Kisah Seorang Ibu dengan Bayi Prematurnya

 

(Diceritakan kembali dengan seijin ibu N)
PROLOG :

Saat berjumpa dengan Rumaisya, 6 bulan, siapa sangka bayi ini lahir dengan berat hanya 1 kilogram lebih 140 gram!  Sekarang dengan berat 5,8 kilogram penampilannya yang imut malah jadi menggemaskan.  Bagi kedua orang tuanya, ibu N dan bapak V,  Rumaisya sungguh merupakan anugerah dan bukti kekuasaan Allah SWT.  Betapa tidak, sebelum Rumaisya lahir ibu Nurbaiti telah hamil sebanyak dua kali, namun keduanya berakhir pada usia kehamilan 4 bulan dan 5 bulan.  Saat hamil pertama,  di awal 2008, janin dalam rahimnya dinyatakan meninggal saat berusia 4 bulan.  Beberapa bulan kemudian ibu N hamil untuk kedua kalinya, namun ternyata janin lahir tanpa bisa dicegah pada usia 5 bulan.  Beratnya yang hanya 350 gram membuatnya hanya bertahan selama 7 jam di dunia.  Karena itu ketika dinyatakan hamil lagi di awal 2009, N sungguh ekstra berhati-hati.  Dirinya rela meninggalkan pekerjaannya di sebuah kantor perdagangan demi menjaga kandungannya.

Di JIH, saat datang pertama kehamilan ibu N  berusia 6 minggu.  Tampak mudigah berukuran 5 mm.  Selain itu didapatkan mioma uteri (tumor jinak rahim) berukuran 4,5 cm.  Selain itu kelenjar tiroidnya pun membesar.  Mengingat riwayat kegagalan 2 kehamilan terdahulu, beliau dirujuk ke bagian Fetomaternal di RSCM untuk dilakukan pemeriksaan panjang serviks.  Karena berbagai kendala, pemeriksaan di Fetomaternal baru dapat terlaksana pada bulan Maret 2009 dimana usia kehamilan sudah mencapai 21 minggu.  Usia yang kritis mengingat janin kedua lahir di usia 20 minggu!  Ternyata yang dikhawatirkan hampir menjadi kenyataan, namun Allah masih memberikan perlindungan.  Dokter di Fetomaternal langsung mengabarkan bahwa sudah mulai terjadi pembukaan mulut rahim (serviks).  Ibu N pun dipesan supaya segera kembali ke JIH untuk menemui dokter.

Akhirnya pada akhir Maret 2009 dilakukan tindakan pengikatan mulut rahim.  Tujuannya untuk menahan agar pembukaan mulut rahim tidak berlanjut.  Untuk beberapa waktu, kondisi kehamilan tenang.
Namun Allah Mahaberkehendak, pada malam hari tanggal 10 Mei, di saat usia kehamilan mencapai 28 minggu, ibu N datang  dengan pecah ketuban!Beliau langsung dirawat saat itu juga dengan keharusan tirah baring total.  Berat janin diperkirakan baru mencapai 1000 gram.  Dengan berbagai pertimbangan, mengingat kehamilan ini sangat berharga dan berisiko tinggi, maka beliau dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.  Dokter RSCM terus berkomunikasi dengan dokter JIH tentang perkembangan kondisi ibu N.  Termasuk tentang pemberian surfaktan, yaitu obat untuk membantu pematangan paru janin yang sayangnya harganya selangit.   Seminggu kemudian, akhirnya lahirlah bayi perempuan yang sungguh mungil, beratnya hanya 1140 gram, namun kondisinya stabil.  Itulah berita terakhir yang saya terima

CERITA IBUNYA RUMAISYA :

Ini adalah foto anak saya waktu pertama kali masuk NICU. Lahir 17 Mei 2009 jam 18.30 WIB di RS Cipto Mangun Kusumo dengan berat 1120 gr dan panjang 37 cm. Masalah saya sebelum bayi ini dilahirkan adalah Inkompetensia Serviks dengan riwayat pemasangan sirklase pada usia 20 mg di JIH ( 30 Maret 2009) dan dengan tiroid yang hipo.  Riwayat bayi setelah dilahirkan yang saya tahu dari dokter adalah sepsis dan anemia. Dirawat di NICU 9 hr, di SCN 1,  5 hari dan di SCN 2 5 hari. Terakhir, di ruang Kangguru selama 22 hari.   

Alhamdulillah, tumbuh kembang Rumaisya yang baik membuat ia menjadi model bayi kangguru yang sukses menyusu ASI sekaligus  ibunya yang sukses merawat bayi prematur. Sekarang dalam 6 bulan usianya, berat Rumaisya sudah 5800 gr dan panjangnya 60 cm. Masalahnya masih sama (anemia) dan masih dalam pantauan dokter anak di RSCM.  Suka duka merawatnya adalah pengalaman paling berharga dalam hidup saya sepanjang masa. Sejak pertama kali melihatnya tergeletak terkulai dalam inkubator dengan selang infus, selang monitor, dan bantuan nafas di hidungnya,  dada ini terasa akan meledak dan hati sedih sekali. Namun entah mengapa ada keyakinan bahwa anak saya pasti akan ditolong oleh Allah SWT.  

Sempat terjadi perselisihan antara suami saya dan ibu saya. Maklum orang tua jaman dulu kalau setelah bayi lahir, ibunya  harus istirahat, pake jamu-jamuan dan di balut perutnya dengan stagen dan belum boleh kemana2 sampai 40 hari.  Namun waktu itu setelah hari ketiga melahirkan saya tidak bisa tenang.  Saya ingin tahu keadaan anak saya.  Suami sayalah yang menemani dia sehari-hari selama di sana, karena selama di NICU banyak obat yang mesti  ditebus.  Saya dan suami berontak untuk menengok anak saya setiap hari kesana. Karena saya yakin dengan kehadiran saya kesana setiap hari,  menyentuhnya dan mengajaknya bicara pasti semangat hidupnya akan berangsur bangkit.  Saya ikuti naluri keibuan saya walau harus berdebat dengan orangtua saya. Harap-harap cemas setiap hari,  apakah anak saya akan lama disini. Kapan dia bisa segera pulang?  Saya salut sama suami saya yang tegar dan konsisten menjalani semua ini.  Kalau obat pas lagi enggak ada di Cipto, dicarinya ke mana pun. Rumaisya semangat hidup saya. Pertama kali belajar bersentuhan dengan dia melalui program mother kangguru, hati saya tumpah ruah bahagia bercampur sedih melihat kondisinya dengan selang di mulutnya, monitor yang menunjukan nadinya kadang naik kadang melemah, sampai ketika monitor berangsur dilepas, dekapan eratnya yang membuat saya yakin dia pasti sehat dan selamat atas izin dari Allah.

 

Akhirnya betapa bahagianya ketika anak saya dan saya diminta untuk masuk mengikuti program kangguru yang intensif.  Perjalanan dari gedung PJT ke Gedung A RSCM agak jauh juga, sempat anak saya lunglai selama perjalanan ke gedung A sampai masuk inkubator biasa sementara. Saya sampai menangis dan ketakutan. Tapi Allah Mahabaik dan Mahamemberi kepada saya.  Rumaisya sehat kembali dan sehari-hari saya merawat dia di ruang kangguru. Saya jalani selama 20 hari dengan ASI eksklusif. Walau waktu itu cuma sendirian di ruangan itu, tidak ada rasa takut sedikitpun.  Yang ada hanya tabah dan bahagia.  Saya bisa memeluknya dan mendengarnya menangis dan menyusu langsung ke payudara saya. Hari demi hari saya lalui berdua,  sampai akhirnya ada  beberapa ibu-ibu yang punya masalah bayi prematur lainnya berdatangan. Tapi memang bayi sayalah yang  terkecil di ruangan itu. Dan cuma saya yg masih konsisten dg ASI…..

 

Keterangan foto :

1. Rumaisya dengan ibunya

2. Seorang ibu (bukan ibunya Rumaisya) sedang melakukan metode kangguru untuk bayinya yang seberat 1950 gram

24 thoughts on “Kisah Seorang Ibu dengan Bayi Prematurnya

    • prematur itu berkaitan dengan umur, yaitu bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan kurang bulan (usia kurang dari 37 mg). Beratnya umumnya kurang dari normal (2500 gram). Bila nutrisi serta kondisi umumnya baik, maka pertumbuhan selanjutnya boleh dikatakan normal. Cukup banyak buku2 yang menceritakan tentang prestasi dari anak2 yang dulunya lahir prematur. Namun, bayi preamtur menghadapi risiko yang besar saat ia lahir, terutama adalah ketidakmatangan paru, risiko infeksi yang lebih besar, serta risiko lain. Setelah ia berhasil melampaui masa-masa sulit itu, insya Allah pertumbuhan selanjutnya normal.

  1. dok nanya:) katanya kalau lahır dı usıa kandungan 7 bulan dıbılang normal tapı kalau 8 bulan dısebut lahır prematur juga..penjelasan medısnya bagaımana? bukannya 8 bulan lebıh cukup umur kandungannya

    • aaah, itu kan mitosnya orang Jawa, mbak Rahma. Dikatakan cukup bulan itu kalau usia kehamilannya minimal 38 pekan, dihitung dari HPHT. Kalau sebelum 38 pekan ya namanya kurang bulan alias preterm atau suka disebut dengan prematur

  2. Aq mau tanya dok anak saya lahir prematur 2.300kg sekarang umurx 9 bln berat badanx 6 lebih tp anakx aktif sekarang udah belajar berdiri, aq mau tanya apakah anak saya beratx normal pa gak soalx sama org puskesmas di suruh ikut anak yg kurang gizi mohon jawabanx?

    • Kalau lihat berat lahirnya, berat 6 kg tsb normal. Patokannya, usia 6 bln, beratnya 2 kali berat lahir, dan usia 12 bulan, beratnya 3 kali berat lahir. Masih dapat ASI, kan? Pastikan juga imunisasinya lengkap. Kalau dilihat di KMS, seharusnya berat badan selalu meningkat meskipun sedikit. Salam buat si kecil

  3. Dok,saya mau nanya nih. Anakku lahir prematur dengan berat 1224 dan panjang 39cm. Sekarang usianya 3bulan dengan berat 3.9 dengan panjang 54cm. Normal ga dok?

  4. maaf dok saya mau tanya apakah bisa bayi lahir di usia 7 bulan lebih memiliki berat badan ideal sampai 3 kg lebih dengan panjang sekitar 50 cm ….mohon penjelasanx

    • maksudnya, bayi lahir di usia kehamilan 7 bulan, tetapi berat badannya 3 kg dan panjangnya 50 cm? Begitukah yang dimaksud? Ada 2 kemungkinan. Pertama, bayi tersebut masuk ke dalam golongan BMK (besar masa kehamilan), yaitu bayi “giant’, yang umumnya dilahirkan dari seorang ibu yang menderita diabetes yang tidak terkontrol. Nanti pas 9 bulannya bayi2 ini bisa mempunyai berat sampai 5 kg. Kemungkinan kedua, salah hitung usia kehamilan! Tapi dari pemeriksaan bayi baru lahir nantinya bisa diketahui apakah bayi 3000 gram tersebut prematur tapi gemuk atau cukup bulan. Ada tanda-tanda fisiknya.

  5. Assalamualaikum
    Saya baru melahirkan bayi prematur, Asia 32mg, bb 1, 8kg
    Yg Mau saya tanyakan, bagaimana tahapan penanganan bayi di di NICU, karena sampai saat ini(8 hari) bayi blm diberi ASI , dan badannya terlihat jauh lebih kecil dari saat lahir
    Adakah batasan /jangka waktu masa kritisnya?
    Mohon penjelasannya, Terimakasih
    Wassalamualaikum

    • bayi prematur sangat rentan terhadap distress napas dan juga infeksi. Mungkin para dokter yang merawatnya di NICU masih menganggapnya belum stabil. Lamanya masa kritis sangat individual sekali, tiap bayi, dengan kasus yang berbeda, berbeda pula responnya terhadap dunia luar. Kalau badannya terlihat jauh lebih kecil, mungkin bisa ditanyakan kepada para perawat yang bertugas, berapa sekarang berat badannya. Semga saat sekarang ini Asia sudah lebih kuat lagi dan sudah diperbolehkan mendapat ASI langsung dari ibunya. Aamiin

  6. Subhana allah bu. Aku juga sama kaya ibu dan muka ibu mirip almarhum mamah ku. Kehamilanku yg pertama membuatku tidak tau apa itu kontraksi apa lagi sudah tidak ada ortu dan mertua. Jadi kami berdua hanya konsul ke dokter kandungan dari sebelum hamil. Dokterku menyatakan aku dan dede ku sehat. Sehingga aku kerja seperti biasa maklum aku dan suami hanya guru honorer apa lagi sepeninggal ortu aku dititipinkan amanah adik yang msh smk dan nenek. Jadi pagi dan sore aku mengajar di 3 smk seminggu full hari libur aku mengkreditkan kan barang di keliling desa dan desa desa sekitar suami yang blnja. Kadang kalau sekolah pulang cepat aku langsung keliling kampung. Yah maklumlah kebutuhan ekonomi apa lagi suami masih kuliah. Kandunganku tanpa masalah sampai usia kandungan 25 minggu aku merasa kontraksi. Waktu tu aku lagi ngajar aku ijin pulang karena suami sedang kuliah dan dirumah cuma ad nenek aku bertanya ma nenek perutku mulas nenek cuma menyuruh ku makan lalu aku istirahat. Sore suami ku pulang dari kuliahnya di jakarta aku cerita ma suami dan karena perutku sudah mending aku dan suami pergi menjenguk ayah suamiku yang sedang sakit stroeke (mklum hanya dia orang tua yang kami punya sekarang jadi biar perut sakit aku nekad pergi) di rumah ayah suami perutku mulas kembali dan kami pulang. Besok ya kamis sore kami pergi ke dokter kandungan yang lain karna dokteryang biasa ya sudah ad masalah dengan kelahiran keponakan suami ku sebulan yang lalu (sebut saja dokter D). Jadi aku harus menempuh jarak aga jauh maklum aku tinggal di daerah karawang pedalaman. Sayangnya sampai klinik dokternya sedang tidak bertugas. Akhirnya aku dan suami kembali kerumah. Esok ya perutku mulas dan rasanya semakin parah nenekku menganjurkan untuk diurut. Akhirnya suami memanggil dukun paraji (dukun yang biasa membantu melahirkan) rasanya pas diurut sakit Ya minta ampun. Setelah diurut tak ad perubahan. Tapi aku tetap melakukan aktipitas biasa memasak selesai makan malam bersama suami perut ku mulas kemabali dan semakin sering dengan rasa mulas yang makin. Akhirnya aku meminta suami mengantar ke bidan dan bidan bilang kontaksi prematur. Sakit rasanya tapi lebih sakit hati karena aku tau apa itu kontraksi prematur dan resiko ya terlebih lagi anak yang ad di kandunganku. Akhirnya bidan merujukku ke klinik terdekat tempat dokter D bertugas sempat. Aku menolak tapi dengan alasan keselamatanku bidan menyakinkanku dan suami. Aku di rawat di klinik tersebut semalam sabtu sore setelah di usg dokter D mengijinkanku pulang dan bilang aku beserta bayi di kandunganku sehat dan yang terjadi pada ku bukan kontraksi itu cuma akibat keputihan. Aku bahagia sekali apalagi pas usg diketahui jenis kelamin bayi ku laki-laki (maklum usg sebelum-sebelumnya belum diketahui jenis kelaminny) sesampainya dirumah tante ku menyuruhku mandi lalu makan dan minum obat lalu dia pulang mungkin lelah menemani ku di klinik bersama suamiku. Tapi beberapa menit setelah minum obat kembali mulas dan kali ini mulas nya benar benar tidak dapat ditahan tapi ku putuskan untuk kekamar kecik saat ku lihat kebawah kulihat darah keluar dari miss V ku. Aku memanggil manggil suami namun suami tidak percaya klw darah kluar dari miss V ku setelah melihat sendiri dia pun langsung menelpon kakak iparnya dan aku menelpon tante ku. Akhirnya aku dibawa kerumah sakit namun karna waktu sudah malam dokter kandungan pun sudah pulang. Bidan yang bertugaspun menjelaskan aku sudah pembukaan 2 dan esoknya dokterpun pun membawa ku keruangannya untuk di usg ternyata pembukaannya masih dua dan doter menyarakan aku untuk diikat akat pun setuju. Aku diminta untuk berpuasa karna sore nya pukul 16.30 aku menjalani pengikatan jalan rahim. Akhirnya pukul 16.30 aku masuk ruang oprasi setelah dibius dokter kandungan pun bersiap untuk mengikat namun ketubanku sudah menonjol kluar sehingga pengikatan pun urung dilakukan. Mata yang mulai mengantuk karna pengaruh obat bius pun langsung tersadar pas dokter bilang maaf bu ketuban sudah menongol dan kami tidak bisa melanjutkan. Trus gimana dokter dalam ikhlas namun rasa sakit hati yang besar aku bertanya pada dokter trus upya pencegahan apa lagi dok yang bisa dilakukan?. Obat dokter menjawabnya. Lalu dimana suami ibu tanya ya padaku. Diluar dok jawabku singkat. Lalu dokter menemui suamiku dan aku kembali ke ruanganku. Aku tidak tidur semalaman karna sampai obat bius hilang reaksinya pukul 3 pagi. Aku kembali keruang ruang bersalin karena aku kembali merasakan kontraksi bidan trus memberiku obat penguat paru paru dan pencegah supaya pembukaan tidak bertambah namun siasia senin jam 23.50 muhammad abidzar pun lahir dengan berat 720 gram jagoanku cuma bertahan diruang NICU sehari karena selasa jam 23.00 abi kembali ke sisi sang maha. Setelah ku mengatahui hasil usg klw dirahimku masih ada sisa darah dan aku harus dikuret esok pagi dan di rahimku ad miom 4,54cm sakit sekali hati ini. Selesai dikuret esoknya aku aku kembali ke rumah karena di rs aku tak kuat melihat bayi lain dan. Selalu ingat abi ku. Setelah pulang sekitar missa V ku mengalami impeksi akibat kuret untuk buang air kecil pun rasanya sakit sekali. Pas kontrol pertama aku dipriksa dokter yang menanganiku dan dokter berfokus pada imfeksi ku. Setelah kontrol kedua alhamdulillah infeksi ku sembuh. Namun doktrr berkata kalau mion ku harus dioprasi dotrerpun merujuk ku rumah sakit hasan sadikin bandung. Namun aku dan suami belum melakukan oprasi karena troma kejadian kemarin pasca kuret dan terutama uang tabungan kami hamis baut biasa rumah sakit kemarin maklum kemarin kami masuk rumah sakit swasta. Aku dan suami menggunakan herbal dan berniat mengecek hasilnya tanggal 6 januari sehabis aku nifas sekalian aku KB. Minta doanya supaya aku dan suami mempunyai keturunan yang banyak. Amin

    • saya turut bersimpati atas kejadian yang mbak alami. Semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik. Untuk ke depannya, jikalau sudah diberi anugerah hamil lagi, mohon dari awal sudah kontrol ke dokter dan ceritakan kejadian kehamilan pertama yang gagal tersebut. Kalau memang yang kemarin itu disebabkan oleh mulut rahim yang sudah membuka di kehamilan trimester 2, ada kemungkinan harus dilakukan pengikatan ulang. Namun tentunya semua itu harus melalui pemeriksaan yang seksama. Keputihan yang berlebihan di saat hamil juga harus diwaspadai, karena mungkin saja itu sautu infeksi. Dan infeksi genitalia pada kehamilan rawan menyebabkan kontraksi prematur. Dan satu lagi…..jangan sekali-kali melakukan pijat / urut di saat sedang hamil!! Semoga semuanya segera pilih, mbak. Aamiin

  7. Dok, mw tanya. Adik saya melahirkan saat usia kandungannya 22 minggu. BB baby nya 2,7kg. Sejak awal kehamilan adik saya d suntik setiap bulannya (entah suntik apa) smp adik saya gemuk sekali (2-3x lipat BBnya dgn yg normal) Dokter bilang akan ada masalah di paru2 babynya. Mohon penjelasannya, dok. Tks

    • Tampaknya ada yang perlu diralat, mbak. Usia kandungan adik saat melahirkan bayinya sepertinya bukan 22 minggu. Mungkin 32 minggu ya. Atau lebih? Mengingat berat bayinya 2700 gram. Bayi prematur memang punya risiko belum sempurnanya kematangan paru. Untuk itu biasanya dokter sudah menyiapkan cairan untuk membantu pematangan paru yang disebut surfaktan. Tetapi mengenai suntikan yang diberikan kepada adik sejak awal kehamilan sampai menyebabkan gemuk sekali, saya tidak dapat menjawabnya. Silakan ditanyakan langsung kepada dokter yang memberikan, ya. Salam untuk adik

  8. Mbk.bagaimana kondisi rumaisya saat ini ?
    Apa tumbuh kembang nya sama sperti anak pada umum nya ?
    Saat ini sy sedang hamil 23 minggu . Dan ketuban rembes keluar terus .. dokter sudah menyarankan untuk dilahirkan . Tp saya masih sangat bingung .. krn berat janin saya masih 650 gr .
    mohon sharing nya ..trimakasi sblmnya

  9. Bantu saya,, 22 sept 2015 jam 17.00 qib aq mlahirkan bayi perempuan prematur dg usia kandungan 28 minggu. Bayi q lahir dg BB 1.150 kg dan P 40cm. Bantu saya dlm merawat bayi saya.

  10. Adik rumaisya dan ibunyaapa khabar sekarang, saya ingin sekali berkomunikasi dgn beliau, anak ke dua saya lahir tgl 24 sept 2015 premature usia 32 minggu dengan berat badan 1085 gram dan masih di NICU sampai hari ini. Hari ini sudah mulai diberikan ASI utk mencoba pencernaan nya. Mudah2an ibunda rumaisya bisa utk berbagi pengalaman nya. Trimakasih.

  11. ini situsnya masih dibukakan dok? soalnya saya mw nanya ni dok, tadi mlm istri saya melahirkan bayi prematur, usia kandungannya baru 6 bln, bobotnya 1180 gram,. apa masih ada harapan hidup lama dok? sedangkan saya orang g punya, untuk cari makan aja susah, di tambah bayi lahir prematur, saya minta tipsnya dok, cara merawat bayi dirumah hingga besar.., tolong kasih tw y dok, ini anak pertama kami..

    • Pak Juna, utk bayi dg berat lahir 1180 gram memang berisiko gagal napas dan penyakit2 infeksi. Sebaiknya dirawat di Rumah Sakit. Bapak ada di kota mana? Saran saya, bapak bisa menggunakan fasilitas BPJS.
      Sementara di rumah, jaga kehangatan bayi. Bisa pakai metode bayi kangguru. Yaitu bayi didekap langsung kena kulit. Jangan lupa ASI. Untuk menetek langsung mungkin sulit. Coba minta bantuan ke bidan terdekat. Salam utk istrinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s