bakar sebagai khalifah – meskipun kecil sekali – yang diambilkan dari Baitul Maal.

Suatu hari Istri Abu Bakar ingin membeli manisan, tetapi uang gaji tidak mencukupi. Akhirnya sang istri – setelah disetujui Abu Bakar – berhemat dari uang gaji untuk bisa membeli manisan.  Setelah beberapa bulan, terkumpullah sejumlah uang yang cukup untuk membeli manisan. Diberikanlah uang tersebut kepada Abu Bakar.

Ternyata Abu Bakar berpendapat lain.  Melihat uang yang berhasil dihemat istrinya, Abu Bakar berpikir bahwa uang gaji yang selama ini ia terima masih terlalu banyak. Akhirnya setelah dipangkas lagi oleh Abu Bakar sisa uang gaji dan uang hasil berhemat tadi dikembalikan lagi ke Baitul Maal untuk diberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Melihat hal ini, Umar ibn Khatab, berkata, ” Abu Bakar menyulitkan khalifah-2 sesudahnya”. Subhanallah.

*****

Alangkah indahnya apabila semua unsur pemerintahan dan penyelenggara negara betul-betul kuat iman dan berteguh hati dalam mengemban tugasnya.  Sesungguhnya tidaklah perlu seorang penyelenggara negara atau seorang wakil rakyat digaji berlebihan sehingga lupa akan tugasnya.

Di akhir Ramadhan ini, semoga kita berhasil lulus menjadi manusia yang lebih tinggi derajat ketakwaannya, sehingga dengan demikian kualitas kita sebagai manusia pun meningkat.

“Selamat Idul Fitri 1433 H. Taqabbalallahu minna wa minkum,  ja’lanallahu minal ‘aidin wal fa’idziin”.
Mohon dimaafkan segala kesalahan yang pernah saya perbuat selama kita berinteraksi di dunia maya dan dunia nyata (buat yang sudah pernah kopdar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s