Masih Ada Orang Jujur di Indonesia

kejadian tak biasanya, dan saya anggap sebagai peringatan dari Allah SWT.
Waktu kami itu dalam perjalanan ke Yogyakarta untuk meninjau posko pengungsi Merapi yang sudah dan akan dilayani oleh Bulan Sabit Merah Indonesia.  Karena Bandara Adi Sucipto masih ditutup, maka kami ambil rute Jakarta – Solo.  Sehingga mendaratlah kami di bandara Adi Sumarmo.  Selanjutnya perjalanan ke Yogyakarta ditempuh dengan mobil. Dan yang saya maksud dengan kejadian tak biasanya adalah : tas berisi suplemen dan set pemeriksaan ibu hamil tertinggal di bandara! Lho, kok bisa, sih!
Masalahnya lagi, saya baru menyadarinya setelah sampai di Yogya.  Masya Allah!! Apa jadinya? Bukan hanya saya jadi batal untuk sekedar memeriksa para ibu hamil.  Tapi saya pun akhirnya  memaksakan diri untuk merelakan hilangnya tas tersebut beserta isinya.


Siapa nyana…saat keesokan harinya kami menelepon bandara Adi Sumarmo, ternyata tas tersebut telah diamankan oleh pihak sekuriti.  Dan dijanjikan bahwa tas tersebut bisa diambil di scanner yang paling depan saat berangkat (pulang) ke Jakarta.  Sempat terpikir, “Lho, yang mengamankan tentunya sekuriti di terminal kedatangan, sedangkan nanti mengambilnya di terminal keberangkatan… apa nyambung ya?” ————————————————————————————————————————————– Bandara Adi Sumarmo, Senin sore…..

Ternyata, jarak antara pintu keberangkatan dan kedatangan cuma belasan meter saja!  Dan di scanner pertama tas yang saya cari-cari telah duduk manis menanti diambil.
“Silakan dicek dulu, bu. Isinya masih lengkap tidak”, ujar petugas.
Lho, bahkan saya tidak ditanya identitas dan tidak pula ditanya ciri-ciri tas yang ketinggalan guna menyocokkan dengan barang yang ada.
Saya cukup bertanya :”Pak, kemarin tas saya ketinggalan dan saya disuruh mengambilnya di sini”.
Semudah itu, dan sejujur itu! Karena, buat orang yang mengerti, isi tas itu sangat bernilai.
Dan akhirnya, isi tas itu saya hibahkan untuk tim medis BSMI di Yogyakarta.

Di bandara lain,  kasus bagasi hilang atau dibongkar (dan isinya dicuri) cukup sering terjadi.  Karenanya saya memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja tim sekuriti bandara Adi Sumarmo.  Semoga jika kelak bandara akan semakin besar, moralitas seperti ini dapat terus terpelihara. Terimakasih untuk pak Sugeng dan ibu Tri!  

2 thoughts on “Masih Ada Orang Jujur di Indonesia

  1. Aminnn….semoga bu..moralıtas seperti ıtu emang harus terus dı bangun-jadı ınget pas suamı ke jakarta..*padahal lıat tampang petugas ımıgrasınya kayak habıs sholat*krn bersamaan dgn waktu maghrıb* tapı urusan ‘mınta duıt’ jalan terus-.-..suka gemes kalo ınget:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s