Menimba Semangat dari Almarhumah bu Endang

Berita wafatnya bu DR. dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, menkes non aktif,  akibat kanker paru memang terasa menyentak.  Dan bagi saya….ironis!  Ironis karena wafatnya hanya berselang  sepekan dari permohonan pengunduran dirinya.  Maka berseliweranlah pertanyaan2 tak berjawab, yang bukan hanya dari saya, tapi juga dari banyak orang lain.
Misalnya, apakah tidak terdeteksi saat general check up calon menteri? Pemeriksaan kesehatan dilakukan akhir tahun 2009, sedangkan Oktober 2010 sudah terdeteksi kanker paru stadium lanjut (3 atau 4?).  Dan saat terdeteksi pertamakali tersebut, kenapa masih terus aktif? Kok tidak diminta beristirahat saja?

 

Namun apa pun yang terjadi, tulisan di bawah ini memang mencerminkan semangat beliau dalam menaklukan penyakit ganas tersebut.  Semoga menjadi inspirasi juga bagi kita semua.

Dari millis sebelah .
Ini yg kudapat terakhir dari Pimpinan kami tertinggi Ibu Menkes: ” Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru stadium 4 baru ditegakkan 5 bulan yang lalu. Dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi saya tidak bertanya “Why me ??”. Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini : hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan 2 putera dan 1 puteri yang alhamdulillah sehat, cerdas dan berbakti kepada orang tua. Hidup saya penuh dengan kebahagiaan.
” So …. Why not? ” Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kanker paru ? Tuhan pasti mempunyai rencanaNya, yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik. Bagi rekan-rekanku sesama penderita kanker dan para survivor, mari kita berbaik sangka kepada Allah. Kita terima semua anugerahNya dengan bersyukur.

Sungguh, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati. Dan …. jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu. ”

Demikian penggalan kata sambutan Menteri Kesehatan RI dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH bertanggal 13 April 2011, yang ditulisnya menyambut penerbitan buku ” Berdamai dengan Kanker ”

Yang jelas, di hari pemakaman beliau ini, tema di surat kabar dan televisi, bahkan sampai iklan di TCM pun membahas kanker paru.  Trending topic baru, jadinya.

Ket foto : Beliau saat menerima audiensi BSMI, pada 2010

2 thoughts on “Menimba Semangat dari Almarhumah bu Endang

    • Sebenarnya penting juga. Karena sebaik-baik orang adalah yang umurnya panjang dan bermanfaat untuk orang lain. Artinya, kita harus berupaya menjaga kesehatan dan jangan berbuat yang merugikan kesehatan (dengan sengaja). Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s