Archive | Oktober 2012

Di Tengah Kepungan Mal dan Minimarket

2011, MINIMARKET di JAKARTA ada 1.868 buah (meningkat 5% dalam 3 tahun terakhir), sementara itu PASAR TRADISIONAL hanya 153 buah (stagnan dalam 3 tahun terakhir) [litbang kompas 2/1/12]

Sebuah kios tradisional di Duri maupun Pekanbaru.  Di sana sangat jarang terlihat minimarket AM/IM. Kalau pun ada, adalah waralaba lokal. Semoga bisa terus dipertahankan (koleksi pribadi)

@nafazprint : minimarket sdh kelewat berceceran dimana-dimana, harus pemerintah harus mengamalkan apa yang menjadi peraturan dan buang oknum pemerintahan yang gampang menyetujui dengan cara ilegal 😦

@fightforfreedom : Ada fakta yang sungguh miris:

Di Jakarta ada 2162 minimarket tanpa ijin.
Di Bogor ada 400 minimarket tanpa ijin.
Di Bandung ada 70 persen minimarket tanpa ijin.
Di Surabaya hanya 6 dari 209 mini market yg telah memiliki ijin operasi.

Itu semua berdasarkan kondisi tahun 2011. Beritanya ada pada link masing2 kota tsb. Bisa jadi akan sama kondisinya di daerah – daerah lainnya di Indonesia.

Ini menjadi bukti kalau pemda setempat tidak sungguh – sungguh memberikan perlindungan kepada para pedagang tradisional, dalam menghadapi persaingan dg pasar modern dan minimarket yang kian menjamur.

Sungguh miris ya, mbak Prita.

Oiya, mbak Prita, kebetulan kami juga membahasnya dg hangat di blog saya yg berawal dari review novel HANUM.
Link: [Novel] HANUM Melawan Praktek Kanibalisme Pasar

Novel ini sungguh memberikan penyadaran dengan mengungkap kondisi terkini tentang praktek kanibalisme pasar. Di negeri ini memang aneh ya, mbak Prita… program – program ekonominya tidak menyentuh azas ekonomi kerakyatan spt yg tertuang dalam UUD 1945 pasal 33.

Sampai saat ini di tingkat nasional, terdapat 28 ritel modern utama menguasai 31% pangsa pasar ritel dgn omzet Rp 70,5 trilyun. Kalo di rata2 satu ritel modern menikmati Rp 2,5 trilyun omzet/tahun. Anehnya, porsi terbesar keuntungan tersebut hanya dinikmati oleh 10 ritel modern inti seperti Indomaret, Alfamart, Supermarket Hero, Carrefour, Superindo, Foodmart, Yogya, Ramayana, Hypermart Carrefour, Hypermart, Giant, LotteMart, dan Indogrosir. Kondisi ini jelas mengarah pada praktik monopoli atau oligopoli, yg bertentangan dgn semangat UU no. 5 th 1999 mengenai Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Dari pihak Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) sudah sering minta kpd pemda2 untuk menghentikan izin pendirian minimarket tanpa batas karena sangat merugikan pengusaha mikro. Iya kalo izin.. kenyataannya banyak khan yg gak ada izinnya.

Menurut pemantauan APPSI, pertumbuhan minimarket pada satu titik lokasi otomatis mematikan minimal 20 warung masyarakat. Jika pendiriannya yg liar itu dibiarkan, kelangsungan hidup masyarakat pada strata paling bawah akan punah. Kematian 20 warung di sekitar minimarket, berarti jumlah jiwa anggota keluarga yang kehilangan sumber pendapatan lebih besar dibandingkan daya tampung satu minimarket.

Memang pada era globalisasi sekarang ini, semua kegiatan usaha diizinkan. Tentu saja perlu regulasi dan pengendalian yg baik di lapangan. Sehingga jika pertumbuhan minimarket dalam jumlah tertentu serta zonasi yg tepat, itu tidak akan mematikan usaha masyarakat warung rumahan.

Sastrawan A.A. Navis pernah menulis sebuah cerpen dg judul “Robohnya Surau Kami”, yg menceritakan ditinggalkannya surau sbg pusat peribadatan akibat keacuhan yg dilakukan oleh umatnya sendiri.
Kini, sudahkah kita pantas berkata “Robohnya pasar kami” atau “Robohnya warung kami” akibat kekurangpedulian kita semua?  Geram juga sih melihat praktek kanibalisme ekonomi di negeri ini.
Bayangkan, 1 mall mematikan sekitar 100 pedagang, dan 1 minimarket mematikan sekitar 20 pedagang warung / toko kelontong. Sementara yg menikmati profit yg luar biasa itu hanya segelintir pemodal. Kebanyakan franchise minimarket itu milik konglomerat. Dengan matinya usaha – usaha kecil maka makin melebarkan gap, yg kaya semakin kaya, yg miskin semakin miskin dan terkubur.

Ketika para pedagang di kampung – kampung atau di pasar – pasar tradisional itu gulung tikar, karena tidak kuat menyewa lapak yg seiring dg menurunnya omset, … untuk bisa tetap survive, kebanyakan mereka memilih untuk berjualan secara liar (di pinggir jalan) guna mendekatkan diri dg pembeli, yg tentunya beresiko terjadinya penggusuran oleh petugas tibum (ketertiban umum) dari dinas tata kota. Inilah mengapa pedagang kaki lima tumbuh subur di negeri ini. Nasib… ibaratnya di gang / di pasar mereka mati, di pinggir jalanpun mereka terlindas.

Ini baru dilihat dari satu sisi saja ya, mbak Prita, yaitu dari kacamata pertumbuhan ekonomi rakyat kecil. Belum kalo dilihat dari sisi perubahan budaya yg mengarah ke gaya hidup konsumerisme dan hedonisme yg tertawan oleh iming – iming diskon dan fasilitas – fasilitas kemudahan belanja (padahal sebenarnya menjerat).

@saya : betul, pak. UUD semua. Para pejabat itu dengan mudah disuap dengan beberapa lembar voucher belanja. Saya melihat sendiri bahwa IMB nya pun menggunakan IMB rumah tinggal, dimana seharusnya IMB Tempat Usaha. Kalau tak salah ingat, di Pekanbaru dan Duri jarang ada 2 minimarket itu ya. Demikian juga di Jerman/Belanda…tidak ada yang model minimarket seperti di kampung kita ini. Meskipun akibatnya, untuk beli ini itu (kebutuhan rumah tangga yang habis mendadak) jadi tidak mudah.

@jampang : di lingkungan tempat tinggal saya, mini market berjejer…. jadinya syaikhan lebih kenal mini market drpd warung tradisional

Alhamdulillah, pemprov DKI STOP bangun mal.  Pemberian ijin untuk membangun pusat perbelanjaan yang luasnya di atas 5.000 m2 dihentikan hingga tahun 2012.  Alasannya…sepi penjual dan pembeli.  Semoga ijin pembangunan MINI MARKET di kawasan pemukiman juga di STOP! (15 Juli 2011)

PT AMRT, sebagai perusahaan ritel terbesar di Indonesia membukukan kenaikan laba sebesar 40,21% di kuartal ketiga tahun ini.  Angkanya meningkat dari 226,34 M menjadi 317,36 M.  Pembukaan gerai baru tercapai 98,5% di tahun ini, yaitu 788 gerai dari target 800 gerai.  Total gerai yang sudah dibangun ada 6.585 gerai.  (republika, 29 Oktober 2012)

Di tengah ruwetnya mengatur dan menata lokalisasi pedagang kaki 5, terpampang kemegahan industri ritel.  Prediksi saya ada hubungan baik langsung maupun tidak langsung antara pertumbuhan PKL dan pertumbuhan minimarket.  Ditunggu perda yang bergigi tajam untuk mengatur pertumbuhan gerai-gerai baru!  Penataan munculnya gerai baru harus meliputi semua lini, semenjak dari pemberian ijin, pengecekan ijin bagi gerai yang sudah ada, sampai peraturan tata tertib pembentukan gerai.

Iklan

Tentang Kejujuran…

Sudahkah kita  #BERANI JUJUR selama ini?  Saat bekerja sering : 1. Pura-pura sakit, 2. Menunda pekerjaan, 3. Memperlama jam makan siang, 4. Manipulasi absen, 5. Membeli surat sakit, 6. Chatting di media sosial saat jam kerja, (kompas 12/3) 7…………..ada yang mau menambahkan??? (pen.)

@prajuritkecil : Banyak alasan kenapa harus 1,2,3,4,5,6,7,8,9 dok…
Kalo sistemnya baik, maka ga boleh kita berlaku itu.
Tapi kl ga ada sistem, apalagi bdasar like and dislike sang atasan… Kadang dipake juga tuh yg di atas. Menjaga diri untuk tetap waras, alasannyaku buat yg nomor 1.

*ini kenapa curcol sih???

@srisariningdyah : no. 1-5 nggak bisa sama sekali dilakukan, soalnya harus live terikat jam, hihihihi bahkan jam makan siangpun kudu dikorbankan…
no. 6 justru dianjurkan, soalnya banyak masukan dari chat, sms dan socmed yang harus dibacakan dan menjadi standar penilaian rating juga hihihihi

beda pekerjaan, beda peraturan kali mb ya…

@alnolaselena : Belum berani banyak jujur. Dulu jaman msh ngantor sering “korupsi” waktu tuk browsing2 tmsk ngempi di jam2 kerja, chatting di luar pekerjaan.

@symplindah : no 6 masih dilakukan. Sehari2 kerjaanya lebih banyak online, nglola web, ngurus kuliah online juga, diskusi sama mahasiswa online (ngurus forum). Kadang kalo lagi suntuk mampir ke socmed deh (hahaha.. seringan suntuk donk)

@wlyand :no. 1 jarang2 juga dilakukan soalnya kalo anak sakit, ijinnya gak masuk di potong cuti tahunan. jadi mendingan bilang sakit aja atau kecapekan*greges. no. 2-5 alhamdulilah gak pernah
no. 6 emang kerjaannya onlen ngelola web dan sistem.

 

Bukan hanya siswa, para guru pun WAJIB JUJUR.  SELAMAT MENEMPUH UJIAN NASIONAL, untuk para ananda kelas 3 SMA/K.  Beranilah JUJUR demi masa depanmu.  [email ketidakjujuran : pengaduan@kemendikbud.go.id]. Sementara para pihak lain, bahkan guru pun terindikasi tidak jujur/memotivasi tidak jujur (sumber : pengakuan dari beberapa guru)

@keluargapanda: harusnya un dı tınjau ulang bu dokter..kalo sampaı bıkın anak dıdık frustrası lalu mendekat ke syırık kayak gını..gımana http://www.fimadani.com/ujian-nasional-sejumlah-siswa-di-kudus-minta-jawaban-ke-dukun/

 

Ternyata, mental korupsi ada kaitannya dengan kebiasaan nyontek pada saat sekolah. Yang setuju..harus memraktekkan minimal untuk dirinya sendiri. OK…kita bisa!

@jampang : kaitannya jelas banget ya bu 🙂

@azisrizki : sekolah?
kuliah juga masiii pada nyontek

@daiarjuna : dari usia dini sudah dibentuk untuk bermental korups

@ibutio : waktu saya ambil S2, bareng sama guru-guru SMA dan dosen yang “wajib” ambil S2 untuk proses sertifikasi….dan mereka saling mencontek….duh….sedih sekali melihatnya, mereka kan pendidik…..kalo pendidiknya aja menyontek, apalagi anak didiknya

@umardiyati : Itu untuk jalur formal yang memang nilai pengaruh pada kelulusan (walau ga bisa juga dibenarkan), saya sendiri menyaksikan bagaimana para guru saling mencontek hanya untuk menjawab soal pre-test atau post-test suatu pelatihan. Padahal sama sekali ga ada pengaruhnya pada jabatan atau penilaian kinerja pribadi mereka kecuali buat pemetaan kompetensi di awal dan akhir pelatihan. Miris banget liatnya. Gimana mereka mau menanamkan nilai-nilai kejujuran?

Ya Allah, di tengah carut marut dan kebohongan para petingginya, kami tetap berharap Engkau masukkan negeri ini ke dalam golongan Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghaafuur. (catatan 66 tahun Indonesia Merdeka)

Baca koran pagi: jam masuk kerja bagi PNS di DKI Jakarta akan lebih pagi lagi, dan di tiap wilayah akan berbeda jam masuknya.  Ini untuk melokalisasi kepadatan LL.  Siap2 ya buat para PNS  :-)) Inilah rincian kendaraan yang memadati Jakarta di pagi hari : aktivitas kerja 48%, sekolah 14%, belanja 12%, bisnis 8%, dan sosial 18% (Republika dan Kompas)

Jilbab….di Kehidupan Keseharian

Jilbab….Love it Right,  Wear it Right (aulia, agustus 2012). Berhijab karena Allah, bukan karena sekedar ingin cantik. Berhijab dan tetap cantik, namun selain cantik lahir juga cantik batin. Sehingga cantik itu tidak menghalangi kita dalam beribadah dan juga tidak menyiksa diri kita. Berhijab dan cantik sesuai dengan tuntunan Islam bukan sesuai yang dituntunkan oleh mode dan industri pakaian. (keprihatinan saya yang ternyata terakomodasi di Aulia). Kreasi2 manusia seharusnya tidak mengalahkan peraturan Allah. Dari awal hendaknya sudah meluruskan niat, apa tujuan berhijab. Terlalu permisif akibatnya banyak aturan dilanggar, demi ‘keindahan’

dari : http://www.onlyaceh.blogspot.com

@lembarkertas : setuju banget bu. jadi ingat awal berjilbab dulu, tahun 1993-an. masih gitu2 aja modelnya. sekarang bahan n modelnya plus pemakainya nggak.kehitung. tapi ya itu, kesannya lebih ke mode. smg Allah tetap jadi tujuan pertama n utama.
*menasihati diri sendiri juga*

@bundanyarafi : ah iya..suka miris melihat model jilbab yg aneh2..yg dikepang2 kayak rambut terus tuh dada malah gak ketutup..itu mau ngasihtau kalo rambutnya bisa dikepang gitu yak?bukannya tambah cantik malah aneh menurut saya mah..

@keluargapanda : agree bu dokter:)) saya suka bıngung sm mode2 jılbab sekarang*sampe suamı temen juga malah ngomong: ıtu model jılbab apa handuk habıs mandı dılılıt dıkepala-.-* sama2 bıngung:D

@lollytadiah : Semoga bisa lebih membuka wawasan saudari2 kita yang masih fokusnya ke Stylish Jilbab, semoga bisa mengingatkan bahwa jilbab adalah tuntutan Syar’i bukan Mode…
Meluruskan niat awal berjilbab sangat penting, karena amalan itu kan tergantung pada niatnya….

@ditaadityaputri : Tp setidaknya dg adanya hijab style jd banyak yg mulai berhijab meskipun msh utk fashion saja. Smg Allah bukakan hati saudari2 qt utk lebih mengenal agamanya dg baik.

Akan lebih baik dan profesional bagi para dokter dan paramedik muslimah yang berjilbab, saat memeriksa pasien dengan menggunakan stetoskop, tidak sekedar mencantelkan gagang stetoskop ke jilbab, melainkan benar-benar menempatkan gagang stetoskop itu dalam lubang telinga.  Sehingga hasil pemeriksaan akan benar-benar akurat, suara-suara tambahan akan terdengar lebih jelas dan,  bagi yang melihat …. tampak serius dan tidak sekedar main-main.   Meski baksos…tetap harus profesional. Begitulah ajaran Islam

@mutiaraaisyah : sy pernah wkt baksos begitu. padahal nggak paham banget dg alat2 kedokteran. mmg sy blm profesional. *bkn anak kedokteran*

Miris…! Jilbab dijadikan sarana penyamaran oleh para selebritas dan orang-orang bermasalah.  Sejak kasus L–a M–a, M—-a, sang istri mafia pajak, dan terakhir oleh M—n J—–a.  Masih bagus kalau pakai jilbabnya buat seterusnya.  Semoga Allah menunjukkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

@makhayr : aku lebih sering ngomel dan gemes klo yang ngeliat muslimah pakai jilbab gaulnya kelewatan….

misalnya..pakai rok mini plus stoking plus jilbab

atau jilbabnya terlalu pendek jadi dadanya yg tidak tertutup baju karena berleher rendah keliatan…

atau.. pakai kaos atasnya selain ketat jug pendek.. jadi tiap dia gerak dikit udel nya kelihatan.. (padahal berjilbab juga lho.. )

kebetulan sering nge mol .. dan sekarang aku lihat rata2 mba2 yg jaga stand/toko di itc dsb pada pakai jilbab, dengan kegaulan itu…

Alhamdulillah sesama cewek .. hajar aja bleh alias langsung tak samperi dan di omelin hihihi…

@bunda2f : wah…bu dokter ngikutin juga;-)*yg terakhir tau krn kk ipar bawa tabloid k rumah kmrn…kalo g ke pemakaman,k pengadilan,y pas dtangkep polisi pakenya (selain kalo pada mau umrah atau pas bln ramadhan)

@nitafebri(almh) : Loooh ibunya manohara kuk ga di masukin list..
Waktu nangis2 d tv kan pake..

@diancambai : jilbaber mendadak… ? iya ya..banyak ya…. seolah2 kalau udah berhijab gitu udah gak ada dosa..:)

@mawaddah1985: tadinya sempet bingung juga… apa itu jadi dresscode utk para tersangka wanita?
pun bebrapa tersangka laki2 juga jadi pake baju koko dan peci… apa itu dresscode juga?

Game….! Berhati-hatilah Menyikapi Permainan OL Ini

Inilah nama game yang perlu diwaspadai para orang tua, karena mengandung konten kekerasan, kriminalitas, dan pornografi.

Game ini ngetop di kalangan anak dan remaja. Yaitu :
1. GTA
2. Point Blank
3. Mengintip dan Mencuri
4. Sims
5. Ragnarok
6. Rape Play
(“Peran Ortu dalam Menyiapkan Anak Tangguh di Era Digital”, Ibu Elly Risman)

(www.game8indo.com)                                                                                                                                     (www.thesims.com)

Termasuk yg harus diketahui ortunya adalah konten dari game tsb. Artinya ortu harus rela meluangkan waktu, duduk bareng anak memelototi game dari awal sampai akhir. Karena isi game2 tsb bisa saja tak selaras dgn judulnya dan batasan umurnya pun dipalsukan. Usahakan cari tau warnet yg sering dikunjungi anak, mbak. Terus kita mesti tahu siapa pengelolanya serta bicara dgn mereka.

Menurut bu Elly Risman, di Asosiasi Warnet Indonesia ada klasifikasi ‘warnet putih’ untuk warnet yang bersih dari konten2 berbahaya. Insya Allah nanti warnetnya mbak Dizna bisa masuk ke kategori warnet putih, dan semoga lebih berkah…..aamiin.

Saya juga sering menghimbau guru2 di sekolah anak2, agar proaktif dalam memagari anak didiknya dari bahaya game. Guru, saya lihat cenderung menyalahkan lingkungan. Misalnya, “Bu, kan di belakang sekolah ini ada warnet. Jadi anak2 kalo istirahat sering ke situ!”. Lalu saya jawab, “Pak, apakah pihak sekolah sudah mendatangi warnet2 tersebut dan memberikan arahan, teguran….dst..dst?” pak Guru menjawab, belum. Padahal kalau perlu sekolah bisa merazia warnet2 di sekitarnya.  Poster selalu ada di warnet? Saya memang gak pernah perhatian di poster. Yg saya amati dari warnet adalah suasanyanya yg temaram dan tiap pengunjung punya box sendiri2, sehingga menyulitkan pengawasan terhadap anak2 sekolah yg datang ke sana. Sudah begitu, jam bukanya sampai tengah malam, bahkan ada yg sampai pagi! Meski, pernah terasa manfaatnya tatkala anak butuh ngeprint warna di malam hari, sedangkan printer di rumah mendadak ngadat.  Game2 itu aslinya memang ada rating usia pemain. Tapi yang banyak beredar adalah videogame bajakan dengan rating usia yang dipalsukan. Misalnya, rating AO (Adult Only) dijadikan T (teen). Lagipula, kalau memang ratingnya tetap AO, warnet mana sih yang bakal menegur?

@fightforfreedom : Sayangnya belum ada keseriuasan tentang pengawasan terhadap warnet yg menyediakan game online, atau tempat bermain play station. Seharusnya diatur game-game jenis apa yang layak dimainkan untuk kategori usianya masing-masing.

@embunpagi : Tambahin ya bu
Bully
Isinya ngejar2 temen sekolah dan guru2 trus disiksa
Bahaya bener, liat game ini di ps keponakan
Sebetulnya game pun ada batas umur, berhubung yg beredar luas game bajakan, jadi sebaiknya orang tua yg menetapkan batasan sendiri

@lembarkertas : alhamdulillah di rumahku bisanya cuma main angry bird. ntar kalau anakku mainnya kelamaan jadi angry mama eh mama angry. hihihi.  Nama2 game yg disebut di atas posternya hampir pasti ada di setiap warnet. yg profile ceweknya pakaian n bodynya aduhai. 😦

@myshant : selama ini kalau anak ngewarnet, saya/ayahnya ikut 😀 *alesannya kami mau download lagu, koneksi di rumah lemot, pdhl sambil ngintip si anak buka apaan -selama ini masih aman, paling main game onlen fesbuk yg bertani gitu-*
tapi ngewarnetnya juga belum tentu sebulan sekali, karena di rumah bisa main juga. lagipula si sulung itu sudah bikin kesepakatan hanya boleh buka komputer ketika wiken. dan mainnya bareng-bareng dengan ayahnya.
dan game yg dimainin di rumah masih seputar Plant vs Zombie, Worm dan CS (meskipun CS termasuk game kekerasan juga niy, tembak2an)

dan saya setuju sama saran bu dokter, seperti yg dulu disarankan bu Elly, jika ada teknologi baru, kami selaku ortu harus mau belajar dan ngikutin. biar gak kalah set sama anak, dan bisa memberikan pertimbangan sejauh mana batasan yg boleh diakses oleh anak.  anakku ke warnet ketika mau main game onlen yg waktunya udah janjian sama temennya *biasanya game onlen di fesbuk*, perlu koneksi cepat. padahal koneksi inet di rumah tidak semuanya cepat, wong saya buka you tube aja lemot sekali, apalagi kalau perlu download sesuatu 🙂

seperti saran dokter Pritha, saya ikut anak ke warnet, bukan karena gak percaya anak. tapi gak percaya sama pengunjung lain yg rata2 mahasiswa gitu. ntar anakku diajarin buka situs2 gak bener, atau digerayangi *meskipun anakku coawok,naudzubillah*

@faridazp : Nah itu dia.
Kalo aq pribadi lbh memilih memfasilitasi agar lbh mudah pengawasannya.
Dan ditanamkan akan kontrol pribadi dlm memilih game.
Kalo Yg pake kekerasan, bukan baju atau pacaran gitu anak2 ga mau.
Bahkan game Kayak feeding frenzy Yg ikan besar makan ikan kecil itu ga suka Hihihi.  knp anak2 ke warnet? kan rata2 ortu disini bisa online sendiri Di rmh?

@saya : macam2 alasannya. Mungkin di rumah masih pakai satu modem? Dulu waktu mau pasang wifi di rumah, sempat khawatir bakal bikin addict, tapi ternyata tidak juga. Biasa2 saja. Malah ortunya yang diuntungkan. Tapi….mayoritas ngewarnet karena teman, dan kebebasan. Kalau yang saya lihat di TV, anak2 usia SD yang diwawancara karena hobi game OL berjam-jam, kelihatannya dari mereka yang justru tidak punya fasilitas internet di rumah, ortu sibuk (mencari nafkah karena penghidupan yang pas2an), dan pagar mental yang tidak kokoh

@rhedina : saya rada2 “galak” kalau sudah menyangkut game..:D
Suka ngobrol sama mereka, kira2 mereka main game apa..sejauh ini mereka blm tertarik main game online. Mendingan main Nintendo Wii..yg gamenya menuntut anak banyak bergerak seperti olah raga ..sekalian emaknya juga he..he..

Tapi memang harus super ekstra mengamati anak2 kalau sudah didepan kompi.  He..he..he..jadi ketahuan suka main game…kami sengaja mencari permainan yang ndak cuma jempol yg olah raga, tapi badan juga ikut bergerak, dan bisa melibatkan semua anggota keluarga.
Bisa tertawa bersama-sama… 🙂

Alhamdulillah tinggal disini, anak ngga bisa sembarangan beli game..karena penjual lebih “galak” dengan adanya batasan usia.

 

 

Penduduk Bumi (dan perilakunya)

Bila laju pertumbuhan penduduk masih 1,49% per tahun seperti saat ini, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 menjadi 450 juta. Ini berarti 1 dari 20 penduduk dunia adalah orang Indonesia. (Tempo 7-13 Mei)

#enaknya…kemana-mana ketemu orang Indonesia, dan bukan tak mungkin bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.  Lengkapnya begini :
“Tingkat pertumbuhan penduduk dunia tahun ini sebesar 1,1 persen, badingkan dengan 50 tahun lalu yang sebesar 2 persen. Hal itu terjadi karena tingkat kelahiran total per perempuan turun menjadi 2,5 anak, setengah dari angka yang tercatat pada tahun 1950. Namun antara wilayah terjadi perbedaan yang sangat besar. Di Afrika tingkat rata-rata masih 4,7 anak per perempuan, sementara di Eropa hanya hanya 1,6 anak per perempuan.
[ http://megapolitan.kompas.com/read/2011/08/18/09544531/Penduduk.Dunia.Tembus.7.Miliar.Tahun.Ini ].  Eh tapiiiiiii, yang perlu dipikirkan adalah sumber daya alam yang semakin rusak dan air bersih yang semakin susah. Semoga anak cucu kita semakin pandai dalam mengolah anugerah ALlah SWT ini.  @orinkeren : Indonesia makin menjadi sasaran produsen2 kapitalisme… dibikin semakin bodoh agar gampang disuruh beli segala macam sampah…

BAHASA JAWA ternyata merupakan bahasa daerah dengan jumlah penutur terbesar, yaitu 75,6 juta. Disusul oleh bahasa Sunda (27 juta), bahasa Madura (13,7 juta), Bahasa Minang (6,5 juta), bahasa Batak (6.2 juta).  Bahasa mana dengan penutur tersedikit?? (Tempo, 18/3/2012). Bahasa daerah dengan penutur tersedikit adalah : bahasa Beilel (NTT), bahasa Mapia (Papua), bahasa Hukumina (Maluku), masing2 dengan jumlah penutur sekitar 1 juta orang. Sementara bahasa Tandia (Papua) masih dituturkan oleh 2 juta orang, dan bahasa Kayeli (Maluku) oleh 3 juta orang. Indonesia mempunyai 756 bahasa. Jumlah ini merupakan 12% dari total bahasa di dunia. Namun yang memprihatinkan, pada akhir abad ke 21 diperkirakan bahasa2 tersebut menyusut hingga tinggal 10%nya saja. Bagaimana dengan bahasa para MPer?

Dibandingkan 5 tahun yang lalu, kelas menengah meningkatkan kenyamanan dan gaya hidupnya. Prosentase penggunaan alat-alat elektronik meningkat. TV berwarna 95% (90%); Kompor gas 90% (18%); Rice Cooker 64% (30%); Pemutar DVD 39% (6%). Catatan : angka dalam kurung adalah kondisi 5 tahun yl. Dan………..kalau listrik padam, kalang kabutlah kita! (kompas 9/12/11)

@bunda2f : di US pernah mati listrik total, wuiihh hampir semua penduduknya langsung mati gaya
ketergantungan mereka sama listrik tinggi banget
kalo ga salah cuma mati sehari tapi langsung jd berita besar, jd kek bencana nasional gitu (cmiiw)

kalo di Indonesia, berhubung dah biasa mati listrik, adaptasi biasanya lebih mudah
untungnya juga cuaca di negara kita masih lebih bersahabat, jadi bisa adaptasinya lebih mudah

sebenarnya yg meningkat pemakaian AC kali ya, dibanding 5 th lalu *banyak rumah2 sekarang yg pakai AC* @saya : alternatifnya, pakai listrik tenaga surya. Indonesia sebagai negeri bermandikan sinar matahari sebenarnya harus mengunggulkan teknologi panel surya. Saat ini harganya dianggap mahal karena masih belum diproduksi massal. Saya hanya punya 1 buah lampu taman dgn tenaga surya. Praktis, karena tidak perlu turn on/off kan sehari-harinya…otomatis saja kalau gelap, nyala. Pas hari sudah terang, ia pun mati sendiri. @bede16 :
alhamdulillah, mohon do’anya untuk pengembangan solar cell energy yang murah, terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat indonesia…
Bu Prita, masy kita cenderung konsumtif dan gengsi-an, jadi banyak membeli sesuatu yang sebenernya belum tentu dibutuhkan olehnya. Perlu upaya untuk membudayakan hidup bersahaja ya Bu….mariii…dimulai dari kita. 😀 untuk Bu Prita-ku…

Tanggal 31 Oktober mendatang (2011) , penduduk dunia menjadi 7 miliar orang!

Indonesia menduduki peringkat ke-4 tingkat perceraian tertinggi di dunia. Dari 2 juta pasangan yang melangsungkan pernikahan, 10% di antaranya berakhir dengan perpisahan.  Pada awal 2000 an, 30 % perceraian terjadi karena talak (suami menceraikan istri).  Pada 2005, 68,5% perceraian terjadi karena cerai gugat (istri menggugat cerai suami).  (Republika, 25 Juni 2011,dari Dirjen Binmas Islam, Kemenag RI)

Masya Allah….Setiap 9 menit 56 detik terjadi sebuah tindak kejahatan di ibukota negeri ini!  Laa haula wa laa quwwata illa billah.  Banyak orang sudah mempersenjatai dirinya masing2. @nitafebri (almh) : Yaaaah itulah jakarta..
N kriminalitas udah jd tontonan sehari-hari..laah bukannya memang ini negri udah kayak mafia?? @alwaysselalu : tetep ati2 berarti ya bu..

tampang baik bisa saja itu mau nyopet
tampang serem tak tahunya mau nolong….

Angka kemiskinan turun dari 14,1 % menjadi 13,3 %  atau penduduk miskin menyusut sebanyak 1,5 juta orang”, kata Hatta Rajasa mengutip data BPS 2010 (Headline Republika, 4 Januari 2011).  Di Kompas hari ini, 5 Januari 2011, halaman 15: “Hunian Kumuh Terus Meningkat”, ucap Mensos Salim Segaff Al Jufri.  Sementara itu headline Republika hari ini “Kami Terpaksa Makan Tiwul” (berita tentang sebuah keluarga yang kematian 6 orang anaknya akibat keracunan tiwul).  Inilah potret Indonesia…dimana orang miskin masih jadi obyek data statistik.  Ayo berbuat !!!

@itsmearni : haduh………… kok ya datanya gak sinkron gitu sih
lagian mereka hanya bicara dengan mengeksploitasi penduduk miskin
ah sedihnya……….

Semoga Indonesia menjadi lebih baik
mari berbuat sekecil apapun 🙂 @simplyndah : data gak singkron biasa.
kenyataanya rakyat kecil makin kejepit
cabe naik, beras naik tiap pekan, kasian mereka yg penghasilanya dibawah rata-rata.

Kapan ya kita punya pemimpin yg bener2 adil, yg mau turun kebawah dan melihat kenyataan trus ngasih solusi ke rakyatnya.
jangan hanya menyapa rakyat ketika kampanye saja.
hiiiiks @bundanazniin : duh jadi miris ya dengernya…
satu sisi msh banyak yg makan tiwul sampe keracunan…..sisi lain bnyk yg berebut korupsi.
rasanya negara kita jd semakin tertinggal dari negara lain…pdhl katanya kan negara kita itu gemah ripah loh jinawi…

Jumlah penduduk Indonesia hasil Sensus Penduduk 2010 adalah 237.556.363 yang terdiri dari laki-laki 119.507.580 orang, dan perempuan 118.048.783 orang. (potensi sumber daya manusia yang sungguh hebat…semoga mayoritas dari jumlah penduduk tersebut adalah mereka yang ber IMTAQ) (qn 30 September 2010)

Tentang Kehidupan Anak (2)

Kemarin, 21 Maret, hari Down Syndrome sedunia. Terharu melihat mereka, penyandang DS itu bisa bergembira dan berprestasi di tengah orang2 yg menyintainya.  Kasus DS selama ini dikaitkan dengan usia ibu hamil. Karena jumlahnya melonjak apabila ibu hamil sudah berusia di atas 35 tahun, apalagi kalau di atas 40 tahun.

5 juta (38,6 persen)  balita Indonesia berbadan pendek, menurut standar usianya.  Inilah temuan Prof. Soekirman, guru besar Ilmu Gizi, IPB.  Dam jumlah itu menduduki peringkat ke 5 di dunia.  Data WHO menyatakan penyumbang balita badan pendek terbesar di dunia adalah India.  Hal ini menunjukkan kekurangan gizi kronis, terutama unsur Seng yang terkandung dalam protein hewani. Dan proses kekurangan gizi tersebut sudah dimulai semenjak dalam kandungan ibu.  Nah, para ibu yang sedang hamil, mohon tidak menabukan mengonsumsi suplemen multivitamin, ya.  (Republika, 24 Juni 2010)

 

India – China – Nigeria – Pakistan – INDONESIA……5 Besar negara dengan anak pendek di dunia! “Pada 2010, tinggi rata2 anak Indonesia kurang 6,7 cm dan standar (untuk anak laki) dan kurang 7,3 cm (untuk anak perempuan)”@sepasangmatabola : Bu Dokter, asal tahu aja, banyak orang penting di dunia Barat juga pendek-pendek lho… Contohnya: Napoleon Bonaparte, bahkan para jenderal di Amriki yang pegang posisi penting justru rata-rata pendek. Pendek badan tidak sama dengan pendek kemampuan otak, lho Bu Dokter… :)).  @miapiyik : dillema ya mba Prita, anak pendek vs obesitas anak, jd masalah epidemiologi di Indonesia, @cepaka : Soalny saat ini masy indonesia masih berfikir anak sehat tu indikatorny dr gemuk atau g waktu kecil,jd g terlalu mempertimbangkan tinggi badan sbg acuan..

Adakah Kota Layak Anak (KLA) di Indonesia? Ini kriterianya : 1) Tidak ada penculikan anak, 2) Trotoar aman dan nyaman sebagai tempat lalu lalang anak, 3) Tersedia lampu2 JPU, 4) Pengaturan jam belajar anak yg tepat, 5) Tersedia tempat bermain anak, 6) Pasar2 menyediakan tempat penitipan anak, 7) Ada rumah baca, 8) Merupakan area bebas pekerja anak, 9) Bebas dari paparan iklan rokok (Kementr Pemberdayaan Perempuan/komnas PA, Republika 15/4/10)….Rasanya belum ada ya di Indonesia tercinta ini

 

Mohon Perhatian Para Orang Tua! Hanya 11% dari anak Indonesia yang terbebas dari karies (gigi berlubang). Riskedas 2007. (Posting dalam rangka Hari Kesehatan Gigi Sedunia)

Angka kemiskinan turun dari 14,1 % menjadi 13,3 %  atau penduduk miskin menyusut sebanyak 1,5 juta orang”, kata Hatta Rajasa mengutip data BPS 2010 (Headline Republika, 4 Januari 2011).  Di Kompas hari ini, 5 Januari 2011, halaman 15: “Hunian Kumuh Terus Meningkat”, ucap Mensos Salim Segaff Al Jufri.  Sementara itu headline Republika hari ini “Kami Terpaksa Makan Tiwul” (berita tentang sebuah keluarga yang kematian 6 orang anaknya akibat keracunan tiwul).  Inilah potret Indonesia…dimana orang miskin masih jadi obyek data statistik.  Ayo berbuat !!!

Berapakah batasan usia yang disebut ‘pemuda’? Menurut UU Kepemudaan tahun 2010 adalah mereka yang berusia 16 sampai 30 tahun. Inilah sosok pemuda ideal menurut Al Qur’an yg ditulis oleh Hilman Hakiem di kolom Hikmah Republika 281010 : 1)Memiliki keberanian dalam menyatakan kebenaran dan siap menanggung risiko dlm mempertahankan keyakinannya (QS 21:56-70), 2) Memiliki rasa ingin tahu yg tinggi sehingga tidak pernah berhenti belajar (QS 2:260), 3) Berupaya utk berkelompok dlm bingkai akidah yg lurus (QS. 18: 13-25), 4) Menjaga akhlaq dan kepribadian yg lurus (QS  12:22.24, 6) Memiliki etos kerja tinggi sebagaimana dicontohkan oleh Muhammad SAW