[Love Journey] Cinta di Gaza (1)

Berikut ini adalah tulisan (di WP saya jadikan serial) yang diikutsertakan dalam lomba mas Fatah di  http://lafatah.multiply.com/journal/item/1078/Lomba_Love_Journey

Alhamdulillah, meski tidak menyabet juara tetapi masih nyangkut di keranjang 20 besar untuk dibukukan.

gambar 1 : pintu gerbang keluar dari Gaza Strip.  Menatap pintu ini selalu membuat berkaca-kaca

Selamat tinggal engkau yang berada di balik tembok hitam 
Bayangmu membekukan dada , 
Menatapmu mengembunkan mata
Wahai jiwa-jiwa yang  masih menghirup udara kehidupan di Gaza
Biarkan bara semangat  bergolak, Lantas menggilas penjajahan
Wahai raga-raga yang meski terpenjara
Atas nama kemerdekaan
Bertahanlah dalam kehangatan persaudaraan Islam

Kini kami telah tinggalkan gerbang  angkuh bisu 
Melingkup  Gaza dalam haru biru
Namun sebongkah asa dalam dada jiwa-jiwa
 Akan terus bergelora
Sementara doa-doa menggelayut di langit dari seluruh penjuru dunia
Ya Allahu Rabbi…………. merdekakan bumiMu Palestina

Januari 2009
Inilah perjalanan yang dilandasi cinta dan membuahkan cinta.  Perjalanan ke sepotong bumi para nabi yang  bernama Gaza.  Bumi sempit memanjang seluas 360 kilometer persegi itulah yang terus memanggil-manggil, mengiringi para warganya bergelimpangan kena gempur bom penjajah Israel.  Makin hari angka kematian terus menjulang.  Darah dan kehancuran berebutan menghiasi layar kaca.  Tak kurang  seorang Michael Hart sampai melagukan   “We Will Not Go Down” sebagai tanda duka dan simpati.  Lagu ini lantas menjadi senandung dunia.
Dan ketika saya yang tergabung dalam tim kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia akhirnya mendapatkan lampu hijau untuk berangkat ke jalur Gaza di akhir Januari, maka itu adalah mimpi yang beranjak nyata.
Jalur Gaza, selama ini hanya saya kenal lewat media cetak dan layar kaca.  Orang-orangnya, perlawanannya, slogan-slogannya semuanya sudah terekam dalam benak.  Rumah-rumah dan kerajinan tangan, bahkan anak sekolah dalam balutan seragam pun sudah  lekat dalam pikiran.
Tapi, Gaza kini adalah kota dalam gencatan senjata.  Kota ini bersimbah darah.  Kota ini remuk fisiknya. Meski – saya yakin – hal ini tidak berlaku untuk orang-orangnya, tapi masih adakah cinta? Yang  jelas – Insya Allah – kami berangkat dengan cinta.

CINTA 1
Perjalanan ke daerah perang,  apalagi memasuki kota terjajah,  jelas bukan perjalanan wisata! Sehingga saat menjumpai kendala-kendala saat melintasi perbatasan maka itulah yang dinamakan dinamika.  Dan memang sejak pengurusan visa hingga di depan pintu gerbang perbatasan Rafah, permasalahan selalu ada.
Namun ternyata cinta mengalahkan segalanya.  Dua hari menunggu pintu perbatasan dibuka,  maka berarti dua hari menunggu dengan harap-harap cemas di terik matahari, di sela deru kendaraan berat pengangkut bantuan kemanusiaan, dan dua hari pula bersitegang dengan petugas imigrasi.  Karena yang dibawa dalam misi BSMI adalah 2 buah ambulans (yang sebuah bantuan pemerintah RI, dan yang satu lagi bantuan BSMI sendiri), berkoper-koper alat-alat medis dan obat-obatan.  Serta serombongan manusia dengan berbagai profesi yang disatukan oleh niat ikhlas membantu saudaranya.

Maka ketika akhirnya Allah mengijinkan kaki saya melangkah menapaki bumi Gaza, saya serasa memasuki dunia lain.  Dan ternyata sambutan penuh cinta dari saudara di Gaza membuat hati tersiram air sejuk.  Sangat berbeda dengan penerimaan di gerbang Rafah Mesir.  Disambut secara resmi oleh pejabat imigrasi, duduk di sofa empuk dan disuguhkan minuman dingin,  itulah yang saya rasakan bersama rombongan.  Meski demikian, hati tetap berkecamuk , teraduk oleh berbagai pertanyaan.  “Apa yang akan saya temui nanti?”, “Bagaimana kondisi kota yang konon hancur kena bom itu?”

gambar 2. Menunggu panggilan dan pintu gerbang dibuka. Lesehan dengan penjual kurma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s