Simbok Pecel vs Pengemis

Kemarin siang yang mendung, seorang perempuan setengah baya penjual pecel menghampiri saya. Membawa bakul berisi aneka sayuran dan bumbu pecelnya, serta tas plastik lusuh berisi krupuk pecel yang berwarna kuning, dan sekantung rempeyek. Simbok itu menawarkan pecelnya kepada saya. Tak terbiasa jajan pecel, saya memilih rempeyek kacang.Ia berwajah ceria, memilah rempeyek dan membungkusnya.

Seraya simbok pecel sibuk membenahi dagangannya, muncullah seorang perempuan pengemis, dengan usia tak jauh beda. Sembari menadahkan tangan, mengucapkan kata-kata memelas, dan berwajah murung. Beberapa orang pastilah ada yang memberi padanya. Lima ratus? Seribu? Kalau diberi seratus atau dua ratus rupiah, terkadang kerutan di wajahnya bertambah dan menatap si pemberi dengan tajam.

Saya membayangkan…berapa keuntungan dari simbok pecel?

Melangkahkan kaki membawa beban keranjang. Samakah dengan penghasilan simbok pengemis? Rasanya, minimal sama. Kalau tidak malahan lebih sedikit dari pengemis.

TAPI DIA TELAH BEKERJA! Demikian juga dengan pedagang kecil yang lain…keuntungan yang mereka dapat saat kita membeli dagangan mereka, mungkin lebih kecil dari pengemis profesional TAPI DIA TIDAK MEMINTA-MINTA Meskipun demikian….sebuah komentar sampai ke telinga saya…. “Pengemis jalanan masih lebih baik daripada pengemis berjas dan berdasi, nun jauh tinggi di gedung pencakar langit dan ber AC!”

Duh…..

MP,19/1/2010

6 thoughts on “Simbok Pecel vs Pengemis

  1. mendıng kasıh uang lebıh ke sı mbok yg jualan dı bandıng sı mbok yg cuma nadahın tangan, dısını jg ada bu pengemıs..tapı mereka agak kreatıf sedıkıt sambıl menawarkan jasa*kebanyakan sambıl menawarkan jasa..ada jg sh yg nadah* bıasanya nawarın tımbangan bb.. atau jual tısu.

      • pemınat ga banyak: bıasanya kl dı perkotaan mereka org gypsı turkı*dısını jg ada model gypsı gıtu kyk dı eropa*..mereka kebanyakan dıkota besar yg hıdup dıgarıs kemıskınan. kl program2 sosıal pemerıntah sebenarnya sudah cukup baık untuk mementaskan kemıskınan salahsatunya lembaga2 kursus gratıs yg tersebar dıberbagaı kota dan propınsı untuk mendıdık orang punya keterampılan..cuma emang kalao mentok sm mentalıtas nya susah kalı dok..org yg suka hıdup dıjalanan gıtu-.-

  2. Memang susah kalau sudah mental peminta-minta. Karena itu Islam sudah memagari agar orang tak terjerumus dalam “kenikmatan” menadahkan tangan. Seperti misalnya “tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah”, “pekerjaan yang paling tidak disukai Allah adalah mengemis”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s