Saat Ramadhan (1432 H) Diperpanjang Satu Hari

Malam itu, 30 Ramadhan, di pintu rumah, bungsu saya melapor, “Aku belum sholat tarawih!”
“Kenapa? Sekarang kan sudah jam 8 lewat?”, saya agak heran. Maklum baru selesai pekerjaan rutin.
Rupanya mereka sedang mengerumuni  televisi mungil kami.
“Lagi nunggu hasil sidang itsbat, Mi”, ujar kakak-kakaknya.    

Ketika akhirnya diputuskan bahwa 1 Syawal jatuh di hari Rabu, 31 Agustus 2011, barulah mereka beranjak untuk melaksanakan sholat tarawih.  Namun tak urung si bungsu komplain juga, “Huaaah…besok masih puasa, dong!”

Memang, meskipun dikesankan bahwa bangsa Indonesia makin dewasa dengan adanya perbedaan-perbedaan, tak urung perbedaan hari raya sedikit banyak menimbulkan problema juga.  Dari sekedar ketupat dan opor yang sudah terlanjur dimasak dan akhirnya jadi lauk makan sahur, sampai ke masalah undangan halal bil halal padahal yang diundang masih puasa.

Harapan ke depan – semoga tidak tinggal harapan, mengingat peristiwa seperti ini sudah acap kali terjadi – para pengambil keputusan itu mampu bersepakat.  Dalam penentuan tanggal-tanggal penting, seperti 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan 10 Dzulhijjah, harus jelas sistim apa yang dipakai, dan siapa yang berhak memutuskan.  Kalau sudah ada yang berhak memutuskan, maka keputusannya adalah tunggal dan mengikat.

Ihwal anak-anak yang komplain karena masih harus puasa sehari lagi, saya pompa semangat mereka untuk menyelesaikan target tilawah Qur’an masing-masing.  Alhasil, si nomor empat seharian nglembur tilawah sampai akhirnya tercapai khatam menjelang maghrib.  Alhamdulillah…hikmah dari “perpanjangan” Ramadhan.  (nin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s