Awas….ANEMIA!

Pernahkah anda mengalami hal berikut: ketika bangkit dari duduk lesehan hendak berdiri, tiba-tiba pandangan terasa berkunang-kunang atau gelap sesaat? Hati-hati, mungkin anda sedang menderita anemia. Apalagi kalau sering merasakan gejala 4L, yaitu Letih, Lelah, Lesu, Lemah, maka makin kuat dugaan anemia tersebut.
Anemia adalah istilah yang dipakai untuk menyebut kadar hemoglobin (Hb) yang rendah dalam darah. Istilah awamnya adalah ‘kurang darah’. Untuk memastikannya memang harus diketahui kadar hemoglobin dalam darah kita. Hal ini bisa diperiksa di laboratorium. Kadar Hb normal untuk wanita adalah 12 – 15 gr% , sedangkan untuk pria adalah 14 – 16 gr% . Khusus untuk ibu hamil, batas kadar Hb yang dianggap normal adalah 11 gr %. Hal ini dikarenakan pada kehamilan terjadi pengenceran darah. Fungsi haemoglobin adalah sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh.

Klasifikasi anemia yang lebih lengkap adalah : anemia ringan apabila Hb 9 – 11 gr%, anemia sedang apabila Hb 6 – 8 gr%, dan anemia berat apabila Hb kurang dari 6 gr%.

Terkadang istilah “kurang darah” (anemia) dikacaukan dengan “(tekanan) darah rendah”. Hal ini sangat berbeda, meskipun gejalanya hampir mirip. Tekanan darah menggambarkan kerja jantung dan elastisitas dinding pembuluh darah

SIAPA SAJA YANG RAWAN TERKENA ANEMIA?
Dari penelitian yang dilakukan ternyata didapatkan anak-anak usia sekolah, remaja putri, dan ibu hamil sangat berpeluang menderita anemia. Remaja putri dan wanita usia produktif rentan mengalami anemia karena kurang menerapkan makan makanan sehat (misalnya: makanan “fast food”), sementara setiap bulannya mereka mengeluarkan darah haid. Penyebab anemia terbesar di Indonesia adalah karena kekurangan zat besi. Bahkan ibu hamil yang menderita anemia di Indonesia mencapai 65%. Bandingkan dengan di Amerika yang hanya 6%. Menurut WHO, 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan.

Cara mudah mendeteksi kemungkinan anemia adalah dengan melihat selaput lendir kelopak mata bawah bagian dalam. Apabila warnanya pucat, maka bisa jadi pemiliknya menderita anemia. Lebih lanjut anemia dapat tergambar dari bibir yang tampak pucat (waspadalah bagi pengguna cat bibir karena dapat menutupi warna bibir yang pucat sehingga tanda anemia jadi tersamar), demikian pula warna telapak tangan dan kuku.

APA PENYEBABNYA DAN APA PULA AKIBATNYA?

Sangat banyak penyebab anemia, namun penyebab yang paling umum adalah kekurangan unsur zat besi dalam makanan. Kurangnya zat besi tersebut bisa juga karena ganguan penyerapan, gangguan penggunaan, dan karena terlalu banyak zat besi yang keluar tubuh (misalnya pada perdarahan). Beberapa kondisi yang menyebabkan dan memperparah defisiensi besi tersebut adalah : infeksi kronik, penyakit hati, dan thalasemia.

Jenis anemia yang lain, misalnya anemia hemolitik (penyebabnya adalah penghancuran sel darah merah yang lebih cepat daripada pembuatannya), anemia hipoplastik (disebabkan oleh kegagalan sumsum tulang dalam pembuatan sel darah merah), anemia megaloblastik (diakibatkan oleh kekurangan asam folat), anemia karena penyakit (misalnya: malaria, gagal ginjal kronis, penyakit hati, kanker, atau serangan cacing tambang).

Akibat anemia, yang umum adalah gejala 4L seperti yang sudah disebutkan di atas. Namun pada ibu hamil dapat terjadi akibat-akibat lain yang lebih berat, misalnya: keguguran, persalinan prematur, persalinan lama, perdarahan pasca persalinan (bayangkan: sudah kekurangan darah, terjadi perdarahan pula), infeksi, sampai ke payah jantung. Anemia ibu hamil dapat pula ‘menular’ ke janinnya, artinya ibu hamil tersebut akan melahirkan bayi yang cadangan zat besi dalam darahnya rendah. Belum lagi risiko bayi terlahir dalam keadaan berat lahir rendah atau bahkan cacat bawaan!

BAGAIMANA PENGOBATANNYA?
Terapi anemia defisiensi besi adalah dengan memberikan sediaan zat besi. Bisa dari golongan Ferrosulfat, ferroglukonas, ferrofumarat. Semuanya berupa tablet yang ditelan atau dihisap. Akan tetapi bila dijumpai anemia yang berat atau seseorang yang tidak tahan apabila harus mengonsumsi tablet besi terus menerus maka dapat diberikan terapi berupa suntikan atau infus. Anemia berat, harus dilakukan transfusi. Selain itu dianjurkan juga mengonsumsi bahan makanan yang memudahkan penyerapan zat besi, misalnya : vitamin C.

BAGAIMANA PENCEGAHANNYA?
Mencegah anemia sebenarnya cukup mudah, asalkan kita mengerti tentang bahan-bahan makanan yang mengandung zat besi. Makanan tersebut adalah : sayur dan buah yang berwarna, serta makanan yang mengandung protein, terutama protein hewani. Misalnya: susu, hati, daging, telur. Buah kurma serta buah bit  juga diketahui merupakan sumber zat besi yang baik. (nin)

gambar dari :

1. Kantong darah : http://www.obfocus.com

2. Molekul Hemoglobin : http://www.wikipedia.com

12 thoughts on “Awas….ANEMIA!

    • semoga sekarang sudah pulih ya, bu. Kalau anemianya karena perdarahan begitu biasanya dengan mengenjot asupan zat besi (makanan dan suplemen) Insya Allah bisa ngejar lagi ke Hb yang normal.

  1. Waahh saya ngga bisa lepas dari pil penambah darah mak Prita… kombinasi yg “harmonis” antara anemia berat dan tekanan darah rendah yg sering menemani😦

    Jazakillah khoir buat tulisannya Mbak… sedang berusaha disiplin makan yg banyak mengandung zat besi, tapi susahnya saya lebih sering males makan😦

    • waiyyaki, teh. Sepertinya ini “penyakit langganan” ya teh. Apakah cuma sekedar defisiensi zat besi? Sudahkan dicari underlying disease nya? Kombinasi antara daging merah dan sayuran berwarna tua itu sebenarnya sudah merupakan sumber zat besi yang bagus. Kalau mau lebih cepat lagi dengan jus bit. Untuk menghilangkan langunya bit, bisa dicampur dengan jus apel atau stroberi. Oya, tablet penambah darah jangan ditelan dengan susu/teh/kopi ya… Syafakillah…Semoga kalau sudah tidak anemia, getaran angklungnya bisa lebih membahana….

      • Aamiin…:)
        waahh selama ini saya teh kalau minum obat selalu pakai air teh manis..:(
        kenapa ngga boleh mbak? boleh tau? atau berkurang khasiatnya? apa itu berlaku untuk semua jenis obat2an?

      • karena akan menghambat penyerapan di usus. Yang dianjurkan adalah tablet zat besi ditelan dengan air putih atau jus buah. Jangan lupa, ditambah juga dengan suplemen vitamin C

    • coba saja, konsumsi suplemen, makan sayur dan buah lebih banyak serta minum susu itu tidak terbatas pada saat haid saja, tapi setiap hari. Maka tidak akan terasa bedanya antara “hari dapet” sama hari2 biasa. Kalau masih saja suka terasa 4L, maka coba periksa kadar Hb di laboratorium terdekat

    • sehari 1 tablet, sudah cukup. Untuk meningkatkan penyerapan, dikombinasi dengan suplemen vitamin C. Tablet Fe, sebaiknya ditelan dengan air putih atau jus buah, dan tidak dengan susu, teh, kopi. Setelah mengonsumsi Fe selama 2 bulan, ulang lagi pemeriksaan Hbnya. Memang sekarang kadarnya berapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s