Kisah Air Ketuban

Perangkat lain yang tak kalah penting dalam menunjang kehidupan janin dalam rahim selain plasenta adalah air ketuban dan tali pusat. Tali pusat mengubungkan secara langsung antara bayi dengan plasenta. Sedangkan air ketuban yang oleh orang Jawa diistilahkan dengan kakaknya jabang bayi berupa cairan yang “merendam” tubuh janin dalam rongga rahim. Untuk mudahnya, bayangkanlah sebuah balon yang diisi air hingga membesar, dan janin ada di dalam balon tersebut. Berenang-renang dengan bebas di dalamnya :
AIR KETUBAN (LIQUOR AMNII; AMNIONIC FLUID)
Dengan adanya air ketuban maka janin dapat bergerak bebas dan mempunyai ruang yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Sebaliknya jika cairan ketuban sangat sedikit maka tubuh janin akan tergencet oleh dinding rahim dan tali pusatnya. Terjadilah suatu kelainan bawaan yang dinamakan “Amniotic Band Syndrome”
Meskipun sebutannya “air”, namun air ketuban yang mempunyai berat jenis 1,008 ini hanya 98% yang benar-benar merupakan air. Dua persen sisanya berupa garam anorganik serta bahan-bahan organik. Bahan organiknya berupa rambut lanugo (rambut halus berasal dari bayi). Terkadang pada saat lahir rambut-rambut halus tersebut masih tampak meliputi tubuh bayi sehingga menimbulkan kesan “bayinya kok berbulu, ya”. Selain itu terdapat juga verniks kaseosa (lemak berwarna putih yang meliputi tubuh bayi). Lemak ini pun pada beberapa bayi terutama yang belum berusia cukup bulan masih banyak menyelimuti tubuh bayi, sehingga orang berkomentar :”ah, bayinya kok tidak bersih ya. Jangan-jangan ibunya kenapa-napa” (cappe deh, menanggapi komentar orang ).
Kandungan lainnya adalah sel epitel dan protein yang sebagian besar berbentuk albumin. Terdapat 2 jenis protein yang lain yaitu : lesitin dan sfingomielin. Peningkatan jumlah lesitin menunjukkan bahwa permukaan alveolus paru janin diliputi suatu zat bernama surfaktan, yang merupakan syarat mutlak untuk berkembangnya paru setelah janin dilahirkan dan bernapas secara spontan (istilahnya, paru janin sudah matang). Perbandingan jumlah kedua macam protein inilah yang dapat digunakan sebagai petunjuk apakah paru janin sudah matang. Saat ini sudah dibuat suatu zat tiruan surfaktan guna mematangkan paru-paru bayi yang lahir prematur, namun harganya sangat tinggi!
TERNYATA DIMINUM OLEH JANIN!
Saat kehamilan mencapai cukup bulan volume air ketuban mencapai 1000 – 1500 cc. Air ketuban ini bersirkulasi, dengan kecepatan mencapai 500 cc per jam. Kemana sirkulasi air tersebut? Terdapat beberapa teori (subhanallah, betapa sedikitnya ilmu manusia ini!), diantaranya adalah : bayi menelan air ketuban dan kemudian mengeluarkannya lagi melalui air seninya!. Karena itu jumlah air ketuban dapat digunakan sebagai petunjuk kondisi janin. Apabila jumlah air lebih dari 2000 cc (polihidramnion), hal itu dikaitkan dengan ketidakmampuan janin menelan air, misalnya pada stenosis (penyempitan) esofagus, anensefalus (tidak terbentuknya tulang tengkorak dan otak janin), spina bifida, khorioangioma, dan agenesis ginjal. Sedangkan kebalikannya apabila jumlah air ketuban kurang dari 1000 cc disebut dengan oligohidramnion, dan dapat berkibat kelainan bawaan seperti yang sudah disebutkan di awal tulisan ini.
YANG NORMAL TIDAK BERWARNA
Air ketuban berwarna jernih atau putih seperti air tajin. Baunya khas, agak amis. Pada beberapa kondisi, air ketuban ini warnanya mengalami perubahan, misalnya menjadi kuning atau hijauan. Hal ini dikarenakan air ketuban tersebut telah bercampur dengan mekonium, yaitu kotoran bayi pada awal kehidupannya yang memang berwarna hijau tua kehitaman. Merupakan tanda bahaya apabila air ketuban menjadi berwarna hijau kental seperti lumpur atau jus alpukat! Kondisi air ketuban tersebut dinamakan ketuban mekonial, yang apabila masuk ke saluran napas bayi dapat menyebabkan iritasi jalan napas yang bisa berkibat fatal!
SUBHANALLAH….BETAPA PENTING FUNGSINYA
Apalagi fungsi air ketuban? Manusia – yang ilmunya seperti setetes air di tengah samudera ilmu Allah – menemukan bahwa :
1. Air ketuban melindungi janin terhadap trauma dari luar (ibarat mobil, ketuban berperan sebagai ‘shockbreaker’ nya janin),
2. Menstabilkan suhu badan janin (perlu diketahui bahwa suhu di dalam tubuh kita lebih tinggi daripada suhu di kulit),
3. Meratakan tekanan di dalam rongga rahim pada saat proses persalinan sehingga mulut rahim membuka, membuat jalan bagi janin,
4. Jika selaput ketuban sudah pecah, maka air ketuban akan membersihkan jalan lahir dengan cairan yang steril sehingga bayi kurang mengalami infeksi. Namun kondisi sebaliknya bisa terjadi, yaitu apabila ketuban pecah namun tidak segera disusul dengan proses persalinan maka risiko infeksi akan meningkat.
5. Dapat menjadi sarana pembuatan diagnosis mengenai kelainan atau kondisi janin, misalnya jenis kelamin, golongan darah, ketidaksamaan rhesus, maupun berbagai kelainan genetik serta penyakit bawaan. Cara pemeriksaannya adalah dengan mengambil contoh cairan ketuban langsung ke dalam rahim dengan sebuah jarum khusus yang steril, kemudian dianalisa di laboratorium. Tindakan tersebut dinamakan Amniosentesis. (nin)
Wallahu a’lam
(bahan : Sarwono P, Ilmu Kebidanan, ed 3, tahun 2002)

18 thoughts on “Kisah Air Ketuban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s