Bogor Islamic Book Fair…. si Imut yang Bersemangat Tinggi

Tadinya tidak berniat singgah di Bogor.  Tetapi berita kemacetan total di jalur Puncak membuat kami memilih untuk rehat sejenak di Bogor dan baru melanjutkan perjalanan ke Mega Mendung di malam harinya.  Ternyata hotel transitnya berdekatan dengan Masjid Raya Bogor, tempat diselenggarakannya Bogor Islamic Book Fair.  Waah…kesempatan ini pantang disia2kan. 

Akhirnya, bersama kedua anak terkecil saya yang masih di SD (cuma mereka berdua inilah yang masih mau ikut kemana-mana), kami jalan kaki menuju ke IBF Bogor.

Di tempat acara…”Lho, dimana Book Fairnya, ummi?” tanya Abdurrahman yang kelas 2.

Oooh…rupanya yang terbayang di benaknya adalah IBF di Istora Senayan Jakarta dengan ratusan standnya yang tak habis dijelajahi dalam sehari!  Di IBF Bogor, dengan jumlah stand cuma sekitar 20 an (buku dan multiproduk), memang jadinya lebih mirip bazaar.  Kami  2 X keliling seluruh arena sebelum pulang.  Tapi, di sinilah saya menemukan 2 buku Tere Liye yang terbaru; “Burlian” dan “Pukat”, yang sayangnya ‘cuma’ didiskon 10% (he…he…bukankah salah satu tujuan ke IBF adalah berburu buku ‘low price n high value’ ??).  Juga saya dapatkan buku lama dari Rizki Ridyasmara (setelah menamatkan The Jacatra Secret, saya jadi penasaran dengan buku karangannya yang lain), berjudul “Singapura, Basis Israel di Asia Tenggara”.

 

Si bungsu, yang barusan menang lomba Rubik (dia tidak tahu waktunya, yang jelas di bawah limit 2 menit!)…dia menemukan rubik 2 x 2 yang sudah lama diidamkannya. Padahal, kemarinnya baru dapat hadiah ‘rubik bolong’ (Rubik 3 x 3 tapi di tengahnya bolong…ada-ada saja).

Jadi, meskipun berskala ‘imut’ IBF Bogor tetap memberikan kejutan.  Maju terus dunia perbukuan Islam.

Pindahan MP, 30 Mei 2010.

 

2 thoughts on “Bogor Islamic Book Fair…. si Imut yang Bersemangat Tinggi

  1. wow, saya yang tinggal di bogor malah ga tau kalo lagi ada IBF (-_-“)
    tapi beberapa kali dtg IBF di Bogor yang tempatnya imut (PPIB) tapi emang suka nemu buku2 yang susah ditemukan di tempat lain… btw, bu dokter, anaknya hebat, kecil-kecil udah jagoan maen rubik, pasti cerdas banget, umurnya brp tahun bu?

  2. Ehm, sori, tulisan itu kan copas dari Multiply (blog lama) tertanggal 30 Mei 2010. Jadi bukan IBF saat ini. Anak saya belajar rubik dari kakaknya dan dari internet. Waktu itu kelas 2, sekarang kelas 5 SD. Terimakasih sudah mampir ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s