Hamil Tidak Pada Tempatnya

Siang itu tiba-tiba ada pesan pendek masuk ke ponsel saya. Rupanya dari salah seorang kenalan di pulau Dewata. Beliau menanyakan, atau tepatnya berkonsultasi tentang kondisi dirinya yang dinyatakan hamil di luar kandungan dan harus dioperasi hari itu juga. Jauh-jauh dari Denpasar bertanya ke Jakarta, tentu dirinya dalam keadaan kalut. Di satu pihak harus segera mengambil keputusan, sementara di pihak lain masih banyak hal-hal yang masih membuat dirinya bingung. Bingung, kenapa kehamilan yang masih baru berusia 2 bulan harus segera dioperasi? Bertanya-tanya, kenapa kehamilan bisa terjadi di luar kandungan? Apa yang dimaksud dengan di luar kandungan itu? Saya maklum, meskipun pertanyaan-pertanyaan ini sebenarnya bisa ditanyakan langsung kepada dokter yang menanganinya saat itu, tapi tetap saya saya kontak teman saya itu. Tidak melalui SMS karena pertanyaan yang semacam ini memerlukan jawaban yang segera.

HAMIL DI LUAR KANDUNGAN, APA ARTINYA?
Sebuah kehamilan, normalnya berlangsung di dalam rongga rahim. Apabila hasil pembuahan tertanam di luar rongga rahim, maka disebut hamil di luar kandungan atau dikenal dengan istilah Kehamilan Ektopik (KE).
Yang sering menjadi tempat ‘nyasarnya’ KE adalah di saluran telur (Tuba Fallopii). 90% lebih KE terjadi di saluran telur. Sisanya terjadi di tempat-tempat lain, misalnya di indung telur, dimulut rahim, atau di rongga perut. Karena kehamilan ini berlangsung tidak di tempat yang normal (misalnya di saluran telur), maka saat mudigah makin membesar (biasanya di usia 8 – 10 pekan), maka pecah atau robeklah saluran telur tersebut. Robekan tersebut mengakibatkan perdarahan yang biasanya cukup deras.

Masalahnya, darah tersebut tertampung di dalam rongga perut, tidak keluar melalui vagina. Sehingga, yang tampak dari luar (vagina) hanyalah perdarahan sedikit-sedikit yang merupakan efek perubahan hormonal kehamilan saja.

Sementara itu, darah yang keluar ke rongga perut semakin banyak dan menimbulkan nyeri perut yang luar biasa. Pasien tampak pucat karena kurang darah. Perutnya tegang. Saat diperiksa di laboratorium, kadar hemoglobinnya makin lama makin menurun. Bahkan, apabila tidak segera mendapatkan pertolongan maka bisa terjadi syok yang berakibat fatal. Kondisi kehamilan ektopik yang pecah ini dinamakan KET (Kehamilan Ektopik Terganggu).

BAGAIMANA TINDAKAN SELANJUTNYA?
Pertolongannya tentu saja dengan mencari sumber perdarahan dan menghentikannya. Karena sumber perdarahan ada di saluran telur yang pecah, maka harus ditempuh dengan jalan operasi. Bila terjadi anemia akibat perdarahan yang terlalu banyak maka akan dilakukan transfusi. Jadi operasi KET ini memang masuk kategori operasi mendadak.

Memang, bisa saja KE sudah diketahui pada saat belum pecah. Biasanya secara kebetulan, yaitu kalau ada gejala kehamilan dengan test yang positif, tetapi ternyata di dalam rahim tidak dijumpai kantung kehamilan. Dengan USG transvaginal mungkin bisa ditemukan kantung kehamilan tersebut pada daerah tuba Fallopii. KE yang masih utuh ini tidak harus dioperasi, namun bisa diatasi dengan pemberian injeksi obat sitostatika (methothrexate) yang bertujuan menghancurkan buah kehamilan yang tidak pada tempatnya tersebut.

APAKAH MASIH BISA HAMIL LAGI?
Tentu saja kehamilan berikutnya masih dimungkinkan dengan syarat saluran telur pada sisi sebelahnya masih berfungsi dengan baik.

WASPADA, BILA MENGALAMI :
1. Terlambat haid dan test kehamilan positif
2. Nyeri perut yang menetap
3. Perdarahan sedikit-sedikit dari vagina
Bila terjadi ketiga hal tersebut, segeralah datang ke dokter. Jangan sekali-sekali malahan memanggil dukun urut untuk memijat perut yang sakit. Sering dijumpai KE yang sudah banjir darah dalam rongga perut atau keguguran biasa yang darahnya mengucur deras setelah kena tangan tukang urut.

Maka, saya langsung mengontak teman dari Denpasar tersebut untuk sedikit memberi penjelasan sehingga beliau tidak ragu lagi menjalani operasinya.

(nin)
Keterangan gambar:
1. Lokasi2 yang memungkinkan terjadi kehamilan ektopik.  Sumber : http://www.proprofs.com
2. Kehamilan di saluran telur (tuba Fallopii) yang masih utuh. Sumber : http://www.nlm.nih.gov

2 thoughts on “Hamil Tidak Pada Tempatnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s