Senam Kegel (Bersama Suami)

Mungkin sudah banyak sekali yang mendengar tentang senam unik ini. Bahkan tidak sedikit pula yang sudah menjalankannya. Baik secara sengaja maupun tidak. Lho, kok bisa senam tidak sengaja? Ya, karena banyak macam senam yang dikemas dengan macam-macam nama, tapi sebenarnya gerakan dasarnya adalah senam Kegel. Misalnya, senam Body Language (BL), atau dulu ada yang namanya agak vulgar, Senam Seks.

Senam yang diciptakan oleh dr. Arnold Kegel pada 1948 ini memang bertujuan untuk menguatkan otot dasar panggul. Sedangkan yang disebut dengan otot dasar panggul adalah sekumpulan otot tersusun sedemikian rupa sehingga menyangga agar isi rongga panggul (organ reproduksi, kandung kemih, dan poros usus) tetap pada tempatnya. Otot tersebut terbagi menjadi 3 bagian besar, yaitu otot Levator Ani, otot Pubococcygeus, dan otot Coccygeus.

Beberapa kondisi, terutama pada wanita, memang berpeluang untuk melemahkan otot dasar panggul ini. Yang paling menonjol tentu saja adalah kehamilan dan persalinan. Kehamilan, terutama pada trimester akhir merupakan beban tersendiri bagi otot dasar panggul. Puncaknya adalah persalinan, dimana tenaga yang berasal kontraksi rahim ditambah dengan tenaga mengejan ibu untuk mendorong bayi keluar dari jalan lahir membuat otot dasar panggul sangat teregang. Pada saat kepala bayi (apalagi kalau bayinya besar), menerobos keluar menuju dunia, tak ayal terjadilah robekan-robekan pada perineum dan terkadang meluas sampai ke otot vagina atau bahkan sampai ke otot anus.

Pada seseorang yang sudah menagalami beberapa kali episode kehamilan dan persalinan normal, sangat wajar apabila kekuatan otot dasar panggulnya menurun. Beberapa gejala yang bisa dirasakan akibat penurunan kekuatan tersebut adalah, keluar air seni tak tertahan saat batuk atau bersin, bahkan saat kandung kemih sedemikian penuhnya terkadang perjalanan ke toilet belum sampai ke tujuannya namun air seni sudah keluar sedikit. Demikian juga dengan masalah (maaf) buang angin. Terkadang amat sulit ditahan. Padahal dulu, keluarnya gas yang tak diinginkan (namun penting untuk dibuang) ini bisa disesuaikan dengan tempat dan waktu. Atau, yang berkaitan dengan relasi suami istri adalah rasa “vagina longgar”.

Namun tak perlu galau, karena otot dasar panggul ini, sebagaimana sifat otot pada umumnya, bisa dilatih kekuatannya. Nah, untuk ini kita harus berterimakasih kepada pak Kegel atas rancangan latihannya. Berikut ini latihan dasarnya :

1. Latihan ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Misalnya, saat
membaca buku, menonton TV, duduk di kendaraan umum, menunggu
antrian, bahkan saat sedang ngempi. Tapi sebaiknya kita
menjadwalkan waktu dan tempat agar diperoleh keteraturan latihan.
2. Kencangkan otot di sekitar vagina dan anus, seperti sedang menahan
BAK, dan pertahankan selama 5 detik (5 hitungan). Kemudian relaksasi
selama 5 detik.
3. Ulangi latihan tersebut 5-10 kali berturut-turut.
4. Selanjutnya, perlamalah periode menahan BAK tadi menjadi 10 – 15
detik.
5. Kerjakan juga latihan ini dalam posisi berdiri.
6. Lakukan setiap hari secara teratur.
7. Kalau bosan, ikutilah sesi senam BL, niscaya akan kita sadari bahwa
gerakan-gerakannya semua terpusat pada pengencangan otot panggul.

Dan, berita gembiranya, latihan tersebut juga dapat dikerjakan oleh kaum pria. Manfaatnya adalah memudahkan mengontrol keluarnya air seni dan mencegah ejakulasi dini. Jadi tak perlu galau lagi dan mencoba bermacam-macam cara yang aneh untuk memperoleh kekuatan otot vagina.

Ayo latihan bersama….. suami!
(nin)

Bahan : Fundamentals of Obstetric and Gynecology, Llewelyin Jones
Reader’s Digest, April 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s