Tentang Keputihan (2) – KEPUTIHAN PATOLOGIS (abnormal)

Yang justru harus lebih mendapatkan perhatian adalah keputihan yang tidak normal atau patologis. Sifat cairannya berkebalikan dari dari yang normal, yaitu : berwarna (bisa kuning, hijau, kecoklatan), berbau, berbuih, terkadang bergumpal seperti susu pecah atau tepung basah, berasa (gatal, pedih, panas), …dan tidak hilang selama belum mendapatkan pengobatan yang tepat. Jadi, jika keputihan yang anda alami memenuhi syarat-syarat untuk masuk ke golongan patologis, jangan ragu-ragu untuk datang ke dokter.

Gambar

Pengobatan yang tepat adalah pengobatan yang sesuai dengan penyebabnya. Dokter akan melakukan pengambilan contoh cairan keputihan yang kemudian akan dianalisa di laboratorium untuk diketahui penyebabnya.

Penyebab keputihan abnormal

Macam-macam penyebabnya adalah sebagai berikut :
1. Infeksi
2. Alergi
3. Iritasi
4. Penyakit kronis
5. Tumor/kanker

Dari sekian banyak penyebab di atas , yang tersering adalah infeksi.

Penyebab infeksi ini pun bermacam-macam, dari golongan flora maupun fauna, yaitu :
1. Jamur (Candida albicans)
2. Parasit (Trichomonas vaginalis)
3. Bakteri (Chlamidia sp)
4. Virus

Setiap penyebab menimbulkan keputihan dengan ciri yang spesifik, namun demikian sering juga terjadi infeksi campuran. Sehingga untuk memastikan penyebab suatu keputihan maka harus dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Untuk gambaran mudahnya ciri keputihan yang disebabkan oleh masing-masing organisme adalah sebagai berikut :

Keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur
Ditandai dengan rasa gatal yang sangat. Bahkan pada kondisi yang berat disertai rasa seperti terbakar . Rasa gatal ini bisa meningkat pada pasca sanggama, dan pasca berkemih. Keputihan normal (baca posting terdahulu), kehamilan dan haid bisa memicu timbulnya infeksi candida ini. Jamur Candida juga tumbuh lebih cepat pada lingkungan yang berkadar gula tinggi. Sifat cairan keputihannya, tidak berbau, putih, cenderung agak menggumpal. Pada pemeriksaan cairan di bawah mikroskop akan tampak bentukan serabut-serabut yang disebut hypha sebagai ciri khas jamur (lihat gambar).

Gambar (jamur Candida, dari  http://www.naturespace.com)
Setelah dipastikan bahwa penyebabnya adalah jamur, maka dokter akan memberikan pengobatan anti jamur. Cara pemberiannya pun bisa bermacam-macam, yaitu suppossitoria yang dimasukkan ke dalam vagina, obat yang ditelan (oral), dan cairan untuk membasuh kemaluan.

Ada beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan untuk memilih satu jenis pengobatan. Misalnya, jika pasiennya adalah seorang ibu hamil, maka pengobatan oral dihindari. Demikian juga apabila pasiennya seorang gadis, maka pengobatannya lewat suppositoria vaginalah yang dihindari. Terkadang keputihan ini juga disertai dengan rasa gatal pada kulit kemaluan sampai dengan pelipatan paha. Untuk yang terakhir ini pengobatan diberikan dalam bentuk salep anti jamur.
Penting untuk diingat dan diperhatikan bahwa terapi jamur, apalagi bila dalam pemeriksaan mikroskopis jamur tersebut sudah berbentuk blastospora (jamur berada dalam cangkang yang kuat), adalah terapi yang mutlak harus tuntas. Jangan menghentikan pengobatan semaunya. Ikutilah dosis dan anjuran yang diberikan oleh dokter dan bisa diperjelas oleh apoteker, meskipun keluhan utamanya yaitu gatal-gatal sudah hilang.

(bersambung)

8 thoughts on “Tentang Keputihan (2) – KEPUTIHAN PATOLOGIS (abnormal)

  1. bu jika sdg menyusui, kmungkinan obatnya apa ya utk yg jenis ini? klo dibasuh? cebok dg air sirih, ceboknya tanpa dibilas air biasa lagi ya stlh air sirih?

    • Sama saja, diperiksa dulu utk ditentukan jenis keputihannya, kemudian diberikan terapi. Hanya saja terapinya disesuaikan /dipilihkan yang aman utk menyusui. Kalau air sirihnya bikin sendiri, dalam arti tdk ada campuaran2nya, maka boleh saja tanpa dibilas

      • periksanya utk cek keputihan itu papsmear atau swab vagina Bu? terima kasih atas perhatian dan bantuannya

      • Cara untuk menentukan penyebab keputihan adalah dengan memeriksa cairan keputihan dengan swab vagina dan kemudian dianalisa di laboratorium. Tujuannya, agar bisa memberikan terapi dengan tepat. Sedangkan Pap Smir, lain lagi ceritanya. Silakan baca di sini untuk lebih jauh tentang pap smir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s