Darah Tali Pusat, Dibuang Sayang

Setelah bayi lahir, maka tali pusat dipotong dengan menyisakan sekitar 3 cm di perut bayi. Tunggul tali pusat sepanjang 3 cm ini nantinya akan mengering dan putus dengan sendirinya. Bekas tunggul tali pusat inilah yang kita kenal sebagai pusar.

Sedikit tebakan : setiap orang di dunia ini pasti mempunyai pusar, kecuali 1 orang. Siapakah dia? Silakan dipikirkan sendiri jawabannya.

Sementara itu, sisa tali pusat yang panjang, masih terhubung ke plasenta. Selama plasenta masih menempel di dinding rahim maka tali pusat itu masih akan mengeluarkan darah. Darah inilah yang dikenal dengan nama darah tali pusat. Keluarnya darah tali pusat ini tak berlangsung lama karena umumnya sebelum 30 menit plasenta sudah akan terlepas dari dinding rahim dan dikeluarkan lewat vagina. Setelah plasenta lepas, maka aliran darah talipusat pun berhenti.
Darah tali pusat ternyata diketahui kaya dengan sel induk / sel punca (stem cell) , yaitu sel pembentuk darah dan sistem kekebalan tubuh. Sel induk  ini juga ditengarai berpotensi membentuk jaringan saraf, kulit, tulang, jantung, dan organ2 endokrin.

Tali Pusat dengan pembuluh darah yang berwarna kebiruan (koleksi pribadi)

Apakah sumber sel induk  hanya berasal dari darah tali pusat? Ternyata tidak. Di dalam tubuh kita, terdapat juga sumber sel induk  lain yaitu dari sumsum tulang belakang dan dari darah tepi.
Karena sel induk  berpotensi membentuk jaringan baru, maka dapat berfungsi sebagai penyembuh penyakit. Penyakit yang dapat disembuhkan dengan sel induk tersebut di antaranya adalah : leukemia, thalasemia, penyakit sumsum tulang, penyakit metabolik, penyakit defisiensi imun, lupus, ITP, dan masih banyak lagi.

Bagaimana penggunaannya? Sebetulnya mudah. Yakni, ketika sepasang orang tua sudah memutuskan untuk menyimpan darah tali pusat anaknya, maka pada saat persalinan mereka harus mengomunikasikan keinginannya tersebut kepada lembaga penyimpan darah tali pusat, dan tentu saja kepada dokter penolong persalinan. Sehingga pada saat bayi lahir dan tali pusat dipotong, maka dokter penolong persalinan kan mengambil darah yang berasal dari tali pusat yang menempel di plasenta. Darah ini dimasukkan dalam sebuah kantung khusus. Biasanya darah tali pusat ini terbuang begitu saja. Kantong yang berisi darah tali pusat ini kemudian segera diproses di laboratorium untuk dipisahkan sel induknya.

Dengan teknologi canggih, seratus jutaan sel induk tersebut disimpan sampai suatu saat nanti dibutuhkan. Penggunaannya, terutama untuk si empunya darah sendiri, tapi bisa juga untuk saudara kandung atau orang tua kandungnya. Yang jelas semakin dekat hubungan pertalian darahnya maka kemungkinan sel induknya cocok semakin besar. Ada sebuah contoh kasus di Singapura, seorang anak laki2 didiagnosa terkena leukemia. Sang ibu segera mengambil keputusan untuk hamil lagi dan memberikan adik bagi anak laki2nya tersebut. Salah satu tujuannya adalah, mengambil darah tali pusat dari bayi yang baru dilahirkannya dan kemudian sel induknya digunakan sebagai terapi si abang yang sedang sakit leukemia.

Tentu saja untuk pemrosesan pemisahan sel induk dari darah dan penyimpanan bertahun-tahun bahkan bisa belasan hingga puluhan tahun itu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

(nin) (bahan : cordlife)

Gambar : tali pusat, tampak pembuluh darah yang berwarna kebiruan (koleksi pribadi)

10 thoughts on “Darah Tali Pusat, Dibuang Sayang

    • Ada perusahaan yang bergerak khusus di bidang penyimpanan tali pusat ini. Di Indonesia ada 2 atau 3 perusahaan gitu. Jadi, kalau punya rencana menyimpan darah tali pusat anak, maka sejak kehamilan sudah harus mendaftar, sekaligus menyelesaikan adminnya. Sehingga pas bayi lahir petugas bisa langsung meluncur ke rumah sakit/klinik tempat lahir bayi tersebut untuk mengambil darah tali pusat. Setelah diproses untuk diisolasi sel puncanya, maka seterusnya disimpan di perusahaan tersebut, dan ortu tinggal bayar saja biaya sewa pertahunnya. Ada juga asuransinya, kalau2 pas dibutuhkan (entah berapa puluh tahun lagi), ternyata sel puncanya rusak……..

  1. Dua orang Bu yang ga punya tali pusar…Adam dan Hawa. Kan Hawa tidak diciptakan lewat persalinan. Siapa yang melahirkan Hawa ? Adam gitu ? Hawa langsung diciptakan dari tulang rusuk Adam tanpa proses persalinan hehe. Hadiah buat saya dipaketkan saja ya Bu :)….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s