Baksos USG di Desa Buniseri, Ciamis.

Ini kenangan akhir tahun 2008 :

Hari ini adalah hari pertama mobil sehat keliling Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) – Indosat beroperasi di daerah binaan yaitu di kabupaten Ciamis, setelah sebelumnya sudah diterjunkan ke daerah banjir di kecamatan Bale Endah, Kabupaten Bandung.  Siang harinya berlangsung pengobatan umum dengan kunjungan 100 orang dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan balita oleh bidan setempat sebanyak 33 orang.  Sedangkan penggunaan mesin USG  baru bisa terlaksana malam harinya.  USG merk Mindray tersebut sudah dilengkapi dengan sebuah printer.  Keberadaan printer ini penting karena sesuai etika pemeriksaan maka pasien harus mendapatkan hasil pemeriksaan yang lengkap sehingga dapat dibaca juga oleh dokter/bidan yang lain.

Pelaksanaan pemeriksaan USG berlangsung di kamar tidur.  Alat USG diletakkan di atas mesin jahit dan pasien berbaring di atas tempat tidur nomor  satu.  Pemeriksa duduk di atas tempat tidur yang sama, sementara para ‘asisten’ dengan gayeng duduk bersimpuh di atas kasur sembari sesekali melontarkan senda gurau.  Asisten yang terdiri dari para ibu setempat tersebut bertugas untuk menata posisi dan busana pasien, mengelap sisa jelly yang ada di perut pasien, serta melakukan pencatatan hasil pemeriksaan di buku besar.  Tetapi jangan dikira pemeriksaan ini main-main, karena setiap kali pemeriksaan USG yang saya lakukan itu selesai, pasien mendapatkan selembar foto USG plus keterangan singkat.  Teks dalam foto itu dapat dengan mudah dipahami oleh bidan yang melakukan pemeriksaan hamil selama ini.

Malam itu, meski pemeriksaan baru dimulai ba’da ‘Isya ternyata tak menyurutkan semangat dan minat para ibu untuk datang memeriksakan  diri.  Maklumlah, seumur-umur baru kali ini lah kehamilan mereka diperiksa dengan ‘komputer’ (baca :USG).  Seperti yang ucapan yang dilontarkan oleh ibu Adah( 38 tahun), janda 3 anak ini terheran-heran ketika perutnya dilap oleh asisten, pertanda pemeriksaan sudah selesai. 

“Lho, kan USG nya belum, kok sudah disuruh bangun?”

Kontan tawa seisi ruangan berderai…”Ibu, ibu, sudah atuh USG nya, kan yang tadi  itu”, celetuk asisten.

Dari evaluasi ke 14 pasien malam itu, 8 orang adalah kasus kehamilan (obstetri) dan  sisanya adalah kasus penyakit kandungan (ginekologi).  Dari kedelapan orang yang hamil, ternyata 5 orang merupakan kehamilan risiko tinggi dikarenakan usia ibu di atas 35 tahun, dan dengan jarak kehamilan dengan anak terkecil cukup jauh (Ny.E,45 th, at 10 th).  Perlu dianalisa, adakah ini dikarenakan penggunaan alat kontrasepsi yang cukup efektif, namun kurangnya informasi saat seseorang sudah mulai bosan dengan cara tertentu dan menginginkan penggatian cara tapi ternyata malah hamil, atau kehamilan dengan infertiltas sekunder?

MP, 18 Mei 2009

Di tahun 2012 ini kegiatan ini masih berjalan, tentu saja pemeriksaan dengan USG sudah bukan saya lagi yang mengerjakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s