Melangkah ke Gaza (2) – Syal dari Perdana Menteri

Sungguh sebuah kehormatan tatkala kami mendengar berita bahwa PM Palestina, Dr. Ismail Haniya berkenan menerima tim Bulan Sabit Merah Indonesia, di kantornya.  Tak masalah, meski jadwal berubah dari jam 16 menjadi jam 14, dan chaperon dari MOH (Ministry of Health), brother Umar dan Adham sudah mewanti-wanti supaya seluruh anggota tim sudah harus berkumpul di kantor RS Al Shifa pada jam 13.  Memang, setelah pada pagi harinya diadakan acara penyerahan bantuan alat-alat medis di halaman depan RS Al Shifa, maka kami para dokter langsung menyebar sesuai spesialisasi masing-masing.  Kami melakukan orientasi dan berdiskusi seputar permasalahan klinik.

Sedikit saya ceritakan tentang alat-alat medis yang diserahkan kepada RS Al Shifa.  Semenjak kunjungan tim BSMI ke Gaza pada Januari 2009 yang lalu memang komunikasi terus terjalin dengan MOH Palestina.  Salah satu hasil dari komunikasi intensif tersebut adalah diresponnya itikad BSMI untuk memberikan bea siswa bagi dokter Palestina (Gaza) yang berminat untuk menempuh pendidikan spesialisasi di Indonesia. Selain itu pihak RS Al Shifa juga mengajukan permintaan bantuan alat medis yaitu instrumen untuk bedah tulang belakang (fiksasi spinal).  Kami pun berusaha memenuhi permintaan seharga 3 buah mobil Avanza tersebut.  Itu belum terhitung dengan sekopor obat antibiotik, gips dan jarum bedah, juga segepok buku teks Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Anestesi.  Untuk Al Shifa Maternity Hospital (bagian kebidanan) diberikan sebuah alat perekam detak jantung janin (kardiotokograf), yang segera disambut oleh dr. Ahmed Madhoun, sang kepala bagian dengan pertanyaan:
“ Kertasnya print outnya ada sekalian, kan?”
Yah, memang selama ini yang menjadi problem bagi kalangan medis di Gaza adalah keterbatasan suku cadang termasuk persediaan bahan habis pakai.

Setengah berlari saya mengakhiri acara ‘jalan-jalan’ sambil diskusi ke seluruh pelosok Al Shifa Maternity Hospital. Bagian kebidanan ini memang terpisah agak jauh dan merupakan cabang yang mandiri karena sejak dari UGD sampai ICU nya terpisah. Jam sudah menunjuk ke angka 1 (lebih lambat 4 jam dari BBWI).  Bis dari Ministry of Foreign Affairs yang akan membawa kami sudah siap di halaman. Brother Adham, yang dijuluki “Mr. Quickly” karena saking seringnya ia meneriaki kami supaya cepat, sudah agak senewen.
“Ayo, segera naik bis. Makan siang nanti saja. Kita sudah ditunggu!”.
Dalam hati saya menggumam: “Seberapa besarnya sih, Gaza ini.  Semacet-macetnya (dan memang macet, sih) juga masih keburu kok”.

Benarlah, tak sampai sepuluh menit berjalan,  bis sudah memasuki halaman kantor perdana menteri.  Sebelumnya sudah ada pemberitahuan bahwa segala jenis tas tidak boleh dibawa.  Ponsel dimatikan dan kamera (untungnya) boleh dibawa.
Kami dipersilakan masuk ke ruang pertemuan yang sejuk berkarpet yang sudah tertata rapi. Kursi diatur berderet dan meja kecil di depannya.  Di atas meja tersebut sudah tersedia minuman jus buah dalam botol serta sepotong (besar) cake coklat dalam piring.  Yummy juga…. . Protokol berseliweran sibuk mengatur sana sini, namun sama sekali tak tertangkap kesan sangar dan sebangsanya.  Semuanya serba ramah dan santun. Padahal ini adalah acara dengan pimpinan tertinggi Palestinian Authority.            
PM DR. Ismail Haniyya yang muncul kira-kira 15 menit kemudian juga tak kalah sederhana.  Beliau bahkan hanya mengenakan kemeja putih lengan panjang.  Tanpa jas sebagaimana para stafnya.  Demikian juga susunan acaranya.  Setelah semua duduk pada tempatnya, ketua BSMI lagsung dipersilakan memberikan sambutan.  Sesuai dengan kaidah acara internasional, maka sambutan diberikan dalam bahasa Indonesia.    Dan penterjemah kami, seorang mahasiswa Al Azhar, Irsyad, telah melakukan tugasnya dengan baik.


Dr. Basuki sebagai ketua umum BSMI, setelah memperkenalkan seluruh anggota timnya, kemudian   menyampaikan salam persaudaraan atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia kepada YM PM Ismail Haniya dan seluruh warga Palestina khususnya Gaza.  Secara khusus, disampaikan pula salam dari ketua parlemen Bapak Marzuki Ali dan bapak DR. Hidayat Nur Wahid.  Kemudian beliau menyebutkan bantuan yang dibawa oleh BSMI kali ini, yaitu bantuan dana, alat-alat medis dan buku teks kedokteran kepada RS Al Shifa, alat praktikum untuk mahasiswa kebidanan di UCAS, dan bantuan bea siswa kepada dokter Gaza.  Serta yang unik adalah hadiah 1 boks bola futsal dari Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga RI. Perlu dicatat, bahwa seluruh bantuan tersebut dananya berasal dari donasi kaum dermawan di Indonesia. Harapannya, bola ini dapat menjadi lambang persahabatan Indonesia Palestina.


Sementara itu dalam pidato balasannya DR. Ismail Haniyya mengucapkan terimakasih atas sambutan BSMI yang indah, serta membalas salam kepada pemerintah dan rakyat Indonesia. Bahkan, secara khusus beliau mengundang presiden SBY untuk datang ke Gaza (wow! ).   Dikatakan oleh beliau bahwa masalah Palestina adalah tak hanya masalah kemanusiaan, namun terselip juga permasalahan politik.  Meski diakui PM, peristiwa tragis kapal Mavi Marmara membawa dampak positif juga. PM juga sangat terkesan dan berterimakasih dengan program bea siswa yang BSMI berikan kepada dokter Palestina.

Yang juga membuat kami surprised adalah, PM berkenan memberikan cindera mata kepada masing-masing anggota rombongan.  Sekali lagi…masing-masing! Bukan hanya ketua tim saja.  Untuk pria diberikannya sebuah syal khas Palestina bergambar Al Quds.  Namun yang ini istimewa karena di syal tersebut tertera tanda tangan beliau! Sedangkan untuk perempuan beliau berkenan menyelempangkan syal bermotif tusuk silang.  Saya tahu, tusuk silang ini adalah kerajinan khas Palestina juga. Dan kapan lagi dapat selempangan syal dari sang pemimpin di Gaza….(nin)

Keterangan foto :

1. PM Ismail Haniya menerima cindera mata dari BSMI

2. Ketua Umum BSMI melaporkan kegiatan BSMI di Palestina

3. Penyerahan cindera mata berupa syal Palestina

4. Di depan kantor PM

2 thoughts on “Melangkah ke Gaza (2) – Syal dari Perdana Menteri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s