Dari Sepasang Suami Istri Menjadi Sepasang Orang Tua, Ini Kiatnya

Tak jarang saya didatangi oleh sepasang penganten baru. Usia pernikahan mereka baru dalam hitungan bulan, belum genap setahun. Usia mereka pun masih tergolong muda. Masih terbilang akhir duapuluhan, dan sang istri masih belum lewat 25 tahun. Sebenarnya tak ada gangguan kesehatan pada diri mereka berdua. Tujuan mendatangi dokter kandungan adalah untuk memastikan bahwa keduanya ‘subur’.
Lho, kenapa kok ragu dengan status kesuburan diri sendiri?
Sang istri sontak menjawab: “Habis, kok saya belum juga hamil, dok?”
“Padahal teman kami yang nikahnya bareng sekarang istrinya sudah hamil 3 bulan!”, sang suami menimpali.
“Lah, memangnya pertandingan. Adu cepat? Duh…yang lagi semangat.., ”, gumam saya disambut ketersipuan mereka.

Gambar

Bukan Pertandingan

Menunggu kehamilan, apalagi bagi penganten baru memang bisa jadi harap-harap cemas. Meskipun seharusnya tak perlu disikapi sampai berlebihan. Tenang saja, karena data menunjukkan bahwa sebanyak 80 % pasangan akan mendapatkan kehamilan pada satu tahun pertama semenjak pernikahannya.

Tentu sejumlah syarat mesti dipenuhi, yaitu :

  • Hidup serumah (mana mungkin hamil kalau suami/istri sedang tugas belajar di luar negeri),
  • Berhubungan intim teratur, dalam hal ini sekitar 2-3 hari sekali ( ada juga pasangan yang karena alasan kelelahan setelah bekerja, melakukan sanggama hanya 2-3 kali sebulan. Kalau yang beginipeluang segera hamil akan berkurang)
  • Tidak menggunakan kontrasepsi (misalnya, istri sedang terikat kontrak yang ada larangan hamil, sehingga untuk sementara menggunakan kontrasepsi)

Gaya Hidup Sehat, Mutlak

Terapkan juga gaya hidup sehat dan seimbang seperti di bawah ini:

  • Menyeimbangkan antara kebutuhan jasmani (makan,istirahat, olahraga) dengan kebutuhan ruhani (ibadah wajib, sunnah, dzikir, tilawah), dan kebutuhan intelektual (belajar, membaca, dan kegiatan yang mengasah intelektualitas lain)
  • Tidak merokok (baik sebagai perokok aktif maupun perokok pasif.
  • Perhatikan juga lingkungan dan teman sekerja. Jangan berada di tengah lingkungan para perokok)
  • Tidak minum alkohol apalagi narkoba!
  • Mengurangi sedapat mungkin polutan masuk ke dalam tubuh kita (yang paling tidak disadari adalah polutan jalan raya, karena itu pergunakan masker apabila berkendara dengan motor)
  • Makan makanan ‘4 sehat 5 sempurna dan 6 halal’ (minimalkan menyantap makanan siap saji )
  • Menjaga Berat Badan tetap proporsional (dihitung dengan rumus Indeks Massa Tubuh). Apabila dijumpai ketidakseimbangan (overweight atau justru underweight silakan segera dikoreksi)
  • Boleh mengonsumsi suplemen yang bersifat antioksidan (vitamin E) dan asam folat sebagai persiapan pra konsepsi

Tambahan tugas untuk istri :

  • Biasakan mencatat tanggal hari pertama haid setiap bulannya. (catatan bisa berupa melingkari angka-angka di kalender, mencatat di buku khusus, atau bahkan mencatatnya di gadget)
  • Untuk melengkapinya, bisa ditambahkan catatan perubahan-perubahan pada tubuh yang berkaitan dengan siklus haid (misalnya: adakah keputihan menjelang haid ? berapa hari mengalami nyeri perut saat haid? adakah perdarahan di tengah-tengah siklus haid?

Nah, pasangan yang sudah memenuhi sederet persyaratan di atas namun belum juga memperoleh kehamilan di tahun pertama maka sebutannya adalah pasangan subfertil. Pasangan ini seyogyanya segera berkonsultasi ke dokter kandungan secara bersama-sama.

Sehingga tidak berlaku pernyataan: ”Istri saja dulu yang diperiksa. Kalau nanti tidak terbukti mandul baru saya sebagai suami bersedia diperiksa”. (nin)

13 thoughts on “Dari Sepasang Suami Istri Menjadi Sepasang Orang Tua, Ini Kiatnya

  1. ihiyyy… mau tanya juga donk dok… (:
    emangnya kalau ibu hamil harus minum susu? apa gak bisa kalau cuma makan2an bergizi? trus, emangnya seorang anak setelah lepas ASI (setelah umur 2 tahun) harus dikasih susu formula juga?
    kalau saya inget2, saya nggak pernah dikasih susu formula, tapi kok ibu2 sekarang pada lomba beli susu formula terbagus buat anaknya deh…

    terima kasih, dok… *padahal belum punya anak dan belum nikah, udah nanya2 :p*

    • banyak juga pertanyaannya….dijawab satu-satu ya.
      1. Tidak harus minum susu (hamil). Susu adalah minuman padat gizi yang praktis. Yang dibutuhkan dari susu adalah kalsium dan protein. Jadi kalau gak suka susu ya suplemen kalsiumnya harus bagus dan ditambah multivitamin. Tidak ada keharusan memngonsumsi susu hamil, tapi segala jenis susu dan produknya diperbolehkan.
      2. Bayi lepas ASI juga tidak harus susu formula, bisa juga susu sapi/kambing/kedele, dan asalkan bisa dijamin makanan dan minumannya bergizi tinggi. Yang tidak dianjurkan adalah susu formula buat bayi. Perlu diketahui bahwa Indonesia termasuk negara yang rendah konsumsi susunya

      • Maap tanya lg dok (:
        1. Klw susu kedele utk bumil blh ga?
        2. Emang klw hamil pertama sdh keguguran, kemungkinan hamil lg susah ya?
        3. Sy sll waswas nantiny susah punya anak. Pdhl kk sy subur2. Tapi ada 1 kk yg baru punya anak stlh 10thn nikah. Mungkin gak sy spti kk sy itu?😦

        Terimakasih bertubi-tubi donk😀

  2. bulan ını br 1thn pernıkahan…blm ada tanda2 hamıl:) saya sıh udah ngerasa sıap..cuma kadang suamı orangnya nyantaı2 aja gıtu..malah fokus ke kerjaan dsb..apa pıkıran dan nıat nya yg ga sınkron bs ngaruh jg ya dok: dia nyantai kadang saya jujur aja ngejar umur:tahun depan 30th.saya seusıa sm suamı

    • minta ditemani saja ke dokter kandungan. Ngajaknya nyantai saja. Jangan terkesan buru2. Bilang saja mau periksa diri sendiri dulu. Nanti dokter pasti juga nyuruh suami periksa. Keep enjoy n calm….Menurut hitungan statistik, 80% pasutri akan memperoleh kehamilan di satu tahun pertama, 10% sisanya akan hamil di tahun kedua. Naaaah…10% sisanya lagi itu harus serius….

  3. Yang sering di tanyakan keluarga besar itu kami, krn sdh setahun menikah tp saya blm hamil. Justru yang hamil itu kakak perempuan, anak ke empat. Doakan ya Buk Prita, moga saya termasuk yang 10% kedua. Kmrn Dokter nya dah ksih Profertil, Ciprofolaxacin sama SantaE. Minggu ini lg H2C.. Moga hamil..

  4. Kota Pekanbaru sekitar 3 jam perjalanan dari Duri. Makasi Buk, spt yg Ibuk bilang, tetap ikhtiar dan berprasangka baik sm Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s