Jangan Tertipu Iklan Rokok!

Mitos Iklan : Merokok adalah hak individu yang tak dapat diganggu gugat
Fakta :
• Merokok adalah ketidak berdayaan melawan adiksi nikotin dan akibat pada kesehatannya.
• Rasa tanggung jawab hendaknya membuat perokok tidak membawa  segala risiko kesehatan akibat rokok pada anggota keluarga yang disayanginya.
                                                                                                              *****

Mitos Iklan : Iklan rokok tidak mencari perokok baru tapi agar perokok lama beralih ke produk baru

Fakta :
• Bagi pecandu rokok, dengan atau tanpa iklan ia akan tetap mencari rokok karena tak dapat lepas dari cengkeraman rokok.
• Jadi iklan rokok lebih ditujukan untuk mencari perokok baru terutama anak dan remaja yang sekali terjerat akan lama jadi perokok

*****

Mitos Iklan : Industri rokok lebih berjasa terhadap pendapatan negara melalui cukai rokok
Fakta : Yang benar, yang membayar cukai rokok adalah konsumen atau para perokok. Bukan industri rokok

*****

Mitos Iklan : Peningkatan harga rokok akan menurunkan penerimaan negara dari cukai tembakau karena berkurangnya konsumsi
Fakta :
• Penerimaan cukai tembakau naik 13 kali lipat selama 1994 – 2007 meskipun harga rokok naik banyak selama periode itu.
• Studi Bank Dunia menunjukkan bahwa peningkatan cukai akan menaikkan penerimaan negara karena tetap lambatnya penurunan konsumsi rokok (faktor adiktif). Peningkatan penerimaan cukai tembakau akibat naiknya harga jauh lebih tinggi dari turunnya penerimaan akibat penurunan konsumsi

*****

Mitos Iklan : Industri rokok memberi sumbangan terbesar pada penerimaan pemerintah
Fakta :
• Sumbangan cukai rokok pada penerimaan negara hanya sekitar 6-7%.
Bila cukai dinaikkan penerimaan akan naik karena rokok bersifat adiktif dan harganya inelastis
• Jika cukai rokok naik 10%, volume penjualan berkurang 0,9 – 3%,penerimaan cukai bertambah 29 – 50 triliun

*****

Mitos Iklan : Pengendalian tembakau akan menghilangkan lapangan kerja di pertanian tembakau dan industri rokok
Fakta : Peringkat industri dan pertanian tembakau hanya berada di antara 66 sektor dan tidak di posisi 10 besar

*****

Mitos Iklan : Pengendalian konsumsi rokok akan mematikan petani tembakau
Fakta :
• Tidak benar, karena lahan pertanian bisa dialihkan untuk sumber daya alam lain
• Yang benar, bila kebutuhan industri rokok berkurang , yang terkena dampaknya adalah para importir tembakau

*****

Mitos Iklan : Kenaikan harga rokok akan membebani rakyat miskin
Fakta :
• Perilaku merokoklah yang membuat seseorang miskin karena menjadi konsumen setia rokok
• Kenaikan harga rokok akan mengurangi konsumsi rokok pada orang miskin sehingga mereka akan memanfaatkan uang mereka untuk membeli kebutuhan hidup yang lebih penting
• Data susenas 2006 : 12% pengeluaran warga miskin digunakan untuk rokok, sementara untuk daging, telur, dan susu hanya 3%

*****

Mitos Iklan : Indonesia adalah negara pengekspor tembakau
Fakta :
• Sebaliknya! Indonesia mengimpor tembakau dari Amerika, Cina, Singapura, dll
• Data ditjen pertanian 2005 menunjukkan bahwa nilai impor tembakau lebih besar dari nilai ekspornya. Akibatnya negara merugi 35 juta USD  pertahunnya

MAKA….MASIHKAN KITA PERCAYA TERHADAP IKLAN-IKLAN ITU??(sumber : brosur promkes kemenkes)

2 thoughts on “Jangan Tertipu Iklan Rokok!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s