Keajaiban Plasenta

Gambar

(plasenta sesaat setelah dilahirkan,tampak pangkal tali pusat dan pembuluh darah yang gemuk dan besar – koleksi pribadi)

Kalau dalam bahasa Jawa terdapat istilah ‘kakang kawah adi ari-ari’ untuk bayi yang baru lahir mungkin ada benarnya juga. Artinya, selama dalam rahim ibu, bayi tersebut punya kakak yaitu air ketuban (banyu kawah) dan punya adik yaitu plasenta (ari-ari, tembuni). Air ketuban dinyatakan sebagai kakak karena keluar (lahir) mendahului bayi, sedangkan sang adik (plasenta) lahir belakangan sesudah bayi. Setelah ‘bersaudara’ selama 40 minggu, tibalah saat berpisah. Air ketuban dibuang sedangkan plasenta bisa dikubur, atau dibuang ke laut, atau bahkan dibuang di tempat sampah, tergantung dari kebiasaan setempat. Namun dijumpai juga kondisi yang tidak biasa, yaitu plasenta dijadikan bahan baku kosmetik atau obat-obatan (termasuk obat untuk merangsang keluarnya ASI) dan bahkan plasenta dimasak kemudian dimakan sebagaimana layaknya lauk pauk !

Di Indonesia, masih ada kebiasaan berbau mistik terkait plasenta. Misalnya, plasenta dikubur dan di atas kuburannya diberi kurungan serta lampu teplok (tempel) yang tidak boleh mati selama 7 atau 40 hari! Nah, susah kan menjaga agar lampu sumbu tidak mati padahal sedang musim hujan. Atau, di dalam wadah plasenta (biasanya di dalam gerabah yang bernama kendil), dimasukkan juga alat tulis, jarum, benang, dll yang ibaratnya adalah pengharapan untuk bayi agar menjadi orang pintar dan trampil. Sejalan dengan kemajuan jaman, lampu teplok sudah diganti dengan lampu listrik.

Gambar(Syirik! Kuburan plasenta ditutup kurungan ayam dan diterangi lampu listrik. Foto dari Azis Raharjo.com)

Kenyataannya, janin dalam rahim hidup dalam kantung berisi cairan ketuban, berenang-renang di dalamnya. Sedangkan kebutuhan oksigen dan nutrisinya dipenuhi lewat plasenta. Bayi tersambung ke plasenta melalui tali pusat. Sehingga keberadaan dan keadaan plasenta dan tali pusat sangat vital untuk keberlangsungan dan kualitas hidup janin.

Namun realitanya sebagian besar ibu yang baru bersalin tidak pernah melihat bentuk plasenta yang dilahirkannya. Hal ini wajar saja mengingat kondisi yang masih lemah sehabis bersalin dan perhatian yang lebih dicurahkan kepada bayi yang baru dilahirkan. Lagipula para penolong persalinan jarang yang menunjukkan plasenta pada ibu bersalin. Karena setelah bayi lahir, maka plasenta hanyalah seonggok benda mati. Anggapan bahwa plasenta hanya seonggok daging yang sudah tidak bermanfaat lagi memang tidak salah. Tapi kalau kita telusuri peran plasenta selama 9 bulan bersama bayi, sungguh telah tergambar kebesaran Allah SWT padanya.

Plasenta atau ari-ari, merupakan jaringan seperti daging berbentuk bundar, berdiameter 15-20 cm, tebalnya kira-kira 2,5 cm dan beratnya rata-rata 500 gram. Ada dua permukaan plasenta, yaitu permukaan yang menempel di dinding rahim (permukaan maternal) dan permukaan yang berhubungan dengan bayi dengan perantaraan tali pusat. Tali pusat sendiri tertanam di bagian tengah-tengah plasenta. Setelah bayi lahir, tali pusat dipotong dengan menyisakan kira-kira 3 cm di perut bayi. Sisa tali pusat yang ada di bayi ini lama kelamaan akan mengering sehingga akhirnya putus dengan sendirinya. Bekas putusnya tali pusat inilah yang kita kenal sebagai pusar, yang terus ada sampai seseorang dewasa, tua dan wafat.

Apa fungsi plasenta selama menemani janin dalam rahim?
Simaklah, betapa vital peran plasenta kehidupan janin, yaitu :

  1. Sebagai sarana nutrisi : yaitu penyalur vitamin, mineral, asam amino, dan zat-zat gizi lain dari ibu ke janin yang berguna untuk tumbuh kembangnya.
  2. Sebagai sarana pembuangan (ekskresi) : pembuangan sampah metabolisme janin ke peredaran darah ibu.
  3. Sebagai sarana pernafasan : yaitu menyalurkan oksigen serta membuang karbondioksida dari janin ke ibu.
  4. Sebagai alat pembentuk hormon : terutama hormon chorionik gonadotropin (yang membuat test pack kehamilan jadi positif), chorionik somatomammotropin, progesteron, estrogen, tirotropin, relaksin, dan kemungkinan masih ada hormon lainnya yang belum diketahui oleh manusia.
  5. Sebagai sarana untuk menyalurkan pelbagai zat antibodi ke janin, sehingga bayi yang baru dilahirkan sudah mempunyai kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Masalahnya, tidak hanya zat-zat yang bermanfaat saja yang dapat melewati plasenta, melainkan juga obat-obatan serta bakteri dan virus. Karena itu seorang ibu hamil tetap harus menjaga dan memperhatikan betul apa-apa yang masuk ke dalam tubuhnya, karena semua itu dapat masuk juga ke dalam peredaran darah bayi. Mahabesar Allah! Karena organ yang hanya sebesar piring makan itu merupakan kunci tumbuh kembang janin dalam rahim.

Selama lebih kurang 280 hari menemani janin dalam rahim, setiap 1 kali denyutan jantung maka tersemprotlah darah ibu dengan tekanan 70-80 mmHg masuk ke dalam pembuluh-pembuluh plasenta, dan dialirkan ke janin. Volume darah yang mengalir pun tersebut semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia kehamilan. Jika pada kehamilan 20 minggu volumenya 300 cc per menit, maka pada akhir kehamilan dapat meningkat sampai dua kali lipatnya !

Saat tibanya waktu persalinan, sang jabang bayi pun keluar dari rahim, tempat hidupnya selama 9 bulan 10 hari ditemani oleh plasenta. Tali pusat sebagai penghubung dengan ibunya tidak langsung dipotong, untuk memberi kesempatan mengalirnya darah dari plasenta ke tubuh bayi.  Hal itu ditandai dengan masih berdenyutnya tali pusat meskipun bayi sudah lahir.  Tindakan ini akan mencegah bayi mengalami anemia di kemudia hari.  Keberadaan tubuh bayi di luar rahim akan merangsang bayi untuk menarik napas pertama menggunakan parunya, yaitu menangis.  Bersamaan dengan itu, berfungsilah seluruh organ-organ tubuh bayi secara mandiri!  Allahu Akbar!

Rongga rahim seketika mengecil setelah “isi”nya, yaitu janin, sudah keluar. Pengecilan rongga rahim ini membuat plasenta yang semula melekat di dinding dalamnya, terlepas dan menyusul “kakak’nya yang telah lahir terlebih dulu. Bagaimana mungkin sesuatu yang semula melekat erat kemudian dengan mudah terlepas begitu saja? Setelah diteliti, ternyata terdapat sebuah lapisan yang membatasi antara plasenta dengan dinding rahim, yaitu lapisan Nitabuch. Lapisan ini terdiri dari deposit fibrin dan sel-sel plasenta yang mati. Dengan adanya lapisan ini maka pelepasan plasenta dari dinding rahim akan mudah.

Allahu Akbar!

(nin)

16 thoughts on “Keajaiban Plasenta

  1. tubuh kita ini memang cerminan keMahabesaran Allah SWT, bu
    ddhamayanti99
    hapus balas
    ddhamayanti99 menulis on Jan 3, ’11
    subhanallah…maha besar Allah..jazakillah khoir bu atas ilmunya
    asyaimaa23
    hapus balas
    asyaimaa23 menulis on Mar 8, ’10
    makasih atas infonya ya…berarti qt memang wajib jeli melihat kehalalan kosmetika
    drprita
    Edit hapus balas
    drprita menulis on Mar 2, ’10
    asyaimaa23} berkata
    plasenta manusia jika di gunakan untuk kosmetika hukumnya gmn?
    afwan, telat membalas karena melengkapi referensi terlebih dahulu. Menurut ibu Herlini Amran (pakar fiqih), plasenta manusia hukumnya NAJIS. Adapun plasenta hewan bisa dipergunakan dengan syarat hewan yang dagingnya halal dimakan dan disembelih dengan menyebut nama Allah SWT. Demikian, wallahu a’lam
    asyaimaa23
    hapus balas
    asyaimaa23 menulis on Mar 1, ’10
    dokter…jadi plasenta manusia jika di gunakan untuk kosmetika hukumnya gmn?
    drprita
    Edit hapus balas
    drprita menulis on Feb 20, ’10
    eiboehndy} berkata
    kenapa di negri kita doktrer kandungan perempuan sulit sekali ya?Apalagi di kota saya
    kalau dibandingkan dengan jaman saya dulu (lk 10 tahun yl), sekarang sudah jauh lebih banyak, tapi memang mayoritasnya masih laki2. Doakan saja segera berubah…Untuk persalinan normal, dan kehamilannya berisiko rendah, bersalin dengan bidan itu gpp
    eiboehndy
    hapus balas
    eiboehndy menulis on Feb 20, ’10
    TinjauanTinjauanTinjauanTinjauanTinjauan
    jazaakillah ilmunya ya…dok…Cuma jadi inget kenapa di negri kita doktrer kandungan perempuan sulit sekali ya?Apalagi di kota saya. Karena selama 2 kali melahirkan ana lebih menyukai ke dokter daripada bidan. Padahal penting banget lho…
    drprita
    Edit hapus balas
    drprita menulis on Feb 16, ’10
    @Kharisma dan @Ummu Salma : semoga semakin bermanfaat dan semakin menghayati makna ayat 4 dari surat At Tiin… :-))
    drprita
    Edit hapus balas
    drprita menulis on Feb 16, ’10
    kikimamadaria} berkata
    setelah baca ini baru ‘ngeh’ ttg ‘kakak’ & ‘adik’nya anakku
    Betul mbak Kiki , semakin sadar bahwa manusia itu adalah hasil ciptaanNya dalam bentuk yang paling baik. Dan satu lagi kebesaranNya: meskipun plasenta “dilahirkannya” belakangan setelah bayi, tetapi Allah SWT menciptakannya duluan yaitu berupa sel-sel trofoblast yang berkembang dengan cepat mendahului terbentuknya janin.
    ummusalma
    hapus balas
    ummusalma menulis on Feb 16, ’10
    TinjauanTinjauanTinjauanTinjauanTinjauan
    TFS bu dokter…subhanallahu…Allahu Akbar….
    bsikharisma
    hapus balas
    bsikharisma menulis on Feb 16, ’10
    TinjauanTinjauanTinjauanTinjauanTinjauan
    Subhanallah…jazakillah Dok sharing ilmunya🙂
    kikimamadaria
    hapus balas
    kikimamadaria menulis on Feb 16, ’10
    TinjauanTinjauanTinjauanTinjauanTinjauan
    ibu, saya udah ngalamin hamil & melahirkan, tp setelah baca ini baru ‘ngeh’ ttg ‘kakak’ & ‘adik’nya anakku. semakin kita belajar & mengerti, semakin amazed dgn kebesaran Tuhan ya..
    drprita
    Edit hapus balas
    drprita menulis on Feb 15, ’10
    rhedina} berkata
    Allah Maha Sempurna…
    Tergambar dari ciptaanNya. Inilah ilmu kauniyah.
    rhedina
    hapus balas
    rhedina menulis on Feb 15, ’10
    Allahu Akbar..Allah Maha Sempurna…
    Jazakillah buat ilmu nya Dok…:)
    bede16

    • Terimakasih atas kunjungannya di pagi yang cerah ini, mbak.
      Plasenta itu biarpun ‘ngeri’ tapi banyak yang mau, lho. Lihat saja kosmetik yang berbahan dasar plasenta itu. Belum lagi zat collagen, yang bahannya juga plasenta. Oya, cerpen Teman Seperjalanan itu dapat pujian di surat pembaca majalah Femina terbaru. Selamat, ya.

  2. Ping-balik: Serial Plasenta (1) : Yang Tidak Normal tentang Plasenta | drprita1

    • Setelah tali pusat dipotong, maka plasenta adalah benda mati (organik) yang berasal dari tubuh manusia. Perlakuannya : dikubur!
      Ini salah satu dasarnya : As Suyuthi mengatakan , “Beliau menyuruh untuk mengubur rambut, kuku, darah, .. dan ari-ari, karena semua benda ini adalah bagian dari tubuh manusia, sehingga benda ini dimuliakan sebagaimana keseluruhan badan manusia dimuliakan.” (As-Syamail As-Syarifah, Hal. 271).

  3. Keuntungan dilakukan penundaan pemotongan tali pusat (late cord clamp = LCC) adalah, bayi mendapatkan tambahan darah dari ibu sehingga mencegah anemia. Namun pada kasus2 infeksi ibu (ketuban pecah dini, cairan ketuban mekonial, dll) atau ibu terkena preeklamsia, tidak dianjurkan mengingat kemungkinan sel2 inflamasi bisa masuk ke tubuh bayi. Demikian juga bila bayi lahir tak langsung menangis sehingga membutuhkan resusitasi, sebaiknya tapi pusat segera dipotong untuk memudahkan pemberian resusitasi. Demikian…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s